Nasalina & Bunga Ajaib

Hari ini Nasalina sedang ke pasar. Ia menemukan bunga ajaib. Ia membawa bunga itu ke rumah. Di rumah, bunga itu ditaruh di halaman depan rumah. Setiap hari Nasalina rajin menyiraminya.

Suatu hari Nasalina pulang sekolah dengan bersedih karena mendapat nilai 0. Sampai di rumah ia melihat bunganya layu. Keesokan harinya Nasilina masih bersedih, bunganya semakin layu. Tiba-tiba Nasalina teringat sesuatu, kalau bunganya adalah bunga ajaib. Nasalina mencoba untuk tersenyum. Ia belajar dengan rajin dan mulai tersenyum.

Ajaib! Esoknya ia mendapati bunganya mulai hidup dan tumbuh. Ia juga mendapat nilai 100 di sekolah. Nasalina senang.

Sister

 

Kira adalah anak 1-x (disensor bunda). Kara adalah anak 1-y (kena sensor lagi). Meskipun berbeda kelas, tapi kedua anak itu akrab bermain, belajar. Mereka adalah sister.

**

Hari ini hari ulang tahun kelasku. Aku dikasih jajan banyak. Kelasku terbaik. Aku dapat jajan yang manis-manis lagi. 1-x adalah kelasku. Kalau masuk ke perpustakaan, kami harus memakai pin dulu. Kadang-kadang kami lupa tidak pakai pin. Itulah cerita tentang kelasku.

**

Cerita Di Balik Seuntai Gelang

 

Beberapa waktu yang lalu dua bocah bilang ingin ulang tahunnya dirayakan dengan bagi-bagi goodiebag. Ia ingin seperti teman-temannya yang bisa berbagi goodiebag. Berbagai ide isi goodiebag mereka utarakan. Sebelum bunda mules sendirian, maka diajaklah dua bocah berhitung.

Dua bocah didudukkan dan diajak berdiskusi tentang apa saja yang ingin dijadikan goodiebag, siapa saja yang akan mendapat goodiebag, dan berapa yang akan dibuat. Dari diskusi itu dua bocah belajar berhitung kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk merayakan ulang tahun sesuai keinginannya.

Rupanya dari cara itu mereka tahu berapa besarnya uang yang harus dikeluarkan ayah dan bunda untuk merayakan ulang tahunnya. Berawal dari itulah lalu si bocah berpikir bagaimana caranya mendapat uang untuk ditabung. Mulai dari ide mau jualan gambar, jual boneka, hingga tercetuslah ide jual gelang.

Ide itu mantap mereka eksekusi karena mereka bisa buat barangnya sendiri, harga jualnya terjangkau untuk teman-temannya dan barangnya mudah dibawa di tas sekolah. Akhirnya selama weekend kemarin mereka sibuk membuat gelang untuk dijual di sekolah.

Selama 2 hari bekerja, jadilah 11 untai gelang mungil yang siap dijual dengan harga 2.000an. Pas lagi beberes, eh ada om nuni yang datang bersama para ponakan yang ceriwis. Melihat duo kunyil yang heboh dengan barang dagangannya, dibelilah 6 gelang oleh si om.

Memang dari dulu si om adalah truly guardian angelnya Kira & Kara, maka yang dibeli om bukan sekedar untaian gelang, tapi om membayar dengan semangat dan cinta untuk duo kunyil. Kalai dipikir-pikir buat apa coba si om beli gelang sebanyak itu dengan warna yang unyu-unyu pula, kalau bukan untuk cinta dan semangat. Bisa ditebak bahagianya dua bocah setelah 6 gelangnya laku.

Ketika sore teman-teman kompleks nya datang untuk bermain, maka disuguhilah 2 kotak manik-manik yang bebas mereka bikin sendiri, gratis! Maka sore itu, teras rumah berubah menjadi tempat crafting para bocah-bocah cilik. Tetep yaaa yang heboh ya cewek-ceweknya, sementara anak laki sibuk lari-larian atau bermain lego.

Dari seuantai gelang yang awalnya mereka buat untuk iseng dipakai sendiri, lalu timbulah semangat dan asa untuk berbagi. Kita tidak bisa menebak dari mana anak-anak bisa belajar tentang banyak hal. Kita hanya perlu menyediakan banyak media untuk belajarnya, karena belajar adalah hak mereka dan memfasilitasinya adalah kewajiban kita.

Buku loakan, manik-manik sisa, kertas bekas, gunting, majalah usang, lem, kapur, atau hanya sekedar tempat yang nyaman untuk bertanya adalah fasilitas belajar yang tak ternilai harganya bagi mereka. Kami tak pernah keberatan mereka menghabiskan jajanan di rumah atau membuat halaman rumah jadi penuh coretan. Kami bahagia turut menjadi bagian dari coretan masa kecil mereka.

Dari seuntai gelang kami belajar tentang banyak hal, tentang semangat pantang menyerah dan tentang empati. Dari seuntai gelang untuk semangat belajar yang akan terus terbawa. Semoga!

