KLA, Wujud Komitmen Pemerintah Menuju IDOLA (Indonesia Layak Anak)

Adakah diantara kalian yang gemes setengah mati dengan tayangan televisi yang tidak ramah anak? Saya beberapa kali harus memaksa papa mertua untuk ganti channel ketika ada Kira & Kara bermain di kamar beliau. Papa memang tidak bisa hidup tanpa televisi. Dengan kondisi fisik yang geraknya serba terbatas, maka televisi dan radio adalah hiburan setia. Namun yang terkadang terjadi, Kira dan Kara ikut nonton tayangan yang tak sesuai usianya.

Gemes juga kenapa ada tayangan yang tak ramah anak di jam-jam yang sangat rawan anak-anak menonton televisi. Belum lagi hampir setiap hari selalu ada saja berita tentang kekerasan anak. Kok rasanya makin susah ya melindungi anak dari paparan bahaya yang banyak mengintai.

Jaman saya kecil dulu kayaknya main di depan rumah itu gak ada bosennya. Tanaman banyak, halaman luas dan teman yang rumahnya berdekatan suka main sama-sama kalau pulang sekolah. Ramai sekali. Rasanya tak pernah kehabisan ide bermain. Mulai dari masak-masakan dengan mengiris segala macam jenis daun dan bunga, lompat tali, lari-larian, betengan, gobak sodor, sebutkan saja! Kalau belum terdengar suara adzan maghrib atau suara teriakan ibu, pasti susah sekali beranjak pulang.

Bagaimana dengan sekarang? Halaman rumah makin sempit, harga tanah mahal, jendral! Lapangan jarang tersedia. Bermain di jalan berbahaya. Belum lagi godaan ponsel pintar dan aneka macam permainan online yang jauh lebih ampuh untuk membuat anak anteng. Maka otomatis teman-teman hanya berdiam diri di rumah, jarang bermain di luar. Anak sekarang lebih fasih bermain mobile legend dibandingkan bermain gobak sodor atau congklak.

Itu sedikit alasan kenapa pemerintah ikut andil mengambil bagian untuk mewujudkan generasi yang jauh lebih cemerlang. Pemerintah pusat ingin mendorong pemerintah daerah untuk mau peduli mengurus anak-anak, melindungi hak-hak mereka dan mewujudkan harapan generasi bangsa yang lebih baik. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengajak jajaran pemerintah daerah dengan mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tersebut diharapkan dapat membantu dalam memberikan perlindungan yang optimal terhadap tumbuh kembang anak. Menurut Ibu Yohanna Yamise, menteri PPPA pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat, baik dari keluarga, lingkungan sekitar, masyarakat, media, hingga pemerintah. Jika seluruh lapisan tersebut memahami dan mendukung pemenuhan hak anak dalam keluarga, maka anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Mereka akan memiliki tempat yang kondusif untuk belajar dan bereksplora, tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Untuk itu melalui KPPPA, pemerintah daerah di dorong untuk memberikan sarana, prasarana, program demi perwujudan kabupaten/kota layak anak. Jika seluruh kabupaten/kota di Indonesia mampu menjadi kota yang layak untuk anak, maka Indonesia akan benar-benar menjadi Negara yang layak anak, sesuai visi pemerintah dalam mewujudkan IDOLA (Indonesia Layak Anak). KPPPA memiliki 24 indokator dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Indikator tersebut dibagi ke dalam 5 kluster hak anak yang meliputi, Hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus.

Hingga saat ini di tahun 2018 terdapat 389 kabupate/kota yang turut berpartisipasi dalam terwujudnya kabupaten/kota layak anak. Dari jumlah tersebut, terdapat 176 kabupaten/kota yang meraih penghargaan dari berbagai kategori. Ada 5 kriteria yang bisa dicapai oleh kabupaten/kota peserta KLA, antara lain PRATAMA, MADYA, NINDYA, UTAMA dan KLA. Penghargaan yang paling bergengsi adalah kabupaten/kota yang berhasil meraih penghargaan kategori UTAMA sebagai kabupaten/kota yang memenuhi semua kriteria sebagai kabupaten/kota layak anak. Tahun ini SURABAYA dan SURAKARTA berhasil meraih kategori penghargaan UTAMA.

Selain penghargaan KLA, KPPPA juga memberikan penghargaan kepada daerah yang berhasil dalam memenuhi hak sipil anak, membina forum anak, merespon pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah, Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA) dan mewujudkan sekolah ramah anak, menyelenggarakan pelayanan ramah anak di puskesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan pemenuhan kebutuhan anak di wilayahnya dan menurunkan angka perkawinan anak.

Penilaian KLA tersebut dilakukan oleh team yang terdiri dari pakar anak, gabungan beberapa kementerian, setneg dan kantor staf presiden serta melibatkan KPAI. Penilaian pun dilakukan melalui 4 tahap, yaitu penilaian secara mandiri, verifikasi data administrasi, verifikasi dengan terjun ke lapangan serta finalisasi.

Demi terwujudnya tempat yang layak bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, untuk itu, mari menjadi bagian dalam mewujudkan tempat tumbuh kembang yang layak bagi anak. Tak peduli sekecil apapun peran kita, mari turut ambil bagian!

PUSPARAGAM ANAK INDONESIA: Ajang Unjuk Gigi Anak-Anak Indonesia Menyuarakan Mimpi

Temu Anak Peduli “Pusparagam Anak Indonesia” menjadi salah satu peringatan Hari Anak Nasional yang tidak akan saya lupakan. Di acara ini saya bertemu dengan banyak anak-anak dari berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia dengan berbagai macam karakter dan budaya. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, mengajak anak-anak untuk berani menyuarakan mimpi dan harapan mereka. Selama tiga hari anak-anak tersebut diajak untuk belajar tentang banyak hal, bermain, berbagi cerita dan bertemu dengan banyak teman baru.

Anak-anak yang rata-rata berusia antara 9 hingga 18 tahun tersebut bertemu untuk bertukar pikiran mengenai berbagai tema kebangsaan seperti gotong royong; literasi; kekerasan dan perundungan; toleransi; kepemimpinan; dan kewirausahaan. Di hari ketiga tersebut mereka menampilkan banyak hasil karya dan unjuk penampilan menyuarakan aspirasi, mimpi dan harapan mereka. Pertunjukan mulai dari flash mob, drama, karya literasi, hingga orasi tentang harapan-harapan mereka untuk Indonesia membuat saya tercengang. Anak-anak yang sepertinya setiap hari hanya bercanda, bermain, tertawa, dan bertingkah sesuka hatinya, ternyata memiliki buah pemikiran yang luar biasa hebat. Itu terbukti dari karya-karya mereka tentang Indonesia di masa mendatang.

Tak dapat dipungkiri, kelak di masa yang akan datang, merekalah pemegang tongkat estafet pemimpin-pemimpin Indonesia selanjutnya. Di tangan mereka wujud Indonesia akan bersolek seperti apa. Dengan anak-anak yang berani bermimpi dan memiliki harapan, maka bisa jadi wujud Indonesia pun semakin cerah dan membanggakan.

Anak-anak memang sudah selayaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dan mendapat dukungan dengan maksimal. Namun sayangnya tak selalu kondisi ideal bisa didapat oleh mereka. Banyak tantangan yang harus dihadapi anak-anak termasuk pengasuhan yang kurang memadai maupun kondisi miskin dan terpencil. Hal tersebut sering kali menjadi penyebab anak tidak memiliki identitas resmi. Bahkan banyak dari mereka yang jauh dari layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai. Tak jarang kondisi ekonomi membawa mereka pada kegiatan yang eksploitatif, kenakalan remaja hingga pernikahan dini.

