Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

“Bund, ini apa yang di meja makan?” Itu reaksi anakku ketika saat buka puasa, tersaji menu yang tidak biasa. Kraft Crolette.

“Itu omelet yang dikasih mahkota, Nduk. Namanya Crolette.” Jawabku.

“Wuah, ada kremesnya. Seru nih…” dicomotnya crown yang ada di atas Crolette buatanku. Tak menunggu lama, menu itu ludes. Mereka tidak menyadari bahwa crown itu terbuat dari keju.

Anakku tidak suka keju. Suamiku tidak doyan keju. Menu-menu yang mengandung keju sudah pasti menyingkir dari meja makan kami. Melihat tampilannya saja, seolah sudah ada alarm tolakan menyala-nyala. Jangankan dicicip, disentuh pun tidak.

Ibu-ibu sudah pasti paham kalau keju itu sebenarnya memiliki manfaat yang banyak sekali. Melihat seisi rumah anti keju semua memang bikin games-gemes sebel. Buat yang belum tahu, nih beberapa manfaat keju yang aku ketahui. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang lain.

Sependek pengetahuanku, Keju membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kalsium dalam keju merupakan asupan yang baik untuk tulang dan gigi. Keju juga memiliki zat “makanan tulang” berupa protein, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K

Keju membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Hal ini karena keju merupakan makanan yang diolah dengan cara fermentasi, sehingga kaya akan bakteri probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Keju juga membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencukupi konsumsi produk olahan susu, seperti keju, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

Keju dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kandungan yang dimiliki keju berupa linoleic acid, sejenis asam lemak, diketahui mampu meredakan peradangan. Bahkan, asam lemak ini juga dipercaya dapat menurunkan berat badan.

Manfaat yang bejibun inilah yang sebenarnya bikin aku sedih kenapa kok anak-anakku dan suamiku tidak suka keju. Sayang banget.

Sepertinya gayung bersambut. Tuhan menjawab doaku. Ketika aku melihat olahan Crolette hatiku tergelitik. Duo kunyil suka sekali makan kremesan. Kenapa gak bikin kremesannya dari keju aja? Apalagi kalau bentuknya lucu seperti mahkota. Pasti bikin penasaran.

Akhirnya misi recook Crolette pun dijalankan. Seperti ini hasilnya. Cakep kaaan?

Kalau penasaran, berikut resep anti gagal membuat Crolette.

Bahan:

  • Dua butir telur
  • Keju Kraft Cheddar Mini 30 gr
  • Garam sejumput

Cara Memasak:

  1. Kocok telur hingga rata
  2. Panaskan pan dan masukkan telur hingga merata
  3. Gulung dan bentuk menjadi omelet, lalu sisihkan
  4. Matikan kompor dan parut keju Kraft Cheddar Mini di atas pan
  5. Letakkan omelet di atas keju yang mulai mengering
  6. Angkat dan sajikan di atas piring saji
  7. Bentuk crown hingga keju benar-benar kaku
  8. Crolette siap disantap!

Aku sudah membuat videonya di reels instagramku. Silahkan tengok di sini ya…

https://www.instagram.com/p/CcKETrRJboM/

 

Kenapa membuat Crolette yang ini anti gagal? Itu karena kejunya pakai Kraft Cheddar. Pakai Kraft Cheddar membuat keju kremesnya ini jadi lebih mudah kaku, tapi masih bisa dibentuk dan diberdirikan. Setelah kaku pun rasanya tetep kremes. Masih terasa kriuknya pas dimakan anak-anak waktu bersantap buka puasa.

Kenapa bisa begitu? Karena kandungan Kraft Cheddar adalah Keju Cheddar aslik, gak kaleng-kaleng. #KejuAsliCheck. Cek aja di kemasannya. Di urutan bahan pertamanya adalah Keju Cheddar. Itu berarti Kraft Cheddar memang memiliki kandungan utama berupa Keju Cheddar. Selain itu, Kraft Cheddar juga memiliki kandungan calci-milk. Calci-milk adalah kandungan berupa protein dan kalsium yang tinggi dan vitamin D. Biar crown alias mahkotanya tegak berdiri kaku tanpa ambyar, dibutuhkan keju yang mengandung protein lebih tinggi dari keju lainnya.

Lalu kenapa harus bikin Crolette? Gak harus sih. Tapi kalau mau menu yang simple, anti ribet, tapi dijamin langsung ludes ya menu ini cocok banget. Simple karena bikinnya cepet, bahannya gak banyak. Anti ribet karena bikinnya cepat. Dijamin ludes karena memang rasanya enak dan gurih. Apalagi kremes kejunya, bikin nagih. Bahkan bocah-bocahku yang biasanya gak doyan keju pun, sukses menghabiskan makanannya tanpa sadar kalau kremesnya dari keju.

Kraft Cheddar tersedia dalam beberapa kemasan. Ada kemasan mini 30 gram, ada 70 gram dan kemasan 165 gram. Untuk bikin Crolette ini aku pakai kemasan mini 30 gram yang pas untuk resep 1 menu Crolette. Beli di Indomaret harganya murah, hanya Rp5.200,- Meskipun harganya murah, tapi kandungannya komplit kaaan…

“Bund, kapan sekolah boleh bawa bekal lagi?” Tanya anakku setelah menyelesaikan makan buka puasa. Sekolahnya memang belum memperkenankan membawa makanan dan bekal apapun selama pandemi untuk menghindari potensi penularan Covid-19 di sekolah.

“Kalau nanti sudah boleh bawa bekal, bikinkan aku bekal crolette yang kayak gini ya bund?” Ujar anakku. Wokeeey, kalau makanannya gampil kayak gini, mah bunda siap!

“Eh, tapi mahkotanya masih enak gak bund kalau dijadiin bekal?”
“Lho ya jelas masih enak… Lha wong bikinnya pakai keju Kraft Cheddar.” Aku membanggakan diri.
“Hah? Jadi ini tadi keju?? Ternyata enak ya kalau digoreng…” mereka pun terkejut.

