Membangun Rumah Ramah Lingkungan Dengan Utomo SolaRUV

Membangun Rumah Ramah Lingkungan Dengan Utomo SolaRUV

“Living Big In A Tiny House” adalah salah satu channel youtube yang pernah aku tonton bareng suami. Di channel ini ada review tentang rumah-rumah mungil tapi nyaman. Mengusung konsep minimalis dan ramah lingkungan, rumah-rumah ini persis seperti bayangan rumah masa tua kami. Mungil dengan halaman yang sangat luas dan pemandangan yang super cantik.

Membangun rumah seperti ini tentu kami harus menghitung dana yang harus ditabung dan disisihkan. Bayangan membeli tanah yang luas saja kepala sudah nyut-nyutan. Belum lagi membuat rumah modern yang ramah lingkungan lengkap dengan panel surya sepertinya makin jauh di awang-awang. Pasti harga-harga panel surya dan segala perlengkapannya tidak murah.

Benarkah demikian?

Bayanganku berubah total ketika mengikuti acara blogger gathering bareng Utomo SOlaRUV. Utomo SolaRUV adalah perusahaan spesialis penyedia solusi atap dan energi baru terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perusahaan ini berada di bawah naungan Utomo Deck yang sudah memiliki pengalaman dan sertifikasi internasional di bidang atap. Jadi tidak perlu diragukan lagi.

Dari acara ini aku mendapat informasi yang lengkap apabila kita ingin membangung hunian yang memiliki panel surya. Sudah pada tahu kan fungsi panel surya untuk apa? Bentuknya bagaimana? Sini-sini duduk dekat aku. Biar ku ceritain tentang panel surya.

Tentang Panel Surya

Panel surya adalah alat yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pada dasarnya alat ini terdiri dari beberapa bagian yang membantu kita dalam suplai listrik untuk berbagai kebutuhan. Apabila ingin memiliki panel surya di rumah sebagai tenaga untuk suplai listriknya, maka set alat yang dibutuhkan antara lain, panel surya, inverter dan baterai apabila dibutuhkan untuk off grid tanpa paralel dengan listrik dari PLN.

Nah jika masih ingin paralel dengan listrik PLN atau menggunakan sistem on grid, maka tidak perlu baterai. Cukup panel surya dan inverternya saja. Harga untuk satu perangkat panel surya dengan sistem on grid di Utomo SolaRUV terbilang cukup terjangkau, mulai dari 18 juta’an saja. Tidak mahal kan ya? Dengan harga segini kita bisa mendapatkan perangkat untuk memberikan suplai energi listrik di siang hari setara dengan listrik 2200 watt. Sedangkan malam hari bisa langsung switch ke listrik PLN tanpa ada lonjakan, hentakan atau kedip sama sekali di perangkat elektronik kita. Jadi stabil.

Perangkat yang digunakan oleh Utomo SolaRUV ini sudah memiliki sertifikasi SNI, sehingga aman digunakan meskipun untuk skala rumah tangga. Dengan harga dan perangkat tersebut, Utomo SolaRUV terbilang hemat, karena perangkat bisa digunakan hingga 25 tahun. Pemasangannya pun tidak membutuhkan syarat yang ribet, asalkan atapnya kuat untuk menopang perangkat seberat 14 kg/bar panel aman lah. Kalau ragu, boleh lho sekalian minta dibikinin atap yang kuat sama Utomo Deck.

Kenapa Harus Menggunakan Panel Surya?

Di tengah bumi yang sedang sakit dan lagi maraknya isu pemanasan global, segala sesuatu yang ramah lingkungan itu akan sangat membantu diri kita sendiri bertahan hidup di muka bumi lebih lama. Bumi bisa dihuni untuk anak cucu kita lebih lama lagi. Untuk itulah, membangun rumah yang ramah lingkungan pun juga kini menjadi perhatian dunia. Eco-House istilah kecenya. Rumah yang memiliki konsep eco-house adalah rumah yang didesain khusus yang selaras dengan lingkungan, mulai dari penggunaan materialnya, pemanfaatan energi berkelanjutan, hingga desain yang dibuat agar memaksimalkan fungsi alam.

