Konsultasi Psikologi Online Untuk Menjaga Kesehatan Mental

Konsultasi Psikologi Online

Konsultasi Psikologi Online Untuk Menjaga Kesehatan Mental

Kesehatan mental sering menjadi isu terkini di kalangan anak muda. Banyak anak muda yang mulai peduli dengan kesehatan mental sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya. Mengingat kesehatan mental sering menjadi penyebab terjadinya tindak kejahatan maupun perilaku menyimpang hingga berakibat pada gangguan kesehatan fisik bahkan kematian, maka dibutuhkan deteksi sedini mungkin

Nah sebenarnya apa sih kesehatan mental itu? Menurut Mbak Selly, seorang psikolog di Bandung dari Get Spirit, yang menyediakan layanan psikologi di Bandung mengatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi “sejahtera” seseorang, yaitu ketika seseorang menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk mengelola tekanan yang wajar serta beradaptasi dengan baik, dapat bekerja secara produktif dan berkontribusi dalam kehidupan di lingkungannya. (WHO)

Berikut ciri-ciri orang yang sehat mental:

  • Bebas dari gangguan atau penyakit jiwa
  • Dapat menerima diri serta menyadari kekuatan dan kelemahan
  • Mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta memanfaatkannya untuk diri sendiri dan orang lain
  • Mampu menyesuaikan diri secara fleksibel
  • Memiliki hubungan yang menyenangkan dan bermanfaat antar individu

Apabila kalian merasa ada yang berbeda dari ciri-ciri di atas, bisa mulai melakukan konsultasi psikologi online. Yes konsultasi psikologi sekarang bisa online untuk mengenali kesehatan mental sedini mungkin. Deteksi dini kelainan kesehatan mental dapat membantu menanggulangi adanya dampak atau akibat yang lebih buruk. Jangan malu untuk mencari layanan konsultasi dengan psikolog. Kalau malu atau ragu harus berhadapan dengan orang lain, mungkin bisa dimulai dengan konsultasi psikologi online

Yuk Kenali Tanda-Tanda Masalah Kesehatan Mental!

Jangan sedikit-sedikit merasa mengalami masalah kesehatan mental. Anak muda sekarang dimarahin orang tuanya, lalu merasa sedih, sudah merasa paling tertekan sedunia dan merasa mengalami gangguan kesehatan mental. Beneran mengalami masalah kesehatan mental gak sih? Yuk kenali tanda-tandanya berikut!

Deteksi Dini Kelainan Kesehatan Mental

Pada dasarnya gangguan kesehatan mental dibedakan menjadi dua, yaitu psikotik dan non-psikotik. Psikotik, yaitu di mana kondisi mental yang membuat seseorang sulit membedakan realita dan kerap mengalami halusinasi, seperti melihat atau mendengar sesuatu yang sebetulnya tidak ada dan mengalami delusi yaitu percaya terhadap sesuatu yang sebetulnya tidak benar. Non-psikotik, yaitu kondisi di mana tidak mengalami gangguan realita namun mengalami gangguan perasaan atau memiliki pola pikir yang tidak sesuai dengan hukum atau norma yang berlaku.

Dari webinar di zoom yang diadakan Indscirpt bersama timnya mbak Azalia Cindy Permadi Founder Get Spirit, Psikolog di Bandung beberapa hari yang lalu, mengatakan bahwa penyebab masalah kesehatan mental beragam. Masalah kesehatan mental disebabkan antara lain :

  • Masalah atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari
  • Trauma atau pengalaman kehidupan yang kurang menyenangkan
  • Perubahan atau masalah fisik yang serius
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Tidak memiliki support system
  • Memiliki keluarga yang mengalami masalah kesehatan mental

Beruntung bisa ikut webinar ini karena dari acara ini jadi makin paham cara mengatasi gangguan kesehatan mental yang bisa mengintai siapa saja. Sini nih aku bocorin cara untuk menjaga kesehatan mental kita.

  • Self Awarness (kesadaran diri), yaitu memahami kelebihan dan kelemahan diri, mengenal personal value dan memahami tujuan hidup.
  • Self Worth (keberhargaan diri), ketika kita bisa menghargai diri sendiri. Rasa keberhargaan diri ini tidak ditentukan oleh kriteria tertentu.
  • Self Acceptance (penerimaan diri), adalah kondisi di mana kita bisa memaafkan diri sendiri, menerima bahwa diri tidak sempurna dan berhenti mengkritik kekurangan. Setiap manusia pasti punya kekurangan. Melakukan kesalahan itu hal yang wajar. Sadari dan perbaiki.
  • Self Love (mencintai diri), yaitu merasa percaya, menghargai diri dan menyadari kemampuan diri sendiri

Self Care atau merawat diri sendiri dan kesehatan mental sendiri. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Beribadah.
  • Olah raga.
  • Melakukan hobi.
  • Makan/minum favorit.
  • Menulis jurnal.
  • Perawatan tubuh.
  • Tidur/istirahat.
  • Sosial media detoks.

Jika memang sudah dirasa memerlukan bantuan orang ketiga, tidak perlu malu atau ragu untuk segera mencari pertolongan. Mulai dari orang terdekat atau dipercaya, hingga pertolongan klinis seperti berkonsultasi dengan psikolog. Cari tahu cara konsultasi ke psikolog terdekat dari tempat kalian. Layanan konsultasi dengan psikolog sekarang tersebar di mana-mana, bahkan hingga level puskesmas.

Get Spirit

Get Spirit, Layanan Kesehatan Mental Di Bandung

Untuk kalian yang tinggal di Jawa Barat, apabila ingin mencari layanan psikologi di Bandung bisa coba menghubungi Get Spirit. Ibu Azalia Cindy Permadi Founder Get Spirit mendedikasikan ilmunya untuk membantu menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia dengan menyediakan layanan psikologi, training dan konseling baik untuk bidang pendidikan, anak, keluarga, industri maupun organisasi.

Berikut profil 2 orang founder dari Get Spirit:

Azalia Cindy Permadi Founder Get Spirit

1. Azalia cindy permadi, M.Psi., Psikolog
Riwayat pendidikan:
S1 : fakultas psikologi universitas kristen maranaths
S2: magister profesi psikologi universitas kristen maranatha
Karir : assosiate psikolog di berbagai biro psikologi, recruiter calon karyawan bank indonesia, recruiter calon karyawan pt telkom, recruiter badan kepegawaian negara

Psikolog Di Bandung

2. Theofanny
Background pendidikan :
S1 : fakultas psikologi universitas kristen maranaths
S2: magister profesi psikologi universitas kristen maranatha
Pengalaman kerja : assosiate psikolog, grafolog

Yang ingin mengetahui tentang layanan Get Spirit lebih lanjut silakan kunjungi sosial media
Instagram : https://www.instagram.com/get_spirit/
Whatsapp : 0812-1400-0624 (Theo Fanny)

Semoga sehat selalu, jiwa dan raga, mental dan spiritual ya, Kawans!

Mengenal Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Pada Remaja Disabilitas dan OYPMK

Mengenal Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Pada Remaja Disabilitas dan OYPMK

“Bunda, gimana caranya sperma bertemu dengan sel telur?” Tanya anakku suatu hari. Saat itu kita sedang membahas tentang proses penyerbukan yang akhirnya melipir dan berujung pada pertanyaan yang cukup mencengangkan tersebut.

Tidak semua orang tua bisa terbuka untuk membahas hal-hal yang dianggap masih tabu seperti ngobrol tentang proses reproduksi manusia. Padahal anak seharusnya mendapatkan akses yang mumpuni tentang pengetahuan tersebut demi kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Menjaga kesehatan seksual dan reproduksi pada akhirnya adalah tanggung jawab masing-masing individu.

Apa itu HKSR?

HKSR atau Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi adalah hak yang menjamin kebebasan individu dalam mendapat informasi maupun mengambil keputusan terkait aktivitas seksual dan reproduksi mereka tanpa adanya diskriminasi, paksaan, dan kekerasan.