Ya iyalaaaahh… Dari dulu keju Kraft mah pasti enak. Gurihnya pas! Karena gak pakai penguat rasa. Aku bisa tersenyum lega melihat bocahku sudah terbuka menerima keju.

Bon Appetit!

Mudahnya Belajar Menjadi Kreatif Dengan Paket Creative Art Series Faber-Castell

Mudahnya Belajar Menjadi Kreatif Dengan Paket Creative Art Series Faber-Castell

Mbak aku tuh bukan tipe orang yang kreatif. Aku gak bisa ngajarin anak-anak bikin-bikin sesuatu. Enak ya mbak kayak kamu yang memang dasarnya udah kreatif. Jadi gampang aja ngajarin anak buat kreatif”

Aku beberapa kali menerima komentar seperti ini saat posting foto-foto bocah ketika sedang melakukan kegiatan bikin-bikin. Gimana menurut kalian? Ada gak sih tipe orang yang tidak kreatif?

Nah, menurut yang pernah aku baca kreativitas itu kemampuan yang bisa diasah, bukan sifat bawaan manusia. Jadi kalau skill atau kemampuan, semua pasti bisa asal terus dilatih. Kalau tidak pernah belajar ya bisa tumpul. Jadi kalau kalian ingin jadi ibu yang kreatif atau setidaknya terlihat kreatif, yuk mulai diasah dari diri sendiri. Kita belajar sama anak-anak, karena sejatinya menjadi kreatif itu penting lho!

Kenapa Menjadi Kreatif Itu Penting?

Di zaman digital, kita sudah mengenal banyak kegiatan yang berubah menjadi serba mudah. Belanja, membaca buku, baca berita, ikut kursus-kursus, pesan kendaraan, makanan semua bisa dilakukan hanya dengan menekan tombol-tombol di ponsel pintar. Dulu kita harus naik kendaraan umum dulu, wara-wiri di jalan. Namun sekarang semua serba cepat, mudah dan tentu saja jauh lebih murah.

Coba bayangkan, dengan melakukan belanja online kita sudah menghemat banyak, mulai dari belanja impulsif akibat lapar mata sewaktu kita ngemall, uang transport, hingga uang jajan atau makan yang biasanya harus disisihkan kalau belanja di mall. Dengan belanja online kita bisa membeli barang sesuai kebutuhan tanpa takut lapar mata. Ditambah lagi program-program gratis ongkir, diskon-diskon menarik makin bertebaran.

Dari satu kegiatan digital ini saja, bisa dibayangkan berapa banyak pekerjaan manusia yang jadi tereliminasi? Para sopir angkot jadi berkurang penumpangnya. Orang makin malas keluar rumah. Banyak supermarket yang sekarang makin sepi dan akhirnya memilih tutup. Bagaimana nasib para pekerja supermarket tersebut? Pada akhirnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena digitalisasi zaman.

Coba kalian bayangkan bagaimana nasib jenis-jenis pekerjaan lain yang mengandalkan tenaga manusia? Konon diramalkan banyak jenis pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh mesin-mesin di masa depan, robot dan sejenisnya. Era semakin berkembang, pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh robot dan mesin-mesin tentu akan terasa lebih memudahkan, biaya perawatan lebih murah, dan meminimalisir faktor human error.

Namun begitu, ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak bisa digantikan oleh robot atau mesin-mesin. Jenis-jenis pekerjaan tersebut umumnya berkaitan dengan kreativitas. Kreativitas adalah salah satu keistimewaan yang dimiliki otak manusia yang susah digantikan oleh mesin meskipun era artificial intelligent (AI) sudah berkembang. Contoh-contoh pekerjaan yang membutuhkan kreativitas di antaranya adalah penulis, pelukis, desainer grafis, perancang busana, desainer interior, dan sejenisnya. Orang-orang yang bekerja di dunia wirausaha juga akan lebih bertahan lama di segala situasi dan kondisi jika memiliki kreativitas. Dengan kreativitas juga seseorang bisa menaikkan nilai jual suatu produk atau usahanya.

Tidak ada ruginya bukan belajar menjadi kreatif itu? Zaman yang serba mudah seperti ini, belajar kreatif juga mudah. Semua bisa dilakukan hanya dari ponsel pintar saja. Percaya atau tidak, mari sini aku tunjukkan caranya!

Cara Mudah Menjadi Kreatif

Kreativitas itu bisa dilatih, kreativitas itu sebuah kemampuan, bukan bakat atau sifat bawaan yang diberikan sejak lahir. Setiap orang bisa menjadi kreatif. Kuncinya ada pada latihan, belajar terus dan diasah tanpa lelah. Seperti layaknya pisau, semakin sering diasah tentu semakin tajam.

Berikut beberapa manfaat membuat anak menjadi kreatif, yang disampaikan oleh Yohana Theresia, M.Psi. Psikolog, seorang Psikolog Anak & Keluarga dari Yayasan Heart of People.id dalam acara media gathering yang diadakan oleh Faber-Castell :

  • Dengan menjadi kreatif, anak dapat memaknai masalah dengan cara yang unik
  • Anak yang kreatif juga akan berani ambil resiko, karena tahu apa yang harus dilakukan
  • Anak yang kreatif akan menyajikan ide yang berbeda, dengan cara yang unik sesuai kreatifitas yang dimilikinya
  • Biasanya anak yang kreatif cenderung lebih tahan banting dalam menghadapi berbagai masalah

Bagaimana bisa mendidik anak menjadi kreatif kalau ibunya merasa tidak kreatif? Tenang saja buibu dan pakbapak, di zaman serba mudah begini, belajar menjadi kreatif juga bukan hal yang sulit kok. Berikut beberapa hal yang bisa kalian lakukan untuk mendidik anak menjadi kreatif:

  • Berikan batasan dan jam khusus anak-anak bermain gadget. Selebihnya ajak anak bermain yang merangsang motorik halus dan kasarnya.
  • Ajak anak bermain opend ended play, yang bisa terus merangsang kretivitas anak.
  • Cari ide bermain di aplikasi-aplikasi seperti pinterest maupun youtube
  • Ajak anak-anak bermain yang berkaitan dengan kreativitas, seperti membuat mainan sendiri. Tenang saja, tutorial bertebaran di pinterest dan youtube.
  • Kalau males ribet, cari saja paket-paket DIY, art atau craft series yang sekarang banyak dijual di toko online, seperti Creative Art Series milik Faber-Castell.