Erna Irnawati, Program Officer Program Peduli untuk Pilar Remaja dan Anak-anak Rentan mengatakan, Program Peduli fokus bekerja untuk anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak-anak yang berhadapan dengan hukum, dan anak-anak pekerja migran. Program Peduli melihat di tengah keterbatasan dan kondisinya, anak-anak ini juga mampu bangkit dan menggapai mimpinya ketika mendapatkan akses, dukungan yang tepat, serta tercipta ruang aman bagi mereka. Mereka juga memiliki mimpi dan dapat mewujudkan cita-citanya serta berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.

Yang tak kalah menarik dari acara temu anak peduli ini adalah, mulai dari pembawa acara, pengisi acara, hingga pengendali acara semua dilakukan oleh anak-anak. Di perayaan hari anak tersebut, mereka merayakan acara, mimpi, harapan dan aspirasinya. Di perayaan hari anak tersebut mereka bebas berbicara tentang kebangsaan dan masa depan. Hari itu mereka setara dan semartabat dengan kawan-kawan mereka di tempat lain dengan fasilitas yang lebih lengkap dan mumpuni. Hari itu mereka makan, menikmati tidur, bermain, seperti layaknya sebaya mereka yang memiliki kondisi lebih baik.

Sudah saatnya seluruh anak Indonesia Setara dan Semartabat. Keadilan sosial harus terwujud untuk seluruh anak-anak di Indonesia, baik yang di kota maupun di pelosok daerah, baik yang memiliki kondisi ekonomi layak maupun kurang layak. Semua berhak mendapat pendidikan yang setara, berhak mendapat fasilitas kesehatan yang sama rata, juga mendapat ruang yang sama untuk membicarakan ide dan gagasan mereka. Bukankah mereka sama-sama semartabat? Sama-sama anak-anak Indonesia!

Rekomendasi Fluid Peeling yang Murah dan Terjangkau

Suatu hari saya pernah merasa seperti habis dihantam kulkas dua pintu waktu melihat foto-foto seminar bersama teman-teman blogger. Seperti biasa, setelah ada kegiatan liputan, teman-teman blogger kadang berbagi foto di group untuk berbagi momen. Setelah saya amati, lha kok ternyata kulit wajah saya paling kumus-kumus sejagat manusia yang hadir di sebuah convention hall. Pasti bukan pengaruh cahaya, karena saya berdiri di posisi yang cahaya nya paling oke. Kusamnya makin kelihatan jelas ketika saya hanya foto berdua dengan mbak artis yang kulitnya mulus dan alus. Pengen nangis guling-guling rasanya.

Dulu, ketika masih setiap hari pulang pergi kantor, saya rajin sekali merawat wajah, mulai dari memakai serum hingga rutin memakai masker. Namun setelah resign, langkah-langkah itu terasa makin merepotkan. Ditambah lagi dua bocah kunyil di rumah mulai kepo luar biasa tiap kali bundanya berdiri di depan cermin. Setiap kali bercermin dan memegang botol skincare, tak lama kemudian deretan kotak make up saya akan bertebaran di lantai demi memenuhi hasrat ingin tahu dua bocah perempuan. Itu kenapa saya makin males melakukan rutinitas merawat wajah seperti dulu. Asal rajin wudhu saja, sudah pasti glowing to?

Eh, la kok ternyata angan-angan tak selalu seindah kenyataan. Wajah saya kusam, kusut masai seperti handuk tak pernah dicuci. Mblegadus kalau kata orang Surabaya. Mangkak kalo kata ibu saya.

Padahal sudah menjadi rahasia umum, kalau perempuan itu selalu ingin kelihatan cantik dan awet muda. Namun kita tinggal di bumi yang oksigennya selain membantu manusia tetap hidup tapi juga membuat jaringan kulit makin mudah keriput. Seperti kulit jeruk yang dibiarkan di udara terbuka akan berubah warna menjadi semakin coklat dan berkerut. Seperti buah apel yang setelah digigit lalu berubah menjadi kecoklatan. Pun demikian kulit kita, eh saya, eh kita.

Apakah ada cara agar proses oksidasi itu dihentikan? Tidak. Selama masih ada oksigen, maka proses oksidasi akan terus berlangsung. Namun proses itu bisa diperlambat. Untuk memperlambat proses oksidasi pada buah-buahan, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Lebih detailnya mungkin ditanyakan pada mereka yang ahli dan malang melintang di dunia dapur. Kalau pada kulit, proses penuaan dini bisa dihambat dengan banyak cara. Salah satunya dengan regenerasi sel kulit mati.

Sebenarnya regenerasi kulit bisa berlangsung secara alami. Jika pada bayi, proses regenerasi kulit bisa berlangsung cepat. Namun seiring bertambahnya usia, proses regenerasi semakin lambat. Jika proses regenerasi kulit lambat ditambah kulit tidak pernah dirawat dan dibersihkan, yang terjadi ya penumpukan sel kulit mati. Sel kulit mati yang menumpuk itulah yang menimbulkan banyak masalah seperti jerawat, komedo, bintik hitam, kulit kusam, dan sejenisnya. Setelah tahu ilmunya saya mendadak sedih, kenapa belajarnya gak dari dulu.

Nah, dari acara Maxi-Peel Blogger Gathering di tanggal 15 Juli 2018 kemarin, saya mendapat banyak pencerahan tentang perawatan kulit wajah. Dari acara tersebut saya baru tahu kalau ternyata proses regenerasi sel kulit mati pada usia diatas 30an itu bisa dibantu dipercepat dengan cara manual dan dengan cara kimiawi. Proses pengelupasan sel kulit mati atau biasa disebut eksfoliasi ini salah satunya bisa dilakukan dengan peeling. Jaman ibu kita yang namanya peeling itu ya bentuk kasar, grenjel-grenjel karena ada butiran halus yang membantu mengelupas kulit. Atau kalau gak mau sakit karena peeling manual, bisa pergi ke salon kecantikan. Eksfoliasi sama mbak-mbak kapster itu cukup mudah dan gampang asal mau keluar duit tebal dari dompet.

Tapi tahukah, ternyata sudah ada peeling yang bentuknya cair dan harganya sangat terjangkau dan bisa kita lakukan sendiri dari rumah. Ya ampun, sepertinya saya terlalu banyak cuek dengan perkembangan teknologi dunia kecantikan sampai ketinggalan jauh informasi kece seperti ini. Katanya lagi peeling cair ini bisa dipakai tiap hari, bahkan bisa memperkecil pori-pori. Iya apa iya? Biar makin pinter, berikut saya bagi beberapa hal yang saya dapat terkait dengan fluid peeling atau peeling cair tersebut.

TENTANG MAXI-PEEL

Produk Peeling cair yang saya sebutkan di atas bernama Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid yang diproduksi oleh Splash Corporation, sebuah perusahaan terkemuka di Filipina. Maxi-Peel ini mengandung skin renewal micro-exfoliant dan skin vitamin yang membantu membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati pada lapisan epidermis. Manfaatnya jika lapisan kulit epidermis bersih dari tumpukan sel kulit mati, maka proses regenerasi kulit dapat berlangsung lebih cepat.

Kelebihan lain dari Maxi-Peel, kamu akan bisa menggunakan peeling semudah mengoleskan toner. Selain itu meski memakai produk ini setiap hari, tidak khawatir menimbulkan kulit kemerahan. Konon katanya kulit kemerahan tersebut terjadi karena ada jaringan kulit yang terbuka. Karena Maxi-Peel memiliki bentuk cair, sehingga mudah diserap kulit dan tidak menimbulkan jaringan terbuka pada kulit. Insyaallah aman dan tidak perih. Karena pemakaiannya mudah dan anti ribet, maka cocok sekali untuk emak rempong beranak pinak seperti saya.

Biar makin mudah, berikut langkah-langkah yang harus kamu ketahui ketika memakai Maxi-Peel:

  1. Gunakan Maxi-Peel sehari sekali sebelum tidur.
  2. Sebelum memakai Maxi-Peel bersihkan wajah terlebih dahulu.
  3. Lalu gunakan Maxi-Peel dengan cara meneteskan 3-5 tetes ke atas kapas atau telapak tangan, lalu usapkan lembut ke atas wajah. Jangan digosok terlalu keras ya… Penting! Kamu sedang memakai peeling cair, bukan amplas wajah.
  4. Setelah memakai Maxi-Peel silahkan dilanjutkan dengan memakai rangkaian cream malam.