HKSR adalah hak semua orang, laki-laki maupun perempuan tanpa perkecualian, termasuk remaja penyandang disabilitas dan OYPMK atau Orang Yang Pernah Menderita Kusta. Mengutip dari informasi PKBI atau Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, secara umum, HKSR mencakup hak seluruh manusia untuk:

  • Mencari, menerima, dan mengkomunikasikan informasi terkait seksualitas.
  • Menerima pendidikan seksual.
  • Mendapatkan penghormatan atas integritas tubuhnya.
  • Memilih pasangan.
  • Memilih untuk aktif secara seksual, atau tidak.
  • Melakukan hubungan seks konsensual.
  • Menikah secara konsensual.
  • Memutuskan untuk memiliki anak atau tidak, dan kapan waktu yang tepat untuk memliki anak.
  • Memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, aman, dan menyenangkan.

Namun sayangnya masih banyak anak, remaja yang belum mendapatkan haknya tersebut secara penuh, terutama bagi remaja yang menyandang disabilitas dan OYPMK. Bagi remaja penyandang disabilitas dan OYPMK diskriminasi terkait HKSR ini masih sering sekali didapatkan. Bahkan banyak pelecehan seksual yang didapakan oleh remaja disabilitas dan OYPMK tersebut.

Remaja disabilitas dan OYPMK masih sering mendapatkan perundungan terkait aktivitas seksual dan reproduksi mereka. Misalnya masih banyak orang yang takut menikah dengan OYPMK karena menganggap mereka dapat menularkan penyakit atau menurunkan penyakit untuk anak-anaknya. Minimnya akses informasi ini menjadi salah satu kendalanya.

Satu hal yang perlu disadari bahwa sebenarnya remaja disabilitas dan OYPMK berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan remaja pada umumnya. Mereka berhak dihormati dan mendapatkan informasi serta memiliki integritas atas tubuhnya. Agar kasus kekerasan seksual terhadap remaja penyandang disabilitas dan OYPMK tidak lagi terjadi.

Kapan Mulai Bahas HKSR bareng anak?

Pada siaran ruang publik KBR yang berkolaborasi dengan NLR Indonesia, pada tanggal 25 Mei 2022, Westiani Agustin selaku Founder Biyung Indonesia menjelaskan bahwa membahas HKSR bisa dimulai sedini mungkin bersama anak. Memberikan informasi tentang HKSR bisa dimulai ketika proses toilet training pada anak. Saat kita memberikan informasi yang benar tentang bagaimana membersihkan anggota tubuh termasuk organ seksual adalah awal orang tua memberikan edukasi terkait HKSR.

Menurut Nona Ruhel Yabloy selaku Project Officer HKSR dari NLR Indonesia, informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang beredar di luar sana banyak, tapi yang benar hanya sedikit. Karena itulah kewajiban kita semua adalah memberikan informasi yang valid dan benar kepada anak-anak. Belajar memberikan informasi ini bisa dimulai dengan menyebutkan kata penis dan vagina tanpa merasa tabu atau ragu kepada anak-anak.

Dengan informasi yang benar, anak-anak akan mendapatkan pengetahuan selanjutnya lebih valid. Orang tua bisa mulai belajar menganggap bahwa ngobrol tentang kesehatan seksual dan reproduksi sama dengan ngobrol tentang ilmu pengetahuan yang lain, seperti matematika, IPS maupun IPA. Dengan menganggap HKSR adalah sebuah ilmu pengetahuan, pelan-pelan orang tua akan menganggap itu bukan lagi hal tabu untuk dipelajari.

Seperti yang sudah dilakukan Biyung Indonesia dengan menerbitkan sebuah buku “Aku Dan Tubuhku”. Buku ini berisi informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi untuk semua, bisa dibaca oleh semua orang baik yang normal maupun disabilitas dan OYPMK. HKSR bukan lagi hal klise. HKSR adalah informasi yang harus diobrolkan dan diberitahukan.

Wihelimina Ice, seorang remaja disabilitas sebagai Remaja Champion Program HKSR berbagi pengalaman bahwa informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi sangat sulit didapatkan. Ice sendiri baru mendapatkan informasi terkait menstruasi dan bagaimana menjaga kesehatan organ seksual setelah menstruasi setelah usianya 13 tahun, jelang siklus haid pertamanya.

Ice beruntung mendapatkan pelatihan bersama NLR Indonesia Untuk Membantu Memenuhi HKSR Bagi Remaja Disabilitas dan OYPMK. Dengan mengenalkan konsep “My Body Is Mine” Ice memahami bahwa tubuh kita adalah milik kita dan menjadi otoritas penuh kita. Itu berarti kita bertanggung jawab dalam mengenali setiap bagiannya, memahami fungsinya, menjaga kebersihan dan kesehatannya serta melindunginya dari niat-niat jahat orang lain.

Informasi lebih lanjut mengenai program-program terkait HKSR yang dilakukan oleh yayasan Biyung Indonesia dan NLR Indonesia bisa dicek di akun instagram kedua yayasan tersebut. Dengan semakin banyaknya pihak-pihak yang sadar tentang pentingnya menjaga hak kesehatan seksual dan reproduksi, semoga kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi semakin berkurang, terutama yang dialami oleh remaja disabilitas dan OYPMK.

Sirup Herbal Yang Praktis Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Ramuan Herbal Yang Praktis Untuk Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Beberapa hari sebelum Ramadan kemarin, kami kedatangan banyak tamu. Bukan tamu dalam wujud manusia, tapi tamu dalam wujud air banjir. Pada saat itu Surabaya memang sering disambangi hujan deras. Pernah satu hari hujan lebat berlangsung berjam-jam, yang akhirnya sukses membuat seluruh lantai rumah kami terendam banjir di atas mata kaki. Jika biasanya air hanya masuk sebatas dapur atau ruang makan saja, malam itu air masuk ke seluruh bagian rumah, mulai dari kamar tidur, kamar tamu hingga ruang kerja.

Kalau sudah begini, salah satu makhluk yang paling bahagia adalah dua bocahku. Dengan dalih membantu menguras air, tentu saja momen ini menjadi kesempatan mereka untuk keceh, alias main air. Acara menguras ala para bocah ini bahkan berlangsung hingga malam. Mereka tidak lagi mau mendengarkan teriakan ayah bundanya untuk berhenti karena sudah terlalu larut. Selama kami belum berhenti, mereka pun masih asik saja “menguras” air banjir.

Alih-alih menyiapkan diri menyambut bulan puasa, kami justru lebih sibuk bekerja bakti membersihkan rumah. Acara beberes tersebut tentu saja cukup menguras energi. Maka, tak bisa disalahkan jika keesokan harinya salah satu bocah masuk angin. Tiba-tiba saja badannya demam dan merasa sedikit mual. Walah… ya sudah lah.

Tak lama berselang, masalah baru muncul lagi. Beberapa hari menjelang mudik hari raya, bocah kunyil bersin-bersin dan kepalanya pusing. Oalah, Nduk…. Apa ini memang masuk angin lagi? Ketika itu mereka habis kehujanan sepulang sekolah. Bukannya menunggu dijemput atau sabar menanti hujan reda, namanya bocah tentu saja memilih berlari dan bermain air hujan. Asal tas dan sepatu aman dari guyuran air, menerobos hujan adalah pilihan yang menyenangkan.

Hmm… Musim memang sedang tidak jelas. Di cuaca yang seperti ini, memang berbagai macam penyakit dapat menyambangi setiap saat, termasuk gejala masuk angin.

Apa itu Masuk Angin?

Kita sering mendengar istilah masuk angin, bahkan malah sering mengalami sendiri. Namun sebenarnya masuk angin itu penyakit apa sih?