Creative Art Series dari Faber-Castell

Paket Creative Art Series dari Faber-Castell ini menjadi salah satu paket mainan berbasis seni yang bisa dibeli dan mudah digunakan oleh para orang tua. Manfaat bermain dengan Creative Art Series ini banyak bangeeeet, berikut beberapa di antaranya:

  • Anti ribet. Orang tua dapat mengajak anak-anak membuat mainannya sendiri dan berkreasi suka-suka tanpa perlu ribet menyediakan printilan alat dan bahannya, karena semua sudah tersedia dalam tiap paketnya
  • Mengasah kreatifitas anak. Dengan membuat mainan atau craft sendiri, kreativitas anak-anak akan terasah. Mereka bebas berkreasi menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan.
  • Melatih kemampuan motorik halus. Dalam tiap paketnya ada banyak bahan yang tersedia yang harus digunting, dicat, ditempel. Kegiatan tersebutlah yang akan merangsang kemampuan motorik anak untuk berkembang.
  • Dengan menemani anak bermain dan membuat karya seninya sendiri, maka ikatan antara orang tua dan anak tentu akan semakin erat.
  • Creative Art series ini juga dapat membantu meningkatkan self-esteem anak. Dengan memakai karya seninya sendiri anak-anak tentu akan merasa dihargai dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

Dalam media gathering peluncuran produk Creative Art Series kedua ini, Harsyal Rosidi, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, mengatakan bahwa Creative Art Series II ini merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama, yang diluncurkan tahun lalu. Produk ini dikembangkan karena melihat kondisi pandemik menyebabkan anak mengalami kebosanan dan orang tua mengeluhkan anak-anaknya yang lebih sering bermain gawai.

Creative Art Series II ini terdiri atas 4 (empat) produk, yakni:

  • Basketball Arcade
  • Glow in the Dark Clock
  • Colour Your Own Drawstring Bag
  • Finger Printing Art Set

Pada edisi pertama yang diluncurkan tahun lalu, Creative Art Series terdiri dari 6 produk, yaitu:

  • Stone Deco Art
  • Origami Fashion Design
  • Colour Your Own Tote Bag
  • Air Jet Sport Car
  • Make Your Own Kite
  • 3D Frame Art

Semua produk-produk tersebut masih bisa kalian beli di toko-toko online merchant resmi milik Faber-Castell berikut:

Tokopedia : Faber-Castell
Shopee : Faber-Castell Official Shop

Harganya pun cukup terjangkau untuk paket lengkap yang kalian gak perlu ribet menyediakan alat dan bahan. Paket Creative Art Series ini bisa menjadi sahabat anak-anak menghabiskan waktu luang di masa pandemi tanpa perlu keluar rumah. Seperti yang dilakukan dua bocah kunyilku yang seneng banget ketika aku belikan paket-paket Creative Art Series ini.

Jadi gimana? Tidak susah kan mengajarkan anak-anak menjadi kreatif. Aku sudah membocorkan sebagian rahasiaku yang tampak kreatif di sosial media. Ternyata memang semudah itu. Tidak ada alasan lagi yang mengatakan “Aku gak kreatif”. Dengan Creative Art Series dari Faber-Castell semua orang bisa menjadi kreatif.

Lima Kreasi Masakan Lezat Yang Terbuat Dari Sisa Sambal Tomat

Lima Kreasi Masakan Lezat Yang Terbuat Dari Sisa Sambal Tomat

Memasak sambal tomat sudah menjadi stok harian di rumah kami. Makanan utama Pak Suami adalah tempe goreng dan sambal tomat. Otomatis, persediaan sambal tomat yang masih segar harus terus ada di meja makan. Karena hampir setiap hari selalu ada sambal tomat, maka tak jarang masih ada saja yang tersisa di cobek.

Mau dibuang sayang. Apalagi kalau pas harga cabe sedang mahal-mahalnya. Kalau harga cabe sedang meroket, beli cabe di pasar 5.000 sama penjualnya dihitung biji demi biji dooong! Sebagai ibu-ibu tahukan rasanya kayak gimana?

Atas nama ibu yang pandai berhemat, dan setelah diutak-atik, ternyata sisa sambal tomat tersebut bisa dikreasikan lagi menjadi masakan baru yang tak kalah lezatnya lhooo… Dengan membuat kreasi baru dari sisa hidangan, kita bisa menikmati makanan berbeda tanpa rasa bosan dan tidak jadi mubazir.

Berikut beberapa masakan yang bisa dibuat dari sisa sambal tomat:

Telur atau Ayam Balado

Telur atau ayam balado yang menggunakan bumbu utama tomat, bisa diolah dari bumbu yang berasal dari sisa sambal tomat. Sesuaikan jumlah bumbu dengan telur yang akan diolah. Apabila telur yang akan diolah banyak, sedangkan sisa sambal tomat tak mencukupi, maka bisa tambahkan tomat lagi beserta bumbu-bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, daun jeruk, dan lain sebagainya.

Dengan tambahan sambal tomat akan membuat masakan balado makin kaya rasa. Sisa hidangan kita pun jadi tidak mubazir.