Dengan menggunakan panel surya yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listriknya, maka kita akan mengurangi emisi karbon dari pembakaran batu bara sebagai sumber energi milik PLN. Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber listrik, maka kita dapat mengurangi emisi karbon hingga sebesar 246 ton per tahun. Keren sekali yaaa…

Tak hanya itu, kita juga dapat menghemat pengeluaran membayar tagihan listrik hingga 50% tiap bulannya. Ini kalau kita masih menggunakan panel surya yang on grid. Jika sudah benar-benar off grid, sudah gak perlu bayar listrik lagi. Bahkan kalau cadangan energi kita berlebih dalam baterai, bisa lho dijual ke PLN. Bener begitu kan, Utomo SolaRUV?

Dengan potensi sinar matahari yang berlimpah di Indonesia ini, kita beruntung bisa memanfaatkan energinya dengan maksimal. Apalagi di kota Surabaya yang katanya kota dengan panas paling menyengat ini. Cocok bangetlah untuk membangun rumah yang memiliki panel surya di atapnya. Konon katanya, potensi energi surya di Indonesia mencapai 112.000 GWp dan ini gede banget lho. Sudah saatnya kita serius memikirkan pemanfaatan energi berkelanjutan dari alam.

Yuk, kita sambang ke kantornya Utomo SolaRUV, mas… * Colek manjah suami tercintah.

Buat kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang panel surya dari Utomo SolaRUV, bisa main ke kantornya Utomo Deck di :

JL. Basuki Rachmad No. 149 Surabaya 60271

Telp : (031) 545 1945 / (031) 534 4356 / 081 703 495 057 / 081 837 33 33.

Bisa juga cek di instagram Utomo SolaRUV dengan user “utomosolaruv”.

Salam Bumi pasti lestari!

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

“Bund, ini apa yang di meja makan?” Itu reaksi anakku ketika saat buka puasa, tersaji menu yang tidak biasa. Kraft Crolette.

“Itu omelet yang dikasih mahkota, Nduk. Namanya Crolette.” Jawabku.

“Wuah, ada kremesnya. Seru nih…” dicomotnya crown yang ada di atas Crolette buatanku. Tak menunggu lama, menu itu ludes. Mereka tidak menyadari bahwa crown itu terbuat dari keju.

Anakku tidak suka keju. Suamiku tidak doyan keju. Menu-menu yang mengandung keju sudah pasti menyingkir dari meja makan kami. Melihat tampilannya saja, seolah sudah ada alarm tolakan menyala-nyala. Jangankan dicicip, disentuh pun tidak.

Ibu-ibu sudah pasti paham kalau keju itu sebenarnya memiliki manfaat yang banyak sekali. Melihat seisi rumah anti keju semua memang bikin games-gemes sebel. Buat yang belum tahu, nih beberapa manfaat keju yang aku ketahui. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang lain.

Sependek pengetahuanku, Keju membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kalsium dalam keju merupakan asupan yang baik untuk tulang dan gigi. Keju juga memiliki zat “makanan tulang” berupa protein, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K

Keju membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Hal ini karena keju merupakan makanan yang diolah dengan cara fermentasi, sehingga kaya akan bakteri probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Keju juga membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencukupi konsumsi produk olahan susu, seperti keju, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

Keju dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kandungan yang dimiliki keju berupa linoleic acid, sejenis asam lemak, diketahui mampu meredakan peradangan. Bahkan, asam lemak ini juga dipercaya dapat menurunkan berat badan.

Manfaat yang bejibun inilah yang sebenarnya bikin aku sedih kenapa kok anak-anakku dan suamiku tidak suka keju. Sayang banget.