Taman Bermain

 

Kara: Hai Kira! Aku punya tiket Transmart lho. Ayo kita bermain-main di sana.

Kira: Kita main apa dulu?

Kara: Rollercoaster dulu.

Kira: Oke!

Kara: Sekarang naik yang itu…

Kira: Oke! Sekarang itu yaa..

Kara: Oke! Sudah ya, tiketku habis.

Kira: Oke. Ya sudah, aku pulang ya… Terima kasih, Kara!

Kara: Sama-sama, Kira!

CD Baru

 

Kara: Hai Kira! Hari ini aku punya CD baru lhoo..

Kira: Aku ikut nonton ya..

Kara: iya.. ayuuk… tunggu apa? Bakso?

Kira: Enggak laah!

Kara: Ya ayuuuk…

Kira: Iya… iyaa….

Kira: Wah, CD nya bagus ya… Tentang Riyuho. hihihi… Aku gemes sama Riyuho!

Kara: Iiiih kamu kan perempuan. Riyuho kan Cowok.

Kira: Mataku jadi keluar hati kalau lihat Riyuho.

Kara: hiiiih… Dasar!

Belajar Parenting dari kisah DILAN dan MILEA

Film Dilan 1990 ternyata feedbacknya luar biasa yaaa… Film yang diadaptasi dari Novel Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq ini cukup menjadi hiburan yang renyah untuk anak muda. Eh bukan cuma anak muda ding, tapi juga ibu-ibu macam kami. heuheu…

Awalnya ketika ada ajakan nonton bareng teman-teman, ada rasa enggan. Selain karena anggaran nonton yang gak ada, juga karena ngerasa bukan genre film kesukaan saya. Tapi ketika ada tawaran untuk kedua kali, dan bioskop juga udah sepi, akhirnya cusss berdua sama teman nonton filmnya. Keluar dari bioskop, ternyata hati ikut berbunga-bunga. Serasa habis dihujani kata-kata indah. hahaha… receh sekali ya bahagianya. Seneng aja gitu digombalin.

Penasaran dengan isi novelnya, akhirnya ubek-ubek dan dapatlah 2 buah novel DILAN dan 1 novel MILEA. Dalam waktu 4 hari, 3 buku habiiisss… (Ibu macam apa coba? Kayak gak ada kerjaan ajaa…) Novelnya ringan, dengan gaya bahasa yang mengalir, membacanya jadi gak kerasa. Tahu-tahu sudah habis saja.

Novel ini berkisah tentang perjalanan cinta anak SMA antara Dilan dan Milea. Mulai dari masa pendekatan hingga jadian, bahkan hingga putus. Bedanya, kalau novel DILAN diceritakan dari sudut pandang Milea, sedangkan MILEA diceritakan dari sudut pandang Dilan. Setelah baca ketiganya, kita jadi bisa menilai keseluruhan jalan cerita. Kita juga bisa menyelami bagaimana perbedaan jalan pikiran perempuan dan laki-laki, tentang bagaimana mereka menghadapi masalah dan mengambil keputusan.

Jadi, kalau kalian mau tahu kenapa Dilan dan Milea bisa sampai putus, wajib baca semua novelnya. Dengan begitu kamu tidak akan merasa patah hati yang berlebihan. Ayo ngaku, siapa yang patah hati dan gagal move on ketika tahu kalau Dilan dan Milea ternyata putus? hahaha… Gak usah baper! Baca novelnya dan nantikan seri film selanjutnya.

Sebagai seorang yang kini sudah punya anak dan pernah melewati masa-masa SMA dan ditembak sama Dilan versi KW Super, saya memiliki pesan moral yang berbeda. Ternyata setelah selesai membaca 3 novel tersebut, saya dibuat jatuh cinta pada ibunya DILAN. Kalau jatuh cinta sama DILAN kan sudah banyak yang mengalami ya? Lagian saya sudah menikah dan punya DILAN sendiri di rumah. Jadi sudah gak iri lagi sama yang di novel. Tapi kalau ibunya DILAN itu salah satu sosok ibu yang patut ditiru dan diteladani.

Siapa yang setuju kalau menghadapi anak balita dengan anak SMA itu bedanya jauuuhh… Jadi kalau kita tetap pada pola yang sama, bisa jadi anak SMA kita bakal kabur setiap hari dari rumah. ya kali anak SMA mana mau didikte macam anak TK “ayo bajunya diberesin! Mainannya jangan berantakan!”. Engap gak sih kalau di rumah isinya omelan mulu?!

Sebenarnya pada awalnya saya dibuat kagum oleh sosok DILAN yang menaruh respek tertinggi terhadap ibunya, yang kerap ia sapa dengan sebutan “bunda”. Sekesal apapun, semarah apapun, ketika ibunya yang berbicara, maka ia akan duduk diam dan tenang mendengarkan. Coba bayangkan, anak muda, laki-laki yang ada di usia sangat kritis, bisa duduk takzim mendengarkan omelan ibunya, itu yang hebat luar biasa pasti ibunya. Anak SMA itu kan masa-masa pemberontakannya luar biasa ya? itu usia yang pengennya ya “semau gue”, the only rule is no rules.

