NEW YORK, NY – APRIL 22: Actor Nicholas Saputra attends the SAG Indie Party during the 2012 Tribeca Film Festival at the Bowlmor Lanes on April 22, 2012 in New York City. (Photo by Cindy Ord/Getty Images)
Tulisan ini sebenarnya dibuat dalam rangka nulis bareng teman-teman Ning Blogger Surabaya. meski deadline pengumpulan tulisannya sudah lewat, tapi demi meramaikan acara, yuk kita tetap nulis saja. Tema yang diambil adalah “Publik Figur Yang Diinginkan Jadi Tetangga”. Tapi berhubung aku membayangkan jadi tetangga rumah seorang publik figur itu susah, belum lagi kalo mereka kena gosip dan diburu banyak wartawan, jalan perumahan jadi macet. Trus susah ditemui buat ditagih iuran RT, ditambah lagi nomor HP yang gak boleh dipublish jadi yang bisa dihubungi hanya asistennya, yang kadang kalo menganggap urusan bayar iuran RT itu nomor sekian jadi nunggak berbulan-bulan, males banget. Jadi mari kita membayangkan “tetangga” tenda saja. Camping bareng artis selama 3 hari 2 malam. Sama siapa ya enaknya? hhhmmm…
Pengalaman Camping Bertiga di Dlundung, Trawas, Mojokerto
Beberapa waktu lalu aku dan duo kunyil camping bertiga saja di Dlundung, Trawas, Mojokerto. Berkemah seperti ini sudah semacam ritual tahunan bagi kami. Jika biasanya dilakukan berempat bersama ayahnya, maka kemarin hanya berangkat bertiga saja. Seperti biasa, kami berkemah 3 hari 2 malam. Ketika share pengalaman di story sosial media, sempat banyak pertanyaan dari kawan dan kerabat yang muncul. Untuk mengurai pertanyaan-pertanyaan itu, mari kita mulai dari kisah dan pengalaman camping bertiga terlebih dulu.
Ritual camping ini sebenarnya dulu kami buat untuk mengajak duo kunyil merayakan ulang tahunnya dengan suasana berbeda di alam. Eh loh kok ndelalah Kunyil-kunyil nya suka dan ketagihan. Jadilah waktu itu ayahnya berjanji akan mengajak mereka camping berempat saja setiap tahun di bulan mereka ulang tahun. Setelah ayahnya meninggal maka ritual itu masih tetap aku lanjutkan dengan segala dinamika dan suka dukanya bertiga saja.
Ini sebenarnya sudah pengalaman kami tahun kemarin. Seperti biasa, saat ulang tahun Kunyil, salah satu agenda wajib kami adalah camping. Sayangnya 2023 merupakan tahun yang cukup muram bagi keluarga kami. Kehilangan suami, papa mertua dan ibu di waktu yang berdekatan cukup menjadi pukulan telak. Namun begitu, aku tidak ingin mengambil ritual tahunan yang menjadi milik duo Kunyil. Birthday trip dan birthday camping wajib dilaksanakan.
Beruntung sepupu-sepupu baik hati mengajak kami menikmati Kafe Pote di area Pasir Putih Situbondo. Salah satu sepupu kami ada yang menjadi seorang diver instructure berlisensi internasional. Ayah Nyun kami memanggilnya. Ayah Nyun mengajak kami camping sambil menikmati pantai di salah satu based para diver, Kafe Pote.
Merayakan ulang tahun duo kunyil dengan berkemah bersama bukan lagi hal baru buat saya. Sejak anak-anak masuk fase usia belasan, rutinitas itu sudah menjadi bagian dari kami setiap tahun. Mencari tempat yang nyaman untuk camping tanpa meninggalkan esensi alam dan keamanannya memang tidak mudah. Banyak yang khawatir kalau camping di alam, gimana dengan sanitasinya? Mandi dan kebutuhan bersih-bersihnya susah gak?
Di Jawa Timur sebenarnya banyak kok camping ground yang sangat alami namun menyediakan fasilitas sanitasi yang mumpuni. Salah satunya adalah bumi perkemahan air terjun DLUNDUNG. Camping ground ini terletak di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Bumi perkemahannya terletak di sepanjang jalan menuju area wisata air terjun Dlundung. Tentu saja suasana dingin dan asri masih sangat lekat.
Day 3, Membuat Momen Instagramable di Santerra De Laponte dan Museum Angkut
Setiap keluarga memiliki preferensi liburan yang berbeda-beda. Ada yang menyukai liburan dengan konsep edukatif, ke museum atau tempat-tempat yang memungkinkan anak-anaknya bisa belajar tentang banyak hal. Ada juga keluarga yang menyukai petualangan di alam bebas. Namun ada juga keluarga yang menyukai liburan yang selow-selow saja, pergi ke tempat-tempat viral, bisa bikin foto-foto cantik untuk dipasang di sosial media dan menikmati kuliner yang kekinian.
Family Trip Day 2, Menikmati Eksotisnya Tumpak Sewu
Apalah arti liburan tanpa menjelajah alam. Kami sudah berjanji sama anak-anak kalau liburan, di setiap itinerarynya kami akan selalu menyisipkan jelajah alam. Kalau biasanya kami ajak mereka camping, kali ini kami aja mereka bobok di tempat yang lebih nyaman, tapi tetap ada trekking. Semua kami booking lewat Agoda, platform travel one-stop-shop terpercaya.
Lokasi trekking kami pilih yang sedikit fenomenal, standard trekking kelas dunia, videonya sering muncul di televisi dan menjadi andalan masyarakat jawa timur. Tetap tempatnya gak jauh juga dari kota Malang. Air terjun Tumpak Sewu sudah menjadi satu dari wishlist panjang kami. Sebenarnya kami mengincar lokasi ini nanti untuk bocah-bocah ketika sudah memasuki usia remaja 16 tahun ke atas. Tapi setelah dipertimbangkan kembali, ketika usia itu, sepertinya tubuh kami pun sudah akan mulai jompo.