Sepertinya gayung bersambut. Tuhan menjawab doaku. Ketika aku melihat olahan Crolette hatiku tergelitik. Duo kunyil suka sekali makan kremesan. Kenapa gak bikin kremesannya dari keju aja? Apalagi kalau bentuknya lucu seperti mahkota. Pasti bikin penasaran.

Akhirnya misi recook Crolette pun dijalankan. Seperti ini hasilnya. Cakep kaaan?

Kalau penasaran, berikut resep anti gagal membuat Crolette.

Bahan:

  • Dua butir telur
  • Keju Kraft Cheddar Mini 30 gr
  • Garam sejumput

Cara Memasak:

  1. Kocok telur hingga rata
  2. Panaskan pan dan masukkan telur hingga merata
  3. Gulung dan bentuk menjadi omelet, lalu sisihkan
  4. Matikan kompor dan parut keju Kraft Cheddar Mini di atas pan
  5. Letakkan omelet di atas keju yang mulai mengering
  6. Angkat dan sajikan di atas piring saji
  7. Bentuk crown hingga keju benar-benar kaku
  8. Crolette siap disantap!

Aku sudah membuat videonya di reels instagramku. Silahkan tengok di sini ya…

https://www.instagram.com/p/CcKETrRJboM/

 

Kenapa membuat Crolette yang ini anti gagal? Itu karena kejunya pakai Kraft Cheddar. Pakai Kraft Cheddar membuat keju kremesnya ini jadi lebih mudah kaku, tapi masih bisa dibentuk dan diberdirikan. Setelah kaku pun rasanya tetep kremes. Masih terasa kriuknya pas dimakan anak-anak waktu bersantap buka puasa.

Kenapa bisa begitu? Karena kandungan Kraft Cheddar adalah Keju Cheddar aslik, gak kaleng-kaleng. #KejuAsliCheck. Cek aja di kemasannya. Di urutan bahan pertamanya adalah Keju Cheddar. Itu berarti Kraft Cheddar memang memiliki kandungan utama berupa Keju Cheddar. Selain itu, Kraft Cheddar juga memiliki kandungan calci-milk. Calci-milk adalah kandungan berupa protein dan kalsium yang tinggi dan vitamin D. Biar crown alias mahkotanya tegak berdiri kaku tanpa ambyar, dibutuhkan keju yang mengandung protein lebih tinggi dari keju lainnya.

Lalu kenapa harus bikin Crolette? Gak harus sih. Tapi kalau mau menu yang simple, anti ribet, tapi dijamin langsung ludes ya menu ini cocok banget. Simple karena bikinnya cepet, bahannya gak banyak. Anti ribet karena bikinnya cepat. Dijamin ludes karena memang rasanya enak dan gurih. Apalagi kremes kejunya, bikin nagih. Bahkan bocah-bocahku yang biasanya gak doyan keju pun, sukses menghabiskan makanannya tanpa sadar kalau kremesnya dari keju.

Kraft Cheddar tersedia dalam beberapa kemasan. Ada kemasan mini 30 gram, ada 70 gram dan kemasan 165 gram. Untuk bikin Crolette ini aku pakai kemasan mini 30 gram yang pas untuk resep 1 menu Crolette. Beli di Indomaret harganya murah, hanya Rp5.200,- Meskipun harganya murah, tapi kandungannya komplit kaaan…

“Bund, kapan sekolah boleh bawa bekal lagi?” Tanya anakku setelah menyelesaikan makan buka puasa. Sekolahnya memang belum memperkenankan membawa makanan dan bekal apapun selama pandemi untuk menghindari potensi penularan Covid-19 di sekolah.

“Kalau nanti sudah boleh bawa bekal, bikinkan aku bekal crolette yang kayak gini ya bund?” Ujar anakku. Wokeeey, kalau makanannya gampil kayak gini, mah bunda siap!

“Eh, tapi mahkotanya masih enak gak bund kalau dijadiin bekal?”
“Lho ya jelas masih enak… Lha wong bikinnya pakai keju Kraft Cheddar.” Aku membanggakan diri.
“Hah? Jadi ini tadi keju?? Ternyata enak ya kalau digoreng…” mereka pun terkejut.

