Sekolah Inklusi Demi Pendidikan Setara Untuk Anak Disabilitas dan OYPMK

Sekolah Inklusi Demi Pendidikan Setara Untuk Anak Disabilitas

Kusta bukan hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dampak yang ditimbulkan pada anak-anak sama dengan yang terjadi pada orang dewasa. Jika diskriminasi terjadi pada OYPMK (orang yang pernah menderita kusta) usia dewasa, pun demikian yang terjadi pada anak-anak. Para bocah penderita kusta dan mengalami disabilitas ini pun tak lepas dari diskriminasi.

Sama halnya yang terjadi pada orang dewasa, kusta pada anak-anak pun mengalami peningkatan sebesar 9,14%. Angka yang masih lumayan tinggi dan di atas target pemerintah. Namun begitu, semua pihak bekerjasama untuk menekan dan menurunkan angka tersebut. Seperti yang dilakukan oleh NLR dan Yayasan Kita Juga (SANKITA).

Ruang Publik KBR bersama NLR menghadirkan Anselmus Gabies Kartono dari Yayasan Kita Juga, Frans Patut Kepala sekolah SDN Rangga Watu, Manggarai Barat dan Ignas Charlie, penyandang disabilitas kelas 5 sekolah dasar. Dalam talkshow tersebut, Ignas bersama kepala sekolah dan Yayasan Kita Juga membahas tentang diskriminasi yang terjadi dan cara mengatasinya.

Bapak Frans Patut menjelaskan bahwa SD Negeri Rangga Watu telah menjadi sekolah inklusi terhitung sejak tahun 2017. Saat ini di sekolah tersebut ada 7 anak penyandang disabilitas, termasuk Ignas Charlie sebagai penyandang OYPMK. Sebagai kepala sekolah, tidak sedikit kendala yang dialami dalam perjalanannya menyelenggarakan pendidikan inklusi. Kendala yang terjadi mulai dari penerimaan warga sekolah, anak-anak didik, orang tua wali murid, hingga warga sekitar.

Bapak Anselmus mengatakan penolakan atau pandangan curiga masih jamak dialami penyandang kusta, termasuk anak-anak. Padahal penyandang kusta yang telah mengkonsumsi obat Rifampisin sesuai dosis yang yang telah diberikan maka tidak akan menularkan penyakitnya. Penyakit kusta hanya akan menular jika mengalami kontak langsung secara terus menerus selama 20 jam berturut-turut selama minimal satu minggu tanpa proses pengobatan.

Jika kurang dari jangka waktu tersebut, maka masih terbilang aman. Ditambah lagi jika penderita kusta mengkonsumsi obat secara rutin, maka tidak akan menularkan penyakitnya. Literasi seperti ini yang masih belum tersampaikan secara benar ke masyarakat. Edukasi seperti ini wajarnya diberikan di lingkungan yang rentan dan banyak penderita kusta. Hal ini untuk mengurangi angka diskriminasi dan kesenjangan pada penderita kusta.

Kendala lain yang dialami para tenaga pendidik adalah kurangnya kemampuan tenaga didik menangani anak berkebutuhan khusus. Mengutip ucapan yang disampaikan Bapak Anselmus bahwa “Guru reguler dengan basic PGSDN tidak memiliki kemampuan menangani anak berkebutuhan khusus. Karena itu SANKITA memberikan pelatihan dan asesmen bagi tenaga didik tersebut agar memiliki kemampuan menangani anak-anak berkebutuhan khusus”

Asesmen seperti ini yang belum banyak diberikan di wilayah-wilayah lain, sehingga pemenuhan hak pendidikan anak menjadi terganggu. Masih banyak anak-anak penyandang kusta yang seharusnya masuk usia sekolah, tidak mendapatkan haknya dikarenakan kurangnya pengetahuan orang tua dan minimnya sekolah yang memberikan fasilitas untuk anak penyandang kusta.

Ignas beruntung tinggal di dekat sekolah yang dapat menyelenggarakan pendidikan inklusi. Ignas sempat mengalami perundungan dan diskriminasi. Namun tidak berlangsung lama. Sankita bersama SDN Rangga Watu berhasil merangkul Ignas dan memberikan hak pendidikannya serta menyediakan lingkungan yang mumpuni untuk tumbuh dan bergaul bersama kawan-kawan sebayanya.

Ignas bercerita kalau bapak ibu guru memperlakukannya sama seperti teman-temannya yang lain. Ignas tidak lagi mengalami diskriminasi dalam memperoleh pendidikan. Ignas dapat berteman dengan kawan sebayanya, tanpa merisaukan perundungan lagi. Bahkan Ignas mengatakan ia hanya malas sekolah ketika cuaca dingin dan memancing gelak tawa narasumber lainnya. Sungguh pernyataan yang polos anak-anak ya… Semoga Ignas bisa mendapatkan kesempatan yang sama besar untuk meraih cita-citanya ya!

Apa yang dialami oleh Ignas belum tentu sama dengan yang dialami anak-anak lain yang sama-sama menderita kusta dan disabilitas. Semoga kesempatan pendidikan yang setara yang diperoleh Ignas bisa juga diperoleh anak-anak lain. Semangat terus ya, Ignas dan Bapak, Ibu guru!

Tekan Polusi, Muda-Mudi Bumi Stop Kebiasaan Buruk Ini Saat Camping

Tekan Polusi, Muda-Mudi Bumi Stop Kebiasaan Buruk Ini Saat Camping

“Bund, ulang tahunku kali ini kita camping ke mana?” pertanyaan ini selalu menghampiri setiap mendekati hari ulang tahun dua bocah kembar kami. Camping saat si kembar ulang tahun sudah menjadi agenda tahunan kami sebagai ganti hadiah dua bocah yang mulai beranjak remaja. Mereka tidak lagi butuh mainan-mainan lucu. Mereka sudah memiliki daftar buku bacaan yang dibeli dengan uang saku dan tidak lagi menarik sebagai hadiah ulang tahun. Maka sebagai gantinya kami berjanji untuk mengajak mereka camping di tempat-tempat berbeda.