Gampang kan? Iya laah gampang banget. Sama gampangnya kok seperti kamu memakai toner setelah selesai membersihkan wajah. Kemarin setelah saya mengunggah foto produk Maxi-Peel ke instragam, saya menerima beberapa pertanyaan. Biar makin pinter, boleh ya pertanyaannya diulang dan jawabannya dirangkum di sini. Simak baik-baik!

  • Apakah Maxi-Peel cocok untuk jenis kulit kering?

Sejatinya secara tes dermatologi, Maxi-Peel bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Biar makin yakin, sebelum digunakan merata ke seluruh wajah, sebaiknya tes dulu di belakang telinga pada hari pertama. Apakah menimbulkan ruam atau gatal pada kulit. Hal ini berlaku sama untuk semua jenis rangkaian perawatan kulit dan kosmetik yang baru kalian cobain. Jadi efek samping jika ada alergi atau tidak cocok tidak akan menyebar merata ke seluruh wajah. Tips nih! Catet ya!

Agar kulit tetap terjaga kelembabannya, sebaiknya gunakan pelembab setelah memakai Maxi-peel. Sebagai catatan, Maxi-Peel ini memiliki kandungan alkohol di dalamnya. Jadi untuk kalian yang mudah alergi terhadap alkohol, ada baiknya mempertimbangkan opsi lain. Selain itu agar kulit lebih mudah terjaga kelembabannya, sebaiknya tidak digunakan juga bersamaan dengan produk lain yang sama-sama memiliki kandungan alkohol. Coba cek daftar ingredients di botol perlengkapan lenong masing-masing yaa…

  • Biasanya proses ekxfoliasi tidak boleh dilakukan setiap hari. Kenapa dengan Maxi-Peel bisa setiap hari?

Karena sejatinya Maxi-Peel mengandung vitamin dan Micro-Exfoliant yang dapat membantu menghilangkan minyak dan kotoran pada pori-pori wajah, sehingga membantu mempercepat proses eksfoliasi alami pada kulit. Selain itu kandungan vitamin A, E, C dan B membantu melembabkan kulit sehingga tidak menimbulkan perih dan kemerahan seperti udang rebus pindah ke kulit.

  • Apakah memakai Maxi-Peel setiap hari tidak akan membuat kulit semakin tipis?

Sekali lagi, Maxi-Peel memiliki bentuk cair dan lembut. Sifat eksfoliasi pada Maxi-Peel adalah membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga tidak melukai jaringan kulit epidermis yang masih bagus. Jadi kulit tetap aman, tidak menipis seperti nasib dompet suami yang habis dikuras istri. Itu kenapa penting untuk menggunakan Maxi-Peel dengan cara mengusap lembut pada wajah, jangan digosok terlalu bersemangat. Santai saja.

  • Apakah setelah memakai Maxi-Peel boleh memakai pelembab?

Oh ya boleh banget, bahkan harus! Atas nama menjaga kelembaban alami kulit, dalam kondisi apapun dan dalam keadaan sedarurat apapun mengoleskan pelembab wajah itu wajib banget. Bahkan sebelum alis jentring jepapang mempesona, wajib pakai pelembab dulu. Hukumnya fardhu ain kalau kata pakar kecantikan, sih. Alias wajib!

  • Maxi-Peel bisa dibeli di mana? Harganya berapa? Ada diskon gak?

Duuuh… Pertanyaan seperti ini khas emak-emak sekali yaa… Sudah panjang beruntun seperti kereta dan ujungnya selalu tanya diskonan. Buuuu, Maxi-Peel bisa dibeli di mana saja, di mini market terdekat, di supermarket gede, atau kalau males berpeluh-peluh, bisa juga dibeli di toko online. Harganya pun murah ceria. Harga resminya dua puluh ribu rupiah alias noban. Kalau di toko online kadang lebih murah lagi. Jadi please ya jangan tanya diskonan lagi. Masih mahal lombok sekilo kok dari pada harga Maxi-Peel. Kalau masih mau diskonan, rajin-rajin saja pantengin diskon mingguan minimarket terdekat, siapa tahu ada Maxi-Peel yang lagi diskon juga.

Nah, dengan inovasi seperti Maxi-Peel ini memungkinkan kalau mau awet cantik tidak harus merepotkan dan keluar biaya mahal yaa… Ibu berdaster, yang sibuk dengan segala kerempongan di rumah pun masih sempat eksfoliasi dari sisa uang belanja. Cerdas bukan?

Dilema Oleh-oleh Kekinian dan Kisah Di balik Soft Spongecake Surabaya

Dilema Oleh-Oleh Kekinian dan Kisah Di Balik Soft Spongecake Surabaya

Hari itu saya menerima pesan singkat dari ipar kalau 3 hari lagi akan datang ke Surabaya menjemput saya dan anak-anak untuk pulang kampung. Memang sudah sejak jauh-jauh hari saya kabari saudara di rumah kalau akhir bulan akan pulang kampung. Berhubung adik ipar ingin bersilaturahim ke rumah om dan tante di Gresik, maka diputuskan untuk sekalian bersamaan dengan saya pulang kampung.

Adik ipar saya bilang ingin membeli oleh-oleh kekinian yang sudah sering ia lihat di media sosialnya. Ia ingin pulang membawa Snowcake, oleh-oleh Surabaya yang digagas oleh Zaskia Sungkar. Saya sempat bimbang, karena Snowcake yang diminta kue dasarnya chruncy dan renyah. Kalau untuk oleh-oleh para eyang di rumah, kok rasanya kurang cocok dengan gigi eyang. Eyang biasanya suka kue yang lembut dan empuk.

Galau, curhatlah saya ke teman-teman. Lalu dikasih tahu kalau Snowcake meluncurkan varian baru yang kue dasarnya soft sponge cake namun tidak meninggalkan ciri khas chruncy ala Snowcake. Penasaran saya pun meluncur ke media sosial Surabaya Snowcake. Ternyata memang benar, ada 3 rasa sponge cake yang diluncurkan yaitu Choco cruncy, Cheese dan Pandan Kaya. Semua varian memiliki 2 ukuran, ukuran besar dan kecil.

Choco Crunchy Surabaya Snowcake

Favorite saya tentu saja Choco Chruncy. Rasa coklatnya bukan hanya terdapat pada taburan meses yang ada di luar, namun juga lelehan coklat yang ada diantara lapisan spongecake di dalamnya. Taburan chruncy yang ada di sekeliling cake membuat rasa khas snowcake tidak kehilangan jati dirinya.

Cheese Soft Spongecake Surabaya Snowcake

Adik ipar saya menyukai rasa kejunya. Taburan kejunya turah dan tumpah di sekeliling kue. Lelehan keju diantara lapisan kuenya makin membuat lidah berteriak girang katanya. Tak membutuhkan waktu berhari-hari, 1 kotak kue ukuran besar ia habiskan dalam waktu sehari saja.

Pandan Kaya Surabaya Snowcake

Ibu saya menyukai rasa pandan, karena wanginya khas. Rasa pandannya juga lekat di setiap gigitan kue. Cream pandan yang ada di sekeliling kue lumer di lidah, membuat cita rasa pandan makin lekat. Manisnya juga kesukaan ibu. Kuenya yang lembut dan empuk tidak mungkin di tolak oleh gigi yang mulai berkurang jumlahnya.