Ternyata Kawans, sebenarnya masuk angin itu tidak ada dalam istilah medis. Istilah masuk angin hanya ada di Indonesia, dan tidak ada jurnal ilmiah yang spesifik mengenai penyakit ini. Masuk angin adalah kondisi di mana ketika tubuh merasakan beberapa ketidaknyamanan pada area perut, pencernaan hingga seluruh tubuh.

Penyebab yang dipercayai masyarakat awam di antaranya karena terlalu lama berada di ruangan bersuhu dingin, kehujanan, atau terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Gejala yang sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, mual, bahkan pada anak-anak tak jarang disertai demam. Kondisi ini muncul karena menurunnya kekebalan tubuh. Pemicunya bisa karena virus maupun gangguan pencernaan semacam dispepsia atau maag akibat kebiasaan buruk dalam pola makan sehari-hari.

Apapun penyebabnya, ada atau tidaknya jurnal ilmiah mengenai penyakit ini, namun yang jelas jika masuk angin sudah menyerang memang rasanya sangat nyata dan gak karuan. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja kalau sudah masuk angin badan jadi serba tidak nyaman. Kalau sudah begini, biasanya apa sih yang kalian lakukan?

Jenis-Jenis Tanaman Herbal Yang Ampuh Mengobati Masuk Angin

Kalau sudah berurusan dengan masuk angin, bikin aku selalu inget ibuk. Ibuk orang yang selalu rajin membuat berbagai macam minuman untuk kami saat sakit, terutama saat masuk angin. Saat masuk angin, kami dibuatkan minuman dari resep herbal yang sudah menjadi warisan turun-temurun dari sejak zaman simbah. Mengkonsumsi ramuan herbal ini bagi kami minim resiko karena semua bahannya alami, langsung dibeli di pasar atau dipetik dari kebun belakang.

Berikut beberapa kelebihan mengkonsumsi bahan herbal sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti masuk angin:

  • Murah, karena bahannya kadang dipetik dari kebun
  • Bebas Toksin karena terbuat dari bahan alam
  • Minim efek samping
  • Terbukti khasiatnya secara turun temurun
  • Tak sekedar membantu menyembuhkan penyakit, tapi juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh

Berikut beberapa jenis bahan herbal yang dapat membantu meredakan gejala masuk angin:

Jahe
Mengkonsumsi ramuan yang mengandung jahe memang memberikan kesan hangat dalam tubuh. Rasa hangat inilah yang efektif mengatasi gejala masuk angin seperti kembung dan kedinginan.

Peppermint
Aroma mint yang segar mampu membantu mengatasi rasa mual akibat masuk angin. Jadi kalau kalian mau bikin ramuan herbal untuk mengatasi masuk angin, jangan ragu untuk menambahkan daun Mint ke dalam ramuannya.

Jinten Hitam
Jinten hitam kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memberikan rasa hangat pada tubuh untuk mengatasi gejala masuk angin.

Daun Sembung
Pada anak-anak, daun sembung banyak dipakai oleh orang tua jaman dulu untuk mengobati demam. Daun sembung juga mampu membantu mengatasi kembung dan mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan.

Madu
Madu banyak dikenal untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan royal jelly yang ada di dalamnya bahkan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kunyit
Kandungan kurkumin pada kunyit membantu mengurangi tekanan pada perut dan mengatasi kembung dan mual. Kurkumin juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Ramuan Herbal Yang Praktis Mengatasi Masuk Angin

Aku sudah mengenal jenis-jenis tanaman herbal tersebut sejak aku masih piyik. Herbal-herbal ini akrab dalam kehidupan sehari-hariku dan memang banyak membantu aku ketika sakit, apalagi saat masuk angin. Ibuku sering menyeduh dan mengolahnya untukku.

Menumbuk, menyeduh dan mengolah berbagai campuran tanamanan herbal tersebut tentu saja dibutuhkan waktu dan tenaga tersendiri. Bisa dibayangkan gak sih ketika anak sakit, lagi rewel-rewelnya para ibu jaman dulu masih menyempatkan untuk membuat ramuan dan obat untuk anak-anaknya. Sungguh dedikasi yang luar biasa.

Buat aku yang termasuk jenis ibu-ibu yang maunya serba gampang, tentu saja hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Aku sudah terlanjur dimanjakan oleh berbagai jenis kemajuan teknologi dan zaman. Hidup di era yang semua serba instan seperti sekarang, aktivitas mengolah, menumbuk dan memarut berbagai jenis herbal tentu saja sangat tidak praktis.

Untuk semua jenis bahan herbal di atas, sekarang sudah tersedia versi praktisnya. Namanya ANTANGIN. Bentuknya sirup. Sudah gak perlu riweuh macem-macem, tinggal glek. Ini salah satu penghuni kotak obat di rumah kami. Sebagai manusia yang berkulit tipis dan sangat rentan terhadap ancaman masuk angin, ini salah satu must have item bagiku.

Kenapa harus Antangin?

Kalau ditanya kenapa harus Antangin? Buat aku mudah saja menjawabnya. Berikut beberapa alasan kenapa aku memilih Antangin.

  • Antangin mengandung bahan herbal alami pilihan yang aman dikonsumsi siapa saja, termasuk anak-anak dan lansia.
  • Antangin diolah dari ramuan herbal yang menjadi resep warisan nenek moyang yang khasiatnya sudah dipercaya secara turun temurun
  • Antangin ini sudah dikemas secara modern, menggunakan mesin-mesin canggih sehingga terjaga kehigenisannya.
  • Yang tak kalah pentingnya, Antangin memiliki kemasan sachet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.
  • Harganya terjangkau, halal dan mudah didapat.

Antangin ada dua jenis, yaitu Antangin JRG dan Antangin Habbatussauda. Buat kalian yang masih mumet apa bedanya dua jenis Antangin ini, berikut perbedaannya:

Antangin JRG

  • Mengandung bahan herbal tambahan Jahe, Royal Jelly dan Ginseng
  • Memiliki aroma dan rasa ginseng yang kuat.
  • Kemasannya didominasi warna kuning dan merah-jingga segar

Antangin Habbatussauda

  • Seperti namanya Antangin jenis ini mengandung bahan herbal tambahan habbatussauda
  • Memiliki rasa sedikit lebih manis dibanding Antangin JRG
  • Kemasannya didominasi warna kuning dan merah tua.

Kemasan
Antangin memiliki kemasan sachet dengan isi bersih 15ml. Tiap 12 sachet dikemas dalam satu box yang didominasi warna kuning.

Dosis
Dewasa : 3 kali sehari 1 sachet.
Anak usia 6-12 tahun : ½ dosis orang dewasa

Diminum sesudah makan. Bisa diminum langsung atau diseduh bareng teh tawar hangat.

Antangin JRG maupun Antangin Habbatussauda sudah mengantongi izin edar dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI.

Harga
Harga sachet sekitar Rp3.000,-
Harga perbox sekitar Rp30.000,- an.

Bisa dibeli di mana saja, mulai dari toko retail modern maupun tradisional, toko online bahkan di warung kelontong sebelah rumah juga ada. Gampang banget didapatkan.

Mengkonsumsi ramuan herbal warisan nenek moyang yang menjadi kekayaan alam indonesia seperti ini berarti juga menjaga warisan adiluhung asli dari Indonesia. Jadi kita patut bangga. Sudah sehat, warisan negara terjaga, bonus amal sholeh dah… Semoga sehat selalu ya, Kawans!

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

Kraft Crollete Dijamin Ludes, Menu Untuk Anak Yang Tidak Suka Keju

“Bund, ini apa yang di meja makan?” Itu reaksi anakku ketika saat buka puasa, tersaji menu yang tidak biasa. Kraft Crolette.

“Itu omelet yang dikasih mahkota, Nduk. Namanya Crolette.” Jawabku.

“Wuah, ada kremesnya. Seru nih…” dicomotnya crown yang ada di atas Crolette buatanku. Tak menunggu lama, menu itu ludes. Mereka tidak menyadari bahwa crown itu terbuat dari keju.