Maka dengan tekad kuat dan mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan inilah saatnya kami membawa mereka menjelajah alam yang lebih menantang. Untuk keluarga yang mencari petualangan dalam daftar liburannya, Jawa Timur memiliki banyak sekali pilihan, mulai dari wisata Bromo, trekking ke kawah Ijen, maupun trekking ke Tumpak Sewu.
Jadi, mau booking tiket, rencana perjalanan atau tempat hiburan via online making gampang lewat platform perjalanan Agoda. Mereka selalu ada yang bisa ditemukan untuk semua orang dengan berbagai macam pilihan dan usia. Juga ada fitur shopping cart yang memudahkan pemesanan karena kalian bisa meletakkan delapan akomodasi atau aktivitas sekaligus, membandingkan fasilitas, lalu checkout untuk mendapatkan rate bundle yang menarik.
Lihat yuk aktivitas apa saja yang sudah kami rencanakan.
Mengenal Tumpak Sewu
Sekarang kalian tahu ya, jadi Agoda bukan hanya untuk memesan akomodasi dan penerbangan, tapi juga untuk booking aktivitas, atau sekadar pakai map untuk melihat tempat-tempat menarik dekat penginapan kalian. Di hari kedua ini, kami memilih Tumpak Sewu. Terletak di Kabupaten Lumajang, air terjun ini memiliki hulu di kaki gunung Semeru. Bentuk air terjunnya berupa tirai dengan ketinggian lebih dari 120 meter. Melihat air terjun ini dari atas saat siang hari, kita bisa melihat pelangi di tengahnya. Pelangi ini terbentuk dari butiran air terjun yang membias terkena sinar matahari.
Melihat air terjun ini dari atas rasanya akan sangat berbeda dengan melihatnya langsung dari bawah. Namun turun ke bawah akan menjadi cerita yang berbeda. Jalur yang harus ditempuh bukan jenis jalur untuk jalan-jalan cantik. Jalur yang harus ditempuh masih memiliki perpaduan antara jembatan kayu, tangga besi, tangga batu dan tanah padat hutan yang mengelilingi.
Track yang harus ditempuh pun bukan jenis track yang landai, bahkan ada track dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Untuk itu jika kalian belum pernah menyisiri Tumpak Sewu, kami sangat menyarankan gunakan pemandu lokal, para ranger yang selalu siap membantu anda menyusuri kawasan hutan dan tebing. Tarif pemandu lokal pun tidak mahal, berkisar antara 100 ribu hingga 300 ribu, bergantung jalur yang ingin kalian tempuh.
Tiket masuk untuk kawasan wisata Tumpak sewu ada tiga loket, masing-masing dengan harga 10 ribu untuk wisatawan lokal dan 20 ribu untuk wisatawan asing. Loket ada terdapat di pintu masuk utama, pos air terjun Tumpak Sewu dan pos ke Goa Tetes. Tiket yang dikenakan buat kami terbilang murah. Tiket ini digunakan untuk pemeliharaan fasilitas yang ada di lokasi.
Tips aman trekking Di Tumpak Sewu
Untuk melakukan trekking di jalur ekstrim seperti Tumpak Sewu ini, banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari kekuatan fisik hingga keselamatan pribadi. Namun jika kalian ingin mencobanya, berikut tips-tips aman untuk trekking ke Tumpak Sewu bersama keluarga:
1. Gunakan jasa guide atau pemandu untuk memandu trekking melewati alam liar dan jalur yang sulit. Pemandu lokal ini juga akan membantu kita ketika menemui kesulitan. Selain itu pemandu lokal juga memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam dan cuaca. Mengingat ini alamnya berupa lembah maka untuk kita yang pendatang akan kesulitan membaca tanda-tanda alam, apakah akan ada banjir, apakah akan segera turun hujan, kapan harus bergegas naik, atau sampai kapan kita bisa menikmati keindahan air terjunnya.
2. Kenakan alas sandal atau sepatu yang memiliki sol keras. Karena jalur yang licin dan curam, saya tidak menyarankan mengenakan sepatu jalan-jalan yang empuk karena akan kesulitan menuruni jalur air terjun. Sandal khusus trekking biasanya sudah sangat mumpuni untuk melewati jalan yang licin.
3. Kenakan pakaian yang cepat kering dan tipis agar memudahkan dalam trekking. Untuk perempuan saya tidak menyarankan mengenakan rok atau celana longgar karena akan ribet ketika digunakan untuk menuruni tebing yang ada aliran airnya. Saya sendiri menyesal mengenakan celana kulot dan tidak menyangka alirannya cukup deras sehingga membuat baju kami basah kuyup.
4. Bawa baju ganti dan titipkan di warung yang dekat dengan toilet. Selesai trekking dijamin baju akan basah kuyup. Jalur yang dilewati ada yang berupa tangga dengan aliran air yang lumayan deras. Ditambah lagi ketika berada di dasar, percikan butiran dari air terjun lumayan membuat jilbab yang saya kenakan menjadi lembab. Bodohnya, saya hanya membawakan baju ganti untuk suami dan anak-anak, tapi saya sendiri lupa membawa baju ganti untuk diri sendiri.
5. Jika dirasa ribet, tidak perlu membawa tas atau peralatan banyak ketika menuruni jalur air terjun. Jika lapar atau haus, di dasar air terjun ada warung penjual minuman dan mie instan dengan harga yang masih terjangkau dan normal untuk ukuran lokasi wisata. Segelas milo hangat yang diminum anakku kemarin hanya 5.000 saja. Lumayan untuk membuat badan hangat kembali setelah melewati jalur yang curam dan basah.