Kalau semua senang, yang beli oleh-oleh juga bahagia yaaa… Harganya pun cukup masuk akal untuk kantong saya. Ukuran kue yang kecil dibanderol dengan harga 35.000, sedangkan yang besar dilabeli harga 55.000. Kalau mau bawa oleh-oleh untuk paklik, bulik dan saudara sekampung, mau yang kelihatan wah dan kekinian tapi harga terjangkau, Soft Sponge Cake milik Surabaya Snowcake memang paling cocok dan pas. Tidak akan kehilangan gengsi dan pamor. Rasa kuenya pun tidak mengecawakan. Kita juga diberi kantong plastik dan pisau sesuai jumlah untuk masing-masing kemasan kue yang akan dibagi-bagi ke saudara. Jadi kemasannya pun elegan. Semoga Surabaya Snowcake tidak menaikkan lagi harganya yaa… *kedip-kedip manja ke kak Zaskia Sungkar*

Surabaya Snowcake Jl. Jemursari 91

Yang membuat saya makin-makin bahagianya adalah ternyata gerai Surabaya Snowcake itu bukanya pagiiii banget. Gerai yang di Jl. Jemursari 91 dan Jl. Flores 15 buka mulai pukul 07.00. Kalau masih kurang pagi, kita bisa lari ke Toko Belinda di terminal T1 Juanda yang sudah buka mulai pukul 06.00. Amazing luar biasa bukan? Minggu kemarin yang saya harus gedandapan berangkat pagi banget demi bisa mampir-mampir ke rumah om dan tante bisa beli oleh-oleh di Jl. Jemursari 91.

Surabaya Snowcake

Yang lebih hits lagi, gerainya dilengkapi dengan pojok-pojok yang instagramable bangeeet. Benar-benar mewadahi kebutuhan generasi digital yang banci posting seperti emak-emak berdaster yang doyan update macam saya. Kalau sudah begini, apalagi yang mau dicari? Ingat oleh-oleh Surabaya, salah satunya harus ingat Surabaya Snowcake.

Camping Keluarga, Cara Seru Mengisi Liburan Bersama Anak

Aroma liburan sudah tiba. Bawaannya pengen kabur keluar kota. Ditambah lagi liburan kali ini berdekatan dengan momen lebaran. Setelah acara halal bihalal, enaknya ngapain ya? Bagaimana kalau ajak anak-anak camping bersama anggota keluarga yang lain? Insyaallah seru!

Liburan tahun lalu kami juga mengisinya dengan acara camping keluarga. Kami berkemah bersama adik, sepupu dan ponakan. Acara petualangan yang seru seperti ini menjadi cara ampuh  untuk merekatkan persaudaraan bagi anak-anak. Dengan melewati acara liburan yang menyenangkan, mereka akan lebih mudah memiliki kedekatan emosi bersama sepupunya. Liburan seru menjadi kenangan yang akan terbawa hingga mereka kelak dewasa.

Sengaja kami memilih lokasi kemah sendiri dan tidak ikut paket camping yang sedang tren, seperti glamping. Kemah mandiri seperti ini selain lebih murah, suasana dekat dengan alam juga jauh lebih terasa. Semua peralatan seperti tenda, alat masak, dan semacamnya kami persiapkan sendiri. Kami juga melibatkan anak-anak dalam melakukan persiapan, sehingga mereka tahu apa saja yang harus dilakukan ketika mereka akan berpetualang di alam bebas.

Tidak ada tips khusus mengajak anak-anak camping di alam bebas. Agar lebih mudah dan aman, kami mencari lokasi camping di bumi perkemahan atau tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi kemah para pramuka. Bumi perkemahan atau sejenisnya biasanya sudah memiliki fasilitas umum seperti toilet dan air bersih. Mencari perlengkapan pendukung seperti kayu bakar, minyak, atau logistik lain juga relatif lebih mudah.

Waktu berkemah biasanya kami pilih ketika musim kemarau. Selain karena lebih gampang dalam menyiapkan tenda, juga tanah tempat berkemah relatif lebih kering, tidak becek. Kegiatan di alam bebas lebih mudah kami lakukan tanpa khawatir turun hujan. Biasanya kalau di musim hujan, mendirikan tenda menjadi lebih ribet. Selain musti rangkap dua untuk mengurangi air masuk ke dalam, juga harus membuat parit di sekeliling tenda. Karena itu musim kemarau adalah waktu yang paling tepat untuk berkemah bersama anak.

Persiapan yang dilakukan sebenarnya tidak banyak, jika sudah terbiasa camping di alam bebas atau di gunung. Perlengkapan wajib seperti sleeping bag, jaket, lotion anti nyamuk dan obat-obatan pribadi menjadi bekal wajib baik sendiri maupun berkemah bersama anak-anak. Karena lokasi yang kami pilih bukan di daerah yang bercuaca ekstrim, maka persiapan yang kami lakukan juga tidak terlalu ribet. Tenda, sleeping bag dan matras kami sewa dari tempat persewaan peralatan kemah yang banyak tersebar di kota besar. Biasanya tempat tersebut juga sudah menyediakan peralatan pendukung seperti kompor portable, nasting, dan perlengkapan sejenisnya.

Untuk anak-anak kami lebih mengutamakan persiapan mental. Karena di alam bebas, mereka tidak bisa tidur dengan menggunakan lampu tidur. Mereka akan tidur dalam gelap dan diiringi suara-suara alam. Di alam bebas mereka tidak akan menemukan AC seperti di kamar tidurnya, tetapi akan ditemani udara segar alam. Mereka akan bermain dan berpetualang bersama sepupu-sepupunya melihat matahari terbenam dan terbit kembali, juga melihat bintang di malam hari sambil menikmati api unggun dan teh hangat.

Meski jauh hari mereka sangat bersemangat untuk berkemah bersama sepupu-sepupunya, tapi ketika berada di lokasi kemah mereka sempat merasa takut. Apalagi ketika gelap mulai menyapa dan suara-suara asing mulai terdengar, mereka mulai terlihat khawatir. Kebetulan lokasi yang kami pilih dekat dengan waduk dan hutan kecil, maka suara pinggir air dan hutan saling bersahutan sangat meriah di malam hari. Untuk pertama kalinya Kira dan Kara tidur ditemani suara alam, hingga mereka tak butuh waktu lama untuk terlelap.

Kami hanya berkemah semalam. Mengingat ini baru pengalaman pertama bagi anak-anak, kami sengaja tidak mengambil waktu kemah lama. Cukuplah untuk menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan. Maka sejak itu, mereka rajin meminta kalau libur sekolah untuk dijadwalkan pergi berkemah lebih jauh dan lebih lama lagi. Meski sempat merasa takut, ternyata itu menjadi pengalaman yang seru bagi mereka. Bukankah menjadi berani itu bukan berarti tidak merasa takut sama sekali? Menjadi berani adalah tentang kekuatan hati mengatasi rasa takut yang muncul. It’s ok to be affraid. 

Jadi sudah siap camping dan berpetualang bersama para bocah? Kapan lagi menantang diri sendiri untuk memiliki pengalaman tak terlupakan bersama anak-anak?

Buah Yang Cocok Dikonsumsi Saat Puasa


Bulan puasa sudah di depan mata. Persiapan apa yang sudah dilakukan oleh squad ibu-ibu ya? Stok bahan makanan? Berburu jadwal menu buka puasa, sahur atau takjil-takjil yang bikin liur menetes? Atau persiapan fisik dan mental saja?

Berhubung bulan puasa itu saat yang tepat untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya, maka mari kita berbagi tentang buah-buahan yang cocok dikonsumsi di saat puasa. Buah-buahan tersebut mengandung vitamin yang bisa membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tetap segar. Sudah pada tahu kan kalau buah-buahan itu macamnya buaaanyak sekali. Tapi tahukah kalian kalau beberapa macam buah sangat oke untuk dikonsumsi ketika berbuka puasa atau makan sahur?

Berikut beberapa macam buah yang cocok dikonsumi saat bulan puasa:

  • PISANG

Pisang adalah buah yang paling cocok dikonsumsi ketika makan sahur, karena pisang memiliki kandungan kalium tinggi yang membantu menjaga kesegaran tubuh selama puasa. Kandungan vitamin dalam Pisang juga dapat mengurangi asam lambung. Untuk yang memiliki sakit maag, mengkonsumsi pisang dapat membantu menjaga kesehatan organ pencernaan selama menjalankan ibadah puasa.