Anakku tidak suka keju. Suamiku tidak doyan keju. Menu-menu yang mengandung keju sudah pasti menyingkir dari meja makan kami. Melihat tampilannya saja, seolah sudah ada alarm tolakan menyala-nyala. Jangankan dicicip, disentuh pun tidak.

Ibu-ibu sudah pasti paham kalau keju itu sebenarnya memiliki manfaat yang banyak sekali. Melihat seisi rumah anti keju semua memang bikin games-gemes sebel. Buat yang belum tahu, nih beberapa manfaat keju yang aku ketahui. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang lain.

Sependek pengetahuanku, Keju membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kalsium dalam keju merupakan asupan yang baik untuk tulang dan gigi. Keju juga memiliki zat “makanan tulang” berupa protein, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K

Keju membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Hal ini karena keju merupakan makanan yang diolah dengan cara fermentasi, sehingga kaya akan bakteri probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Keju juga membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencukupi konsumsi produk olahan susu, seperti keju, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

Keju dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kandungan yang dimiliki keju berupa linoleic acid, sejenis asam lemak, diketahui mampu meredakan peradangan. Bahkan, asam lemak ini juga dipercaya dapat menurunkan berat badan.

Manfaat yang bejibun inilah yang sebenarnya bikin aku sedih kenapa kok anak-anakku dan suamiku tidak suka keju. Sayang banget.

Sepertinya gayung bersambut. Tuhan menjawab doaku. Ketika aku melihat olahan Crolette hatiku tergelitik. Duo kunyil suka sekali makan kremesan. Kenapa gak bikin kremesannya dari keju aja? Apalagi kalau bentuknya lucu seperti mahkota. Pasti bikin penasaran.

Akhirnya misi recook Crolette pun dijalankan. Seperti ini hasilnya. Cakep kaaan?

Kalau penasaran, berikut resep anti gagal membuat Crolette.

Bahan:

  • Dua butir telur
  • Keju Kraft Cheddar Mini 30 gr
  • Garam sejumput

Cara Memasak:

  1. Kocok telur hingga rata
  2. Panaskan pan dan masukkan telur hingga merata
  3. Gulung dan bentuk menjadi omelet, lalu sisihkan
  4. Matikan kompor dan parut keju Kraft Cheddar Mini di atas pan
  5. Letakkan omelet di atas keju yang mulai mengering
  6. Angkat dan sajikan di atas piring saji
  7. Bentuk crown hingga keju benar-benar kaku
  8. Crolette siap disantap!

Aku sudah membuat videonya di reels instagramku. Silahkan tengok di sini ya…

https://www.instagram.com/p/CcKETrRJboM/

 

Kenapa membuat Crolette yang ini anti gagal? Itu karena kejunya pakai Kraft Cheddar. Pakai Kraft Cheddar membuat keju kremesnya ini jadi lebih mudah kaku, tapi masih bisa dibentuk dan diberdirikan. Setelah kaku pun rasanya tetep kremes. Masih terasa kriuknya pas dimakan anak-anak waktu bersantap buka puasa.

Kenapa bisa begitu? Karena kandungan Kraft Cheddar adalah Keju Cheddar aslik, gak kaleng-kaleng. #KejuAsliCheck. Cek aja di kemasannya. Di urutan bahan pertamanya adalah Keju Cheddar. Itu berarti Kraft Cheddar memang memiliki kandungan utama berupa Keju Cheddar. Selain itu, Kraft Cheddar juga memiliki kandungan calci-milk. Calci-milk adalah kandungan berupa protein dan kalsium yang tinggi dan vitamin D. Biar crown alias mahkotanya tegak berdiri kaku tanpa ambyar, dibutuhkan keju yang mengandung protein lebih tinggi dari keju lainnya.

Lalu kenapa harus bikin Crolette? Gak harus sih. Tapi kalau mau menu yang simple, anti ribet, tapi dijamin langsung ludes ya menu ini cocok banget. Simple karena bikinnya cepet, bahannya gak banyak. Anti ribet karena bikinnya cepat. Dijamin ludes karena memang rasanya enak dan gurih. Apalagi kremes kejunya, bikin nagih. Bahkan bocah-bocahku yang biasanya gak doyan keju pun, sukses menghabiskan makanannya tanpa sadar kalau kremesnya dari keju.

Kraft Cheddar tersedia dalam beberapa kemasan. Ada kemasan mini 30 gram, ada 70 gram dan kemasan 165 gram. Untuk bikin Crolette ini aku pakai kemasan mini 30 gram yang pas untuk resep 1 menu Crolette. Beli di Indomaret harganya murah, hanya Rp5.200,- Meskipun harganya murah, tapi kandungannya komplit kaaan…

“Bund, kapan sekolah boleh bawa bekal lagi?” Tanya anakku setelah menyelesaikan makan buka puasa. Sekolahnya memang belum memperkenankan membawa makanan dan bekal apapun selama pandemi untuk menghindari potensi penularan Covid-19 di sekolah.

“Kalau nanti sudah boleh bawa bekal, bikinkan aku bekal crolette yang kayak gini ya bund?” Ujar anakku. Wokeeey, kalau makanannya gampil kayak gini, mah bunda siap!

“Eh, tapi mahkotanya masih enak gak bund kalau dijadiin bekal?”
“Lho ya jelas masih enak… Lha wong bikinnya pakai keju Kraft Cheddar.” Aku membanggakan diri.
“Hah? Jadi ini tadi keju?? Ternyata enak ya kalau digoreng…” mereka pun terkejut.

Ya iyalaaaahh… Dari dulu keju Kraft mah pasti enak. Gurihnya pas! Karena gak pakai penguat rasa. Aku bisa tersenyum lega melihat bocahku sudah terbuka menerima keju.

Bon Appetit!

Melawan Stigma Mulai Dari Mana?

 

Melawan Stigma Mulai Dari Mana? – Adikku lahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Konon kata dokter, IQnya berhenti di anak usia 2 tahun dan tidak berkembang lagi. Kemampuannya berbicara dan berlogika persis seperti anak kecil, meski usianya sudah menginjak belasan. Dulu dia baru bisa berjalan ketika usia 8 tahun. Perkembangannya sangat lambat.

Aku tahu persis bagaimana dulu ibuku selalu menggendongnya ke mana-mana. Seiring berjalannya waktu, adikku tumbuh menjadi anak yang gigih. Dia juga yang selalu membantu mengangkat barang-barang di rumah. Meski perkembangan IQnya lambat, tapi fisiknya tumbuh normal. Namun begitu, aku tidak bisa lupa bagaimana orang lain mencibir adikku dan ibuku. Stigma tentang anak cacat adalah dosa orang tua dan sejenisnya selalu ada.

Adikku tidak bisa bersekolah di sekolah biasa. Di desa kami, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus terbatas jumlahnya. Ada sekolah luar biasa yang jaraknya belasan Km dari rumah, itupun tidak ada kelas untuk anak dengan kemampuan seperti adikku. Alhasil saat itu adikku tidak bersekolah. Guru sekolah di dekat rumah tak sanggup mengajarnya. Maka, satu-satunya yang bisa ia tulis adalah angka 4 dan huruf B. itu saja.