Ya iyalaaaahh… Dari dulu keju Kraft mah pasti enak. Gurihnya pas! Karena gak pakai penguat rasa. Aku bisa tersenyum lega melihat bocahku sudah terbuka menerima keju.

Bon Appetit!

Melawan Stigma Mulai Dari Mana?

 

Melawan Stigma Mulai Dari Mana? – Adikku lahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Konon kata dokter, IQnya berhenti di anak usia 2 tahun dan tidak berkembang lagi. Kemampuannya berbicara dan berlogika persis seperti anak kecil, meski usianya sudah menginjak belasan. Dulu dia baru bisa berjalan ketika usia 8 tahun. Perkembangannya sangat lambat.

Aku tahu persis bagaimana dulu ibuku selalu menggendongnya ke mana-mana. Seiring berjalannya waktu, adikku tumbuh menjadi anak yang gigih. Dia juga yang selalu membantu mengangkat barang-barang di rumah. Meski perkembangan IQnya lambat, tapi fisiknya tumbuh normal. Namun begitu, aku tidak bisa lupa bagaimana orang lain mencibir adikku dan ibuku. Stigma tentang anak cacat adalah dosa orang tua dan sejenisnya selalu ada.

Adikku tidak bisa bersekolah di sekolah biasa. Di desa kami, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus terbatas jumlahnya. Ada sekolah luar biasa yang jaraknya belasan Km dari rumah, itupun tidak ada kelas untuk anak dengan kemampuan seperti adikku. Alhasil saat itu adikku tidak bersekolah. Guru sekolah di dekat rumah tak sanggup mengajarnya. Maka, satu-satunya yang bisa ia tulis adalah angka 4 dan huruf B. itu saja.

Stigma Dan Dilema Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK)

Stigma-stigma negatif yang masih banyak beredar di masyarakat inilah akhirnya menginisiasi Ruang Publik KBR untuk mengadakan edukasi. Dalam rangka Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2022, Ruang Publik KBR berkolaborasi dengan NLR Indonesia membuat talkshow yang bertema “Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara”. Talkshow yang diadakan tanggal 30 Maret 2022 ini menghadirkan dua narasumber yaitu:

  • dr. Oom Komariah. M.Kes, Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome (HDSD) / POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome)
  • Uswatun Khasanah, OYPMK (Orang yang Pernah Menderita Kusta) / NLR Indonesia

Selain anak-anak berkebutuhan khusus seperti adikku, salah satu stigma yang sering diberikan oleh masyarakat awam adalah stigma terhadap penderita Kusta. Siapa yang belum mengenal Kusta? Kusta atau lepra adalah penyakit yang menyerang jaringan kulit dan dapat menimbulkan kecacatan. Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Bagi Mbak Uswatun Khasanah, sebagai orang yang pernah menderita kusta, anggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan bukan lagi hal baru. Masih banyak di masyarakat Indonesia yang menganggap orang yang menderita kusta itu perlu dikucilkan karena sangat mudah menular. Bahkan banyak yang masih belum tahu kalau kusta bisa disembuhkan.

Aku sendiri pun baru tahu kalau ternyata Kusta itu ada dua macam berkat nonton talkshow kemarin. Seperti diabetes, kusta pun ada dua jenis, kusta basah dan kusta kering. Asalkan rajin minum obat dan mematuhi semua anjuran dokter, Kusta bisa sembuh. Bahkan tidak meninggalkan cacat yang fatal.
Bagi penderita kusta yang mengalami kecacatan pun sering dilema, karena susah mendapatkan fasilitas publik dan kesempatan yang setara dengan yang lain. Sama seperti penyandang disabilitas lain, fasilitas publik kita banyak yang belum ramah terhadap kaum disabilitas.