Camping yang sebenar-benarnya, kata mereka. Bukan sekedar camping di belakang rumah, atau camping di tempat wisata yang ramai manusia. Camping di tengah hutan yang masih banyak suara burung dan suara alam menjadi impian mereka. Kami pun berhasil mewujudkan permintaan mereka hingga kemudian badai pandemi datang dan membuat kami shock dengan kebiasaan baru.

Tren Baru Gaya Liburan Ala Pandemi

Harus diakui, pandemi banyak membawa perubahan kebiasaan baru. Bukan hanya dalam hal kesehatan dan kebersihan, tetapi juga dalam tren gaya liburan dan hobi. Orang-orang yang dulunya tidak mengenal tanaman, tiba-tiba memenuhi halaman rumahnya dengan berbagai macam tanaman hijau.

Begitupun dengan gaya liburan. Jika sebelumnya banyak yang menghabiskan akhir pekan dengan nonton bioskop atau jalan-jalan ke mall, untuk menghindari kerumunan di tempat tertutup, maka akhirnya banyak yang menghabiskan waktu dengan menjelajah alam. Taman kota, pantai, hutan wisata, desa wisata maupun pilihan-pilihan liburan di alam lainnya.

Kami adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memilih liburan dengan camping di hutan bersama anak-anak. Hutan menjadi tempat kami “melarikan diri” demi mencari udara segar, jauh dari berbagai macam polusi tanpa risau harus menjaga jarak. Hutan tentu biasanya bukan tempat yang ramai penuh sesak seperti di mall atau bioskop.

Selain itu camping di hutan bisa menjadi sarana edukasi anak-anak untuk lebih dekat dengan alam. Mengajak mereka mendengarkan langsung indah dan damainya suara alam, tentu akan dapat menumbuhkan rasa cinta di hati. Setelah tumbuh rasa cinta di hati, harapannya anak-anak akan dapat menjaga dan merawat hutan, sebagaimana kami menjaganya untuk mereka.

Pengalaman Buruk Ketika Camping Di Hutan

Terkadang kenyataan tak seindah impian. Terkadang harapan harus terjun bebas menapak pada kenyataan. Acara camping bersama kami yang terakhir harus buyar demi mendapati kenyataan betapa buruknya kebiasaan anak-anak muda saat camping di hutan.

Muda-mudi Bumi yang seharusnya menjadi garda utama penjaga hutan, malah merusak hutan dengan membawa berbagai macam polusi kota masuk ke hutan. Tak sekedar hutan, bahkan habitat di dalamnya pun turut terganggu dengan kebiasaan buruk yang membuat hati miris.

Begitu kami tiba di lokasi area berkemah, kami mendapati sampah yang dionggokkan begitu saja di beberapa tempat. Para pengunjung yang berkemah rupanya tidak membawa sampah mereka turun ketika keluar lokasi kemah. Ini sangat menyedihkan, di antara rindangnya hijau pepohonan kami mendapati polusi yang dapat mencemari tanah. Akhirnya demi kenyamanan hati dan mata, saya mengajak anak-anak untuk membersihkan area kemah sebelum mendirikan tenda.

Ketika malam mulai menjelang, ternyata keadaan semakin tidak menyenangkan. Semakin malam, semakin banyak muda-mudi yang berbondong-bondong membawa tenda-tenda kecil sehingga lokasi kemah benar-benar penuh sesak oleh tenda. Bahkan ada beberapa kelompok tenda yang membawa genset beserta lampu kelap-kelip dan sound system besar. Lengkap sudah polusi yang kami dapati hari itu, polusi suara, polusi cahaya dan polusi udara masuk ke wilayah hutan yang semestinya tenang dan sejuk.

Tak sekedar membuat hutan menjadi terang benderang oleh polusi cahaya, dan bising oleh suara genset, sekelompok muda-mudi ini juga berkaraoke dengan suara menggelegar hingga pukul 03.00 dini hari membuat polusi suara di tengah hutan. Jika biasanya malam hari saat berkemah kami bisa mendengar berbagai suara binatang, maka malam itu kami seperti tinggal di kampung yang sedang mengadakan acara hajatan semalam suntuk.

Polusi Dapat Menyebabkan Perubahan Iklim

Pernah mendengar efek rumah kaca? Jika masih susah mengerti, bisakah kalian membayangkan jika seluruh rumah terbuat dari kaca, apa yang terjadi? Hooo panas tentu saja. Bahkan rasa panas itu awet berada di dalam rumah karena kaca menjaga suhu panas di dalam tetap terjaga. Sama seperti termos yang lapisan dalamnya terbuat dari kaca. Jika air di dalam termos saja awet panasnya, bagaimana jika itu rumah? Sekarang bayangkan lebih besar lagi, bagaimana jika itu bumi?

Nah lantas bagaimana jika suhu di bumi serupa air di dalam termos? Terus menerus panas tak peduli siang maupun malam. Tentu saja kekeringan di mana-mana. Jika kekeringan melanda, siklus air tentu terganggu. Hujan tidak akan turun, tabungan gunung es di Antartika akan mencair. Bencana di mana-mana. Jika hal tersebut terjadi terus menerus, perubahan musim tentu semakin tidak karuan. Saat itulah perubahan iklim terjadi.

apa sih yang bisa membuat suhu di bumi bisa seperti suhu air panas dalam termos? Polusi adalah salah satunya. Polusi udara dari berbagai macam kendaraan, pabrik, limbah rumah tangga, alat-alat elektronik dan sejenisnya yang semua melepaskan panas dan karbon menjadi penyumbang besar dalam peningkatan suhu di bumi.

