Single di #UsiaCantik? Never Mind!

Melihat banyak profil tentang wanita-wanita di #UsiaCantik yang berseliweran di timeline sosial media, ingatan saya terbang ke sosok seorang teman. Ia teman yang sangat akrab ketika kita masih tinggal di kost dan bekerja di satu gedung perkantoran yang sama. Tutik Wulandari namanya. Saya biasa memanggilnya “mbak Tutik”, karena usianya beberapa tahun lebih tua dari saya.

WhatsApp Image 2016-11-22 at 8.05.55 PM

Mbak Tutik lahir di tengah keluarga sederhana di Kediri. Kedua orang tuanya kini sudah tak bekerja lagi. Lahir sebagai anak kedua dari 2 bersaudara, kakak perempuannya kini tinggal di Bogor bersama suaminya. Mbak Tutik bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah manajemen gedung perkantoran. Saya mengenalnya sebagai sosok yang murah senyum, ramah, cerdas dan cekatan. Namun di usianya yang kini menginjak 36 tahun, Tuhan belum mempertemukan dengan jodohnya. Yang saya kagumi darinya, dengan status single tersebut ia tetap melangkah ringan dengan berbagai aktivitasnya. Ia memang pribadi yang hangat, mudah untuk diajak tertawa dan senang ngobrol tentang apa saja.

Continue reading Single di #UsiaCantik? Never Mind!

Aku, Mertuaku, Iparku

Aku Mertuaku Iparku (2)
pic taken from: www.pexels.com

“mbak, aku mau pindah aja.. mau cari rumah kost. Mertuaku biar tinggal sama iparku aja. “

Malam itu tiba-tiba notifikasi di w.a saya berbunyi. Seorang teman curhat tentang mertua dan iparnya. Ini bukan pertama kali saya menerima curhatan serupa.  Gara-gara tulisan saya tentang mertua, terkadang w.a saya mendadak jadi ajang curhat para menantu-menantu cantik.

Jadi ceritanya si menantu cantik sedang kesal karena dia merasa mertuanya jauh lebih perhatian ke iparnya. Setiap mertua pergi ke luar kota, yang dibawakan oleh-oleh saudara iparnya, mentang-mentang si ipar sering kirim uang ke mertuanya. Setiap kali iparnya main ke rumah, mertuanya heboh masak enak dan pulangnya selalu dibawakan bekal. Setiap kali ngobrol dengan tetangga, selalu yang dibanggakan si ipar yang cekatan dan luwes. Kalau si ipar sakit, bisa sehari 3 kali telepon hanya untuk menanyakan sudah makan belum, sudah minum obat atau belum dan bla..bla… curhatan yang lainnya.

Ada yang pernah merasakan hal serupa? Atau mirip-mirip? Continue reading Aku, Mertuaku, Iparku

6 Tips Menghadapi Anak Picky Eater

picky eater

Ada yang anaknya picky eater? Alias memilih-milih makanan. Sediiih banget, dimasakin segala macam yang dimakan ya itu-itu saja. Sudah rempong, jungkir balik sampai salto di dapur, eh yang dimakan tempe lagi, tempe lagi… Belum lagi dengar suara nyinyir tetangga, “ibunya gak telaten masakin nya siih…”. Pengen kunyah batu bata deh rasanya!

Continue reading 6 Tips Menghadapi Anak Picky Eater

The Beginning Of Life: Menjadi Bagian Dari Perubahan

judul

Hari minggu, 4 september 2016 lalu, Suara Anak Surabaya mengadakan nonton bareng film dokumenter “The Beginning of life” bersama para ayah dan ibu yang penuh semangat. Antusiasme para orang tua hebat tersebut ditunjukkan dengan datangnya mereka yang juga berasal dari wilayah di luar Surabaya, seperti Sidoarjo, Gresik bahkan Mojokerto. Bertempat di ruang Auditorium, Museum Tugu Pahlawan Surabaya, siang itu total ada 20 orang tua yang berkumpul untuk ikut nonton bareng film dokumenter tersebut.

Continue reading The Beginning Of Life: Menjadi Bagian Dari Perubahan

Mengatasi Nyeri Menstruasi Dengan Gerakan Sederhana

Ada yang pernah mengenal istilah PreMenstrual Syndrome, atau PMS? Perempuan kalau menjelang datang bulan biasanya mendadak jadi lebih galak dari macan, atau lebih sensitif. Entah ada angin apa, tiba-tiba pengen nangis waktu dengar lagu mellow. Nyeri di sekitar perut dan pinggang di 3 hari pertama menstruasi itu juga jamak terjadi pada saat PMS. Konon katanya sakitnya di awal menstruasi sama dengan sakitnya 10 kali lipat ditonjok dari dalam. Jadi mengertilah wahai para lelaki, jika tiba-tiba wanitamu mendadak jadi sensi, bersabarlah…

kiranti

Saya punya teman yang kalau hari pertama menstruasi kesakitan bukan main. Wajah pucat, keringat dingin, perut nyeri yang teramat sangat, dan badan lemas. Sudah bisa dipastikan semua aktifitas pun terganggu, harus cuti kerja dan bolos kuliah. Bahkan pernah sakit hebat hari pertama menstruasi pas liburan bersama. Gagal lah acara jalan-jalan dan berpetualang. Saya sendiri pernah mengalami hal serupa. Jangan ditanya sakitnya. Sampai teman sekantor yang lelaki semua itu harus memapah saya pulang ke kamar kost untuk istirahat. Wajah saya pucat pasi, perut rasanya seperti tercabut dari dalam. Badan lemas tak berdaya menahan rasa sakit yang teramat sangat.

