Barang Yang Wajib Dibawa Saat Camping Bersama Anak-Anak

Barang Yang Wajib Dibawa Saat Camping Bersama Anak-Anak

Ribet gak sih camping bawa anak? Kerasan gak mereka diajak camping jauh dari gadget dan listrik? Rewel gak mereka di tengah hutan? Pertanyaan-pertanyaan ini acapkali kami terima ketika posting foto tentang camping keluarga.

Sebenarnya nyaman atau tidaknya mengajak anak untuk pergi camping tergantung kebiasaan anak-anak sendiri dalam kesehariannya. Apakah anak-anak terbiasa dengan segala kondisi atau anak-anak membutuhkan kondisi tertentu untuk kenyamanannya? Kalau anak-anak memiliki syarat semakin banyak untuk kenyamanannya, tentunya camping di tengah hutan akan menjadi siksaan buat mereka. Misalnya, apakah sehari-hari anak terbiasa harus ada AC sepanjang hari? Apakah anak sepanjang hari harus memegang gadget di tangannya tanpa bisa dilepas? Ataukah anak-anak terbiasa dengan televisi dan sejenisnya?

Tetapi bukan tidak mungkin mengajak anak-anak tersebut untuk berpetualang di alam bebas. Tentu butuh pembiasaan dan adaptasi yang lebih intens untuk mereka bisa nyaman dan menikmati alam tanpa listrik tanpa fasilitas wifi dan sejenisnya. Lantas, bagaimana anak-anak bisa tidur nyenyak di dalam tenda? Barang-barang apa saja yang wajib dibawa saat camping bersama keluarga?

peralatan yang wajib dibawa saat camping

Peralatan Yang Wajib Dibawa Saat Camping

Ini beberapa barang yang ada di daftar catatan saya, yang wajib untuk dibawa ketika camping bersama anak-anak.

  • Tenda
  • Sleeping bag lengkap dengan matras
  • Alat masak (panci, wajan, kompor camping, gas kaleng, korek api, pisau)
  • Peralatan makan
  • Makanan cepat saji (nugget, baso, abon, snack dan sejenisnya)
  • Lampu tenda & Senter
  • Pakaian hangat
  • Lotion anti nyamuk
  • Obat-obatan
  • Alas kaki yang nyaman

Apakah semua barang-barang tersebut wajib punya? Rasanya kalau harus beli tenda, sleeping bag dan sejenisnya kok mahal banget. Sebenarnya barang-barang peralatan camping itu bisa pinjam kok. Banyak tempat persewaan alat camping yang ada di kota-kota besar. Tempat-tempat persewaan tersebut biasanya menyewakan hingga printilan terkecil seperti kompor portable, bantal tiup, headlamp dan sejenisnya.

Beberapa barang bisa diganti bergantung lokasi dan tingkat kenyamanan masing-masing. Misal, kalau ingin lebih nyaman tidur di tenda, bisa mengganti matras dengan kasur tiup. Tentu akan membutuhkan ruang lebih luas ketika dibawa, karena harus membawa pompa angin portable. Beberapa tempat tidak membutuhkan lotion nyamuk karena hawa yang dingin atau lokasi yang dataran tinggi. Tapi buat aku lotion nyamuk penting untuk dibawa, selain menghalau nyamuk bisa untuk menghalau gigitan lintah.

Untuk mengisi waktu, bisa membawa mainan yang bisa dimainkan di dalam tenda, seperti kartu (remi, gaple, dan sejenisnya) atau boardgame yang tidak terlalu makan tempat. Beberapa camping ground sekarang menyediakan wahana tambahan untuk keluarga, seperti taman kelinci, tracking ATV, dan sejenisnya. Camping ground yang fasilitasnya lengkap seperti ini fasilitasnya tidak merisaukan. Setidaknya ketika hujan badai pun masih ada tempat untuk berteduh dari amukan angin.

Sesuaikan peralatan yang dibawa dengan lokasi camping. Misal di lokasi camping ada banyak kantin dan warung, maka tidak perlu ribet bawa beras untuk menanak nasi. Cukup beli nasi putih di lokasi, untuk menghemat bahan bakar. Atau kalau di lokasi ada area untuk hiking yang seru, jangan lupa bawa perlengkapan hiking seperti botol minum, tas kecil untuk hiking dan sejenisnya.

Selain membuat daftar barang bawaan dan daftar belanja sebelum camping, mencari dan menentukan lokasi camping juga gak kalah pentingnya lho… Apakah anak-anak belum pernah camping sama sekali sebelumnya, apakah anak-anak membutuhkan wahana dan lokasi yang lebih menantang, semua tergantung performa masing-masing keluarga. Memilih lokasi yang aman dan nyaman untuk camping keluarga akan diulas di artikel berbeda ya…

Liburan akhir tahun segera tiba. Yuk, yuk mulai bikin gambaran liburan. Selamat merencanakan liburan keluarga!