Tongkol bumbu Sarden

Membuat tongkol bumbu sarden ala rumahan bisa banget lho dengan memanfaatkan sisa sambal tomat. Seperti halnya ketika memasak balado, jangan lupa tambahkan bahan bumbu lainnya untuk menambah aroma masakan, seperti daun jeruk dan sedikit jahe. Apabila ingin masakan lebih terasa gurih, kita juga bisa menambahkan bawang bombay.

Nasi goreng

Mau buat nasi goreng pagi hari, untuk menghemat stok bumbu, kita bisa memanfaatkan sisa sambal tomat. Tinggal tambahkan bawang merah, bawang putih yang digeprek kasar, siap deh jadi bumbu nasi goreng. Kalau kalian terbiasa membuat sambal tomat menggunakan tambahan terasi, maka aroma terasi akan menambah nasi goreng makin sedap. Nasi goreng terasi di restoran gede harganya mahal, guys. Kalau kita bisa berkreasi memanfaatkan sisa makanan untuk diubah jadi makanan lezat ala resto bintang lima, kenapa tidak?

Cobain deh!

Saus Bolognese

Untuk kreasi masakan ini, saya sendiri belum pernah mencoba. Hanya berdasarkan rekomendasi teman bahwa sisa sambal tomat bisa banget buat dijadikan saus bolognese untuk spaghetti. Dengan tambahan bawang bombay, potongan daging, dan tepung maizena, saus bolognese siap disajikan untuk topping spaghetti yang lezat.

Sambal Terong Balado

Kalau bosan dengan sambal tomat yang begitu-begitu saja, tapi tak bisa mengabaikan sisa sambal yang masih terpampang manis di meja makan, kenapa tidak mengolahnya menjadi terong balado saja? Tinggal tambahkan terong yang sudah digoreng dan dicampurkan ke dalam sambal tomat yang sudah menanti, maka hidangan lezat dengan nuansa berbeda sudah bisa dinikmati dalam waktu beberapa menit saja. Mudah dan cepat bukan?

Gimana, membuat masakan lezat tidak harus menunggu semua bumbunya serba segar bukan? Memanfaatkan masakan sisa pun bisa diolah kembali menjadi kreasi masakan yang berbeda, biar tidak bosan. Dengan menguasai keahlian memanfaatkan sisa makanan, kita juga bisa menyelamatkan dompet keluarga. Setuju?

Kalau kalian punya kreasi masakan apalagi dari sisa hidangan di rumah? Cerita yuk di kolom komentar!

Dengan Soft Pastel Art Starter Kit Faber Castell, Menggambar Bersama Anak Menjadi Lebih Mudah

 

 

Dengan Soft Pastel Art Starter Kit Faber Castell, Menggambar Bersama Anak Menjadi Lebih Mudah

Duo kunyil saya sering meminta untuk ditemani menggambar. Mereka senang sekali bermain warna. Kalau sudah pegang crayon, rasanya betah sekali. Bahkan ketika saya harus meeting membawa duo kunyil, saya cukup membawa bekal kertas yang banyak dan crayon, maka mereka berdua bisa anteng berjam-jam.

Namun sialnya, kemampuan menggambar saya sangat memprihatinkan. Maka ketika kunyil minta ditemani, rasanya mati kutu. Pernah suatu hari mereka berkomentar kalau gambar kucing yang saya buat, pernah dibilang seperti gambar sapi. Duh! Rasanya pengen nyungsep di bantal aja.

Seperti yang sudah sering digembor-gemborkan oleh pakar parenting, bahwa mendampingi anak menggambar itu banyak sekali manfaatnya. Mendampingi di sini bukan berarti anaknya main crayon, mamanya mainan HP ya… Mendampingi itu berarti terlibat dalam kegiatan mereka. Hadir seluruh jiwa dan raga.

MANFAAT MENGGAMBAR UNTUK ANAK

Berikut beberapa manfaat menggambar untuk anak yang pernah saya dapat ketika seminar parenting.

Melatih Motorik Anak

Menggambar membutuhkan koordinasi antara tangan dan mata. Untuk mendapatkan hasil maksimal, anak dilatih untuk mengontrol kekuatan tangannya dengan tepat.

Meningkatkan Memori Anak

Dengan menggambar anak akan berusaha mengingat imajinasi dan obyek yang akan diwarnain.

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak

Menggambar dapat membantu anak menyalurkan emosinya. Aktivitas ini mampu menjadi jembatan bagi anak yang kesulitan menyampaikan pesan atau perasaan. Seperti halnya menulis, menggambar dapat membantu dalam berkomunikasi bagi anak yang pemalu atau kurang percaya diri, bahkan yang sedang mengalami trauma

Melatih Kesabaran dan Meningkatkan Fokus

Menggambar dapat menjadi sarana dalam melatih kesabaran anak.Untuk mendapatkan hasil maksimal, anak dituntut untuk telaten dan sabar dalam memulas warna di kertas gambarnya. Agar tidak keluar garis dan sesuai dengan yang diinginkan, anak akan belajar fokus dan konsentrasi penuh.

Meningkatkan Kreativitas

Memadu-padankan warna bukan perkara mudah. Dituntut kreativitas dan imajinasi tinggi. Untuk itu, dengan menggambar dan mewarnai, anak dapat sekaligus berlatih kreatif dalam memilih warna yang sesuai untuk obyek gambarnya.

Ternyata banyak banget ya manfaat menggambar dan mewarnai bagi anak ini. Maka tak heran kalau duo kunyil betah banget bermain warna. Ternyata mencari pasangan warna yang cocok untuk obyek gambar kita itu menyenangkan dan seru. Namun, apa jadinya jika skill gambar kita pas-pasan, atau bahkan memprihatinkan?

Menggambar Profesional ala Faber Castell

Beruntung beberapa hari yang lalu, bersama duo kunyil, saya dapat kesempatan untuk berkunjung ke kantornya Faber Castell yang baru, di Jl. Raya Tenggilis, Surabaya. Di kantor baru Faber castell ini ada ruangan galeri yang bisa dikunjungi oleh umum. Ruangan galeri yang terletak di lantai 5 gedung Faber castell ini terdapat banyak karya seni hasil goresan tangan para pelukis menggunakan peralatan Faber castell.