6. Pastikan keselamatan diri sendiri. Jika dirasa tidak mampu melewati jalur yang menantang, jangan malu untuk berhenti dan kembali. Tidak perlu gengsi. Bagaimanapun juga alam liar selalu menyimpan banyak misteri. Tidak semuanya harus kita ungkap. Sadari kemampuan diri sendiri dan ketahui kapan waktunya harus berhenti. Tidak ada keindahan alam yang pantas dibayar dengan nyawa.
7. Sebaiknya lakukan perjalanan di saat musim kemarau. Di musim kemarau debit air sungai lebih rendah dan tidak perlu was-was bila sewaktu-waktu turun hujan. Jalur trekking akan ditutup jika turun hujan, karena debit air bisa saja meluap tiba-tiba, jika ada banjir di hulu.
8. Untuk kalian yang belum mengenal dan buta sama sekali tentang medan Tumpak Sewu seperti kami, ada baiknya mengikuti paket tour yang sudah disediakan. Kami mendapat paket tour yang lumayan terjangkau dari Agoda. Dari paket tour ini kami sudah disediakan penjemputan dari lokasi villa yang kami sewa di Malang, dengan driver yang ramah. Kami juga mendapat pemandu ranger lokal yang sangat telaten memandu anak-anak.
Aktivitas tanpa ribet berkat Agoda
Dengan paket tour dari Agoda lengkap dengan tour guide, kami tidak perlu lagi dibuat puyeng dengan jalur yang harus kami lewati, mengingat banyak jalan yang ditutup akibat longsor dan gempa beberapa waktu lalu. Kami juga tidak perlu mumet bertanya ke penduduk sekitar untuk mencari ranger yang telaten dan berpengalaman.
Dengan shopping cart Agoda, kami bisa mendapatkan fasilitas diskon untuk paket bundle. Layaknya belanja di e-commerce, kami masukkan dulu sewa villa, paket aktivitas dan transportasi yang ingin kami pakai selama liburan. Setelah terkumpul semua, di check out lalu bayar deh.
Setelah melewati jalur yang ekstrim dan menantang, kami menyempatkan diri untuk melepas lelah sambil ngobrol dan bercengkrama dengan para wisatawan asing yang kebetulan bersisipan dengan kami. Dalam waktu yang hampir bersamaan kami berangkat dengan wisatawan dari Singapura dan California. Kami bertemu di warung di dekat pos panorama. Kami bercanda dan ngobrol tentang jalur yang telah kami lewati sambil merasakan perasaan lega bercampur haru berhasil melewati jalur yang ekstrim.
Untuk keluarga yang memang belum terbiasa dengan trekking sama sekali, saya tidak menyarankan kalian mengikuti jalur trekking Tumpak Sewu. Jika ingin menyaksikan keindahan Tumpak Sewu, cukup sampai di pos panorama saja. Jalur yang harus ditempuh hingga pos Panorama masih lumayan aman dan cocok untuk berbagai usia.
Namun jika ingin mencoba trekking dengan tingkat kesulitan menengah bisa dimulai dengan trekking di Gunung Bromo. Tenang saja, Agoda juga menyediakan Bromo Sunrise Tour. Karena jika lelah atau kaki mendadak kram, di Bromo masih ada pilihan untuk naik kuda.
Berbeda cerita jika anak-anak kalian sudah berusia di atas 15 atau 16 tahun ke atas dan membutuhkan jalur trekking yang menantang, boleh dicoba untuk melakukan perjalanan ke Tumpak Sewu. Tetap jangan lupa untuk menggunakan local ranger untuk memandu dan demi keselamatan keluarga kalian. Untuk rekomendasi penginapan yang unik, kalian bisa baca di artikelku sebelumnya : Menginap di The Onsen Resort Batu, Malang. Selamat merencanakan liburan!
Siapa nih yang sudah gak sabar untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarga? Ternyata menurut survei Family Travel Agoda, 4 dari 5 orang akan bepergian bersama keluarganya untuk beberapa tahun mendatang dan orang Indonesia cenderung memilih bepergian bareng keluarga besar, yakni sebanyak 59% berencana melakukannya.
Dan akhirnya pandemi mulai terkendali, kini saatnya bisa menikmati lagi liburan bersama keluarga ke luar kota yaa… Demikian juga dengan keluarga Setyadi. Kali ini, kami merencanakan family trip dengan baik dan semua lancar berkat Agoda.
Liburan keluarga kami rancang sedemikian rupa agar tetap menyenangkan tapi hemat budget. Ya gimana ya bu, namanya istri tuh mesti pinter kekepin dompet dan ATM biar gak bocor sana-sini. Apalagi kalau sudah judulnya liburan tuh kadang-kadang suka gak terasa, lihat ini itu main beli aja. Tahu-tahu isi ATM sudah menunjukkan alarm merah. Eh itu aku sendiri atau kalian juga sih?
Nah, buat kalian yang ingin menghabiskan waktu dengan budget hemat seperti kami, coba cari deh lokasi wisata di dekat kota kalian tinggal tapi memiliki udara dan suasana alam yang berbeda. Kami tinggal di Surabaya yang notabene daerah pesisir, pastinya kalau liburan pengennya cari hawa yang adem dong. Maka pilihan kota terdekat dari Surabaya tentu saja Batu, Malang.
Di Batu kami memilih menginap di daerah Songgoriti. Songgoriti sampai saat ini udaranya masih adem cless. Suhu rata-rata di Songgoriti saat kami menginap di The Onsen Hot Spring Resort yang kami booking lewat Agoda, berkisar antara 14-24℃. Lumayan bikin kami betah bergelung di dalam selimut kalau malam sudah menjelang. Kami menginap di Songgoriti selama tiga hari dua malam. Puas sekali, sampai enggan pulang.
The Onsen Hot Spring Resort
Selama liburan kami memilih menginap di resort yang private agar bisa menepi dengan lebih leluasa. Pilihan kami jatuh di The Onsen Hot Spring Resort. Resort ini menjadi pilihan menarik karena ruangan yang cukup luas dengan dua kamar tidur yang bisa kami tempati. Memasuki resort, anak-anak antusias melihat kamarnya ketika kami beritahukan bahwa mereka boleh menempati kamar terpisah dari kami.