Polusi air, misalnya dari kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan menurunnya kualitas air. Ini membuat keberlangsungan makhluk hidup yang sebagian besar bergantung pada air. Pun demikian polusi tanah yang membuat unsur hara terganggu dan mengurangi tingkat kesuburan tanah. Padahal tanah adalah salah satu komponen utama yang dibutuhkan oleh hutan untuk menjaga suhu bumi stabil.

Polusi cahaya dan polusi suara dapat mengganggu makhluk hidup nokturnal yang membutuhkan kegelapan malam sebagai bagian dari aktivitasnya. Bisa dibayangkan jika seluruh bumi terselimuti oleh polusi-polusi tersebut? Seluruh selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim.

Apa yang terjadi jika polusi yang dibawa oleh muda-mudi tak bertanggung jawab masuk ke dalam hutan? Padahal hutan memiliki manfaat sangat penting dalam menjaga keseimbangan suhu bumi agar terhindar dari perubahan iklim. Bukannya menjaga, mereka justru membuat hutan masuk ke dalam #SelimutPolusi.
Sepenting itukah hutan dalam menjaga bumi dari perubahan iklim?

Manfaat Hutan Bagi Bumi Dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Iklim

Tahukah kalian bahwa sebenarnya hutan bukan sekedar memiliki manfaat ekonomi namun juga memiliki pengaruh besar terhadap perubahan iklim di bumi. Hutan memiliki manfaat ekonomi tentu semua orang sudah paham. Banyak yang memanfaatkan kayu dan berbagai jenis tanaman di dalamnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia.

Manfaat hutan terhadap kondisi lingkungan tentu sudah dipelajari sejak kita duduk di sekolah dasar. Hutan sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air tanah, menjaga kesuburan tanah, menahan dari berbagai bencana seperti banjir dan longsor, hingga pelestarian berbagai macam hayati, itu sudah banyak yang paham.

Hutan sebagai paru-paru bumi adalah hal mutlak yang kita semua tahu. Bayangkan jika satu pohon rata-rata bisa menghasilkan kurang lebih 130 kg oksigen per tahun, berapa banyak oksigen yang dihasilkan oleh seluruh pohon di hutan? Terbukti hutan menyumbang lebih dari 28% oksigen di bumi.

Namun selain itu, ternyata hutan juga menjadi salah satu komponen yang turut menjaga iklim di bumi tetap stabil lho. Daratan yang terdapat luasan hutan, terbukti memiliki suhu lebih rendah dibandingkan tempat lain. Ini karena hutan memiliki peran penting dalam penyerapan kadar karbon. Layaknya spon, hutan menjaga lingkungan sekitar tetap sejuk dan lembab.

Efek pendinginan yang disebabkan oleh penyerapan karbon, pelepasan kadar oksigen dan zat-zat lain yang dihasilkan oleh kayu pohon inilah yang membuat hutan mampu menjaga suhu di bumi tetap stabil dan terhindarkan dari efek rumah kaca. Bisa dibayangkan jika hutan semakin habis, kadar karbon semakin tinggi, maka suhu di bumi makin meningkat. Lantas apa yang terjadi pada lapisan ozon kita? Iklim akan berubah ketika lapisan ozon makin menipis.

Menjaga Hutan Bukan Hanya Sekedar Menjaga Pohonnya

Menjaga hutan adalah menjaga seluruh kesatuan ekosistem di dalamnya. Menjaga hutan bukan sekedar menjaga pohon-pohon di dalamnya saja. Menjaga hutan berarti juga menjaga seluruh makhluk hidup yang bernaung di dalamnya. Ini karena hutan tidak berdiri sendiri sebagai sekumpulan pohon tapi hutan adalah satu kesatuan ekosistem.

Pohon di hutan membutuhkan peran makhluk lain di dalamnya untuk bertahan hidup lebih lama. Hutan membutuhkan mikroorganisme untuk membantu mengurai daun-daun dan ranting-ranting yang jatuh ke tanah menjadi kompos. Hutan membutuhkan berbagai jenis serangga seperti kumbang, lebah maupun kupu-kupu untuk membantu proses penyerbukan.

Tak berhenti sampai di situ, hutan juga membutuhkan bermacam-macam hewan lainnya untuk menjaga keseimbangan rantai makanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ketika satu jenis saja hewan di dalam hutan punah, keseimbangan rantai makanan terganggu, maka ekosistem pun turut terganggu. Jika ekosistem terganggu, maka keberlangsungan hutan tak akan bisa terjaga lebih lama.

Karena itu betapa zalimnya kita yang membawa segala kebisingan wilayah urban dan kota ke tengah hutan, mengganggu ketenangan dan keberlangsungan seluruh makhluk di dalamnya. Jangan egois!
Toleransi dan tenggang rasa itu bukan hanya berlaku antar sesama manusia, tetap juga kepada makhluk hidup lainnya. Kumbang, lebah, kupu-kupu dan seluruh penghuni hutan juga membutuhkan waktu istirahat. Ketika terganggu dan bising oleh ulah manusia yang mengatasnamakan “healing” dan “refreshing”, mereka pun bisa stres.

Andai Ku Jadi Raja, Eh, Andai Aku Punya Kuasa

Andai ku jadi radja, punya uang, punya harta

Dan yang pasti aku juga akan punya kuasa

Itu sepenggal lirik lagu /RIF yang kami dengarkan dan membuat kami berangan-angan sejenak dari dalam tenda, di tengah rasa lelah jiwa. Iya, ya andai punya kuasa, apa sih yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga hutan dan memperbaiki apa yang ada sekarang, demi menjaga bumi dari selimut polusi?