Continue reading Mengatasi Nyeri Menstruasi Dengan Gerakan Sederhana

Battle Of Surabaya dan Pengalaman Nonton Pertama

Akhirnyaaaa.. setelah satu tahun puasa nonton, pecah telor juga! Untuk pertama kalinya kita nonton lagi, dan kali ini spesial karena nontonnya bareng anak-anak.  Kira dan Kara baru pertama kali masuk bioskop dan nonton di layar yang super lebaar, dengan suara yang cetar membahana.
Hari kamis yang lalu, sedianya kita mau nonton Inside Out, ternyata malah nyasar nonton Battle of Surabaya. Battle of Surabaya memang sudah jadi incaran. Karena kita gak tahu kalau Battle of Surabaya sudah tayang, jadi bilangnya ke Kira dan Kara nonton Inside out. Ternyata setelah sampai di bioskop dan mau beli tiket, diputuskanlah nonton Battle of Surabaya.

Continue reading Battle Of Surabaya dan Pengalaman Nonton Pertama

Anakku Slow Growth

poster KMS Perempuan(2)

Wah ini BBnya kurang! Kok BBnya dibawah garis merah?! Jangan-jangan kurang gizi… Anaknya kurus sekali…

Saya sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat seperti itu. Apalagi dengan 2 anak yang lahir premature dan perkembangan Berat Badan yang boleh dibilang Slow-growth. Sampai saat ini usia 4 tahun lebih, Berat Badan Kara, salah satu anak kembar saya tidak pernah lolos dari garis merah. Petugas POSYANDU pun sudah sangat hafal dengan KMS yang saya bawa. Tanpa melihat nama, hanya melihat kurva, bisa menebak kalau itu KMS Kara.

Continue reading Anakku Slow Growth

Pertolongan Pertama Pada Gastroenteritis

Tepat seminggu setelah acara liburan kami ke Jogja, saya mendapati Kara panas tinggi hingga 40,8 DC. Saat itu tidak ada tanda-tanda mau flu seperti bersin-bersin atau hidung berair.  Pagi berangkat ke sekolah masih sehat, ceria, dan fit seperti biasanya. Pulang sekolah masih sempat makan siang dan ganti baju. Tiba-tiba ketika sedang bermain dengan Kira saya perhatikan wajahnya mulai sayu. Saya pegang dahinya, demam. Saya ukur menggunakan thermometer, whoalaaa.. sudah 39,8 DC saja. Bocah saya satu ini memang sedikit ajiiib deh. Meskipun paling mungil di keluarga, tapi tenaga dan kemauannya salah satu yang paling besar.  Panas segitu dia masih saja bermain seperti biasa, hanya saja matanya tampak sayu. Tak lama kemudian dia benar-benar tumbang alias lemas. Setelah diukur panasnya sudah 40,2 DC. Astagaaa.. ada apa ini. Cemas tentunya. Karena demam yang tidak ada tanda-tanda tanpa kulonuwun, permisi dulu ini yang sering bikin dag-dig-dug.

 gastroenteritis

Continue reading Pertolongan Pertama Pada Gastroenteritis

Review Mesin Jahit Mini Portable

Beberapa waktu yang lalu saya membeli mesin jahit portable. Kalau gak salah sih tipenya FHSM-202. Ini mesin jahit mini yang sudah memakai 2 benang, lengkap dengan pedal dan adaptor. Mesin jahit yang dibanderol dengan harga pasaran 200rb’an ini memiliki fitur yang sederhana dan diperuntukkan bagi kerja jahit sederhana. Berikut penampakan si mini portable di meja kerja saya.
FHSM
Ukurannya tidak lebih besar dari laptop. Beratnya juga gak sampai 1,5kg. Jadi cukup ringan dijinjing kesana kemari. Untuk mesin jahit dengan harga 200rb’an, ini sangat layak untuk diadopsi. Kerjanya stabil dan gak ribet. Tutorialnya banyak di jumpai di youtube. Jadi gak terlalu bingung lah. Apalagi kalau sebelumnya pernah pegang mesin jahit jadul macam singer dan kawan-kawannya, pasti gak bingung untuk masukin alur benangnya. Mostly hampir sama dengan alur benang di mesin jahit semacam singer dkk.

Susah Makan Pada Bayi dan Anak (GTM)

Ini adalah artikel yang sama yang pernah saya tulis dan dimuat di The Urban Mama. Agak telat sih untuk ditulis ulang disini. Namun issuenya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tips-tips yang saya dapat semoga bermanfaat untuk dibagi.

 IMG_20150202_132947

Kira dan Kara mulai GTM ketika usia 1 sampai 3 tahun. Selama 2 tahun itu makan hanya sehari 2 kali. Itupun harus dibawa jalan keliling kompleks perumahan oleh uti dan bibi pengasuhnya. Jenis makanan yang masuk hanya nasi, tempe, sate dan buah. Selain itu benar-benar ditolak, tutup mulut. Dibutuhkan usaha ekstra agar mereka mau menghabiskan porsinya. Jika makan bersama bundanya, duduk manis di meja makan, hanya bertahan hingga 2-3 suap saja. Setelah itu bubar jalan, tutup mulut, dan menangis. Karena GTM inilah akhirnya Berat badan kira dan kara susah naik. Padahal ketika MPASI segala macam makanan mau, mulai dari puree sampai ikan laut tidak pernah ditolak. Lancar.

Continue reading Susah Makan Pada Bayi dan Anak (GTM)