Ditambah lagi mereka bahagia sekali ketika melihat pemandangan dari area balkon yang langsung mengarah ke perbukitan. Dari balkon kami bisa melihat paralayang beterbangan setiap sore. Saat cuaca cerah, dari kejauhan juga terlihat pucuk gunung Semeru yang habis mengeluarkan awan panas kemarin. Karena cuaca cukup dingin, maka jangan cari AC di ruangan ini yaa…
Hawa dingin makin syahdu ketika kami tahu kalau setiap kamar dilengkapi dengan private onsen atau pemandian air panas pribadi yang mulai terisi setiap jam 7 malam. Resort secara keseluruhan dibuat seperti rumah di jepang yang setiap kamarnya dilengkapi dengan tatami dan tempat tidur di bawah tanpa ranjang. Untuk melengkapi suasana jepang, di setiap kamar disediakan yukata yang bisa kita pakai sewaktu-waktu. Setiap kamar juga dilengkapi dengan ruang duduk yang dilengkapi dengan bantal bulat ala Jepang.
Sensasi menginap di resort ala Jepang makin terasa kental dengan sajian menu makan pagi di Fushimi Resto yang semuanya menggunakan nama Jejepangan. Panorama yang bisa disaksikan dari resto pun tak kalah ciamik, yaitu gerbang Torii yang berwarna merah dan fenomenal. Yang tak kalah unik, semua ruang resort di The Onsen Hot Spring Resort menggunakan nama-nama kota di Jepang, seperti Tokyo, Osaka, Nara, Kobe, Kyoto, Nagoya dan sejenisnya. Kami menempati kamar Saitama.
Setiap kamar selain berisi kamar tidur dan ruang duduk, juga dilengkapi dengan kulkas, kamar mandi, private onsen, balkon, juga dilengkapi dengan wifi yang lumayan kenceng. Ini penting untuk kami yang di mana saja, dan kapan saja kadang masih membawa file dan draf kerjaan. Layaknya rumah di Jepang, semua kamar dan fasilitas di The Onsen Hot Spring Resort menggunakan bahan yang didominasi kayu.
Bagaimana dengan tarifnya? Normalnya sih setiap resort dikenakan tarif di atas 3 juta. Namun karena saya adalah ibu rumah tangga yang tidak mau rugi begitu saja, tentu saya punya cara cukup cerdas dengan mencari diskonan. Ya apalagi andalan ibu-ibu seperti saya kalau bukan diskonan, ya kaaan? Sangat ibu-ibu sekali. Namun percayalah dengan tekad kuat, saya pun berhasil mendapat diskonan lebih dari 50%. Amazing kan?
Di mana cari diskonannya? Ya di Agoda laaaaah… Di mana lagi? Kalian bisa menemukan berbagai akomodasi terbaik untuk family travel di platform Agoda, mulai dari Agoda Homes yang terdiri dari bungalow, apartemen, villa, homestay, dan banyak lagi. Jadi pilihannya nggak hanya hotel mewat atau budget hotel melulu.
Nah, selama di Songgoriti, apa saja sih yang kami lakukan? Apalah arti liburan tanpa petualangan buat keluarga Setyadi? Maka petualangan tetaaap dilakukan. Pelan-pelan ya, kami akan share itinerarynya satu per satu. Rekomendasi untuk liburan kali ini dan berbagai kegiatan yang kami lakukan juga kami dapatkan di fitur “Activities” atau Aktivitas milik platform Agoda. Cobain juga yuk!
Liburan Hari Pertama Di Batu, Malang
Petik Apel di Agro Rakyat.
Saat tiba di Malang masih cukup pagi. Kami menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan kami mencari petualangan alam yang sudah buka pagi hari dan menyenangkan buat anak-anak. Kemana lagi kalau bukan mengunjungi kebun Apel.
Apalah artinya ke kota Malang tanpa pulang membawa Apel. Tapi rasanya buat bocah-bocah kurang seru lah kalau hanya beli di toko buah. Mendingan petik langsung aja. Salah satu tempat wisata petik Apel yang murah di daerah Batu, Malang adalah di Agro Rakyat. Di sini dengan membayar tiket masuk sebesar Rp25.000 kita bisa makan Apel sepuasnya.
Setiap kilogram Apel yang kita bawa pulang, dikenakan harga Rp.20.000/kg. Jenis Apel yang berhasil kami panen kemarin adalah Green Smith dan Rome Beauty. Kedua Apel ini cocok untuk dibuat jus karena memiliki kandungan air yang banyak dan rasa sedikit asam. Tak lupa selain memetik Apel, kami juga menikmati sajian jus Apel Berry, dibuat dari campuran Apel dan Strawberry. Rasanya manis segar.
Buat kedua bocahku ini lumayan seru, karena mereka bisa melihat pohon Apel dari dekat, memanjat pohonnya, memetik buahnya dan menikmati langsung Apel segar yang baru dipanen. Petualangan seperti ini tidak mungkin kami dapatkan di Surabaya yang berhawa panas. Bahkan mereka sendiri yang bertanya kepada para petani Apel di sana tentang jenis Apel, apa bedanya, kenapa ada jenis Apel yang warna merah dan warna hijau, dan sejenisnya. Dari petualangan semacam ini, pelajaran berharga tidak akan mereka lupakan.