  • NANAS

Nanas memiliki zat yang bernama astringent yang membantu menjaga kesehatan mulut. Sudah jamak terjadi kan kalau selama bulan puasa mulut kita sering bau naga, atau bau tidak sedap. Naaaah… untuk mengurangi bau naga tersebut dan menjaga kesehatan mulut, bisa dijadwalkan untuk menambahkan buah Nanas sebagai sajian pada saat berbuka puasa.

  • PEPAYA

Ada yang sering bermasalah dengan buang air besar selama menjalankan ibadah puasa? Jika demikian, mungkin bisa mencoba untuk memperbanyak konsumsi buah Pepaya ketika berbuka puasa. Kandungan serat yang tinggi yang terdapat dalam buah papaya, membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Serat ini juga yang membuat masalah buang air besar bukan lagi kendala yang besar. Apalagi Pepaya termasuk buah lokal yang harganya terjangkau. Pas banget buat persiapan puasa ya?

  • JERUK

Kandungan vitamin C pada Jeruk adalah salah satu yang tertinggi diantara buah-buah yang lain. Vitamin C membantu kita menyerap zat besi yang masuk dari makanan lain. Zat besi ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga imunitas dari berbagai macam virus. Hal tersebut membuat Jeruk menjadi salah satu buah yang paling penting untuk dikonsumsi selama bulan puasa. Jika ingin ibadah puasa lancar dengan tubuh yang bugar, maka Jeruk menjadi pilihan yang cocok selama berbuka atau sahur. Penyajiannya pun bisa bermacam-macam, mulai dari dikonsumsi biasa dengan dikupas saja, atau mau dibuat aneka minuman seperti jus, es, atau sajian bersama makanan yang lain.

  • JAMBU KRISTAL

Sebagai kaum ibu, selama menjalankan ibadah puasa, tidak ada dispensasi jam kerja sama sekali ya? Kesibukan dan aktivitas tidak serta merta berhenti begitu saja. Pekerjaan rumah tidak tiba-tiba menghilang selama bulan puasa. Cucian tetap segunung, setrikaan masih sebanyak butir pasir di pantai, mainan yang berserakan tetap menyerupai serpihan kapal yang kena badai, demikian juga tugas sapu, pel dan beberes hal-hal yang lain. Luar biasanya, seorang ibu tetap bisa menjalankan ibadah puasa juga sambil momong para bocah. Ada yang pernah merasa lemes dan mudah ngantuk gak? Rasa mudah ngantuk dan lemas selama puasa itu bisa jadi karena aliran darah ke otak kurang lancar.

Jambu Kristal mengandung B3 (Niacin) yang dapat membantu memperlancar aliran darah ke otak. Apabila aliran darah ke otak lancar, maka akan lebih mudah fokus dan konsentrasi. Untuk yang bekerja selama bulan puasa cocok juga nih. Jadi kerjaan dan tugas kantor masih aman terkendali meski tengah puasa ya?

 

MEMILIH BUAH YANG AMAN UNTUK DIKONSUMSI

Biasanya pada saat puasa dan menjelang hari raya lebaran BPPOM rajin mengadakan razia makanan berbahaya. Ternyata persediaan makanan berbahaya yang dijual di pasar atau supermarket cukup banyak. Terbukti setiap kali razia, banyak sekali yang harus dibersihkan dari rak pajang. Ngeri ya? Bahkan bahan makanan alami seperti sayur, buah dan ikan juga ternyata tak luput dari kandungan berbahaya seperti formalin atau pewarna dan perasa buatan.

Lantas bagaimana memilih buah yang aman untuk dikonsumsi?

Karena saya males ribet dan mau yang pasti-pasti saja, untuk buah pun saya pilih yang sudah pasti ahli, seperti SUNPRIDE. Kalau kualitas dan mutunya terjamin, maka meminimalkan rasa was-was dan deg-deg’an. Sejak dulu percaya banget kalau SUNPRIDE aman dan terjamin mutu serta kualitasnya.

SUNPRIDE adalah buah yang dipanen dari kebun milik PT. SEWU SEGAR NUSANTARA dan didistribusikan hingga ke luar negeri. Kalau selama ini ada menganggap bahwa SUNPRIDE adalah merk buah import, ternyata bukan lho… SUNPRIDE asli dari Indonesia. Memang beberapa buah milik SUNPRIDE ada yang diimport dari luar negeri, namun SUNPRIDE memiliki kebun yang sangat luas di beberapa tempat di Indonesia. Salah satu kebunnya ada di Lampung di bawah pengasuhan PT. Nusantara Tropical Farm.

Nah untuk membuktikan tingkat keamanan buah SUNPRIDE, PT Nusantara Tropical Farm sudah memperolah sertifikat GLOBAL G.A.P untuk perkebunan pisang, jambu Kristal dan Nanas. Pertama dengar saya masih bengong, apa itu GLOBAL GAP. Ternyata Global GAP adalah kependekan dari Global Good Agricultural Practice, yaitu sistem sertifikasi yang diberikan untuk produk seperti hasil panen, peternakan, perkebunan maupun hasil budidaya air.

Untuk mendapatkan sertifikasi GLOBAL GAP ini tidak mudah ternyata, karena kebun SUNPRIDE harus dicek dan dipastikan bebas dari bahan-bahan bahaya fisik, kimia dan biologi. Bahan bahaya fisik itu seperti makanan yang ada benda asing (rambut, kerikil, atau benda asing lainnya yang tidak seharusnya ada). Sedangkan bahaya kimia antara lain pencemaran logam berat, pestisida, residu maupun bahan pengawet seperti formalin. Sedangkan Bahaya Biologi contohnya seperti lalat, ulat atau bakteri yang merusak produk.

Bukan hanya sekedar FOOD SAFETY yang diutamakan, untuk mendapatkan sertifikat GLOBAL GAP juga harus dipastikan ECO FRIENDLY atau ramah lingkungan. Perkebunan SUNPRIDE setiap tahunnya hanya menghasilkan limbah 5% hingga zero limbah. Ini berarti pengelolaan produk dan limbahnya berkelanjutan, sehingga nyaris zero limbah. Seperti limbah dari tanaman pisang bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis produk lain seperti pakan ternak, pupuk hingga nyaris zero limbah.

Ternyata SUNPRIDE adalah satu-satunya yang memperoleh sertifikat GLOBAL GAP untuk perkebunan Nanas, Pisang dan Jambu biji. Maka tak heran jika untuk 3 jenis buah tersebut SUNPRIDE mampu menembus pasar JEPANG. Sudah rahasia umum bukan kalau ekspor makanan ke Jepang itu susah dan ketat sekali aturannya. Lega kan kalau pasar Jepang saja memberikan lampu hijau untuk produk-produk SUNPRIDE. Itu berarti buah-buahan dari SUNPRIDE benar-benar terjaga standard mutu, keamanan dan kualitas produknya.

Masih ragu?

Kamu bisa search GGN Number Sunpride yang biasa tertera pada kardus SUNPRIDE, yaitu terdaftar untuk GGN number: 4056186911537. Database bisa di search di website database Global GAP. Sudah percaya kan kalau informasi ini valid dan tidak hoax? Sekarang mari saatnya banyak-banyak makan buah berkualitas, demi kesehatan yang berkualitas juga. Selamat menjalankan ibadah puasa!

Citi Parenting: Mendidik Anak Menjadi Generasi Cerdas Digital


Suatu hari di sebuah restoran cepat saji, saya melihat seorang ibu yang meminta anaknya untuk duduk diam dan menyodorkan gawainya. Saya melihat si ibu sedang asik ngobrol dan bercengkerama, sepertinya dengan beberapa teman lama. Anak yang tadinya rewel karena bosan dan tidak diizinkan bermain di playground, lantas duduk diam, khusyuk menghadap gawainya. Ketika lewat untuk cuci tangan, saya sengaja melirik permainan yang sedang asik ia mainkan. Ternyata itu membuat debaran detak jantung saya meningkat drastis, karena ternyata permainan yang ia mainkan adalah jenis permainan yang bukan untuk usianya.