Demi belajar sifat ibunya, akhirnya khusus pada bagian interaksi dan percakapan sang bunda saya baca ulang. Bagaimana bunda berinteraksi dengan DILAN, dengan adik dan kakaknya, dengan teman-temannya, dan hasilnya menakjubkan! Berikut beberapa hal yang saya pelajari dari sosok sang bunda tentang mengasuh anak remaja:

Bunda memberikan kesempatan kepada anaknya untuk berbuat salah dan memperbaikinya.

Usia anak remaja adalah usia di mana ia belajar untuk mempertanggungjawabkan semua keputusannya. karena itu, dibutuhkan dukungan bahwa keputusan anaknya adalah yang terbaik yang diambil oleh anaknya. Kalaupun memang ternyata keputusan yang diambil salah, maka anak akan belajar dari masa trial and error.

Seperti ketika Bunda harus kembali menghadapi Dilan yang tawuran dengan teman-temannya, sampai harus menginap di kantor polisi. Di situ digambarkan bahwa bunda bukan seorang yang mudah panik. Bunda memberi kesempatan bahwa Dilan sedang mempertanggungjawabkan keputusannya. Bunda pun yakin bahwa Dilan belajar sesuatu dari keputusannya. Bahkan saking kalemnya si bunda menghadapi Dilan, ia justru bisa meminta Milea untuk ikhlas dan sabar. Luar biasa bukan?

Dibandingkan harus marah-marah dan mengomel, bunda memilih memberikan kesempatan bagi Dilan untuk memperbaiki kesalahannya. Bukankah manusia tidak pernah luput dari kesalahan? Daripada harus bersusah payah menghabiskan tenaga untuk membahas kesalahan, sepertinya lebih bijak jika kita memberikan kesempatan pada anak-anak untuk memperbaiki kesalahannya.

Bunda memberikan Kepercayaan kepada anaknya

Suatu hari Dilan kembali melakukan kesalahan berkelahi dengan temannya. Hingga ia harus dikeluarkan dari sekolahnya karena melanggar peraturan untuk kesekian kalinya. Bagaimana reaksi si Bunda?

Ia berkata bahwa Bunda percaya kepada anaknya. Apabila si anak berkelahi, tentu bukan karena si anak yang memulai. Si anak berkelahi itu karena melakukan sesuatu yang menurutnya benar. Lantas bunda melanjutkan nasihatnya bahwa sebenarnya tidak semua hal harus diselesaikan dengan perkelahian. Bunda mengajarkan Dilan untuk berbuat bijaksana dengan menaruh kepercayaan dan mempertanggungjawabkannya.

Bunda memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan.

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang reputasi geng motor? Ketika anaknya meminta motor dan memutuskan untuk ikut bergabung ke dalam geng motor, Bunda tidak lantas menjadi orang yang frontal melarang. Bahkan ketika anaknya dikenal sebagai panglima tempur sekalipun bunda masih bisa bersikap tenang. Ada masanya ketika Bunda memanfaatkan reputasi anaknya untuk mengatur muridnya yang bandel.

Bunda memberikan kebebasan bagi Dilan untuk mengambil keputusan, karena bunda percaya bahwa ia telah menanamkan pondasi yang cukup baik terhadap anak-anaknya agar mereka tak mudah terbawa arus atau hanya sekedar ikut-ikutan. Terbukti, meski menjadi panglima tempur, Dilan digambarkan bukan sebagai sosok yang urakan.

Bunda Selalu Memberikan Pilihan, Bukan Paksaan.

Anak usia remaja bukan lagi anak yang sukarela diajari atau bahkan didikte melakukan sesuatu. Namun terkadang sebagai ibu kita punya tuntutan agar anak melakukan sesuatu. Namun masalah tidak akan berhenti jika si ibu melakukannya dengan memerintah atau memaksa anak. Nah! Bunda selalu punya pilihan untuk anak-anaknya yang seolah “memaksa” secara halus si anak melakukan sesuatu. Pilihan tersebutlah yang menggiring anak-anak melakukan hal yang dikehendaki bunda.

Seperti ketika Bunda meminta Disa untuk memanggil Banar, kakaknya, ia menggunakan kalimat:

“Bunda yang manggil atau Disa?”

Dengan kalimat pilihan tersebut, anak digiring untuk memanggil kakaknya, tanpa perlu bunda yang melakukannya. Cerdas bukan?

Bunda memberi tahu kapan ia akan marah.

Ini juga menjadi hal yang menarik dari sosok Bunda. Bunda ketika ia akan marah, maka ia memberi tahu kepada anaknya bahwa bunda akan marah. Dengan demikian ia meminta anaknya untuk bersiap-siap. Si anak akan otomatis duduk diam dan mendengarkan dengan takzim selama bunda menumpahkan amarahnya. Tidak ada yang membantah apalagi menyerang balik.