Jatim Park 3: Dino Park + The Legend Star
Setelah puas memetik Apel dan menikmati buah segar dan jusnya langsung, kami turun ke Jatim Park 3. Di Jatim Park 3 ada banyak sekali wahana yang tidak mungkin di eksplor dalam satu hari. Makanya, kami memilih untuk menginap dan sekalian cari-cari rekomendasi terbaik di sekeliling kami yang bisa mudah dicari di Agoda. Hari itu kami memilih paket terusan Dino Park dan The Legend Star. Harga tiket masuk paket tersebut di hari kerja adalah Rp140.000,-
Di Dino Park anak-anak belajar tentang jenis-jenis Dinosaurus, ciri-ciri, cara perkembang biakan, hingga sejarah kepunahannya. Dino Park dibagi ke dalam beberapa wahana, di antaranya museum Dino, Dino action, Ice Age, istana boneka, Jelajah 5 Zaman, dan The Rimba. Yang lebih menyenangkan, semua materi edukasi tersebut disampaikan menggunakan media yang interaktif.
Di museum Dino anak-anak antusias memegang dan scanning berbagai jenis Dino, melihat toples-toples berisi berbagai macam replika fosil. Di Jelajah 5 zaman kami diajak berkeliling museum menggunakan kereta listrik sambil melihat kehidupan Dino di setiap zaman yang terus berubah. Di Dino action, anak-anak diajak naik kapal berkeliling melihat cerita tentang profesor gila yang mengadakan penelitian membuat kloning Dino. Ada yang berhasil dan ada yang gagal. Di akhir sesi dalam petualangan kapal tersebut kami diberi kejutan tiba-tiba kapal berseluncur turun seperti roller coaster.
Berbeda dengan Dino Park, di The Legend Star kami diajak berkenalan dengan tokoh-tokoh legenda kelas dunia. Mulai dari pemimpin negara, tokoh pembuat perubahan, atlet, artis, hingga bintang film. Di The Legend Star tak sekedar patungnya, bahkan replika ruangan tempat mereka beraktivitas pun ada. Kami bisa melihat dalamnya istana negara itu seperti apa, white house, bahkan merasakan duduk di replika singgasana Pangeran William dan Kate Middleton.
Melihat ada banyak tokoh-tokoh yang mereka kenal, anak-anak sudah berlarian di luar kendali. Mereka antusias menyebutkan nama-nama tokoh yang mereka kenal dan merasa bangga ketika berhasil menyebutkannya dengan benar. Bahkan tak jarang mereka minta difoto seolah-olah sedang beraktivitas bersama tokoh-tokoh terkenal tersebut. Ketika berhasil foto dengan patung Presiden Eyang Habibie, mereka langsung mengirimkannya ke Uti dan Kakung. Mereka hafal kalau Eyang Habibie adalah salah satu tokoh favorit Uti dan Akungnya.
Penawaran Terbaik di Agoda
Kalau kalian ada yang penasaran kenapa sih harus memilih Agoda? Kenapa kok gak datang langsung, bayar dan booking langsung aja? Sebenarnya ada banyak alasannya. Tapi baiklah, mari kita kupas satu per satu.
Pertama, buat aku Agoda itu sudah semacam one stop shop untuk perjalanan – dengan semua yang aku butuhkan. Aku bisa cari jenis paket yang cocok untuk umur anakku atau orang tua atau mertua yang kadang ikut, bahkan bisa juga cari berdasarkan preferensi anggaran. Agoda menyediakan semuanya dengan cara booking yang lebih mudah.
Kedua, karena Agoda memiliki paket bundle deals yang terbaik untuk group booking penerbangan, akomodasi, dan aktivitas, di dalam satu platform. Misal nih kalian mau rame-rame booking paket perjalanan sama teman atau geng arisan, kalau pakai Agoda, bisa banget dapat diskon tambahan. Trus, gak perlu ribet booking satu per satu, misal vilanya dulu, travelnya dulu, HTM masuk wahana, gak perlu yang begitu. Ribet. Kamu bisa langsung cari paket perjalanan misal untuk keluarga besar, di paket itu kalian sudah dapat pilihan villa atau resort, disediakan travel penjemputan dari villa ke lokasi wahana liburan, sampai guide pun sudah jadi satu. Jadi gak perlu tuh ribet perintilan-perintilan booking satu per satu.
Gimana sih biar bisa dapat rate bundle?
Coba kalian download Agoda dan cari fitur shopping cart. Di fitur ini kita bisa melakukan booking beberapa properti sekaligus dan menambahkannya ke keranjang belanja (cart) sebelum checkout guna mendapatkan rate bundle. Caranya sama persis kayak kalian belanja di e-commerce itu. Kalau sudah puas masuk-masukin ke shopping cart, baru di check out dan transfer. Sama kan kayak belanja online?
Jadi, siapa nih yang mupeng mau menginap di The Onsen Hot Spring Resort? Nih, aku kasih linknya buat kalian masukin ke shopping cart. Klik di sini ya -> The Onsen Hot Spring Resort. Masukin aja sekalian sama paket liburan yang lain yang ingin kalian pakai. Setelah semua terkumpul di keranjang, baru di check out biar dapat paket bundle.
Jadi sudah ada rencana mau ke mana liburan nanti? Untuk petualangan hari kedua, tunggu besok aku upload ya!
Barang Yang Wajib Dibawa Saat Camping Bersama Anak-Anak
Ribet gak sih camping bawa anak? Kerasan gak mereka diajak camping jauh dari gadget dan listrik? Rewel gak mereka di tengah hutan? Pertanyaan-pertanyaan ini acapkali kami terima ketika posting foto tentang camping keluarga.
Sebenarnya nyaman atau tidaknya mengajak anak untuk pergi camping tergantung kebiasaan anak-anak sendiri dalam kesehariannya. Apakah anak-anak terbiasa dengan segala kondisi atau anak-anak membutuhkan kondisi tertentu untuk kenyamanannya? Kalau anak-anak memiliki syarat semakin banyak untuk kenyamanannya, tentunya camping di tengah hutan akan menjadi siksaan buat mereka. Misalnya, apakah sehari-hari anak terbiasa harus ada AC sepanjang hari? Apakah anak sepanjang hari harus memegang gadget di tangannya tanpa bisa dilepas? Ataukah anak-anak terbiasa dengan televisi dan sejenisnya?