Kesempatan kerja pun tidak sama besarnya. Mereka yang disabilitas akan memiliki kesulitan dan hambatan yang jauh lebih besar dalam berkompetisi di dunia kerja. Karena seringnya, dunia kerja tidak memberikan toleransi bagi penyandang disabilitas. Bahkan mungkin lebih sering mendapatkan diskriminasi.

Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara

Percayakah kalian bahwa penderita down syndrome bisa menjalani hidup normal? Down syndrome bukan penyakit. Down syndrome adalah gangguan genetik karena kelainan kromosom. Karena bukan penyakit, down syndrome tidak bisa disembuhkan, tapi bisa diterapi dan dilatih. Dengan latihan dan terapi yang rutin, penderita down syndrome dapat menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Bahkan banyak penderita down syndrome yang memiliki prestasi melebihi teman-temannya yang lain.

Melihat fakta seperti ini pun, masih ada saja masyarakat yang memiliki stigma bahwa anak down syndrome adalah akibat dari dosa orang tuanya. Banyak orang down syndrome yang mengalami diskriminasi, bahkan pelecehan. Tak jarang orang down syndrome dianggap sebagai aib bagi masyarakat.

“Bagi orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome silahkan jika ingin menikmati waktu untuk bersedih. Itu normal. gakpapa. Tapi jangan lupa untuk cepat bergerak. Jangan terlalu lama berdiam diri gak ngapa-ngapain. Kalau bukan orang tuanya yang membantu anak down syndrome berkembang, siapa lagi?”

Dr. Oom menyarankan segera cari komunitas yang mendukung dan menerima semua perasaan yang dirasakan. Bukan memberikan penghakiman. Komunitas ini penting untuk berbagi pengalaman, cerita, cara terapi bagi sesama orang tua dengan anak down syndrome. Bahkan komunitas seperti POTADS juga memberikan wadah bagi anak-anak down syndrome untuk berlatih bermacam-macam keterampilan.

POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) yang sudah berdiri di 10 kota ini juga memiliki wadah berupa rumah ceria POTADS yang mewadahi anak-anak down syndrome untuk berlatih seperti renang, perkusi, drum, dan lain sebagainya. Bahkan banyak di antara mereka yang berprestasi. Jadi orang tua yang memiliki anak down syndrome memiliki dukungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.

Bagi penderita kusta ada yayasan NLR yang membantu pemberantasan kusta. Yayasan non-profit ini sudah lama didirikan dan memiliki tujuan membantu penderita kusta untuk sembuh, memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi potensi timbulnya kecacatan. Bergabung dengan komunitas seperti NLR para penderita kusta akan memiliki dukungan untuk sembuh dan kembali percaya diri menjalani pengobatan.

Melawan stigma bukan hal yang mudah. Apalagi untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan. Dr. Oom mengatakan bahwa melawan stigma bisa dilakukan dengan memberikan bukti bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan itu layak untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Namun untuk melawan stigma tersebut, pertama harus berdamai dengan diri sendiri dulu. Bagi penderita kusta, melawan stigma bisa dimulai dari diri sendiri, sembuh terlebih dulu, mengikuti semua anjuran dokter dan buktikan bahwa kita bisa.

Mengenal Manfaat Hutan Mangrove Melalui Kegiatan Tanam 1000 Mangrove

Mengenal Manfaat Mangrove Melalui Kegiatan Tanam 1000 Bibit Mangrove

“Bunda, apakah di kota kita ada hutan seperti tempat Uti di desa?” Tanya anakku suatu hari. Kami tinggal di Surabaya, notabene sebagai kota pesisir. Apakah di kota yang dekat dengan wilayah pantai dan laut ada hutan? Ada dooong… Di kota dekat laut pun ada hutan, namanya hutan Mangrove.

Apa Itu Mangrove?