Bagaimana jika anaknya belum siap?

Maka bunda akan terus menunggu hingga anaknya siap. Bahkan tak jarang sampai lupa. Namun demikian, bunda tetap akan memberikan wejangannya ketika sudah merasa lebih tenang dan terkontrol. Sehingga anak pun tetap menaruh segan dan hormat kepada bundanya. Di sinilah seorang bunda dituntut untuk bisa mengendalikan emosinya. Bukan hal yang mudah buat saya yang bawaannya pengen nyolot dan teriak. Tapi sangat berharga untuk dipelajari sebelum kedua bocah benar-benar beranjak remaja. Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Waktu tidak bergerak mundur.

Menarik bukan mempelajari sifat bunda dan caranya “menaklukkan” anak remaja?

NANAS, YAY OR NAY?

Jatuh cinta pada buah pisang itu buat saya tidak susah. Rasanya yang manis dan bentuknya yang tidak intimidatif, menjadikan buah pisang sangat mudah dicintai. Teksturnya yang lembut dan mudah diolah menjadi aneka makanan, membuat Pisang menjadi buah paling favorite bagi saya.

Namun jatuh cinta dengan buah Nanas?

Itu satu hal yang berbeda. Alasannya tentu saja sangat banyak. Nanas memiliki kulit buah yang intimidatif, kasar dan tajam pada mahkotanya. Belum lagi rasanya yang belum tentu manis, membuat saya enggan untuk mencoba buah Nanas sembarangan. Yang paling menyebalkan adalah rasa gatal di lidah bila tak piawai mengupasnya. Itu menjadikan buah Nanas alternatif terakhir jika memilih buah.

Saya suka makan buah apa saja, kecuali Nanas. Saya senang makan buah apa saja, kecuali Nanas. Namun sialnya, ketika masih kecil, setiap bulan Ramadhan tiba, depan rumah ibu saya selalu disewa penjual Nanas dari desa pedalaman untuk menjajakan dagangannya. Kebetulan rumah ibu persis ada di seberang pasar kecamatan. Maka bisa ditebak, ketika Ramadhan tiba kami setiap hari mendapat buah Nanas gratis.  Nanas menjadi suguhan setiap buka puasa tiba.

Mitos Tentang Buah Nanas

Beranjak remaja, saya semakin terdoktrin oleh omongan-omongan mitos tentang buah Nanas yang sering terdengar. Saat itu saya belum tahu apakah yang saya dengar tersebut mitos atau fakta. Setelah membaca dari berbagai macam sumber, akhirnya bisa juga dibedakan mana yang mitos dan mana yang fakta. Berikut beberapa mitos yang pernah saya dengar tentang buah Nanas:

  • Nanas dapat menyebabkan keputihan. Ternyata itu hanya mitos belaka. Kenyataannya yang sering menjadi penyebab keputihan adalah makanan-makanan yang diolah dengan fermentasi, makanan kaleng, makanan yang dikeringkan atau mengandung banyak gula.
  • Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi buah Nanas. Pada dasarnya semua buah-buahan memiliki kandungan vitamin yang bagus untuk ibu hamil. Demikian juga dengan buah Nanas. Asalkan dikonsumsi tidak berlebihan, maka Nanas aman untuk ibu hamil.
  • Nanas tidak boleh dikonsumsi saat haid, karena menyebabkan area kewanitaan menjadi lembab dan gatal. Padahal sebenarnya area kewanitaan yang terasa gatal disebabkan oleh jamur yang berkembang biak. Agar kesehatan area kewanitaan sehat, perempuan sebaiknya menjaga kebersihannya dengan sering berganti pembalut atau pakaian dalam selama masa haid.

Melihat Nanas yang beliau sajikan di meja makan tidak pernah saya sentuh, maka ibu pun mulai menegur saya. Lalu beliau mulai berceramah bahwa rajin mengkonsumsi buah-buahan itu sama dengan kamu memakai kosmetik paling mahal. Karena buah-buahan itu bagus untuk merawat kecantikan perempuan.  Demikian juga dengan mengkonsumsi buah Nanas.

Kalau dulu saya hanya menganggap apa yang dikatakan ibu hanyalah cara beliau merayu saya agar mau makan Nanas, namun kini saya percaya, bahwa buah Nanas memang memiliki banyak manfaat dalam menjaga kecantikan seorang perempuan

NANAS DAN KECANTIKAN

Buah Nanas mengandung banyak Vitamin C yang sangat bagus untuk kulit. Vitamin C membantu tubuh membentuk kolagen, yaitu protein yang dibutuhkan untuk mencegah kulit keriput dan memperbaiki sel yang rusak atau mati. Sehingga vitamin C di dalam buah Nanas bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan menjaga regenerasi sel kulit yang sudah mati.

Buah Nanas juga berfungsi sebagai antioksidan yang bisa mengangkat racun di dalam tubuh. Selain itu antioksidan bermanfaat untuk menjaga metabolisme dan peredaran darah menjadi lancar, sehingga kulit wajah bisa terlihat lebih cerah dan tidak kusam.