Tetapi bukan tidak mungkin mengajak anak-anak tersebut untuk berpetualang di alam bebas. Tentu butuh pembiasaan dan adaptasi yang lebih intens untuk mereka bisa nyaman dan menikmati alam tanpa listrik tanpa fasilitas wifi dan sejenisnya. Lantas, bagaimana anak-anak bisa tidur nyenyak di dalam tenda? Barang-barang apa saja yang wajib dibawa saat camping bersama keluarga?
Peralatan Yang Wajib Dibawa Saat Camping
Ini beberapa barang yang ada di daftar catatan saya, yang wajib untuk dibawa ketika camping bersama anak-anak.
Tenda
Sleeping bag lengkap dengan matras
Alat masak (panci, wajan, kompor camping, gas kaleng, korek api, pisau)
Peralatan makan
Makanan cepat saji (nugget, baso, abon, snack dan sejenisnya)
Lampu tenda & Senter
Pakaian hangat
Lotion anti nyamuk
Obat-obatan
Alas kaki yang nyaman
Apakah semua barang-barang tersebut wajib punya? Rasanya kalau harus beli tenda, sleeping bag dan sejenisnya kok mahal banget. Sebenarnya barang-barang peralatan camping itu bisa pinjam kok. Banyak tempat persewaan alat camping yang ada di kota-kota besar. Tempat-tempat persewaan tersebut biasanya menyewakan hingga printilan terkecil seperti kompor portable, bantal tiup, headlamp dan sejenisnya.
Beberapa barang bisa diganti bergantung lokasi dan tingkat kenyamanan masing-masing. Misal, kalau ingin lebih nyaman tidur di tenda, bisa mengganti matras dengan kasur tiup. Tentu akan membutuhkan ruang lebih luas ketika dibawa, karena harus membawa pompa angin portable. Beberapa tempat tidak membutuhkan lotion nyamuk karena hawa yang dingin atau lokasi yang dataran tinggi. Tapi buat aku lotion nyamuk penting untuk dibawa, selain menghalau nyamuk bisa untuk menghalau gigitan lintah.
Untuk mengisi waktu, bisa membawa mainan yang bisa dimainkan di dalam tenda, seperti kartu (remi, gaple, dan sejenisnya) atau boardgame yang tidak terlalu makan tempat. Beberapa camping ground sekarang menyediakan wahana tambahan untuk keluarga, seperti taman kelinci, tracking ATV, dan sejenisnya. Camping ground yang fasilitasnya lengkap seperti ini fasilitasnya tidak merisaukan. Setidaknya ketika hujan badai pun masih ada tempat untuk berteduh dari amukan angin.
Sesuaikan peralatan yang dibawa dengan lokasi camping. Misal di lokasi camping ada banyak kantin dan warung, maka tidak perlu ribet bawa beras untuk menanak nasi. Cukup beli nasi putih di lokasi, untuk menghemat bahan bakar. Atau kalau di lokasi ada area untuk hiking yang seru, jangan lupa bawa perlengkapan hiking seperti botol minum, tas kecil untuk hiking dan sejenisnya.
Selain membuat daftar barang bawaan dan daftar belanja sebelum camping, mencari dan menentukan lokasi camping juga gak kalah pentingnya lho… Apakah anak-anak belum pernah camping sama sekali sebelumnya, apakah anak-anak membutuhkan wahana dan lokasi yang lebih menantang, semua tergantung performa masing-masing keluarga. Memilih lokasi yang aman dan nyaman untuk camping keluarga akan diulas di artikel berbeda ya…
Liburan akhir tahun segera tiba. Yuk, yuk mulai bikin gambaran liburan. Selamat merencanakan liburan keluarga!
Mengenal Manfaat Mangrove Melalui Kegiatan Tanam 1000 Bibit Mangrove
“Bunda, apakah di kota kita ada hutan seperti tempat Uti di desa?” Tanya anakku suatu hari. Kami tinggal di Surabaya, notabene sebagai kota pesisir. Apakah di kota yang dekat dengan wilayah pantai dan laut ada hutan? Ada dooong… Di kota dekat laut pun ada hutan, namanya hutan Mangrove.
Apa Itu Mangrove?
Mangrove adalah salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di air payau dan air laut. Budidaya hutan Mangrove menjadi sarana pelestarian ekosistem di daerah pesisir. Selain itu hutan Mangrove juga memiliki dampak yang cukup luas bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya bisa menjadi habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Mangrove menjadi tempat bertelur yang nyaman dan tempat mencari makan bagi hewan-hewan laut yang kecil. Seru lho melihat hewan-hewan ini di antara pohon Mangrove saat laut mulai surut. Selain itu Mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang sehingga dapat membantu mengurangi risiko erosi.
Bagi masyarakat sekitar, Mangrove membawa dampak ekonomis, sehingga meningkatkan pendapatan warga sekitar. Warga daerah pesisir biasanya berprofesi sebagai nelayan. Satu-satunya sumber pendapatannya adalah dari mencari ikan di laut. Dengan adanya Mangrove, warga sekitar bisa memanfaatkan hasil dari buah, kayu dan nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Sudah tahu kan kalau buah Mangrove bisa diolah menjadi sirup yang segar? Mangrove yang menjadi ekowisata juga membantu warga sekitar meningkatkan penghasilannya dari pengunjung yang hendak berlibur.
Mengingat banyaknya dampak baik dari Mangrove tersebut, baik untuk lingkungan sekitar, ekosistem laut dan pesisir, maka Mangrove wajib dilestarikan dan dipelihara. Salah satu komunitas yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan Mangrove adalah Mangrove Jakarta. Mangrove Jakarta adalah komunitas yang berfokus pada penanaman bakau dan kesadaran perubahan iklim global.