Mangrove adalah salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di air payau dan air laut. Budidaya hutan Mangrove menjadi sarana pelestarian ekosistem di daerah pesisir. Selain itu hutan Mangrove juga memiliki dampak yang cukup luas bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya bisa menjadi habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Mangrove menjadi tempat bertelur yang nyaman dan tempat mencari makan bagi hewan-hewan laut yang kecil. Seru lho melihat hewan-hewan ini di antara pohon Mangrove saat laut mulai surut. Selain itu Mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang sehingga dapat membantu mengurangi risiko erosi.

Bagi masyarakat sekitar, Mangrove membawa dampak ekonomis, sehingga meningkatkan pendapatan warga sekitar. Warga daerah pesisir biasanya berprofesi sebagai nelayan. Satu-satunya sumber pendapatannya adalah dari mencari ikan di laut. Dengan adanya Mangrove, warga sekitar bisa memanfaatkan hasil dari buah, kayu dan nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Sudah tahu kan kalau buah Mangrove bisa diolah menjadi sirup yang segar? Mangrove yang menjadi ekowisata juga membantu warga sekitar meningkatkan penghasilannya dari pengunjung yang hendak berlibur.

Mengingat banyaknya dampak baik dari Mangrove tersebut, baik untuk lingkungan sekitar, ekosistem laut dan pesisir, maka Mangrove wajib dilestarikan dan dipelihara. Salah satu komunitas yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan Mangrove adalah Mangrove Jakarta. Mangrove Jakarta adalah komunitas yang berfokus pada penanaman bakau dan kesadaran perubahan iklim global.

Beberapa waktu lalu Mangrove Jakarta bersama Bloggercrony Community menyelenggarakan penanaman 1000 bibit pohon mangrove. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 tersebut dilakukan di sepanjang garis pantai Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu. Kegiatan penanaman 1000 bibit pohon Mangrove ini didukung oleh Pusat Budidaya dan Konservasi Laut Dinas Ketahanan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, BEM FT UI, KAPA UI dan juga komunitas Bloggercrony. Biar makin seru, Mangrove Jakarta juga mengajak kakak-kakak mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dan tim sukarelawan dari Yayasan Mangrove Indonesia Lestari.

Sebelum menanam bibit Mangrove, peserta diajak untuk membersihkan sampah di sepanjang pantai Pulau Tidung Besar. Mas Paundra Hanutama selaku Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari menyampaikan,

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kami berkomitmen menanam bibit mangrove secara rutin di Pulau Tidung. Kami berharap apa yang dilakukan ini dapat menjaga keseimbangan lingkungan dan mengantisipasi adanya bencana lingkungan”

Seneng ya kalau mulai banyak yang peduli terhadap lingkungan. Generasi muda makin melek dan peduli akan kelangsungan habitat di sekitar mereka tinggal. Itu kenapa aku pun suka mengajak kunyil berjalan-jalan di Mangrove sekitar tempat kami tinggal. Tentu saja untuk membuat mereka memahami bahwa daerah pesisir tempat kami tinggal ini butuh untuk dijaga kelestariannya, salah satunya dengan turut menjaga kelestarian hutan Mangrove.

Ketua Divisi Mangrove dan Tanaman Pantai PBKL, Fazhur R. Launuru juga menyampaikan penanaman pohon mangrove ini bisa menjadi cikal bakal destinasi wisata alam yang indah. Sepakat, Pak! Serius lho, Mangrove memang bisa menjadi destinasi wisata yang indah. Cek deh foto kami ketika berjalan-jalan di sepanjang jogging track di hutan Mangrove. Kece banget kaaan…

Nah kalau kalian seneng main ke ekowisata Mangrove seperti kami, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan hutan ya. Jangan buang sampah sembarangan. Jangan merusak pohon dan fasilitas yang ada di dalamnya. Bayangkan ucapan terima kasih dari banyak mahluk yang ada di dalam hutan Mangrove tersebut ketika kita turut peduli dengan tempat tinggal mereka. Tentu saja komunitas dan instansi yang fokus terhadap kelestarian alam akan sangat terbantu dengan kebiasaan baik kita.

Yuk, sama-sama kita jaga kelestarian hutan Mangrove!