Tahu kah mama/papa, bahwa permainan yang ada di aplikasi gawai itu ada rentang usianya? Ada banyak sekali permainan yang melibatkan tindak kekerasan dan kejahatan seksual dalam ceritanya. Tidak semua permainan dalam gawai cocok untuk anak-anak. Saya melihat si anak yang berusia sekitar 6 tahun tersebut bermain permainan balap mobil yang banyak berisi adegan kekerasan dan misi-misi yang kurang pantas untuk anak-anak.

Dari kejadian tersebut saya sempat merenung, sebenarnya banyak orang tua yang tahu dan pernah mendengar akan bahaya siber. Namun terkadang orang tua tidak tahu bagaimana cara mengalihkan anak-anak dari gawainya. Bahkan tak jarang justru orang tua sendiri yang menyodorkan gawai tersebut agar anaknya bisa duduk diam dan tidak rewel.

 

Membuat orang tua sadar sepenuhnya tentang bahaya siber tersebut dibutuhkan peran banyak pihak. Namun sayangnya seminar-seminar yang menyajikan materi tersebut terkadang tak terjangkau oleh khalayak kebanyakan. Mahalnya harga tiket masuk dan tingginya biaya yang dibutuhkan membuat seminar-seminar pengasuhan hanya bisa dijangkau oleh kalangan berdompet tebal. Tidak adakah uluran tangan pihak-pihak yang bisa membantu mengedukasi orang tua tentang dunia digital yang sudah sangat cepat berjalan?

Rupanya Citibank dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) memiliki kegelisahan yang serupa. Melalui kegiatan CITI PEKA (Citibank Peduli dan Berkarya), Citibank Indonesia bersama PJI mengajak orang tua siswa dari sekolah dasar negeri Ketintang I untuk belajar menjadi orang tua cerdas dalam mendidik anak generasi digital. Melalui CITI PARENTING TALKSHOW Citibank menghadirkan psikolog kenamaan ROSLINA VERAULI, M.Psi, Psi. Dalam talkshow tersebut, para orang tua siswa diajak membuka mata tentang betapa mengerikannya bahaya dunia siber. Dari dunia siber, 71% anak-anak usia 8-12 berisiko terpapar bahaya seperti perundungan dunia maya, kecanduan video, bahkan hingga pelecehan seksual.

Orang tua juga diajak mensiasati dengan memberikan kegiatan-kegiatan positif yang bisa mengembangkan bakat anak dan mengasah kemampuan anak. Menghasilkan anak yang cerdas dan berprestasi dibutuhkan kerja keras orang tua dan banyak pihak. Menghindari bahaya dunia siber tidak bisa hanya dengan menutup semua akses anak-anak terhadap dunia digital. Bagaimanapun juga banyak manfaat positif yang bisa dipetik dari perkembangan teknologi. Orang tua juga diajarkan bagaimana mensiasati waktu untuk memenuhi kebutuhan anak akan dunia digital dengan pendampingan dan bimbingan untuk meminimilsir paparan bahaya siber.

 

Dengan positif parenting, bahaya siber pada anak-anak dapat diminimalkan. Positif parenting menekankan pola komunikasi yang positif antara orang tua dengan anak. Pola komunikasi positif menghindari pertanyaan-pertanyaan yang membuat anak tidak nyaman, merasa terpojok dan diinterogasi. Membangun komunikasi positif dibutuhkan kebiasaan dan praktek dalam keseharian. Pola komunikasi positif mengedepankan sikap saling menghargai dan keterbukaan. Dengan positif parenting anak akan merasa memiliki hak untuk melakukan sesuatu dan bisa memiliki pendapatnya.

Tak hanya sebatas itu, pada kesempatan tersebut, anak-anak SDN Ketintang I Surabaya juga diajak memanfaatkan gawai untuk media pembelajaran. Anak-anak belajar tentang pengelolaan financial sejak dini. Kakak-kakak dari PJI membimbing mereka untuk mengenali perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam mengelola keuangan. Pembelajaran “Digital Financial Literacy For Children” tersebut juga mengajarkan tentang pengetahuan dasar kewirausahaan.

Untuk yang belum kenalan sama Prestasi Junior Indonesia, Mr. Robert Gardiner menjelaskan bahwa PJI adalah anggota organisasi non-profit terbesar di dunia, Junior Achievement Worldwide, yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan, kesiapan kerja dan kesadaran finansial. Sementara Citibank Indonesia sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968 dan memiliki kepedulian yang tinggi dan bersama PJI turut terlibat dalam pendidikan generasi muda. Kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat pendanaan dari Citi Foundation. Semoga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang ikut terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pola asuh anak-anak di Indonesia.

Gaya Pengasuhan Ibu Dulu Ketika Anaknya Ujian

 

Hari ini saya dapat reminder dari wali kelas si bocah kalau bulan depan sebelum puasa, anak-anak sudah menghadapi ujian semester. Tak berapa lama, whatsapp group saya heboh dengan celoteh para ibu yang membahas tentang ujian sekolah. Beruntungnya isi celotehan bukan berbagi kepanikan menghadapi ujian, tetapi berbagi pengalaman bagaimana ibu-ibu kita dulu menghadapi anak-anaknya yang mau ujian. Isinya? Beragam. Ada yang diwajibkan dapat juara 1, ada yang super selow, belajar terserah, gak belajar, rasain sendiri. Bagaimana dengan ibu saya?

Ibu saya bukan seorang ibu yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Kehidupan ibu cukup keras dalam mengawal adik-adiknya. Beliau rela untuk tidak meneruskan sekolah demi adik-adiknya bisa bersekolah, hingga lulus sarjana. Sementara ibu sendiri hanya bisa sekolah sampai kelas 5 SD. Beliau menghabiskan masa mudanya dengan bekerja di sebuah pabrik kosmetik ternama di Surabaya.

Ibu tak pernah memaksakan kami untuk harus menjadi juara. Pun ibu tak pernah memberikan target kepada kami harus mendapat nilai tertentu. Untuk urusan nilai dan ranking, ibu sangat demokratis. Yang ibu tahu hanya ibu harus bekerja sekuat tenaga bersama bapak, demi memberikan hidup yang layak untuk empat anaknya.

Namun jangan dikata hal yang sama berlaku untuk urusan pekerjaan rumah. Saya dan adik-adik punya kewajiban untuk mencuci baju seluruh orang di rumah sejak kami masih duduk di sekolah dasar. Setiap pagi, selain harus mengisi air untuk mandi, kami harus membantu ibu mencuci baju. Awalnya tugas kami hanya membilas baju atau menjemur baju yang sudah dicuci saja. Lama kelamaan, tugas mencuci diserahkan kepada kami sepenuhnya. Kalau bangun kesiangan, jangan dikira kami bebas dari tugas mencuci baju. Kalau bangun kesiangan ya tetap harus selesaikan dulu mencuci baju, baru bisa berangkat sekolah. Sampai sekolah terlambat? Resiko ditanggung sendiri. Mungkin itu juga yang menyebabkan kami harus pandai-pandai mengatur waktu sendiri, sejak kami masih SD. Hampir tidak ada teriakan cempreng yang membangunkan kami. Lantas kenapa sekarang saya menikmati sekali gegoleran di tempat tidur kalau libur tiba ya? Anggap saja itu bentuk pelampiasan dan kemerdekaan. *ngeles*

Untuk urusan ujian, ibu tak pernah benar-benar tahu. Apakah besok mulai ujian atau tidak, ibu blasss gak paham. Jadi tidak ada teriakan panjang, atau tausiah berjam-jam ketika kami mau ujian. Suasana menjelang ujian, mau itu ujian ebtanas atau ujian catur wulan (dulu masih pakai sistem cawu), semuanya bergantung sama kesiapan kami masing-masing. Justru yang sering terjadi malah saya yang ngomel panjang untuk mengajak dua adik lelaki saya belajar.