Tak heran hasilnya keren-keren, karena ternyata Faber castell memiliki stationery bukan hanya sekedar untuk anak sekolah, namun ada juga stationery yang diproduksi khusus untuk profesional. Perlengkapan tersebut tentu saja diproduksi khusus sesuai dengan kebutuhan kaum profesional, sehingga hasilnya lebih terlihat tegas, jelas, nyata dan awet untuk puluhan tahun ke depan.

Yang terbaru Faber Castell meluncurkan produk bernama SOFT PASTEL ART STARTER KIT. Dalam starter kit ini tersedia lengkap yang dapat digunakan bermain bersama anak. Kemasannya yang compact jadi lebih mudah dibawa dan dimasukkan ke dalam tas. Bahan yang digunakannya pun aman dipakai oleh siapa saja.

Dalam tiap kemasan Soft Pastel Art Starter Kit milik Faber Castell ini sudah tersedia:

  • Soft Pastel Mini Cardboard set 24
  • Eraser Pencil Perfection with brush Latex
  • Eraser
  • Kneadable Eraser
  • Eraser Combi with Refill
  • Stencil
  • Pastel Art Paper 2, ukuran 15 x 15 cm dan 5.7 x 15 cm masing-masing 8 lembar

Teknik yang digunakan dalam menggambar menggunakan Soft Pastel Art Starter Kit ini ada bermacam-macam. Perpaduan dari berbagai macam teknik gambar tersebut akan menghasilkan gambar ala profesional. Berikut beberapa teknik gambar yang bisa dipakai menggunaka Soft Pastel Art Starter Kit:

Scrapping

yaitu teknik menyerut pastel untuk mendapatkan serbuk halus yang akan digunakan menggambar.

Blending

setelah diserut dan menghasilkan serbuk pastel, teknik selanjutnya adalah mencampur warna menggunakan jari untuk menghasilkan gradasi yang halus dan lembut di atas kertas.

Perfection Eraser

Teknik ini digunakan untuk memberikan hasil yang putih sempurna di kertas yang telah diolesin warna dari pastel. Tujuannya biasanya untuk membuat garis tepi yang bersih maupun membuat garis di tengah-tengah warna menyerupai jalan atau rumah.

Eraser

teknik ini berbeda dengan tipe perfection eraser. Tipe penghapus untuk teknik ini sama seperti digunakan untuk menghasilkan berbagai macam bentuk menggunakan alat bantu berupa stencil.

Kneadable Eraser

Adalah teknik menggunakan penghapus yang digunakan untuk menghasilkan obyek yang lebih besar di tengah-tengah kertas yang telah diwarnain. Biasanya penghapus jenis ini digunakan untuk menghasilkan gambar awan atau sejenisnya.

Stencil

Adalah teknik menggunakan alat yang berupa cetakan dan terdapat bermacam-macam gambar. Ini merupakan alat bantu untuk menghasilkan bentuk yang sempurna. Bentuk lubang stencil biasanya berbentuk bulan, bulat, oval, bintang dan sejenisnya.

Nah dengan semua perlengkapan yang telah ada di starter kit tersebut, saya mendadak berubah menjadi orang yang pandai menggambar. Bukti nyatanya adalah, Kira dan Kara tidak salah menyebut domba yang saya gambar dengan daun jatuh atau yang lain. Berarti gambarnya berhasil menyerupai aslinya dong. Beneran seperti profesional kan?

Jadi kalau sudah mupeng, nantinya produk starter kit tersebut dapat dibeli di market place maupun di toko-toko stationery terdekat. Harganya sebanding dengan seluruh perlengkapan yang di dapatkan dalam starter kit. Dengan soft pastel art starter kit, ternyata menggambar bersama anak terasa lebih mudah dan menyenangkan.

 

DIY Membuat Jam Mainan

Sudah lama saya ingin membuat jam mainan yang lengkap dengan cara membaca menit untuk Kira dan Kara. Mengingat Kira dan Kara sudah mulai mengenal dan membaca jam. Ini satu langkah lebih maju untuk mengajarkan anak-anak pada “Time Management”. Karena konon katanya kedisiplinan pada anak itu salah satu kuncinya adalah mereka mengenal waktu. Mengajari anak membaca jam adalah salah satu bagian dari mengenal waktu.

Agar anak-anak makin pandai mengatur waktunya, mereka harus tahu berapa waktu yang harus dihabiskan untuk melakukan satu kegiatan. Misalkan, ia membutuhkan waktu 30 menit untuk menonton film kesukaannya, lalu dilanjukan dengan makan siang, dan tidur siang. Lantas ajak anak berpikir, berapa jam mereka harus tidur siang agar istirahat cukup dan tidak ketinggalan waktu belajar mengaji di TPA. Ini penting untuk menjadi bagian menggugah kesadaran diri pada anak.

Disiplin yang diterapkan karena paksaan tentu akan menghasilkan kualitas yang berbeda dengan disiplin yang ditanamkan karena kesadaran diri. Anak-anak yang sadar akan waktu, maka mereka akan menggunakannya dengan baik. Mereka tetap bisa melakukan kegiatan favoritenya tanpa harus mencuri-curi waktu tanpa sepengetahuan orang tua. Karena mereka sadar akan konsekuensi dan tahu target kegiatan apa yang akan ia raih.

Itu mengapa sejak dini saya sudah mulai mengajarkan Kira dan Kara mengenal waktu. Kegiatan itu saya mulai dengan mengenalkan cara bermain bergantian, atau memberikan waktu untuk membatasi kegiatannya sebelum melakukan kegiatan berikutnya. Misal “Dik, kalau jarum panjang sudah di angka 8 kita makan yaa…” atau “Kak, kalau jarum panjang sudah di angka 6, mainnya gantian sama adik yaa…”.