Stigma Dan Dilema Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK)

Stigma-stigma negatif yang masih banyak beredar di masyarakat inilah akhirnya menginisiasi Ruang Publik KBR untuk mengadakan edukasi. Dalam rangka Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2022, Ruang Publik KBR berkolaborasi dengan NLR Indonesia membuat talkshow yang bertema “Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara”. Talkshow yang diadakan tanggal 30 Maret 2022 ini menghadirkan dua narasumber yaitu:

  • dr. Oom Komariah. M.Kes, Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome (HDSD) / POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome)
  • Uswatun Khasanah, OYPMK (Orang yang Pernah Menderita Kusta) / NLR Indonesia

Selain anak-anak berkebutuhan khusus seperti adikku, salah satu stigma yang sering diberikan oleh masyarakat awam adalah stigma terhadap penderita Kusta. Siapa yang belum mengenal Kusta? Kusta atau lepra adalah penyakit yang menyerang jaringan kulit dan dapat menimbulkan kecacatan. Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Bagi Mbak Uswatun Khasanah, sebagai orang yang pernah menderita kusta, anggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan bukan lagi hal baru. Masih banyak di masyarakat Indonesia yang menganggap orang yang menderita kusta itu perlu dikucilkan karena sangat mudah menular. Bahkan banyak yang masih belum tahu kalau kusta bisa disembuhkan.

Aku sendiri pun baru tahu kalau ternyata Kusta itu ada dua macam berkat nonton talkshow kemarin. Seperti diabetes, kusta pun ada dua jenis, kusta basah dan kusta kering. Asalkan rajin minum obat dan mematuhi semua anjuran dokter, Kusta bisa sembuh. Bahkan tidak meninggalkan cacat yang fatal.
Bagi penderita kusta yang mengalami kecacatan pun sering dilema, karena susah mendapatkan fasilitas publik dan kesempatan yang setara dengan yang lain. Sama seperti penyandang disabilitas lain, fasilitas publik kita banyak yang belum ramah terhadap kaum disabilitas.

Kesempatan kerja pun tidak sama besarnya. Mereka yang disabilitas akan memiliki kesulitan dan hambatan yang jauh lebih besar dalam berkompetisi di dunia kerja. Karena seringnya, dunia kerja tidak memberikan toleransi bagi penyandang disabilitas. Bahkan mungkin lebih sering mendapatkan diskriminasi.

Lawan Stigma Untuk Dunia Yang Setara

Percayakah kalian bahwa penderita down syndrome bisa menjalani hidup normal? Down syndrome bukan penyakit. Down syndrome adalah gangguan genetik karena kelainan kromosom. Karena bukan penyakit, down syndrome tidak bisa disembuhkan, tapi bisa diterapi dan dilatih. Dengan latihan dan terapi yang rutin, penderita down syndrome dapat menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Bahkan banyak penderita down syndrome yang memiliki prestasi melebihi teman-temannya yang lain.

Melihat fakta seperti ini pun, masih ada saja masyarakat yang memiliki stigma bahwa anak down syndrome adalah akibat dari dosa orang tuanya. Banyak orang down syndrome yang mengalami diskriminasi, bahkan pelecehan. Tak jarang orang down syndrome dianggap sebagai aib bagi masyarakat.

“Bagi orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome silahkan jika ingin menikmati waktu untuk bersedih. Itu normal. gakpapa. Tapi jangan lupa untuk cepat bergerak. Jangan terlalu lama berdiam diri gak ngapa-ngapain. Kalau bukan orang tuanya yang membantu anak down syndrome berkembang, siapa lagi?”

Dr. Oom menyarankan segera cari komunitas yang mendukung dan menerima semua perasaan yang dirasakan. Bukan memberikan penghakiman. Komunitas ini penting untuk berbagi pengalaman, cerita, cara terapi bagi sesama orang tua dengan anak down syndrome. Bahkan komunitas seperti POTADS juga memberikan wadah bagi anak-anak down syndrome untuk berlatih bermacam-macam keterampilan.

POTADS (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) yang sudah berdiri di 10 kota ini juga memiliki wadah berupa rumah ceria POTADS yang mewadahi anak-anak down syndrome untuk berlatih seperti renang, perkusi, drum, dan lain sebagainya. Bahkan banyak di antara mereka yang berprestasi. Jadi orang tua yang memiliki anak down syndrome memiliki dukungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.

Bagi penderita kusta ada yayasan NLR yang membantu pemberantasan kusta. Yayasan non-profit ini sudah lama didirikan dan memiliki tujuan membantu penderita kusta untuk sembuh, memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi potensi timbulnya kecacatan. Bergabung dengan komunitas seperti NLR para penderita kusta akan memiliki dukungan untuk sembuh dan kembali percaya diri menjalani pengobatan.

Melawan stigma bukan hal yang mudah. Apalagi untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan. Dr. Oom mengatakan bahwa melawan stigma bisa dilakukan dengan memberikan bukti bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan itu layak untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Namun untuk melawan stigma tersebut, pertama harus berdamai dengan diri sendiri dulu. Bagi penderita kusta, melawan stigma bisa dimulai dari diri sendiri, sembuh terlebih dulu, mengikuti semua anjuran dokter dan buktikan bahwa kita bisa.

Kolaborasi Asyik Untuk Cegah Stunting, Obesitas Dan Berbagai Masalah Kesehatan

Kolaborasi Asyik Untuk Cegah Stunting, Obesitas Dan Berbagai Masalah Kesehatan

“Bu, ini berat badan anaknya masih di bawah garis merah lho…” Kalimat itu yang selalu saya terima setiap kali membawa anak-anak ke posyandu ketika masih balita dulu.

Setiap ibu yang menerima kalimat semacam itu tentu ada rasa cemas dan gundah. Berbagai pertanyaan muncul silih berganti, apakah anakku sehat, apakah perkembangannya akan baik-baik saja, apakah gizinya masih belum cukup, kenapa berat badannya susah naik padahal makannya biasa saja. Pertanyaan yang jamak menghinggapi benak para ibu di seluruh dunia, tak peduli dia selebritis atau rakyat jelata.

Apalagi konon katanya anak yang memiliki berat badan di bawah rata-rata memiliki risiko tinggi terjadinya stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami kegagalan dalam pertumbuhan karena masalah gizi buruk dalam jangka waktu yang lama. Ciri-cirinya biasanya anak tumbuh lebih pendek dari kawan-kawan seusianya. Stunting selain menghambat pertumbuhan fisik, juga dapat mengganggu pertumbuhan otak.

Cegah Stunting Sebelum Genting

Nah, ternyata angka stunting di Indonesia ini masih terbilang tinggi dibanding negara-negara lain di dunia. Sangking gentingnya masalah stunting di Indonesia ini, kementerian kesehatan mengajak Tanoto Foundation untuk menggalakkan kampanye “Cegah Stunting Sebelum Genting”.

Kampanye ini mengajak kaum muda untuk melek tentang gaya hidup sehat dan risiko stunting yang mengintai. Mengapa anak muda? Karena memutus rantai stunting ini harus dimulai sejak dini mungkin. Kaum muda yang nantinya punya anak-anak harus memulai untuk menerapkan pola hidup sehat sebelum mereka mendidik dan melahirkan generasi-generasi berikutnya.

Periode remaja ini juga menjadi periode penanaman perilaku hidup baik, termasuk perilaku hidup sehat. Remaja juga sejak dulu selalu menjadi agent of change dalam banyak hal. Selayaknya juga menjadi agent of change dalam memutus tali perilaku hidup yang membawa risiko tinggi terhadap stunting.

Banyak remaja yang belum aware dengan risiko stunting ini, karena efeknya tidak langsung dirasakan. Di sini lah Tanoto foundation berperan aktif mendekatkan remaja dan mengajak membuka mata tentang pentingnya mengenal perilaku hidup sehat untuk mencegah risiko stunting. Tanoto Foundation memberikan wadah dan mengapresiasi para remaja yang ingin bergerak bersama.

Mencegah Risiko Obesitas Tak Kalah pentingnya Dengan Risiko Stunting

Selain risiko stunting yang dihadapi dalam perilaku hidup yang tidak sehat adalah adanya risiko obesitas. Risiko ini juga mengintai tak hanya anak-anak dan balita, tetapi juga remaja yang sudah melewati masa pertumbuhan.