Beberapa waktu lalu Mangrove Jakarta bersama Bloggercrony Community menyelenggarakan penanaman 1000 bibit pohon mangrove. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 tersebut dilakukan di sepanjang garis pantai Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu. Kegiatan penanaman 1000 bibit pohon Mangrove ini didukung oleh Pusat Budidaya dan Konservasi Laut Dinas Ketahanan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, BEM FT UI, KAPA UI dan juga komunitas Bloggercrony. Biar makin seru, Mangrove Jakarta juga mengajak kakak-kakak mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dan tim sukarelawan dari Yayasan Mangrove Indonesia Lestari.
Sebelum menanam bibit Mangrove, peserta diajak untuk membersihkan sampah di sepanjang pantai Pulau Tidung Besar. Mas Paundra Hanutama selaku Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari menyampaikan,
“Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kami berkomitmen menanam bibit mangrove secara rutin di Pulau Tidung. Kami berharap apa yang dilakukan ini dapat menjaga keseimbangan lingkungan dan mengantisipasi adanya bencana lingkungan”
Seneng ya kalau mulai banyak yang peduli terhadap lingkungan. Generasi muda makin melek dan peduli akan kelangsungan habitat di sekitar mereka tinggal. Itu kenapa aku pun suka mengajak kunyil berjalan-jalan di Mangrove sekitar tempat kami tinggal. Tentu saja untuk membuat mereka memahami bahwa daerah pesisir tempat kami tinggal ini butuh untuk dijaga kelestariannya, salah satunya dengan turut menjaga kelestarian hutan Mangrove.
Ketua Divisi Mangrove dan Tanaman Pantai PBKL, Fazhur R. Launuru juga menyampaikan penanaman pohon mangrove ini bisa menjadi cikal bakal destinasi wisata alam yang indah. Sepakat, Pak! Serius lho, Mangrove memang bisa menjadi destinasi wisata yang indah. Cek deh foto kami ketika berjalan-jalan di sepanjang jogging track di hutan Mangrove. Kece banget kaaan…
Nah kalau kalian seneng main ke ekowisata Mangrove seperti kami, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan hutan ya. Jangan buang sampah sembarangan. Jangan merusak pohon dan fasilitas yang ada di dalamnya. Bayangkan ucapan terima kasih dari banyak mahluk yang ada di dalam hutan Mangrove tersebut ketika kita turut peduli dengan tempat tinggal mereka. Tentu saja komunitas dan instansi yang fokus terhadap kelestarian alam akan sangat terbantu dengan kebiasaan baik kita.
Yuk, sama-sama kita jaga kelestarian hutan Mangrove!
Duo kunyil sudah selesai menjalani musim PTS. Meski masih disibukkan dengan beberapa kegiatan tambahan di sekolah, tapi mereka sudah sounding untuk minta waktu liburan sejenak, sebelum musim ujian datang lagi. Bukan liburan yang jauh, cukup bermain di wahana permainan dalam kota yang lengkap dan modern.
Kunyil menagih janji uti dan akungnya. Uti dan Akungnya pernah menjanjikan kalau dapat nilai bagus nanti diajak main. Maka dimanfaatkanlah momen itu oleh kunyil dengan minta dibelikan tiket ke wahana bermain yang lengkap dan modern yang harga tiketnya cukup bikin dompet keringetan. Awalnya utinya bingung ketika melihat harga tiketnya. Kan sudah bukan rahasia umum ya kalau harga tiket wahana bermain sekarang beda dengan yang dulu. Fasilitasnya juga jauh beda.
Banyak wahana permainan yang lengkap dan modern yang mematok harga tiketnya cukup bikin dompet keringetan. Hal ini wajar karena sebanding dengan fasilitas permainan yang sudah disediakan. Namun sayangnya kondisi dompet kami yang sedang tipis-tipisnya, tentu akan makin tipis kalau dipakai beli tiket untuk 2 anak. Setelah melalui semedi panjang di depan gawai, akhirnya kami menemukan cara bebas bermain tanpa bikin dompet menangis.
Berikut 5 tips hemat bebas bermain, agar dompet tidak menangis:
Tips 1:
Makan kenyang dulu sebelum berangkat. Mengingat anak-anak mainnya lama, jadi amunisi perut wajib tetap terjaga. Biar lebih hemat, makan dulu dari rumah. Perut orang tua dan anak wajib kenyang dulu.
Tips 2:
Manfaatkan Transportasi umum. Naik transportasi umum akan memberi pengalaman berharga buat anak. Selain itu bayar ongkosnya juga lebih murah, jadi lebih ramah di kantong.
Tips 3:
Pilih waktu pagi atau malam hari, agar waktu bermain lebih panjang. Kalau pagi hari, anak bisa lebih puas bermain. Setelah masuk waktu makan siang, sholat dhuhur, itu pertanda waktu bermain sudah selesai. Ajak deh anak-anak pulang.
Tips 4:
Cari tiket harga promo. Jangan terpaku pada harga yang tertera di board tempat penjualan tiket. Biasanya harga standard tersebut terlihat mahal. Padahal kalau belinya di aplikasi Travel bisa dapat harga lebih murah. Apalagi kalau pas ada promo gila-gilaan.
Tips 5:
Jangan lupa membawa kaos kaki sendiri. Tempat bermain anak biasanya memiliki aturan anak-anak dan orang tua yang masuk wahana, wajib mengenakan kaos kaki. Ini demi menjaga kebersihan tempat bermain. Kalo lupa, bisa beli langsung di kasir. Agar lebih hemat, biasakan untuk membawa kaos kaki sendiri. Pastikan juga anak-anak mengenakan baju yang nyaman, agar anak lebih mudah bergerak.