Buah Nanas mengandung enzim bromealin yang tinggi. Enzim ini bermanfaat dalam menjaga elastisitas kulit dan mencegah timbulnya jerawat. Buah Nanas yang digunakan sebagai masker juga bermanfaat menjaga pori-pori kulit agar tetap kecil dan menghilangkan bintik hitam. Sehingga kulit menjadi lebih sehat dan cerah.

Naaah… Dari situlah saya mulai belajar untuk jatuh cinta dengan buah Nanas. Awalnya tidak mudah, namun ketika bertemu dengan Nanas Honi, maka kisah perjalanan cinta saya menjadi lebih mulusss…

Nanas Honi Sunpride, manisnya sampai ke hati.

 

Apa itu NANAS HONI?

NANAS HONI adalah buah Nanas unggulan yang ditanam oleh PT. Sewu Segar Nusantara (Sunpride). Kenapa Nanas Honi Sunpride menjadi Nanas Unggulan?

Nanas Honi memiliki kandungan kalsium oksalat yang rendah sehingga tidak memicu gatal di lidah ketika dimakan. Ini penting banget, karena tidak perlu lagi merendam nanas ke dalam larutan air garam sebelum dimakan.

Nanas Honi juga memiliki rasa yang jauh lebih manis, karena ditanam dari bibit unggul dan dirawat dengan seksama serta melewati serangkaian penelitian. Sehingga buah yang dihasilkan merupakan kualitas prima. Maka tak heran kalau Nanas Honi Sunpride manisnya sampai ke hati.

Yang tidak kalah menakjubkan dan menjadi ciri khas dari Nanas Honi adalah kulit buahnya yang tidak terlalu tajam. Karena itu daging buah Nanas Honi memiliki sedikit mata, sehingga lebih mudah dikonsumsi tanpa rasa khawatir dan tanpa ribet. Memotong buah Nanas Honi Sunpride, tidak jauh berbeda ketika memotong buah Pepaya. Mudah dan cepat dikonsumsi.

Sejak ikut mencoba rasa Nanas Honi Sunpride maka fixed, saya jatuh cinta dengan buah Nanas. Sudahlah kalau buah pasti Sunpride! Karena Sunpride benar-benar menjaga kualitas buahnya sepenuh hati.

Bertemu Anak Kembar, Hindari Melakukan Hal Ini!

 

Apa yang anda rasakan ketika melihat anak kembar? Terlihat lucu dan kompak yaa… Namun tahukah anda, bahwa beberapa hal yang anda katakan bisa sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si anak?

Hal tersebut sering kami alami. Sebagai ibu dari dua bocah kembar, saya sering merasa kewalahan menghadapi akibat dari celetukan atau asumsi orang lain yang melihat anak kembar. Memang sepertinya apa yang anda tanyakan atau katakan terlihat wajar. Namun, bagi anak kembar, hal tersebut bisa menjadi hal yang sensitif.

Berikut beberapa hal yang harus anda hindari ketika melihat anak kembar:

Membanding-bandingkan

Anak yang lahir sebagai kembar identik, memang terlihat sangat mirip. Bahkan sangat sulit untuk dibedakan. Apalagi bagi kita yang baru pertama kali bertemu atau sangat jarang bertemu. Namun begitu, satu hal yang harus kita sadari, bahwa semirip apapun, mereka tetap dua pribadi yang berbeda. Jadi sangat tidak bijak membandingkan keduanya. Bagaimanapun juga anak kembar pasti memiliki perbedaan.

Hal yang sama sering kami alami, ketika bertemu orang di jalan, atau saudara yang lama tidak bertemu. Berikut beberapa perkataan yang pernah kami temui:

“oh yang kakaknya lebih tinggi dan ternyata adiknya badannya lebih kurus ya?”

“Oh, adiknya lebih ceriwis daripada kakaknya..”

“Adiknya lebih pemalu dan jutek dibandingkan kakaknya. Kakaknya lebih ramah yaa…”

Jika memang anda ingin bertanya atau mengambil kesimpulan dari kedua bocah kembar, ucapkanlah perbedaan-perbedaan itu tidak dihadapan si anak. Jika memang ada anaknya, ucapkan hal-hal tanpa menjatuhkan yang lainnya. Misal:

“Oh yang ini matanya cantik, kalau yang ini rambutnya bagus…”

“Kakaknya yang pintar bercerita, Kalau adiknya yang senyumnya cantik…”

Dengan memberikan dua pujian yang sama-sama, tanpa menjatuhkan, maka si anak akan fokus pada hal indah dalam dirinya masing-masing tanpa merasa tersaingi.

         Baca Juga : Si Kembar Belajar Puasa

Sebagai orang tua dari anak kembar, sering sekali kami mendapat PR untuk membantu si anak mengembalikan rasa percaya dirinya setelah mendapat komentar perbandingan yang negatif dari orang-orang yang ditemuinya.

“Bunda, apa benar aku tidak secantik kakak? Kenapa badanku kurus, gak seperti kakak?”