Tahapan selanjutnya yang pernah diajarkan ke Kira dan Kara adalah mengenal jumlah menit. Seperti ketika mereka terlalu asik main di kamar mandi, sampai lupa waktu, lantas ketika dibilang “Ayo dik, 15 menit lagi ayah berangkat lho…” Dari situ mereka mulai penasaran apa itu 15 menit? apa itu menit? seberapa lama sih 15 menit itu? Kenapa ketika main 15 menit terasa cepat, tapi ketika mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkan 15 menit terasa lama sekali?

Setelah mengenal tentang menit, maka saatnya Kira dan Kara belajar membaca jam. Untuk belajar jam ini, lagi-lagi kami berusaha mencari cara agar tetap menyenangkan. Maka ketika berselancar di pinterest dan menemukan DIY membuat jam dari kardus, maka inilah saatnya untuk bikin hal yang menyenangkan. Hasilnya, baru belajar selama dua hari mereka mulai bisa mengenal jam lengkap dengan menitnya. Meskipun masih harus dengan mengurutkan angka, tapi lumayanlah mereka sudah mulai paham prinsip membaca jam.

Tutorial ini pernah di posting di instagram. Biar makin jelas, boleh lah ya di post di sini juga. Berikut caranya.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan

  1. Gunting
  2. Cutter
  3. Pensil
  4. Spidol
  5. Kawat lilit
  6. Tutup botol air mineral
  7. Kardus
  8. Piring
  9. Kancing
  10. Lem
  11. Cat

Cara Membuat

1. Buat 2 buah pola lingkaran di atas kardus. Gunakan piring untuk mencetak pola lingkaran agar ukurannya sama persis. Biasanya bagian ini anak-anak bisa belajar melakukan sendiri. Sekalian melatih motorik anak.

 

2. Gunting pola lingkaran yang telah dibuat. Ingat ya, ada 2 buah pola lingkarang yang harus digunting. Kalau dirasa agak susah, orang tua bisa membantu menggunting. Biasanya untuk kardus yang tebal, dibutuhkan tenaga yang agak kuat untuk menggunting.

 

3. Buat 12 pola lingkarang di atas salah satu sisi kardus. Hanya di satu kardus saja ya. Kardus yang ada 12 lingkaran kecil ini yang akan menempati sisi atas. Ukuran lingkaran disesuaikan dengan ukuran tutup botol. Atur jarak antar lingkaran agar presisi dan memiliki jarak yang sama. Jaga agar jarak tidak terlalu dekat. Apabila jarak terlalu dekat, akan membuat kardus mudah sobek ketika tutup botol di buka-tutup. Gunakan pisau cutter untuk mempermudah memotong pola. Anak-anak bisa meminta bantuan orang tua untuk melakukan hal ini.

 

4. Beri warna sisi kardus yang ada 12 lingkaran kecil. Gunakan cat acrylic atau cat air agar lebih cepat. orang tua bisa meminta anak-anak untuk memilih dan melakukan sesuai selera mereka sendiri.

 

5.  Sambil menunggu cat di kardus mengering, beri tulisan angka 1 sampai 12 di sisi atas tutup botol yang akan dipasang di jam mainan ini. Mengajak anak untuk menulis angka juga membantu anak mengenal angka dan memantau sejauh mana penguasaan mereka terhadap angka. Untuk Kira dan Kara, karena mereka sudah Sekolah Dasar maka kemampuan ini sudah tak diragukan lagi. Namun tetap bisa melatih kesabaran mereka dalam menulis, karena inginnya tulisannya rapi agar hasilnya pun dapat yang terbaik.

 

6. Setelah cat kering, saatnya memasang jarum panjang dan jarum pendek menggunakan kawat lilit dan kancing. Caranya beri lubang yang kecil di tengah-tengah lingkaran dan di sisi ujung jarum panjang dan jarum pendek untuk memasukkan kawat lilit. Lubang ini letaknya harus sama persis dan tepat. Sebelum kawat lilit dimasukkan, pasang kancing untuk menahan agar kawat bisa menjadi pasak tempat jarum bisa berputar. Jadi fungsi kancing ini hanya sebagai penahan. Agar tetap manis, bisa memilih kancing hias sesuai selera. Kalau tidak ada, kancing apapun bisa digunakan. Sebenarnya kalau punya paper fastener pin jauh lebih enak.

 

7. Tempelkan kedua buah pola lingkaran yang telah dibuat.

 

 

8. Beri tulisan jumlah menit di tengah lingkaran kecil secara berurutan. Akan lebih bagus jika jarak antar lingkaran agak lebar sehingga bisa digunakan untuk memberikan tanda garis menit. Sayang sekali jam yang kami buat kemarin lingkarannya kurang besar, sehingga jarak antar lingkaran kecil terlalu dekat.

 

9. Jika sudah selesai, pasang kembali tutup botol air mineral sesuai tempatnya. Jam pun siap dipakai bermain bersama si kecil.

 

Mudah kan ya? Mainan ini bisa juga digunakan sebagai media belajar di kelas. Agar murid lebih mudah memahami dalam belajar membaca jam. Jika dirasa susah mencari tutup botol air mineral sebanyak itu, bisa juga menggunakan metode flip-flap atau buka tutup. Jadi ketika membuat lingkaran kecil, kardus atau kertasnya jangan dipotong semua, tapi sisakan agar bisa dibuka tutup kembali untuk melihat menit di bawahnya. Semoga mudah dipahami.

Selamat belajar!

Cerita Di Balik Seuntai Gelang

 

Beberapa waktu yang lalu dua bocah bilang ingin ulang tahunnya dirayakan dengan bagi-bagi goodiebag. Ia ingin seperti teman-temannya yang bisa berbagi goodiebag. Berbagai ide isi goodiebag mereka utarakan. Sebelum bunda mules sendirian, maka diajaklah dua bocah berhitung.