Salah satu hal yang akan aku lakukan untuk menjaga bumi dari perubahan iklim, jika aku punya kuasa adalah aku akan menjadikan hutan utamanya yang berstatus wana wisata sebagai sarana pendidikan wajib untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Edukasi menjaga bumi dari perubahan iklim tidak cukup hanya dengan mata pelajaran tertulis dari buku saja, namun butuh aksi nyata dan pembelajaran berkelanjutan.

Hasil pengandaian ini setidaknya siapa tahu bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangan berbagai pihak yang sekarang memiliki kuasa. Bentuk penjagaan wana wisata ini tak sekedar dijaga oleh para penjaga hutan, tapi membutuhkan kebijakan nyata. Ini dilakukan bukan demi siapa-siapa, tapi #UntukmuBumiku. Berikut bentuk kebijakan untuk menjaga wana wisata sebagai bagian dari kurikulum wajib di Indonesia.

1. Membatasi penggunaan sound system, genset dan sejenisnya di lokasi wana wisata.

Pada dasarnya, keberadaan wana wisata sebagai gerbang awal mengenalkan persahabatan manusia dengan hutan adalah hal yang sangat bagus. Namun semestinya, persahabatan tersebut tidak dicederai dengan hal-hal yang mungkin sengaja atau tidak sengaja dilakukan manusia yang justru merusak habitat dan ekosistem hutan itu sendiri. Karena itu kebijakan pembatasan penggunaan benda-benda seperti sound system dan genset wajib dilakukan.

2. Membangun sarana transportasi yang mumpuni ke wilayah-wilayah wana wisata

Akses yang mumpuni ke wana wisata tersebut dapat mempermudah lebih banyak muda-mudi dan pelajar untuk berkunjung, berkenalan dan bersahabat dengan hutan beserta seluruh ekosistem di dalamnya. Sarana transportasi yang mumpuni juga membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan pribadi yang berkunjung ke wana wisata. Saat tragedi kacaunya acara kemah kami tersebut, lokasi parkiran wana wisata sudah serupa lokasi parkiran motor dan mobil di mall. Seluruh lapangan dan ratusan meter berderet motor dan mobil yang diparkir. Ini masih akses transportasi di wana wisata di pulau Jawa. Bisa dibayangkan susahnya akses wana wisata di luar pulau jawa?

3. Menjadikan acara berkemah di hutan sebagai sarana pengenalan manfaat dan fungsi hutan dalam menjaga bumi terhadap perubahan iklim sebagai salah satu agenda wajib tahunan pelajar sekolah di semua jenjang pendidikan

Menanamkan rasa cinta terhadap hutan tak cukup hanya sekadar dari nasehat semata. Butuh berkenalan langsung, butuh bertemu langsung dan “bercakap-cakap” langsung. Pun demikian antara manusia dengan hutan. Para pelajar mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas harus dikenalkan dan diajak “berbincang” dengan hutan dan seluruh penghuninya.

Tak sekedar berkemah tanpa tujuan, namun berkemah dengan berbagai agenda untuk mengenal dan berbincang dengan hutan. Biarkan mereka memiliki pengalaman mendengarkan suara alam di malam hari, mendengarkan suara bisingnya kumbang di tengah gemericiknya air dan sayup-sayup hembusan angin. Semua butuh berkenal langsung, karena itu menjadikan acara berkemah sebagai agenda wajib dalam kurikulum bisa menjadi sarananya. Tentu saja lokasi dan jenis kegiatan bisa disesuaikan dengan jenjang sekolah dan usia anak.

Menjaga bumi dari dampak buruk perubahan iklim tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Ini butuh kerjasama dan kolaborasi banyak pihak. Pun butuh dilakukan dimulai dari hal terkecil dengan menjaga keberlangsungan hutan dan seluruh ekosistem. Sementara itu penanaman rasa cinta kepada hutan tidak cukup diberikan hanya dari kampanye-kampanye lingkungan hidup dan perubahan iklim yang berlangsung hitungan hari atau bulan, tapi butuh penanaman terus menerus, penjagaan berkelanjutan. Karena itulah, sudah selayaknya pemerintah mengubah kurikulum cinta lingkungan tak sekedar bagian dari mata pelajaran di buku, namun juga diikuti aksi langsung, turun dan berkenalan dengan hutan.

Untuk kalian yang kini memakai mahkota bertatahkan tulisan #MudaMudiBumi di kepala, mari buka mata! Lihat sekitar kalian lebih dekat! Jika kalian beramai-ramai meninggalkan kesibukan mata kuliah dan pelajaran sekolah sejenak lalu lari ke hutan, ada baiknya kalian dengarkan baik-baik suara alam. Yuk jaga, jangan menyelimutinya dengan berbagai macam polusi. Amati! Mari mendengar dan melihat lebih dekat! It’s time to #TeamUpForImpact

Istana Sublim Ajak Gali Cuan Dari Custom Desain Baju Keluarga

Istana Sublim

Istana Sublim Ajak Gali Cuan Dari Custom Desain Baju Keluarga

Bocahku senang sekali menggambar. Satu bocah senang menggambar doodle, satu bocah senang menggambar menggunakan aplikasi-aplikasi digital kekinian. Gambar-gambar ini kami kumpulkan di satu folder. Ketika lihat gambar anak-anak ini, sempat kepikiran untuk ambil satu gambar yang paling memorable untuk dicetak di kain dan dibuat baju keluarga.

Tapi pertanyaan seputar di mana, gimana caranya, berapa harganya, belum juga nemu jawabannya. Lupa mau cari informasinya, sampai akhirnya ketemu sama Pak Rio, pemilik Istana Sublim. Ternyata gampang banget lho caranya, bahkan Pak Rio memberitahu tips biar gambar-gambar itu bisa jadi sumber cuan. Wuaah… Menarik nih!