“Bunda, kenapa aku tidak pandai bercerita seperti adik? Apa aku tidak sepintar adik?”

Hal-hal seperti itu kadang membuat kami harus banyak-banyak menambah stok sabar dan istighfar.

Memperuncing Persaingan Antar Saudara

Lahir sebagai anak kembar, maka mereka bukan hanya terlahir bersama teman, tapi bisa juga  terlahir bersama saingannya. Sejak di dalam rahim mereka bersaing memperoleh nutrisi dari satu ibu. Mereka tumbuh dengan bersaing memperoleh perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Maka, hal yang seharusnya bisa mereka bagi menjadi hal yang mereka perebutkan. Mereka menjadi bersaing satu sama lain.

Pernah mendengar tentang “Sibling Rivalry?”

Jika orang tua dengan satu anak baru merasakan jungkir baliknya menghadapi anak bertengkar setelah anaknya punya adik baru, punya teman, atau setelah anaknya bersekolah, maka kami sudah menghadapi anak saling cakar dan saling gigit sejak mereka masih bayi. Berat? Iya pada awalnya setiap mereka bertengkar, hati kami hancur berantakan. Setiap melihat mereka saling pukul dan saling gigit, kami merasa menjadi orang tua yang gagal.

Kami butuh waktu dan tenaga untuk mengajarkan mereka berbagi dan bekerja sama. Kami jatuh bangun membangun rasa saling menjaga dan saling peduli. Karena kami percaya, mereka adalah sahabat yang bisa saling membantu dan berbagi. Tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin.

Setelah melewati fase saling baku hantam, lantas tiba-tiba ketika ada orang lain yang tiba-tiba berbicara:

“Kamu jangan sampai kalah ya sama saudaramu! Kamu harus lebih pintar! Kamu harus bisa menang!”

         Baca Juga: Si Kembar Masuk SD

Mendengar ucapan seperti itu, bukan hanya membuat merah telinga kami, namun kami bisa berubah menjadi monster yang paling menakutkan di depan anda. Apa hal tersebut pernah kami rasakan? Iya, Pernah! Karena itu kami mohon, jangan peruncing persaingan. Jikalaupun harus berlomba, biarkan mereka bersaing dengan orang lain, tapi tidak dengan saudaranya sendiri.

Memaksakan Harus Serba Sama

Jika anda menganggap bahwa anak kembar itu berarti semua harus sama, maka anda salah besar.

Anak yang lahir sebagai kembar identik, mungkin memiliki wajah yang sangat mirip. Namun mereka tetap dua orang yang berbeda. Mereka memiliki karakter masing-masing, yang terkadang karakternya berbeda 180 derajat. Mereka memiliki kesukaan dan selera masing-masing, yang terkadang tidak sama. Karena itu memaksa mereka memakai semua harus serba sama hanya agar kelihatan lucu, itu sangat tidak adil bagi mereka.

Ketika masih bayi, memilihkan semuanya serba sama mungkin tidak masalah. Banyak yang memilih semua serba sama demi kepraktisan. Membeli baju bayi 1 lusin sekaligus agar harganya lebih murah, memang lebih efisien. Namun hal tersebut tidak berlaku lagi jika mereka sudah mulai bisa memilih dan memiliki selera.

Kami mulai mengajarkan dua bocah kembar kami untuk memiliki selera masing-masing sejak masih kecil. Kami memberikan kebebasan bagi mereka untuk memilih apa yang mereka sukai, tanpa paksaan. Kami belajar menerima selera mereka meski kadang terasa aneh bagi kami. Selera si kakak yang cenderung lebih boyish dan selera si adik yang cenderung lebih girly membuat mereka memiliki karakternya masing-masing tanpa terpengaruh saudara kembarnya. Maka jika ada yang memaksakan mereka memakai baju yang harus sama persis ketika datang ke pesta, bisa menjadi siksaan tersendiri bagi mereka.

Jika anda bermaksud memberikan oleh-oleh untuk anak kembar, pelajari dulu sifat dan karakternya. Tanyakan pada orang tuanya apa kesukaan masing-masing anak. Jika anda tidak ingin hadiah anda menjadi sia-sia, bijaklah dalam memilih sesuai kepribadian anak.

Meminta Melakukan Hal Yang Sama Seperti Saudaranya

Setiap anak terlahir dengan talenta dan bakat masing-masing. Demikian juga dengan anak kembar. Meski memiliki wajah yang serupa, namun terkadang kemampuan, bakat dan minat mereka sangat berbeda. Karena itu jangan sesekali meminta mereka melakukan hal yang sama seperti saudara kembarnya.

“Kakakmu pintar mewarnai, kok mewarnaimu kayak gini!”

Atau

“Lihat kakakmu gak gampang nangis kayak kamu!”

Jika memang ingin memberi motivasi agar anak melakukan hal yang baik, hindarilah membanding-bandingkan dan memintanya melakukan hal yang sama dengan saudaranya. Dibandingkan dengan orang lain saja kita tidak mau, apalagi dibandingkan dengan saudara sendiri. Hal ini bisa membuat hal yang kurang menyenangkan dengan saudaranya.