Akibat kesehatan dari obesitas pun juga tak kalah mengerikannya, mulai dari risiko penyakit jantung, diabetes, darah tinggi hingga bermacam-macam komplikasi lainnya mengintai siapa saja yang mengalami obesitas. Ditambah lagi kondisi pandemi yang membuat banyak orang jadi berkurang aktivitas fisiknya. Padahal aktivitas fisik ini penting sekali dalam mencegah risiko obesitas.

Hayooo ngaku, siapa yang sejak pandemi jadi makin jarang olag raga, malas gerak, lebih banyak duduk dan rebahan? Yaaaaak… kita senasib. Begitu keluar rumah, pipi dan perut makin membulat. Tenang, saya pun begitu. Berat badan sukses melesat tanpa sungkan. Demikian juga para remaja kita, sangat dekat dengan risiko obesitas.

Dari hasil penelitian PEANUT Project tahun 2019 hampir 30% remaja di DKI Jakarta mengalami kelebihan gizi yang sangat dekat dengan risiko obesitas. Tentu angka ini semakin meningkat di masa pandemi seperti ini. Sudah mulai relate belum?

Ah sudahlah, yuk segera kita bertaubat dan mulai gerak lagi!

Anemia Defisiensi Besi Mengintai Remaja Putri

Masih belum deg-deg’an dengan berbagai risiko kesehatan terhadap abainya kita akan angka kecukupan gizi? Yuk mari sini aku bisikin lagi risiko kesehatan kalau kita masih abai dengan angka kecukupan gizi. Risiko yang ini mengintai lebih banyak pada remaja putri. Kenapa? Karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulan.

Yes, Anemia defisiensi zat besi mengintai kaum hawa yang mulai mengalami menstruasi. Keluarnya banyak darah setiap bulan ini juga turut menguras zat besi yang dibutuhkan tubuh kita. Akibatnya apa? Lebih mudah merasa lelah, lemas dan pucat. Anemia defisiensi besi ini dialami oleh 1 dari 4 remaja putri di Indonesia. Karena itu harus tahu kondisi tubuh agar tahu harus gimana nih untuk mencegahnya.

Trus kalau mengalami Anemia defisiensi besi ini harus gimana? Ada lho yang namanya tablet tambah darah yang bisa diminum saat dibutuhkan. Bisa didapat di apotek-apotek terdekat. Inilah kenapa penting banget buat remaja untuk melek tentang kecukupan gizi dan melakukan perilaku hidup sehat.

Nutrition International (NI) juga tak kalah urun serta dalam proses mendidik remaja kita agar melek tentang gizi. NI memberikan kursus gratis bagi remaja di mana saja untuk belajar tentang program-program gizi remaja yang telah disusun. Tak hanya sekedar belajar mencegah stunting, anemia defisiensi besi, tapi juga belajar tentang fortifikasi pangan.
NI juga mengajak remaja untuk peduli tentang isu kecukupan gizi dengan berkolaborasi membuat konten-konten asyik mengenai gizi. Dengan memanfaatkan sosial media dan kekuatan peer influence para remaja inilah, pesan-pesan baik tentang program gizi remaja diharapkan dapat tersampaikan lebih luas.

Untuk kalian yang mau ikut kursus gratis tentang gizi remaja ini bisa masuk ke link di bawah ini:
Giziremaja.learning.nutritionintl.org. Ada banyak modul yang bisa kalian unduh juga untuk menjadi panduan dalam memulai perilaku hidup sehat.

Kolaborasi Asyik Cegah Berbagai Risiko Kesehatan

Dalam rangka merayakan Hari Gizi Nasional, kementerian kesehatan mengajak semua pihak untuk turun dan berkolaborasi dalam mencegah berbagai risiko kesehatan termasuk risiko obesitas. Kolaborasi tersebut dibuat sedemikian rupa, agar asyik untuk dilirik oleh para remaja yang menjadi agent of change dalam perilaku hidup sehat kedepannya.

PT Yakult Indonesia Persada menjadi salah satu perusahaan yang mendukung gaya hidup sehat. Peran industri seperti Yakult ini tak kalah pentingnya lho dalam menanamkan perilaku hidup sehat di masyarakat. Yakult memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan dengan mengalokasikan waktu dan budget untuk promosi perilaku hidup sehat agar menjangkau masyarakat lebih luas. Selain memberikan melalui seminar, yakult juga memanfaatkan sosial media, berkolaborasi dengan banyak kaum milenial, sekolah-sekolah, siswa-siswa dalam menerapkan gaya hidup sehat ke kehidupan sehari-hari.

Dengan berkolaborasi bersama banyak pihak dari berbagai kalangan mulai dari industri, komunitas, yayasan, dalam negeri maupun internasional, semoga makin banyak masyarakat, remaja dan kaum muda yang melek terhadap perilaku hidup sehat. Yuk bisa dimulai dari diri sendiri. Bergerak selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan.

Bermain Logic Puzzle, Cara Seru Mencegah Pikun

Bermain Logic Puzzle, Cara Seru Mencegah Pikun

Pikun adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan fungsi pada organ memori atau otak. Pikun sering terjadi pada manusia yang memasuki usia senja. Mengapa demikian? Pada orang yang sudah masuk usia lanjut, penyebab pikun bermacam-macam, salah satunya adalah karena adanya perubahan reaksi kimia yang terjadi pada beberapa organ vital termasuk otak. Menurunnya fungsi otak pada lansia adalah hal yang jamak terjadi.

Selain diakibatkan oleh menurunnya fungsi organ vital, pikun bisa juga merupakan gejala beberapa macam penyakit, seperti Demensia, Alzheimer maupun penyakit lainnya. Untuk diagnosa lebih tepat terhadap kepikunan yang terjadi pada lansia ada baiknya berkonsultasi dengan ahli medis terdekat.

Pikun bukan hanya terjadi pada lansia, namun bisa juga menyerang kaum yang lebih muda. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kejenuhan, beban pikiran yang banyak hingga stress dan terjadi cedera otak. Pikun bukan sekedar mudah lupa, namun bisa jadi merupakan gejala penyakit serius. Pikun wajib diwaspadai bukan hanya oleh para lansia tapi juga kaum muda.

Cara Mencegah Pikun

Pikun bisa dicegah sejak dini. Seperti layaknya anggota badan yang lain, jika ingin sehat, selain menjaga asupan makanan, otak juga butuh olah raga. Olah raga yang dibutuhkan otak bisa dengan bermacam-macam cara. Berikut beberapa kegiatan untuk membantu mencegah pikun

1. Membaca dan Menulis

Membaca dan menulis melatih otak untuk aktif bekerja. Membaca otak akan terbiasa menyerap dan mengolah informasi dari setiap bahan bacaan. Menulis membantu otak mengingat setiap informasi yang pernah diterima dan mengolahnya menjadi bahan tulisan. Dengan membaca dan menulis otak diajak untuk aktif bekerja.

2. Menerapkan pola hidup sehat

Seperti layaknya anggota tubuh yang lain, otak juga membutuhkan pola hidup yang sehat termasuk asupan makanan yang bernutrisi. Kandungan omega 3 dapat menjadi nutrisi yang ampuh bagi kesehatan otak. Kandungan omega 3 banyak terdapat pada makanan laut seperti ikan laut, udang, cumi dan lain sebagainya.

3. Bersosialisasi

Bersosialisasi atau memiliki teman untuk berbicara membuat otak terus terasah. Komunikasi dua arah membantu otak menyerang dan mengolah informasi, berpikir dan menyelesaikan masalah. Otak yang aktif bekerja akan mendapatkan asupan oksigen dengan optimal, sehingga kesehatan otak turut terjaga.

4. Melakukan aktivitas spiritual

Melakukan aktivitas spiritual seperti membaca kitab suci memiliki manfaat yang banyak. Aktivitas spiritual selain membantu mendekatkan diri pada Tuhan juga membantu mengasah otak. Membaca kitab suci juga dapat menjadi sarana komunikasi antara umat dengan Tuhannya. Komunikasi adalah salah satu cara menjaga asupan oksigen ke dalam otak tetap lancar dan mencegah pikun.