Printing Kain Custom Design Ke Istana Sublim

Di Istana Sublim kita bisa order printing kain dengan custom desain. Pemilik Istana Sublim di Bandung sendiri sama dengan pemilik Apronesia, perusahaan yang menyediakan barang hospitality seperti apron, chef jacket, cookware dan home decor. Yang bisa dicetak oleh Istana Sublim tidak cuma kain, kalau mau yang sudah dalam bentuk jadi seperti kaos, hijab, baju, jersey, dan sejenisnya pun bisa. Pak Rio menuturkan jenis kain sublim yang paling bagus untuk dicetak menggunakan sistem sublim kain adalah jenis yang ada unsur Polyester nya.

Jasa Printing Sublim di Bandung
source: @istanasublim

Mengusung tagline Istana Sublim “Start Creating with Us”, Pak Rio berharap dapat membantu mewujudkan kreativitas banyak orang dan saling belajar dalam banyak hal. Seperti namanya, Istana sublim mencetak gambar ke kain menggunakan metode sublim kain. Untuk yang belum tahu, metode sublim adalah metode transfer file dari bentuk digital ke kain menggunakan kertas transfer. Setelah file dipindah ke kertas khusus, kain dan kertas akan diproses di mesin press dengan suhu tinggi agar tinta menempel pada kain.

Kelebihan cetak gambar menggunakan sistem print sublim kain adalah warna hasil cetakan tidak mudah pudar dan tidak mudah rusak. Karena dipanaskan pada suhu hingga lebih dari 200°C maka hasil akan jauh lebih awet. Karena menggunakan sistem transfer file, maka jumlah order pun tidak harus banyak, bahkan 1 meter kain pun bisa. Tentu ongkosnya jadi lebih terjangkau.

Kenapa Harus Pilih Jasa Printing Istana Sublim Bandung?

Sublim printing sekarang banyak dan menjamur di mana-mana. Kalian bisa temui di kota-kota besar, bukan hanya jasa sublim printing di Bandung. Namun begitu, kenapa harus memilih Istana Sublim di Bandung? Ini nih beberapa alasan yang bisa membantu:

  • Jasa printing Istana Sublim Bandung menerima order mulai dari order kecil (satu meter kain) hingga order dalam jumlah besar atau pabrikan.
  • Mesin yang dimiliki Istana Sublim mampu menghasilkan cetakan hingga seribu meter per hari.
  • Istana Sublim memberikan garansi kualitas pelayanan prima yang mengedepankan kepuasan pelanggan dan kelancaran kerjasama.
  • Istana Sublim memiliki mesin dengan kapasitas yang tinggi sehingga proses pengerjaan lebih cepat.
  • Istana Sublim menawarkan paket harga layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggannya.

Untuk kalian yang baru memulai bisnis, membuka pesanan dengan sistem purchase order (P.O) hingga yang sudah memiliki kapasitas order besar, semua bisa dilayani oleh Istana Sublim dengan kualitas pelayanan yang menjanjikan. SDM yang bekerja sudah mendapat pelatihan sehingga menguasai teknik printing kain Istana Sublim.

Jasa Printing Istana Sublim Bandung
source: @istanasublim

Untuk nego-nego harga dengan pesanan kualitas besar, boleh lho kontak langsung ke Pak Rio. Untuk yang mau memesan untuk kebutuhan personal, bikin seragam pengajian, bikin seragam keluarga, atau membutuhkan jasa sublim kain Polyester tetap dilayani dengan prima oleh customer service. Jadi gak perlu takut buat tanya-tanya yaaa…

Gimana Cara Order Di Istana Sublim?

Untuk kalian yang sudah punya ide menggali cuan dari printing kain, bisa mulai intip-intip instagram Istana Sublim di https://instagram.com/istanasublim untuk melihat siapa tahu sedang ada promo paket dengan harga diskon. Untuk ordernya gak terlalu rumit kok, kalian juga gak perlu install aplikasi apapun.

  • Hubungi customer service untuk brainstorming order, konsultasi dan diskusi layanan.
  • Kalau sudah punya file siap cetak, order bisa langsung diproses. File memiliki resolusi di atas 150 dpi baik dalam bentuk pdf atau jpeg/png
  • Kalau masih belum ada file yang siap cetak, kita bisa request desain dengan dikenakan biaya tambahan desain.
  • Biaya desain tersebut bisa gratis dengan syarat minimal order dalam jumlah tertentu.
  • Transfer uang muka 50% agar order bisa mulai diproses. Pelunasan dilakukan setelah barang selesai dicetak.

Untuk kalian yang ada di Bandung, bisa langsung datang di Jl. Cihampelas no. 64c Bandung.
Yang di luar kota bisa order dengan chat admin di nomor 0817-5777-898

Gimana, gak susah bukan? Mumpung ada promo minimal order 999.000 (all in) bisa free biaya desain. Lumayan buat modal usaha, gak sampai sejuta kan? Bisa banget buat mulai buka order baju, tas kain, hijab, kaos anak, atau hasil karya yang menarik untuk diabadikan dalam bentuk fashion.

Review Medical Acne Treatment Asley di Karawang

Review Medical Acne Treatment Asley di Karawang.

Akhir-akhir ini merasa gemes banget sama kondisi kulit wajah sendiri yang serba gak jelas. Kadang kering, blackhead banyak, kadang jerawatan bandel. Ketika raker di Bogor kemarin, obrolan receh dan curhatan berkisar antara kondisi kulit paska pandemi. Obrolan yang berujung pada rekomendasi sebuah klinik di Karawang. Akhirnya kami kompakan untuk menyempatkan reservasi treatment di sana. Ini nih, namanya Asley Clinic.

Nah sebelum bahas lebih panjang, nih aku kasih preview jerawat-jerawat yang sering kita alami nih. Kalau kalian sudah pernah atau sering timbul jerawat-jerawat di atas, baiknya jangan dipencet dan mending serahkan langsung ke expert/ahlinya yah. Yuk… Yuk simak baik-baik, yuk treatment yang aku lakukan!