Yaaaa… mohon dimaklumi, sebagai anak pertama dan perempuan satu-satunya, saya adalah mahluk paling bawel di rumah. Apalagi untuk urusan belajar dan urusan sekolah. Mungkin ibu bisa selow juga karena sudah ada saya yang nyinyirnya masyaAllah ketika adik-adiknya mau ujian. Hampir setiap malam saya yang nguprek-uprek adik dan membantu mereka belajar. Bahkan kalau bapak menyalakan TV saat kami belajar, sudah bisa ditebak siapa yang bakal nyinyir duluan.

Entah kesambet setan mana, yang jelas ketika berurusan dengan pelajaran di sekolah, saya mudah panik sendiri. Meski ibu atau bapak tidak pernah menegur saya atau bertanya dapat nilai berapa, saya merasa takut ketika teman-teman bisa melakukan sesuatu, tetapi saya tidak bisa. Kesadaran untuk belajar itu timbul karena ada rasa saya tidak ingin tertinggal, saya juga harus bisa.

Ibu tidak pernah mewajibkan jam sekian sampai jam sekian harus belajar. Ibu tidak pernah menanyakan hari ini saya ada PR atau ulangan harian saya dapat berapa? Ibu tidak tahu sama sekali apakah hari ini saya bisa menjawab pertanyaan di sekolah atau saya kena strap karena terlupa mengerjakan tugas. Mungkin yang ibu tahu hanya hari ini anaknya pulang sekolah tidak menangis. Itu saja sudah cukup.

Saya kecil adalah mahluk penakut dan cengeng. Masuk TK, saya berkali-kali membuat baju ibu sobek karena adu tarik. Saya tidak mau masuk kelas tanpa ditemani ibu. Saya kecil adalah sasaran empuk perundungan. Waktu TK saya punya teman yang rajin sekali memukul dengan keset atau penggaris setiap kali berbaris, dan saya adalah sansak setianya setiap hari. Masih terbayang jelas betapa takutnya saya setiap kali waktu sekolah tiba. Maka tak heran, saya pun takut bukan main ketika lupa mengerjakan tugas atau tidak bisa menjawab soal. Itu kenapa ibu tak perlu capek teriak untuk membuat saya belajar.

Meski tidak ada tuntutan dari bapak maupun ibu, kesadaran belajar dan mengatur waktu itulah yang membuat saya menjadi langganan juara ketika sekolah. Setiap ujian tiba, biasanya saya minta ibu membangunkan saya jam 3 pagi untuk belajar. Untuk masalah begadang, iman mata saya sangat lemah. Jadi jika ada yang harus saya kerjakan hingga larut malam, saya memilih tidur dulu, dan bangun lebih awal untuk mengerjakannya. Demikian juga ketika ujian. Saya memilih tidur dulu, dan bangun sebelum shubuh untuk belajar. Pagi buta itu biasanya saya sendiri. Setelah membangunkan saya, jika ibu terlalu capek, kadang ibu tidur lagi. Namun tak jarang ibu turut beranjak ke dapur untuk menjerang air dan membuatkan saya secangkir teh hangat. Setelah ditemani teh hangat, ibu kembali membiarkan saya sendiri khusuk dengan buku-buku.

Demikianlah gaya pengasuhan ibu saya dulu dalam masalah sekolah. Beberapa hal masih saya pakai hingga sekarang. Saya juga tidak pernah menuntut dua bocah kecil saya untuk memiliki nilai tertentu. Saya tidak pernah mewajibkan bocah kecil saya jam sekian harus belajar. Namun untuk membentuk disiplin belajarnya, biasanya saya berikan mereka pilihan, mau belajar siang selepas pulang sekolah, atau belajar malam hari setelah pulang mengaji. Mereka bebas memilih. Bahkan kalau bersama ayahnya, mereka juga bebas untuk tidak memilih keduanya. Tapi kalau sama bundanya, tetap harus dipilih salah satu. Selebihnya mereka bebas bermain dan bereksplorasi, main lego, membaca, bikin-bikin, pretend play, terserah.

Kebebasan yang kami berikan bukan berarti kami tidak peduli dengan pendidikan. Kami tetap concern dengan hal-hal yang menjadi minat dan bakat dua bocah tersebut. Mereka harus menguasai skill tertentu yang menjadi kesukaan mereka. Kami tidak mewajibkan mereka harus memiliki nilai 100 di semua pelajaran. Namun untuk hal-hal yang menjadi kesukaan mereka, tanpa harus dikomando dan dipaksa, nilai 100 mudah saja tergenggam.

Seperti yang sering di dengungkan para alumni the urban mama, “there is always different story in every parenting style”. Tidak ada kebenaran yang mutlak dalam pola asuh. Apa yang terjadi dalam keluarga kami, adalah yang cocok bagi gaya kami. Tulisan kali ini pun hanyalah kenang-kenangan atas nama masa kecil. Jika kalian memiliki pendapat yang berbeda pun tak mengapa. Bebas untuk berbagi di kolom komentar. Semoga bisa membantu melegakan perasaan bagi yang sejalan dan senasib. Selamat (terus) belajar!

SUNSILK HIJAB HUNT: Ajang Unjuk Diri Muslimah Bertalenta

 

Pada tanggal 7 dan 8 April 2018, Sunsilk bersama detikcom mengadakan roadshow gelaran Sunsilk Hijab Hunt 2018 di Surabaya. Sunsilk Hijab Hunt 2018 ini menjadi ajang unjuk diri para muslimah bertalenta. Bertempat di Grand City Surabaya, para muslimah muda sudah nampak berdatangan sejak pintu mall belum dibuka. Para muslimah muda tersebut akan menunjukkan aneka bakatnya di hadapan para juri setelah selesai melewati proses registrasi.

Surabaya sebagai kota pertama tempat diadakannya Sunsilk Hijab Hunt 2018, menjaring cukup banyak muslimah muda bertalenta. Dari 250 muslimah yang mendaftar, akan dipilih 20 peserta di hari pertama . 20 peserta tersebut kembali tampil di hari kedua di hadapan juri utama, yang terdiri dari 2 artis cantik, Soraya Larasati dan Terry Putri. Kedua pemenang terpilih inilah yang akan mewakili Jawa Timur untuk beradu di ajang pemilihan muslimah bertalenta di tingkat nasional. Gelaran utama Sunsilk Hijab Hunt 2018 akan diadakan di Jakarta yang menampilkan banyak muslimah berbakat dari seluruh penjuru nusantara.


Sunsilk Hijab Hunt 2018 Surabaya menampilkan peserta yang memiliki bermacam-macam bakat, mulai dari akting, menyanyi, tilawah, tausiah, menari, bermain musik, hingga bercerita. Satu persatu peserta menghadap juri untuk unjuk kebolehan sesuai bakat yang dimiliki masing-masing. Sementara menunggu giliran, para peserta dihibur oleh penampilan musisi lokal Gafarock dengan talentanya dalam bermusik. Dalam acara Sunsilk Hijab Hunt hari pertama dihadiri banyak tokoh penting Jawa Timur, seperti Tri Risma Harini, Gus Ipul dan Emil Dardak. Kehadiran banyak tokoh penting tersebut untuk memberikan support terhadap kegiatan positif yang menjadi ajang meraih prestasi bagi generasi muslimah.

Tri Risma Harini berpesan agar para muslimah fokus dan gigih dalam mengasah bakatnya. Totalitas dalam mengasah bakat akan menghasilkan sesuatu yang berharga. Totalitas dan konsisten adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan. Sementara Gus Ipul memberikan sambutan hangat untuk para penyelenggara Sunsilk Hijab Hunt dan memberikan doa bagi seluruh peserta. Gus Ipul mengatakan untuk menjadi seorang pemenang bukan hanya mereka yang berhasil menjadi juara dalam sebuah perlombaan. Semua orang yang berani menantang dirinya sendiri untuk bertarung dan mengalahkan rasa takutnya juga seorang pemenang. Orang yang mau menularkan ilmu yang dimiliki selama bertarung juga seorang pemenang. Untuk alasan itulah, Gus Ipul mengatakan bahwa seluruh peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018 Surabaya hari itu sesungguhnya semua adalah pemenang.