5. Bermain games logika

Mengasah otak adalah sama dengan mengasah logika. Karena itu barmain games logika menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mencegah pikun dan menjaga kesehatan otak. Games logika mengajak kita untuk berpikir dan memecahkan masalah. Dengan demikian tentu saja otak terasah, hati senang, sehingga terhindar dari pikun dan penyakit degeneratif lainnya.

Jenis-Jenis Games Logika Yang Dapat Mencegah Pikun

Seiring perkembangan teknologi, bermain permainan online bukan lagi hal yang langka. Bermain permainan online tidak lagi membutuhkan perangkat yang mahal dan rumit, hanya cukup dari ponsel pintar kita bisa mengakses ke jenis permainan apa saja.

Berikut beberapa jenis permainan online yang dapat kalian mainkan untuk mencegah terjadinya pikun:

  • Sudoku, jenis permainan yang mengurutkan angka dalam satu blok
  • Sokoban, permainan yang bertujuan menempatkan kotak sesuai tempat yang diminta
  • Catur / Chess, permainan papan yang sempat viral dan banyak digandrungi untuk adu strategi
  • TTS / Crossword, permainan yang mudah dimainkan di mana saja untuk mencari kata yang tepat sebagai jawaban sesuai jumlah kotak tersedia.
  • Tetris / Tetra Block, jenis permainan teka-teki yang menempatkan papan secara berderet sebanyak mungkin.

Masih banyak jenis permainan lain yang bisa dimainkan untuk mengasah logika. Ada banyak juga permainan yang mengasah daya ingat. Semua permainan yang menggunakan otak untuk mengatur strategi, memecahkan masalah, mencari jawaban semua dapat membantu mencegah pikun. Namun demikian ada banyak kendala yang biasa dialami oleh pemilik ponsel pintar, salah satunya adalah masalah memory ponsel.

Solitaire Membantu Mencegah Pikun

Terkadang kapasitas memory ponsel terbatas sehingga jumlah permainan yang dapat dipasang di ponsel juga terbatas. Namun jika hanya memasang sedikit permainan, tentu saja akan lebih mudah bosan dan tidak menyenangkan. Ada gak sih permainan yang lebih praktis yang bisa dimainkan dari ponsel?

Ada dong. Coba buka website www.solitaire.org

Website ini menyediakan banyak sekali jenis permainan termasuk permainan logic puzzle. Permainan logic puzzle bermacam-macam, mulai dari minesweeper hingga catur semua tersedia. Tak hanya jenis permainan papan dan logika, permainan kartu seperti solitaire, freecel, klondike, blackjack dan sejenisnya juga lengkap tersedia. Masih ada lagi permainan kata seperti TTS, letter scramble dan sejenisnya juga ada. Lengkap kan?

Lantas apa saja kelebihan solitaire.org dibandingkan dengan permainan ponsel pintar lainnya? Kenapa sih mainnya harus di solitaire.org?

Kalau kalian main permainan online di solitaire.org kalian tidak perlu install aplikasi apapun, jadi tidak bikin penuh kapasitas ponsel pintar. Cukup dengan buka websitenya, kalian sudah bisa langsung main. Tidak perlu registrasi segala macam, bisa langsung bermain berbagai jenis permainan online yang kalian inginkan. Solitaire.org juga menyediakan berbagai jenis permainan yang dijamin tidak akan bikin kalian mudah merasa bosan.

Situs ini cukup praktis dan ringan, sehingga mudah dibuka dari mana saja. Meski akses paket data kalian terbatas, permainan ini masih cukup nyaman untuk dimainkan. Solitaire.org juga cukup terbuka menerima saran dan usulan kalian jika ada jenis permainan yang kalian inginkan untuk dimasukkan ke dalam website tersebut.

Gimana? Praktis dan mudah bukan untuk mencegah pikun? Bahkan bisa dilakukan dengan cara yang seru dan menyenangkan. Jadi yuk kita mulai olahraga otak!

Mengenal Lebih Dalam Tentang Masalah Kesehatan Jiwa dan Gangguan Jiwa

Mengenal Lebih Dalam Tentang Masalah Kesehatan Jiwa Dan Gangguan Jiwa

Beberapa waktu yang lalu aku dibuat tercengang melihat berita tentang anak SD yang bunuh diri. Aku membayangkan seberapa tinggi tekanan yang didapat hingga membuat si bocah putus asa dan berusaha mengakhiri hidupnya. Atau apakah ada yang salah dalam sistem pendidikan, pola asuh sekitar atau adakah faktor lain yang mempengaruhi keputusannya?

Aku merinding membayangkannya. Mengingat aku pun masih punya dua bocah yang seusianya. Pemikiran yang tidak berujung itu membuat aku menjadi lebih mawas diri dan ingin belajar tentang kesehatan jiwa. Faktor apapun yang ada di sekitar si anak tersebut, tentu yang menjadi fokus utamanya adalah bahwa jiwa si anak sedang tidak baik-baik saja.

Lalu mulai muncul pertanyaan di benakku, apakah orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa itu berbeda dengan orang dengan gangguan jiwa? Bahkan aku sering mendengar beberapa orang di luar sana ada yang mulai mengaku dia memiliki skizofrenia, bipolar, sedang depresi atau mengalami kecemasan berlebih. Aku makin bingung, bisakah kita mendeteksi masalah-masalah tersebut?

10 Oktober Adalah Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Siapa yang sudah tahu sebelumnya kalau tiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai hari kesehatan jiwa sedunia? Kalau belum tahu, mari kita toss. Aku juga baru tahu setelah mengikuti temu blogger dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia bersama Kementerian Kesehatan beberapa waktu yang lalu. Seperti ketemu jodoh, pertanyaan-pertanyaanku mulai menemui titik terang dari keterangan-keterangan para narasumber dalam seminar tersebut.

Seminar yang diadakan secara daring, menghadirkan banyak narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti:

  • dr. Celestinus Eigya Munthe.Sp.KJ.MARS (Direktur P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza).
  • Dr. Satti Raja Sitanggang, Sp.KJ – PDSKJI.
  • Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog – Ketua Umum PP Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia).
  • Bagus Utomo – Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).
  • Romanus Ndau – Komisi Informasi Publik RI.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini mengambil tema “Mental Health in an Unequal World : Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua”. Kira-kira apa ya maksudnya? Dari seminar inilah aku mendapat ilmunya. Yuk mulai kita kupas satu per satu!

Kesehatan Jiwa dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Apakah kesehatan jiwa itu? Sehat jiwa berarti sehat secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga mampu hidup mandiri, produktif dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang, diantaranya:

1. Faktor Psikologi
Faktor psikologi meliputi: sikap atau nilai-nilai dan keyakinan masing-masing orang, kepribadian seseorang, emosi atau perasaan, resiliensi, cara menghadapi masalah, emotional intelligence, bias kognitif dan IQ

2. Faktor Biologi
Faktor biologi meliputi: genetik, penyakit fisik, cedera, hormonal, neurokimiawi, pola makan atau diet, olahraga, narkoba, polusi atau toxic.

3. Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi: pola asuh, relasi dengan keluarga atau teman, status ekonomi maupun pendidikan, media, pekerjaan, trauma akibat bencana, perang, KDRT, trafficking, bullying, diskriminasi dan lain sebagianya.

Ketiga faktor tersebut lah yang menjadi pemicu seseorang memiliki masalah kesehatan jiwa. Bagi banyak orang dengan masalah kesehatan jiwa faktor-faktor tersebut bisa menjadi saling menunjang sehingga memicu terjadinya gangguan kejiwaan.

Kesehatan Jiwa di Indonesia

Nah orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa ini masih mengalami banyak diskriminasi di lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran tentang permasalahan kesehatan jiwa. Sebagian besar penduduk Indonesia masih memiliki stigma buruk bahwa orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa adalah orang gila atau orang dengan gangguan jiwa yang akan menimbulkan banyak masalah.