Seperti apa program dan treatment Medical Acne Treatment yang aku lakukan di Asley Clinic Acne Expert? Dan bagaimana hasilnya sejauh ini? Sekalian nanti aku infokan juga cara booking di Asley Clinic.

Tanggal 30 September 2022 akhirnya dapet kebagian slot treatment karena di situ biasanya selalu penuh, jadi mesti reservasi dari jauh-jauh hari. Reservasinya gampang, kalian bisa telepon ke nomor 081293027007. Berhubung ini wajah udah gak keurus banget, jerawat dimana-mana, selesai gajian langsung deh cap cus ke Karawang.

Seperti biasa, setelah parkir mobil. Pintu langsung dibukain sama satpam di sana. Masuk-masuk langsung disambut ramah sama receptionistnya. Karena teman-temanku bukan customer baru jadi mereka gak perlu lagi isi data rekam medis dan lain sebagainya, sehingga gak harus berlama-lama di meja receptionist, langsung dijemput sama nurse/perawatnya untuk diantar ke ruang dokter.

Beda halnya dengan aku yang seorang pasien baru. Aku harus mengisi data pribadi, seperti Nama, Nomor telepon, Alamat dan mengetahui informasi Asley dari mananya. Selain itu mereka juga menanyakan history pemakaian skincare sebelumnya sama keluhan dan kondisi kulit wajahku saat ini.

Nah setelah dokter cek langsung kondisi jerawatku, kemudian aku direkomendasikan untuk treatment Medical Acne Rejuve karena ternyata jerawatku sudah tinggal bekas-bekasnya aja. Alhamdulillah yah perjuangan selama ini akhirnya ganti juga treatment dari awalnya Medical Acne Treatment sampai 2 kali treatment.

Setelah itu, langsung diantar sama nurse dan beauticiannya ke ruang Treatment yang sudah sangat kurindukan. Yesss senyaman itu ruangannya bernuansa Pink-Putih, harum dan diiringi alunan-alunan therapy jadi selama treatment rasanya cuma bisa merem nikmatin bahkan sempat terlelap sebentar.

Treatmentnya memakan waktu kurang lebih 2 jam dan pulangnya aku sempetin beli paket skincare yang lengkap. Mumpung lagi di Karawang jadi sekalian. Sebenarnya di sini gak diharuskan membeli skincarenya, jadi kalau mau treatment saja udah cukup. Tapi berhubung aku sudah cocok sama skincarenya dan gak mau gonta-ganti skincare alhasil beli aja sekalian. Kekurangannya satu sih, mereka belum punya packaging besar untuk produk facial wash yang mana sering habis duluan dibanding produk lainnya.

Oh iya dari treatment yang aku jalani tadi udah paket lengkap banget, mulai pembersihan wajah, suntik jerawat, laser, ekstraksi sampai masker dan PDT (Photodynamic Therapy) di akhir. Total semuanya merogoh kantong sebesar Rp 550,000 aja. Gak ada biaya tambahan untuk konsultasi dokter maupun biaya parkir mobil sekalipun.

Untuk kalian yang mau tahu lebih lengkap informasi tentang Asley Klinik coba kunjungi website : https://asley.co.id/ Kalian juga bisa melakukan pembelian produk paket skincare melalui website ini lho!

Instagram : https://www.instagram.com/asleyclinic/

Atau datang langsung ke Asley Clinic di alamat berikut:

Ruko Bharata, Blok U No.26, Jl. Bharata Raya, Sukaluyu, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361 Kec. Teluk jambe timur, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia – 41361

Perawatan yang gampang dan hemat seperti ini, salah satu favorit kantongku. Bagaimana dengan kalian? Ada yang punya cerita dan pengalaman menarik treatment di Asley Clinic juga kah? Share yuk! Karena rasanya aku pengen balik lagi.

Kusta Penyakit Orang Miskin, Benarkah?

Kusta Penyakit Orang Miskin, Benarkah?

Kusta dengan kemiskinan dan daerah tertinggal biasanya sangat identik. Apakah benar kusta identik dengan kemiskinan dan daerah tertinggal? Mengapa demikian?

Kalau kalian mau tahu yang sebenarnya, cobain nonton youtube channelnya Ruang Publik KBR yang bekerjasama dengan NLR Indonesia yang membahas kaitan kusta dengan kemiskinan. Dalam bahasannya KBR dan NLR Indonesia mengundang dua narasumber, yaitu:

  • Sunarman Sukamto, Amd – Tenaga Ahli Kedeputian V, Kantor Staf Presiden (KSP)
  • Dwi Rahayuningsih – Perencana Ahli Muda, Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas

Ruang Publik kali ini dipandu host cantik Debora Tanya. Dari talkshow di Ruang Publik inilah aku baru tahu kalau Kusta dan kemiskinan seperti lingkaran setan. Kalau kalian sekedar tahu bahwa kusta biasanya penyakit untuk orang miskin, justru sebenarnya Kusta bisa menjadi salah satu penyebab kemiskinan. Kenapa?

Karena penderita kusta atau akrab dikenal dengan nama OYPMK susah mendapat kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ketakutan masyarakat pada umumnya akan penularan Kusta membuat mereka menjauhi para OYPMK. Akibatnya OYPMK seringkali mendapatkan diskriminasi yang tidak semestinya hingga kehilangan kesempatan kerja yang mumpuni.

Dari talkshow ini pula aku tahu kalau, pemerintah mengambil banyak langkah dan tindakan dalam mengentaskan kemiskinan bagi para OYPMK. Bagaimanapun juga OYPMK berhak untuk mendapatkan hidup yang layak, berhak mendapatkan kesempatan bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. OYPMK sama seperti orang pada umumnya. Mereka sudah sembuh, sudah aman bekerja di tengah masyarakat, dan sudah tidak menularkan penyakit.