Tidak semua anak kembar sama-sama terlahir dengan kemampuan yang setara. Satu anak bisa terlahir dengan kemampuan motorik yang menonjol dan anak yang lain terlahir dengan kemampuan bahasa yang menonjol. Tentu saja itu bukan hal yang salah atau keliru. Bukankah memang kemampuan setiap orang berbeda-beda?

Orang tua dari anak kembar terkadang memiliki beban untuk bisa menyesuaikan gaya belajar sesuai dengan kemampuan dan kepribadian masing-masing anak. Jadi sebaiknya jangan tambah beban orang tuanya dengan membanding-bandingkan dan meminta anak kembar melakukan hal yang sama. Karena anak kembar bukan robot yang bisa diprogram agar bisa melakukan gerakan yang sama persis.

Mari saling bertoleransi dan belajar berempati!

Berpetualang Ke Srambang Park

 

Tahun 2017 ini kami menghabiskan liburan ke rumah uti di Ngawi. Seperti biasanya, kalau sudah di Ngawi, Kira dan Kara bersama sepupu dan om-omnya akan sibuk membuat rencana petualangan. Desember ini kami memilih berpetualang ke Srambang Park.

Srambang awalnya terkenal dengan pesona air terjunnya. Air terjun Srambang terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Jalan yang berkelok melewati hutan yang liar membuat pesona air terjun Srambang cukup cantik dan eksotik. Dulu Srambang sering menjadi jujugan para pemuda yang ingin berpetualang menjelajah alam atau berkemah. Karena letaknya yang sulit dijangkau, Srambang tak menarik perhatian untuk ajang wisata keluarga.

Namun kini Srambang telah bersolek. Sejak diresmikan pada tanggal 16 Desember 2017 oleh Bupati Ngawi , Srambang menjadi magnet bagi keluarga menghabiskan masa liburan sekolah. Jika dulu hanya ada pesona air terjun, kini pengunjung juga bisa menikmati taman hutan yang asri dan cantik. Jalan yang dulu terjal dan sulit dilalui kendaraan, kini sudah mulai di aspal dan rapi tertata batu. Setelah memasuki kawasan wisata, kita akan disuguhi pesona taman hutan yang penuh warna dan cantik.

Jika sebelumnya jalanan menuju air terjun hanya diselimuti hutan belantara dan panjangnya aliran sungai, kini jalanan menuju air terjun bersolek cantik oleh payung warna-warni. Bahkan di beberapa tempat juga terdapat pojok yang menawan untuk berswa foto. Pojok-pojok tersebut sengaja dibuat dan ditata untuk menarik perhatian pengunjung berswa foto. Payung warna warni yang bergantungan di tengah hutan menambah suasana Srambang Park makin meriah namun tak meninggalkan kesan eksotisnya.

Untuk menikmati taman hutan di area air  terjun Srambang, pengunjung akan dikenakan tiket masuk Rp.15.000/orang dewasa. Untuk anak-anak, gratis! Gemericik suara aliran sungai makin menawan dengan disediakannya taman di sekitar aliran. Lebatnya hutan masih menjadi pesona kesejukan Srambang Park yang tak tergantikan.

Jika ingin berkunjung ke Srambang Park bersama keluarga, berikut yang perlu anda siapkan:

Stamina yang prima. Dari area parkir hingga menuju lokasi air terjun harus berjalan kaki menempuh jarak 2-3 Km dengan medan yang naik turun. Namun tak perlu khawatir, aroma jagung bakar dan eksotisnya pemandangan, akan membuat anda lupa jarak yang harus ditempuh.

Bekal yang cukup. Meskipun terdapat beberapa warung makan, namun akan lebih nikmat jika membawa bekal sendiri. Utamanya bekal jajanan untuk anak-anak. Tak perlu berlebihan, mengingat jalanan yang harus ditempuh, lumayan jauh.

Pakaian ganti. Bermain di aliran sungai akan sangat menggoda bagi anak-anak. Karena itu jangan lupa siapkan baju ganti. Di luar area taman ada beberapa penjual kaos oleh-oleh. Siapa tahu bisa menjadi buah tangan untuk saudara di rumah.

Memori HP/kamera dan Powerbank. Taman Hutan Srambang menyediakan tempat-tempat yang keren untuk berswa foto. Jangan sampai kehabisan memori HP atau baterai hanya karena lupa mengosongkan isinya yaa…

Alas kaki yang nyaman dan kuat. Memakai alas kaki yang nyaman dan kuat penting di saat berpetualang. Agar petualangan bersama keluarga jadi lebih menyenangkan. Tak perlu memakai high heels meski ada banyak spot foto menarik. Jika ingin mengadakan foto pre-wed, masukkan saja high heelsnya ke dalam tas/koper.