Yang mengejutkan ternyata peserta tidak hanya datang dari wilayah Surabaya dan sekitarnya saja, namun datang dari berbagai daerah, seperti Tuban, Banyuwangi, bahkan ada peserta yang datang dari Semarang. Luar biasa memang antusiasme para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018 kali ini. Persiapan yang dilakukan para peserta boleh dibilang cukup maksimal. Karena hadiah yang ditawarkan juga cukup menarik.

Selain beradu bakat, peserta juga diberikan bekal berupa talkshow tentang tips make up masa kini. Ada permainan dan tantangan seru yang bisa diikuti peserta maupun pengunjung dengan hadiah yang menarik. Bagi peserta maupun pengunjung yang berfoto di area Sunsilk Hijab Hunt 2018 dan mengunggahnya di sosial media berkesempatan mendapatkan hadiah, mulai dari hampers dari para sponsor hingga voucher jutaan rupiah.

Setelah melalui babak penyisihan yang cukup melelahkan, akhirnya terjaring 20 muslimah yang beradu di hari kedua. Di hari kedua, peserta dihibur oleh Kunto Aji sebagai bintang tamu. Hingga akhirnya terpilihlah Fadila Yahya dan Tia Shafira yang akan bertarung mewakili Surabaya di Sunsilk Hijab Hunt 2018 di Jakarta. Kedua peserta berkesempatan untuk meraih hadiah utama berupa uang tunai senilai ratusan juta dan paket umroh. Menarik sekali bukan? Selamat berjuang! Semoga muslimah muda Indonesia mampu terus turut berperan menjadi pilar pembangunan akhlak dan kreativitas di Indonesia.

Pertimbangan Memilih Dress Muslim Yang Cocok Untuk Anak

Gambar diambil dari website mataharimall

Lebaran tinggal beberapa bulan lagi. Siapa yang sudah mulai merencanakan banyak hal untuk persiapan lebaran? Adakah yang senasib mulai lirik-lirik dress muslim dari sekarang? Punya anak kembar perempuan itu memang menyenangkan, terutama ketika tiba saatnya hunting pakaian. Meski kembar tak melulu harus semua serba sama, namun yang jelas setiap melihat baju anak perempuan itu lucu-lucu dan menarik ya… Di keluarga kami yang tak kalah heboh dari Bunda adalah eyang nya. Si eyang sejak jauh hari sudah mulai mempersiapkan segala perintilan untuk baju dua bocah kembar. Apalagi yang namanya bocah kan cepat sekali tumbuh tingginya. Baru beberapa bulan kemarin dibelikan baju baru, sekarang sudah terlalu pendek. Maka cukuplah alasan untuk bisa berburu baju muslim baru.

Memilih dress muslim untuk anak-anak sebenarnya bukan hal yang sulit tapi juga bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya mengeluarkan uang dari dompet untuk beberapa potong baju. Memiliki anak kembar pasti tak mungkin hanya membawa tentangan sepotong baju saja kan? Karena itulah proses semedi dan meditasi menjadi agak panjang.

Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih dress muslim yang cocok untuk anak

 

Bahan yang mudah menyerap keringat

Anak-anak sangat mudah sekali berkeringat, terutama ketika musim panas. Indonesia kaya dengan sinar matahari. Jika ditambah dengan tingkah para bocah yang tak mudah duduk diam, maka bisa dipastikan badan lebih cepat berkeringat terutama ketika memakai baju serba tertutup seperti dress muslim . Karena itu penting untuk memilih dress muslim yang bahannya mudah menyerap keringat seperti bahan kain katun atau kaos.

Pilih juga bahan yang lembut terutama untuk anak-anak yang memiliki kulit sensitif. Karena anak yang memiliki kulit sensitif akan lebih mudah merasa gatal dan merah-merah jika memakai bahan yang kasar dan tidak sesuai dengan jenis kulitnya. Kalau sudah begitu, sayang kan beli mahal tapi si bocah tak suka memakaianya. Meski modelnya kekinian, tapi pemilihan bahan menjadi sangat penting bagi anak-anak.

 

Model yang sederhana dan sesuai untuk anak-anak

Setiap musim model baju pasti berganti sesuai pasar. Namun yang jelas, memilih dress muslim untuk anak, kami lebih menyukai model yang sederhana. Karena meski memakai baju panjang dan serba tertutup, anak-anak tidak akan terganggu geraknya. Dengan model baju yang sederhana, anak-anak masih bebas bereksplorasi dan tetap lincah kesana kemari sesuai fitrahnya, tanpa harus terganggu model baju yang rumit. Alih-alih membuat anak nyaman, jangan sampai anak malah jatuh atau terganggu aksesoris baju yang berlebihan. Memilih model yang kekinian itu bukan hal yang salah, asalkan tetap disesuaikan dengan kebutuhan anak.

gambar diambil dari website mataharimall

Ukuran yang sesuai

Pilihlah sesuai ukuran tubuh anak. Anak-anak memang cepat tumbuh besar dan tinggi. Namun memilihkan dress muslim yang terlalu besar pasti akan sangat mengganggu. Jika ingin melakukan penghematan dan ingin membeli baju dengan size lebih besar, usahakan tidak lebih dari 1 size diatasnya. Karena baju yang terlalu panjang atau terlalu besar bisa sangat mengganggu gerak anak.

 

Warna yang menarik

Anak-anak identik dengan wajah cerah, banyak gerak dan banyak tertawa. Karena itu memilih baju dengan warna yang menarik sesuai dengan warna favorit anak-anak akan menjadi pilihan yang bijak. Jika baju yang dipilih adalah warna yang sesuai kesukaannya, maka anak-anak akan semakin semangat mengenakannya.

 

Motif yang sesuai karakter masing-masing

Memilih motif menjadi salah satu pertimbangan penting untuk ibu-ibu dalam memilih dress anak. Memilih motif sederhana untuk dress muslim anak akan lebih menonjolkan karakter wajah anak. Motif sederhana juga berkesan energik dan lincah, sesuai dengan karakter anak. Jika anak-anak menyukai gambar tertentu untuk bajunya, maka bijak dalam menyikapinya menjadi hal penting. Pasti anak-anak akan lebih semangat jika bajunya ada gambar favoritnya. Tak perlu memaksakan kehendak dan idealisme kita. Masing-masing keluarga memiliki karakter masing-masing. Asalkan gambar dan motifnya sesuai dengan anak-anak, tentu tidak akan menjadi masalah.

 

Harga yang terjangkau

Harga menjadi pertimbangan yang tak kalah pentingnya bagi dompet ibu-ibu. Apalah artinya baju cantik luar biasa, model kekinian, bahan kualitas nomor satu, tapi kalau harga tidak sesuai dengan kondisi dompet, pasti akan bikin menangis juga. Tak perlu memaksa, sesuaikan dengan budget masing-masing rumah tangga. Jika memiliki selera branded, tapi kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita masih bisa memanfaatkan pesta diskon. Banyak e-commerce yang menggelar pesta diskon atau mall-mall yang berlomba-lomba menarik minat pembeli dengan iming-iming diskon di musim-musim tertentu. Agar tak ketinggalan, kita bisa berlangganan email promo yang rutin diberikan beberapa fashion label.

Ternyata memilih dress muslim anak pertimbangannya banyak ya… Namun jika semua kriteria dapat terpenuhi, maka tentu kita akan bisa melenggang dengan bahagia membawa tentengan di tangan, atau duduk tak sabar menanti pintu diketuk bapak kurir. Selamat hunting dress-dress muslim cantik untuk anak-anak! Selamat bermeditasi!