Pemerintah memberikan pengobatan yang mumpuni dan gratis bagi para penderita kusta. Penderita kusta bisa berobat di manapun di puskesmas yang disediakan oleh pemerintah. Gratis tanpa dikenakan biaya sepeserpun. Dengan pengobatan yang disiplin dan rutin penderita kusta pun bisa sembuh dan tidak menularkan penyakitnya. Sehingga mereka bisa kembali ke tengah masyarakat, beraktivitas dan bekerja seperti biasa.

Langkah Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan Bagi OYMPK

Per Januari 2022 di Indonesia tercatat kasus kusta sebanyak 13.487 dan 7.146 diantaranya adalah kasus baru yang tersebar di 6 provinsi yang terdiri dari 101 kabupaten/kota. Tahukah kalian, kasus sebanyak ini menjadikan Indonesia menempati posisi ketiga terbesar negara dengan penyakit kusta? Bangga? Enggak doong… Semua pihak harus bekerjasama untuk membantu mewujudkan program Indonesia bebas Kusta. Yuk dimulai dengan mengubah stigma yang tersebar di masyarakat, menerima para OYPMK, merangkul mereka untuk beraktivitas di tengah kita dan memberikan hak dan kesempatan yang sama.

Bapak Sunarman Sukamto, Amd mengakui bahwa hingga saat ini upaya perwujudan Indonesia bebas kusta masih menjadi upaya dominan bidang kesehatan, belum ada upaya sinergis lintas departemen. Padahal untuk membawa program ini dibutuhkan peran dan kerjasama banyak pihak, baik dari sektor sosial, ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, maupun sektor bidang lainnya. Hal ini disebabkan permasalahan kusta sudah menjadi permasalahan multidimensi.

Saat ini kementerian kesehatan mulai meningkatkan usaha pemberantasan kusta, bukan hanya melalui sisi kesehatan berupa pengobatan namun juga mulai merambah di bidang sosial, kesejahteraan ekonomi, pemberdayaan dan sisi lingkungan. Dalam proses pembangunan ke depan, pemerintah mulai memberdayakan para penyandang disabilatas dan OYPMK untuk menjadi stakeholder, terlibat langsung dalam program-program tertentu pemerintah.

Ibu Dwi Rahayuningsih melalui Bappenas rutin mengadakan pendataan untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan para penyandang disabilitas dan OYPMK. Ibu Dwi menambahkan pemerintah sudah menyelenggarakan beberapa program untuk mengentaskan kemiskinan bagi OYPMK, di antaranya.

  • Bantuan sembako untuk OYPMK dari golongan tidak mampu berdasarkan database kemensos
  • Bantuan asistensi rehabilitasi sosial dan alat bantu
  • Program kemandirian usaha, terutama bagi mereka yang masih mendapatkan diskriminasi dari lingkungan
  • Penyediaan tempat bagi OYPMK untuk pemberdayaan dan pelatihan, diantaranya ada di Dusun Sumber Glagah, Tanjung Kenongo, Jawa Timur dan ada di Banyumanis – Jawa Tengah, Jongaya – Makassar.

Semua program tersebut bisa diakses dan dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas dan OYPMK yang masih berada di garis kemiskinan. Program-program lainnya masih dalam tahap pengembangan dan belum sempurna dalam penyelenggaraannya. Namun begitu diharapkan ke depannya banyak program yang akan dapat diselenggarakan dan dimanfaatkan dengan maksimal.

Lantas, sebagai masyarakat, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu kawan-kawan OYPMK? Yuk dimulai dari mengubah stigma dan pola pikir kita akan penyakit kusta dan merangkul OYPMK untuk kembali bermasyarakat dan memasuki dunia sosial beraktivitas seperti yang lainnya.

Dimulai dari sekarang, untuk kehidupan yang lebih nyaman!

Generasi Muda Wajib Paham Masalah Gizi, Untuk Apa?

Generasi Muda Wajib Paham Masalah Gizi, Untuk Apa?

“Walah, ngapain sih ikut seminar masalah gizi? Gak bermanfaat buat pergaulan, Coy…”

Ngapain sih anak muda harus ikut seminar masalah gizi? Bukan anak kuliah jurusan gizi dan kesehatan juga. Gak penting banget. Gitu gak sih kira-kira pikiran sebagian besar dari kita?

Gizi sebenarnya bukan hal yang tabu untuk dibicarakan sehari-hari. Namun kenapa dalam pembicaraan anak muda sehari-hari sangat jarang membicarakan masalah gizi? Kira-kira dari 100% isi pembicaraan kalian dengan teman dan saudara, ada berapa persen isi pembicaraan yang ngobrolin serius maupun bercanda masalah gizi?

Kira-kira masalah buruk kesehatan apa yang kalian takuti saat mengabaikan masalah gizi? Atau sebenarnya selama ini belum pernah memikirkan itu sama sekali? Seolah umur 60an sakit stroke, hipertensi, diabetes itu sudah menjadi hal yang lumrah?

Anak Muda Perlu Perbaiki Pola Hidup

Namun tahukah kalian bahwa angka-angka usia itu mulai bergerak? Saat ini usia manusia kena penyakit semacam stroke, diabetes, dan sejenisnya ini bukan lagi dialami oleh para lansia, tetapi justru orang-orang yang masih ada di usia produktif? Coba sesekali kalian ikut antar orang tua kalian untuk kontrol ke rumah sakit, dan perhatikan siapa saja yang datang berobat? Banyak di antara mereka yang masih ada di usia produktif sudah mulai rutin mengkonsumsi obat diabetes dan obat hipertensi.

Tahukah kalian bahwa obat-obat semacam obat diabetes dan obat hipertensi ini harus dikonsumsi seumur hidup? Tahu kah kalian? Kalau belum tahu, mulailah cari tahu dari sekarang. Jangan sampai 10 tahun lagi kalian yang akan mengkonsumsi obat-obat itu.