Camping Keluarga, Cara Seru Mengisi Liburan Bersama Anak

Aroma liburan sudah tiba. Bawaannya pengen kabur keluar kota. Ditambah lagi liburan kali ini berdekatan dengan momen lebaran. Setelah acara halal bihalal, enaknya ngapain ya? Bagaimana kalau ajak anak-anak camping bersama anggota keluarga yang lain? Insyaallah seru!

Liburan tahun lalu kami juga mengisinya dengan acara camping keluarga. Kami berkemah bersama adik, sepupu dan ponakan. Acara petualangan yang seru seperti ini menjadi cara ampuh  untuk merekatkan persaudaraan bagi anak-anak. Dengan melewati acara liburan yang menyenangkan, mereka akan lebih mudah memiliki kedekatan emosi bersama sepupunya. Liburan seru menjadi kenangan yang akan terbawa hingga mereka kelak dewasa.

Sengaja kami memilih lokasi kemah sendiri dan tidak ikut paket camping yang sedang tren, seperti glamping. Kemah mandiri seperti ini selain lebih murah, suasana dekat dengan alam juga jauh lebih terasa. Semua peralatan seperti tenda, alat masak, dan semacamnya kami persiapkan sendiri. Kami juga melibatkan anak-anak dalam melakukan persiapan, sehingga mereka tahu apa saja yang harus dilakukan ketika mereka akan berpetualang di alam bebas.

Tidak ada tips khusus mengajak anak-anak camping di alam bebas. Agar lebih mudah dan aman, kami mencari lokasi camping di bumi perkemahan atau tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi kemah para pramuka. Bumi perkemahan atau sejenisnya biasanya sudah memiliki fasilitas umum seperti toilet dan air bersih. Mencari perlengkapan pendukung seperti kayu bakar, minyak, atau logistik lain juga relatif lebih mudah.

Waktu berkemah biasanya kami pilih ketika musim kemarau. Selain karena lebih gampang dalam menyiapkan tenda, juga tanah tempat berkemah relatif lebih kering, tidak becek. Kegiatan di alam bebas lebih mudah kami lakukan tanpa khawatir turun hujan. Biasanya kalau di musim hujan, mendirikan tenda menjadi lebih ribet. Selain musti rangkap dua untuk mengurangi air masuk ke dalam, juga harus membuat parit di sekeliling tenda. Karena itu musim kemarau adalah waktu yang paling tepat untuk berkemah bersama anak.

Persiapan yang dilakukan sebenarnya tidak banyak, jika sudah terbiasa camping di alam bebas atau di gunung. Perlengkapan wajib seperti sleeping bag, jaket, lotion anti nyamuk dan obat-obatan pribadi menjadi bekal wajib baik sendiri maupun berkemah bersama anak-anak. Karena lokasi yang kami pilih bukan di daerah yang bercuaca ekstrim, maka persiapan yang kami lakukan juga tidak terlalu ribet. Tenda, sleeping bag dan matras kami sewa dari tempat persewaan peralatan kemah yang banyak tersebar di kota besar. Biasanya tempat tersebut juga sudah menyediakan peralatan pendukung seperti kompor portable, nasting, dan perlengkapan sejenisnya.

Untuk anak-anak kami lebih mengutamakan persiapan mental. Karena di alam bebas, mereka tidak bisa tidur dengan menggunakan lampu tidur. Mereka akan tidur dalam gelap dan diiringi suara-suara alam. Di alam bebas mereka tidak akan menemukan AC seperti di kamar tidurnya, tetapi akan ditemani udara segar alam. Mereka akan bermain dan berpetualang bersama sepupu-sepupunya melihat matahari terbenam dan terbit kembali, juga melihat bintang di malam hari sambil menikmati api unggun dan teh hangat.

Meski jauh hari mereka sangat bersemangat untuk berkemah bersama sepupu-sepupunya, tapi ketika berada di lokasi kemah mereka sempat merasa takut. Apalagi ketika gelap mulai menyapa dan suara-suara asing mulai terdengar, mereka mulai terlihat khawatir. Kebetulan lokasi yang kami pilih dekat dengan waduk dan hutan kecil, maka suara pinggir air dan hutan saling bersahutan sangat meriah di malam hari. Untuk pertama kalinya Kira dan Kara tidur ditemani suara alam, hingga mereka tak butuh waktu lama untuk terlelap.

Kami hanya berkemah semalam. Mengingat ini baru pengalaman pertama bagi anak-anak, kami sengaja tidak mengambil waktu kemah lama. Cukuplah untuk menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan. Maka sejak itu, mereka rajin meminta kalau libur sekolah untuk dijadwalkan pergi berkemah lebih jauh dan lebih lama lagi. Meski sempat merasa takut, ternyata itu menjadi pengalaman yang seru bagi mereka. Bukankah menjadi berani itu bukan berarti tidak merasa takut sama sekali? Menjadi berani adalah tentang kekuatan hati mengatasi rasa takut yang muncul. It’s ok to be affraid. 

Jadi sudah siap camping dan berpetualang bersama para bocah? Kapan lagi menantang diri sendiri untuk memiliki pengalaman tak terlupakan bersama anak-anak?