Kantong kresek. Karena di area taman belum terlalu banyak tempat sampah di sediakan, di beberapa area kami kesulitan ketika ingin membuang sampah. Untuk itu, sediakan kantong kresek untuk membuang sampah. Kantong kresek juga bisa dipakai untuk menyimpan pakian basah usai bermain di sungai. Ingat ya, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN! Kebersihan dan kelestarian taman hutan ini sangat bergantung pada kita. Jadilah pengunjung yang turut menjaga, bukan pengunjung yang merusak. Ajari anak-anak juga untuk turun menjaga kelestarian taman hutan, agar kita nyaman berwisata bersama.

Obat-obatan pribadi. Untuk mengatasi udara Srambang Park yang dingin, ada baiknya membawa minyak telon untuk menghangatkan badan si kecil usai bermain air. Jangan lupa membawa plester untuk berjaga-jaga jika kaki lecet atau para bocah jatuh karena terlalu antusias berlarian.

Handuk dan Sabun. Usai bermain air, jangan lupa membersihan diri yaa.. Ada baiknya membawa handuk kecil dan sabun cair agar praktis di masukkan ke dalam tas.

Satu hal yang membuat kami terkesan ketika berkunjung ke sana adalah, harga makanan dan minuman. Meski sedang musim puncak liburan dan pengunjung membeludak, ternyata harga makanan dan minuman tak banyak mengalami kenaikan. Meski mereka berjualan di area wisata, namun harga makanan dan minuman yang ditawarkan masih terbilang wajar.

Baca juga: Semua Dalam Jangkauan

Fasilitas umum yang disediakan pun bisa dibilang cukup lengkap. Di Srambang Park ada mushola, toilet, dan kran air untuk bilas badan usai bermain air. Bahkan kran air ini tersedia di beberapa tempat untuk menyirami tanaman di taman. Kran tersebut bisa kita manfaatkan untuk mencuci kaki atau badan usai bermain air di sungai. Karena masih baru, toiletnya pun masih bersih. Semoga kebersihannya bisa terus terawat yaaa…

Jika anda ingin berkunjung menggunakan kendaraan umum, dari terminal Ngawi, pilih bis jurusan Jogorogo, turun di Girimulyo (Srambang). Dari perempatan Girimulyo jika masih dirasa jauh untuk berjalan kaki, anda bisa menggunakan jasa ojek menuju titik terdekat dari pintu masuk. Ongkos ojek juga cukup terjangkau, hanya Rp 5.000 saja. Namun jika lebih menyukai jalan kaki, jarak yang anda tempuh untuk sampai di pintu masuk kurang lebih 2 Km dengan medan jalanan berbatu naik-turun. Di samping kiri dan kanan anda akan disuguhi pemandangan rumah penduduk khas pedesaan dan pemandangan hutan pinus yang teduh. Udara pegunungan yang sejuk bisa menjadi magnet yang melenakan perjalanan.

Jika terlalu lelah untuk mencapai destinasi utama di air terjun, anda tak perlu khawatir. Kita bisa mengajak anak-anak menikmati keindahan taman hutan dan bermain di aliran sungai. Pasti sudah cukup menjadikan suasana liburan jadi menyenangkan. Aliran sungainya pun tak terlalu deras. Insyaallah aman untuk anak-anak. Namun begitu tetap awasi anak-anak ketika bermain di sungai yaa… Karena terkadang ada beberapa batu berlumut yang cukup licin. Apabila ingin melanjutkan hingga titik air terjun, pastikan anda mencatat nomer darurat yang disediakan di papan pengumuman di sepanjang jalan menuju air terjun. Untuk berjaga-jaga ketika terjadi keadaan darurat, anda bisa meminta bantuan petugas taman hutan.

Untuk berhemat baterai ponsel, sebaiknya matikan semua paket data dan sinyal wifi. Karena di beberapa titik puncak, sinyal susah di dapat. Dengan mematikan paket data, baterai ponsel akan lebih awet, sehingga bisa digunakan menelepon di saat darurat, atau mengambil foto-foto. Toh anda tak perlu buru-buru mengupload ke sosial media bukan? Nikmati saja dulu keindahan pesona alam dari taman hutan Srambang bersama keluarga tercinta.

Sayang sekali karena lokasi wisata cukup penuh pengunjung, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan mendekati lokasi air terjun. Padahal air terjun hanya tinggal 100 meter dari tempat kami berdiri. Karena jalanan masih dalam perbaikan, penuh batu sungai yang besar, cukup mengkhawatirkan membawa anak-anak dan balita ikut berdesakan mendekati air terjun. Kami hanya bisa menikmati air terjun dari kejauhan.

Kami berpetualang ketika musim puncak liburan, maka foto-foto yang  kami dapat tak banyak yang bagus. Meski begitu  kami membawa pulang kenangan yang  mengesankan untuk dibagi. Cukup banyak alasan untuk membawa kami akan kembali lagi ke sana. Jika anda ingin puas berfoto dan menjelajah eloknya taman hutan, sebaiknya pilih waktu yang tepat ya! Selamat berpetualang bersama keluarga!