Beruntunglah jika kalian ikut seminar YAICI di UNAIR beberapa waktu lalu. YAICI bersama UNAIR mengambil tema “Inilah Saatnya! Aku, Kamu, Kita Generasi Muda Sadar Gizi” untuk membangunkan generasi muda agar mulai peduli dengan gizi. Setidaknya di antara ribuan kata obrolan receh kalian, ada nyelip sedikit masalah gizi, ya gaes ya…

Seminar kemarin ada banyak narasumber menarik yang bikin diskusi seminar berjalan seru dan tidak membosankan. Di antaranya ada :

  • Ibu Arumi Bachsin – istri wakil Gubernur, Ketua TP PKK Jawa Timur
  • Arif Hidayat – Ketua Harian YAICI
  • Dr. Pungky Mulawardhana SpOG(K) – Dokter spesialis Obgyn
  • Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, MS, MCN, PhD, SpGK (K) – Dokter spesialis Gizi
  • Awam Prakoso – Founder komunitas kampung dongeng
  • Maman Suherman – Penulis buku dan Pegiat Literasi

Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Jawa Timur pada tahun 2018, yang disampaikan oleh Ibu Arumi Bachsin, Istri Wakil Gubernur Jawa Timur ada 44,18% remaja usia 15 tahun ke atas memiliki bentuk tubuh sangat gemuk, dan usia 18 tahun ke atas sebanyak 22,37% sangat gemuk. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pola hidup yang buruk di kalangan remaja.

Fenomena mager atau malas gerak dan maraknya jajanan-jajanan cepat saji yang memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan rendah protein menjadi salah sedikit penyebabnya. Prof. Bambang Wirjatmadi menyampaikan bahwa kandungan jajanan atau makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat namun rendah protein ini menjadi pemicu banyak penyakit seperti Jantung, kolesterol tinggi hingga berbagai masalah komplikasi lainnya.

Arumi Bachsin menambahkan kalau seiring meningkatnya kasus kegemukan pada remaja, angka infertilitas pun juga melonjak. Fenomena infertilitas ini ditengarai salah satu akibat dari buruknya pola hidup remaja.

Dampak Buruk Rendahnya Literasi Gizi Remaja

Rendahnya literasi tentang gizi pada kaum remaja ini membawa dampak buruk yang panjang dan berkelanjutan. Pemerintah harus mengambil sikap. Tahu gak kalau dampak buruknya bisa berlangsung berkelanjutan hingga beberapa generasi. Kenapa? Karena generasi remaja sekarang akan menjadi orang tua yang melahirkan bayi-bayi generasi penerus.

Gimana bisa merawat bayi dengan tumbuh kembang yang maksimal jika orang tuanya memiliki pola hidup dan selera makan yang kacau? Bisa dibayangkan gimana angka stunting gak makin ambyar?

Remaja harus tahu kalau kental manis bukan susu. Remaja harus tahu kalau kental manis bukan pengganti ASI. Remaja sekarang harus tahu kalau empat sehat lima sempurna bukan lagi standard gizi yang dipakai. Sekarang menu harus mengandung B2SAH (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman, Halal).

Memutus rantai stunting ini penting, harus segera dimulai sesegera mungkin. Demi mewujudkan Indonesia bebas stunting. Agar permasalahan penyakit degeneratif tidak semakin menggila. Sempat kaget ketika teman memberi tahu kalau kenalannya anak usia 15 tahun sakit diabetes. Sedih kan…

Menurut Prof. Bambang, sebenarnya untuk mengentaskan Indonesia dari stunting bisa dengan meningkatkan konsumsi protein. Perbanyak konsumsi protein. Masalahnya jajanan dan makanan cepat saji sekarang justru memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan miskin protein. Remaja harus paham jenis-jenis bahan makanan yang mengandung bahan kimia non alami yang menjadi racun bagi tubuh.

Ini Yang Harus Dilakukan Agar Generasi Muda Sadar Gizi

Menurut Kang Maman, salah satu narasumber yang hadir dalam seminar, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia menempati salah satu terbesar pengguna internet di dunia, yakni sebesar 73,7%. Sebagai pengguna internet terbesar, sayangnya tidak dibarengi dengan tingkat literasi yang mumpuni. Tingkat literasi Indoenesia termasuk salah satu yang terendah di dunia. Miris?

Apa akibatnya? Tentu saja hoax beredar di mana-mana. Padahal dalam memanfaatkan internet dalam kehidupan sehari-hari yang dibutuhkan bukan hanya sekedar kecakapan literasi dasar, namun juga butuh critical thinking.

Kak Awan Prakoso mengamini bahwa Indonesia memang memiliki tingkat literasi yang rendah. Padahal untuk mengajarkan anak-anak dan remaja sadar gizi ini memiliki banyak cara. Biasanya yang paling efektif dan lebih cepat adalah melalui cerita dan dongeng. Sisipan pesan-pesan itu bisa dimasukkan di dalam alur dan ide cerita.

Langkah apapun yang diambil untuk meningkatkan literasi gizi tersebut dibutuhkan kolaborasi semua pihak. YAICI sekarang sudah memulai dengan merangkul remaja dari berbagai universitas, termasuk UNAIR. Namun, tidak berhenti sampai di sini. Semua pihak harus bergerak. Seperti BEM UNAIR mulai mengajak ibu-ibu posyandu untuk cek gizi balita dan menularkan ilmu sadar gizi nya yang didapat dalam seminar dan perkuliahan.

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian masih termasuk warga penghamba vetsin? Yuk segera insaf. Kita imbangi dengan makanan yang mengandung protein tinggi mulai dari sekarang! Yuk peduli! Saatnya aku, kamu, kita generasi muda sadar gizi.