Dua bocah didudukkan dan diajak berdiskusi tentang apa saja yang ingin dijadikan goodiebag, siapa saja yang akan mendapat goodiebag, dan berapa yang akan dibuat. Dari diskusi itu dua bocah belajar berhitung kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk merayakan ulang tahun sesuai keinginannya.

Rupanya dari cara itu mereka tahu berapa besarnya uang yang harus dikeluarkan ayah dan bunda untuk merayakan ulang tahunnya. Berawal dari itulah lalu si bocah berpikir bagaimana caranya mendapat uang untuk ditabung. Mulai dari ide mau jualan gambar, jual boneka, hingga tercetuslah ide jual gelang.

Ide itu mantap mereka eksekusi karena mereka bisa buat barangnya sendiri, harga jualnya terjangkau untuk teman-temannya dan barangnya mudah dibawa di tas sekolah. Akhirnya selama weekend kemarin mereka sibuk membuat gelang untuk dijual di sekolah.

Selama 2 hari bekerja, jadilah 11 untai gelang mungil yang siap dijual dengan harga 2.000an. Pas lagi beberes, eh ada om nuni yang datang bersama para ponakan yang ceriwis. Melihat duo kunyil yang heboh dengan barang dagangannya, dibelilah 6 gelang oleh si om.

Memang dari dulu si om adalah truly guardian angelnya Kira & Kara, maka yang dibeli om bukan sekedar untaian gelang, tapi om membayar dengan semangat dan cinta untuk duo kunyil. Kalai dipikir-pikir buat apa coba si om beli gelang sebanyak itu dengan warna yang unyu-unyu pula, kalau bukan untuk cinta dan semangat. Bisa ditebak bahagianya dua bocah setelah 6 gelangnya laku.

Ketika sore teman-teman kompleks nya datang untuk bermain, maka disuguhilah 2 kotak manik-manik yang bebas mereka bikin sendiri, gratis! Maka sore itu, teras rumah berubah menjadi tempat crafting para bocah-bocah cilik. Tetep yaaa yang heboh ya cewek-ceweknya, sementara anak laki sibuk lari-larian atau bermain lego.

Dari seuantai gelang yang awalnya mereka buat untuk iseng dipakai sendiri, lalu timbulah semangat dan asa untuk berbagi. Kita tidak bisa menebak dari mana anak-anak bisa belajar tentang banyak hal. Kita hanya perlu menyediakan banyak media untuk belajarnya, karena belajar adalah hak mereka dan memfasilitasinya adalah kewajiban kita.

Buku loakan, manik-manik sisa, kertas bekas, gunting, majalah usang, lem, kapur, atau hanya sekedar tempat yang nyaman untuk bertanya adalah fasilitas belajar yang tak ternilai harganya bagi mereka. Kami tak pernah keberatan mereka menghabiskan jajanan di rumah atau membuat halaman rumah jadi penuh coretan. Kami bahagia turut menjadi bagian dari coretan masa kecil mereka.

Dari seuntai gelang kami belajar tentang banyak hal, tentang semangat pantang menyerah dan tentang empati. Dari seuntai gelang untuk semangat belajar yang akan terus terbawa. Semoga!

Memanfaatkan Kardus Bekas

MEMANFAATKAN KARDUS BEKAS – Tumpukan Kardus bekas di depan kamar kerja saya sudah lama diincar bapak rombeng yang sering lewat depan rumah. “bu, kardusnya gak dijual?”  Buat saya kardus kadang lebih berharga dari uang beberapa rupiah. Bibi yang biasa membantu saya, suka geleng-geleng kepala ketika saya minta untuk tidak membuang kardus bekas susu anak-anak.

Bisa digunakan untuk apa saja sih?! Banyaaakk… Kalau saya lagi kurang kerjaan, maka berikut wujud kardus di tangan saya yang tak cukup terampil dengan hasil ala kadarnya.

Kotak Multifungsi

Ini terbuat dari kardus susu UHT bekal sekolah anak-anak. Saya gunakan untuk menyimpan alat jahit dan kertas Origami. Kebetulan dua bocah saya gemar sekali gunting-gunting kertas origami. Entah sudah berapa saja kertas origami yang masih mulus itu menjadi berkeping-keping di tangan duo Kira & Kara. Karena merasa sayang untuk dibuang begitu saja, suka saya kumpulkan. Lain waktu kertas-kertas tersebut bisa kita tempel-tempel menjadi bentuk apa saja dengan teknik kolase. Begitulah emak pelit macam saya memanfaatkan apa saja yang tersisa.

Rak Buku atau Rak Mainan

Rak tempat buku Kira dan Kara sudah tak lagi mampu menampung hasil lapar mata saya. Buku anak-anak bertumpuk di rumah kami. Hampir semuanya bukan buku mahal. Buku tersebut hasil hunting saya di rak-rak obral buku.  Isinya gak kalah kece kok. Jadilah saya harus memutar otak untuk membuat tempat-tempat baru untuk buku-buku tersebut. Membeli rak buku baru, duitnya kalah melulu sama genteng bocor di rumah. Haha… Jadilah ngalah dulu ya. Akhirnya Kardus Aqua, disulap menjadi rak buku ala-ala bunda Kira & Kara. Seperti inilah hasilnya. Bukan yang istimewa, namun Alhamdulillah, kini buku-buku tersebut tak lagi berantakan. Meski sudah mulai reyot karena dibikin sekitar 2 tahun yang lalu, namun masih bisa menampung buku-buku agar tidak berantakan.

Tempat Kertas

Selain bermain dengan kertas origami, Kira dan Kara juga gemar menggambar di kertas bekas yang baliknya masih kosong. Kertas bekas dari tempat saya kerja, sering saya bawa pulang. Kalau sudah mendapatkan itu, Mereka seperti ketemu harta karun. Bisa menghabiskan setumpuk dalam sekali waktu. Menggambar apa saja mengikuti imajinasinya. Karena itu, biar rapi saya bikin semacam tempat file untuk taruh kertas-kertas Kira dan Kara. Lumayanlah, mengurangi post dana belanja barang perintilan.