Maka, berkat promo tiket yang lumayan nendang, kami berhasil berangkat ke Kidzoona dengan harga tiket yang ramah kantong. Di Kidzoona duo kunyil bebas bermain dan berlari-larian tanpa khawatir. Anak-anak juga bebas mau bermain play pretend. Mau jadi dokter, tersedia baju seragam dokter, lengkap dengan topi suster, tempat tidur boneka, hingga peralatan dokter yang lengkap. Pun tersedia juga beragam beragam fasilitas untuk jenis profesi lainnya.
Duo kunyil jelas betah di sini. Dari mall buka hingga mau tutup juga kayaknya gak mau pulang, kalau gak diseret pulang. Selesai bermain kami langsung bablas pulang, tanpa tolah-toleh untuk membeli lain-lain. Begitulah ya rasanya kalau keadaan dompet sedang krisis tapi tetap mau eksis, terpaksa harus tahan nafas, sis!
Jadi apa sih aplikasi Travel itu?
Aplikasi Travel adalah salah satu program baru Traveloka yang menghadirkan penawaran menarik untuk bermacam aktivitas. Pelanggan bukan hanya akan mendapatkan harga terbaik dari berbagai macam aktivitas, namun juga mendapatkan kemudahan dalam banyak hal. Ada ribuan promo yang ditawarkan setiap harinya. Serius, banyak banget lho! Dengan aplikasi tersebut, pelanggan memiliki banyak kebebasan.
Ketika booking tiket ke Kidzoona beberapa waktu yang lalu, ternyata juga ada banyak promo-promo menarik untuk perawatan tubuh. Rasanya pengen dibooking semua. Apalagi bisa memilih untuk dipakai kapan, sesuai dengan kebutuhan.
Nah, berikut beberapa kebebasan yang bisa didapatkan menggunakan aplikasi tersebut:
Bebas Pilih Promo dan Aktivitas.
Aktivitas yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari transportasi, hiburan, event, atraksi, spa, hingga kursus maupun workshop. Kebayang kan banyak sekali pilihan aktivitas yang ditawarkan. Promonya pun gak kalah serunya, ada ribuan yang ditawarkan untuk memanjakan pelanggan.
Bebas Pilih Cara Bayar
Dengan aplikasi tersebut kita bebas memilih cara pembayaran, bisa menggunakan debet, kartu kredit atau bahkan menggunakan fitur paylater. Fitur paylater ini memungkinkan pelanggan untuk memilih waktu pembayaran. Dalam keadaan darurat, dana di rekening menipis, sedangkan kebutuhan tidak bisa ditunda, bisa memanfaatkan fitur paylater dengan memilih tanggal gajian sebagai waktu pembayaran.
Bebas Pilih Waktu
Bebas memilih waktu booking, bisa dari mana saja dan kapan saja. Booking hari ini untuk digunakan 6 bulan lagi masih bisa. Booking hari ini untuk digunakan hari ini juga bisa. Bebas pilih waktu sesuai kebutuhan.
Bebas Dari Rasa Cemas dan Lelah
Booking tiket menggunakan aplikasi bebas rasa cemas karena kehabisan. Kita juga gak perlu capek-capek antre, jadi hemat tenaga. Semua bisa dilakukan dari gawai yang ada di genggaman tangan. Booking tiketnya bisa sambil gegoleran di sofa. Praktis kan?
Bebas Dari Rasa Ribet
Pesan tiket di Traveloka Xperience gak pakai ribet kok. Mudah digunakan dan cepat. Aplikasinya user friendly. Proses pemesanannya juga cepet. Konfirmasi pemesanan langsung masuk E-mail dan bisa digunakan sebagai bukti pembelian tiket. Jadi lebih mudah.
Bahagia ya jadi anak milenial? Semua serba mudah dan cepat. Hanya dari atas tempat tidur bisa melakukan banyak aktivitas, termasuk pesan-pesan tiket. Gak perlu datang langsung ke loket, gak perlu antre, gak perlu takut kehabisan, gak perlu takut dompet ketinggalan. Semua serba praktis.
Kalau masih belum paham juga cara pemesanan tiketnya, boleh deh simak langkah-langkah berikut.
Lakukan pembayaran dan konfirmasi tiket akan dikirimkan ke email.
Tiket siap digunakan
Mudah bukan? Dengan membaca dan mengikuti petunjuk di setiap tampilan, maka tiket sudah bisa digenggam. Prosesnya pun cepat. Jadi makin banyak pilihan di Traveloka. Maka waktu untuk dinikmati dengan yang tersayang jadi tidak terbuang percuma. Sisa waktu yang masih ada bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih produktif lagi.
Yang terpenting dari itu semua, berikut keseruan yang kami dapat di Kidzoona. Duo kunyil bebas bermain, mulai dari bergelantungan hingga berubah jadi penjual bunga yang manis. Di sini mereka juga bebas belajar berinteraksi dengan siapa saja. Sering sekali duo kunyil bertemu dengan teman baru dari bermain di wahana seperti ini. Pulang dari sini, duo kunyil masih akan terus terngiang #XperienceSeru nya hingga beberapa minggu kemudian. Bahagianya awet, sis! Worth every penny lah.
Bahagia juga dompet ibunya karena promonya yang lumayan sekali.
Coba bayangkan untuk tiket Kidzoona all day dari harga normal Rp 150.000/tiket kami mendapat harga Rp 75.000/tiket di akhir pekan menggunakan Traveloka Experience.
Canggih banget kan? Nah, sekarang jadi tahu kalau pengen liburan, aplikasi apa yang dituju. Aplikasi yang banyak promonya, itu salah satu yang terpenting. Lumayan kan, hasil promo bisa digunakan untuk beli skincare demi membahagiakan kulit bunda. Perawatan kulitnya juga bisa cari promo lagi di Traveloka Xperience. Makin bahagia lahir batin. Begitulah cara emak-emak memperpanjang nyawa isi dompet dengan penuh rasa bahagia setiap bulannya.
Maka nikmat mana lagi yang mau didustakan? Selamat menikmati waktu dengan yang paling berharga di hidup anda!