Tempat Mainan

Tempat mainan ini saya bikin dari kardus bekas susu atau bekas sereal. Kalau mau lebih kuat bisa juga bikin dari kardus bekas susu UHT. Untuk memudahkan Kira dan Kara mengambil mainannya, biasanya saya klasifikasikan berdasar jenis-jenis mainan. Balok dengan balok, barbie dengan barbie, ada masak-masakan, ada hewan-hewan, mobil-mobilan, dan segala macam. Kalau melihat di pinterest, klasifikasi mainan di tempatkan di kotak plastik bening. Berhubung budget saya mepet, tapi keinginan saya gak mau kepepet, jadilah bikin beginian. Meskipun tak jarang pada akhirnya mereka campur aduk juga. Tapi seru, bisa mengajarkan anak-anak untuk mengelompokkan mainannya sesuai kriteria.

Tempat Alat Tulis

Kebetulan di rumah selalu ada alat mewarnai dan alat tulis untuk Kira dan Kara. Spidol, pensil warna, Bolpoin itu sering sekali berantakan. 1 wadah pensil yang pernah saya beli di toko alat tulis tak lagi bisa menampung peralatan menggambar mereka. Mau beli lagi kok ya sayang uangnya. Akhirnya memanfaatkan tumpukan kardus bekas di rumah, saya bikin satu kotak khusus tempat alat-alat tulis. Alhamdulillah, sekarang jauh lebih tertata. Meskipun selalu ada saja yang tercecer, tapi tetap jauh lebih gampang mencari dan menempatkannya kembali jika ada tempat khusus tersebut.

Wadah Make Up

Mirip dengan wadah pensil, tempat make up ini juga dibuat untuk meminimalisir berantakannya kotak make up saya ditangan para bocah cilik tersebut. Maklum, mereka suka sok mau tahu dan ingin ikut-ikutan jika melihat saya sibuk di depan kaca. Sementara wadah make up lama saya sudah mulai rusak, akhirnya bikin lagi dari kardus yang menumpuk cantik di depan rumah. Dan beginilah hasilnya.

Semua wadah diatas bikinnya tidak pakai rumit. Hanya digunting sesuai besaran kotak yang diinginkan, dilem dan dilapisi kertas kado bekas, jadilah kotak-kotak yang lebih bermanfaat. Masih banyak lagi yang pernah saya buat dari kardus tapi tidak sempat diphoto. Rumah barbie, Mulut ikan untuk tempat lempar bola, Mobil-mobilan, aquarium, diorama, city view dan masih banyak lagi.

Nasib mainan-mainan tersebut kebanyakan sudah lapuk dan berakhir di bak sampah. Tapi membuatnya selalu terasa seru buat anak-anak, dan sekaligus untuk uji kesabaran buat saya. Maklum saya tipe yang kurang sabar dan gak telaten mengerjakan hal yang terlalu detail seperti crafting semacam ini. Entah sudah berapa kali saya membuat rumah Barbie, semuanya sudah rusak sebelum sempat di cat. Tanpa cat saja dua bocah sudah heboh bermainnya. Jadi sudahlah, lupakan urusan cat… Rumah barbie yang terakhir kami buat masih bertahan, awet, kadang masih suka dimainkan. Itupun juga masih belum di cat hingga kini. Padahal entah sudah berapa bulan sejak dibikin. Begitulah Emak macam saya yang mencoba untuk berkarya dan menjadi sok kreatif.

Dari mana saya mendapatkan ide memanfaatkan kardus bekas? Kebanyakan dari pinterest. Beberapa saya dapat dari instagram teman-teman yang memang asli dari sononya kreatif. Bukan sok kreatif macam saya. #TutupMukaMalu. Motivasi saya hanya untuk mencari kegiatan seru bareng para bocah. Saya ingin menunjukkan bahwa barang yang dianggap sampah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Untuk pekerjaan yang susah seperti membuat pola, memotong kardus yang biasanya agak keras terkadang saya sendiri yang mengerjakan. Ketika tiba giliran menempel, mengoleskan lem, memilih kertas kado yang akan ditempel, mereka antusias bukan main.

Demikianlah kegiatan ibu yang sok kreatif dan kurang kerjaan. Kalau ada yang gak rapi, mohon dimaklumi yaa.. Tutup mata aja. Anggap saja ini prestasi luar biasa dari emak berdaster macam saya..

Selamat berkarya!

Sugar Density: Membuat Air Berwarna Pelangi

Sugar Density: Membuat Air Berwarna Pelangi – Kalau melihat mainan yang warnanya cerah dan meriah, anak-anak pasti suka yaa.. Apalagi bermain air yang warna-warni?! Wuah, dijamin betah. Ternyata kita bisa lho membuat air berwarna-warni tanpa warnanya tercampur satu sama lain. Memanfaatkan tingkat kekentalan gula, kita bisa menghadirkan warna pelangi di air. Seru ya?! Seperti apa caranya? Simak disini..

SUGAR DENSITY
Membuat Sugar Density

Continue reading Sugar Density: Membuat Air Berwarna Pelangi

Berkreasi Dengan Colored Bubbled

Melukis dengan cat air itu selalu menyenangkan untuk anak-anak. Meniup busa-busa sabun itu juga tak kalah menyenangkan. Nah bagaimanla kalau kita satukan kegiatan itu?! Tentunya menjadi hal yang luar biasa berantakan, namun juga luar biasa menyenangkan.

Colored Bubble

Untuk membuat busa sabun warna atau colored bubble, bisa menggunakan cat air atau pewarna makanan. Karena lebih mudah dibersihkan bila terpercik ke lantai atau tangan dan kaki.

Continue reading Berkreasi Dengan Colored Bubbled