Padahal orang dengan masalah kesehatan jiwa itu berbeda dengan orang dengan gangguan jiwa. Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) adalah orang-orang yang memiliki masalah atau gangguan pada fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembang, maupun kualitas hidup. ODMK inilah yang memiliki risiko mengalami gangguan jiwa. Sedangkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang-orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan sehingga mengalami perubahan perilaku dan dapat menimbulkan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Tahukah kalian bahwa sebenarnya pemerintah Indonesia memiliki nota kesepahaman yang melindungi saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa. Salah satunya mengatur bahwa orang dengan gangguan jiwa dilarang untuk dipasung. Jika memiliki teman, saudara atau kerabat yang memiliki gangguan jiwa dan cenderung bersikap destruktif, maka kalian bisa menghubungi tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pendampingan, obat-obatan, hingga dibantu perawatan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti RSJ milik pemerintah.

Indonesia bebas pasung

Orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa maupun orang dengan gangguan jiwa, jika mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan sesuai prosedur, mereka bisa pulih dan beraktivitas normal seperti yang lain. Jadi tidak ada alasan diskriminasi, baik di dunia kerja, layanan umum maupun pendidikan bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa maupun gangguan jiwa.

Untuk itu pemerintah berupaya memberikan akses informasi yang seluas-luasnya dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi orang dengan masalah kesehatan jiwa maupun orang dengan gangguan jiwa. Akses layanan tersebut meliputi pelayanan kesehatan di puskesmas atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk, sumber daya manusia yang membantu dalam program pendampingan, penyuluhan hingga sosialisasi masalah kesehatan jiwa kepada masyarakat, akses terhadap obat esensial hingga perlindungan dalam bentuk peraturan pemerintah, nota kesepahaman maupun undang-undang.

Menjaga Kesehatan Jiwa

Menjaga kesehatan jiwa mestinya menjadi kepedulian bersama, termasuk menjaga kesehatan jiwa orang-orang tersayang di sekitar kita. Dalam seminar kemarin, ada beberapa tips yang dibagikan untuk menjaga kesehatan jiwa. Ada 2 faktor yang dapat berpengaruh besar, yaitu faktor mikro dan faktor makro. Berikut perinciannya:

1. Faktor Mikro
Faktor mikro yaitu faktor yang berasal dari hubungan interpersonal, meliputi:

  • Pemahaman untuk setiap masalah atau keadaan yang sedang dihadapi
  • Penghargaan yang diberikan atas pencapaian meskipun terlihat kecil dan sederhana
  • Dukungan dalam keadaan apapun
  • Memberikan perlindungan terutama di saat-saat dibutuhkan sehingga memiliki perasaan aman.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan perhatian dalam hubungan, tatapan mata yang lembut, intonasi suara yang sesuai hingga pemilihan kata yang tepat.

2. Faktor Makro
Faktor Makro yaitu faktor yang berasal dari sistem sosial, meliputi:

  • Tatanan sosial
  • Kondisi ekonomi, sosial dan politik
  • Toleransi, tidak bersikap diskriminatif
  • Tidak dalam kondisi bencana, perang, maupun pandemi

Untuk menjaga kesehatan jiwa, yang dapat dilakukan dalam tatanan sosial bisa berupa membentuk kelompok pendukung atau kelompok aktivitas bersama. Kelompok inilah yang akan memberikan penguatan dan dukungan yang dibutuhkan dari lingkungan sosial.

Nah, bagaimana jika kita memiliki saudara atau kawan yang sedang mengalami masalah kesehatan jiwa? Kita bisa memberikan dukungan psikologis awal. Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka:

  • Menenangkan dan memberikan rasa aman
  • Mencanangkan kebutuhan yang perlu diperhatikan
  • Melindungi dari bahaya lebih lanjut
  • Memberikan dukungan emosional
  • Membantu pemenuhan kebutuhan dasar
  • Membantu mengakses informasi, dukungan dan layanan sosial
  • Memberikan perawatan dan dukungan praktis
  • Menjadi pendengar yang baik.

Ingat ya, memiliki masalah kesehatan jiwa bukanlah aib. Jadi wajib untuk selalu memberikan dukungan dan pendampingan bagi rekan, saudara atau kawan yang memiliki masalah kesehatan jiwa. Jika kalian merasa sedang tidak baik-baik saja, segera cari bantuan. Dengan penanganan yang tepat, masalah kesehatan jiwa dapat diselesaikan dengan cepat.

Selamat memperingati hari kesehatan jiwa sedunia! Keep waras!

SUNPRIDE, BUAH #PilihanTepercaya KELUARGA INDONESIA MENGHADAPI PANDEMI

SUNPRIDE, BUAH #PilihanTepercaya KELUARGA INDONESIA MENGHADAPI PANDEMI

Dua bocah kunyilku suka makan buah. Stok buah-buahan wajib ada di kulkas kami. Kalau aku telat membeli buah, mertuaku pasti menegur, kok anak-anak gak dibelikan buah. Begitulah ya, balada hidup sama mertua, apa yang menjadi kebiasaan sejak dulu wajib diteruskan. Buah yang ada di kulkas pun harus sudah dalam bentuk potongan, pokoknya siap santap.

Dengan adanya buah yang siap santap, suami jadi gak punya alasan lagi untuk tidak makan buah setiap hari. Dengan adanya buah segar yang siap santap, anak-anak pun juga lebih mudah cemal-cemil dan comotnya. Setiap buka kulkas lihat ada buah, sudah pasti gampang dicomot dan cepat ludes.

Apalagi kondisi pandemi seperti ini. Buah di kulkas kadang bukan hanya 1 macam saja. Beruntunglah kita tinggal di negara tropis yang stok buah di pasar melimpah dengan harga yang terjangkau. Buah bukanlah jenis makanan mewah, semua bisa beli dan mengkonsumsinya. Bahkan tak jarang, kebun sendiri pun bisa ditanam buah-buahan.

KENAPA HARUS KONSUMSI BUAH?

Kalau kata dr. Florentina M. Rahardja, M.Gizi, Sp. GK, seorang dokter spesialis Gizi Klinik di acara media gathering yang diadakan oleh Sunpride bulan lalu,

“Buah adalah salah satu sumber mikronutrien (vitamin dan mineral) yang perannya sangat luar biasa untuk tubuh kita. Jika diibaratkan mobil, mikronutrien ini adalah oli untuk mobil. Jadi kalau sebagai sumber energi ada, tapi olinya gak ada, ya mobilnya gak bisa jalan.”

Selain itu, vitamin dan mineral yang ada di buah lebih mudah diserap dan diolah oleh tubuh. Vitamin dan mineral inilah yang dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme, pembentukan energi, dan meningkatkan imun tubuh.

Dalam kondisi normal tubuh membutuhkan sekitar 3 porsi buah sehari. Namun untuk kondisi pandemi, dr. Flo menyarankan untuk mengkonsumsi buah 5-6 porsi sehari. Bisa buah apa saja, tidak harus buah import yang mahal. Namun harus dipastikan, buah yang dikonsumsi adalah buah yang berkualitas baik, agar manfaat yang didapat juga maksimal.

Buah yang berkualitas baik misalnya buah yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya, bebas pestisida dan sejenisnya. Karena itu penting untuk memiliki #PilihanTepercaya dalam mengkonsumsi buah-buahan.

SUNPRIDE, BUAH #PilihanTepercaya UNTUK KELUARGA

Selain dr. Flo, media gathering Sunpride juga menghadirkan President Director PT. Sewu Segar Nusantara (SSN), Cindyanto Kristian. PT Sewu Segar Nusantara (SSN) adalah distributor buah-buahan segar yang bermerk SUNPRIDE. Sudah pada kenal dong pastinya?

Hayo ngaku, kalau lagi ke toko buah, trus lihat buahnya ada label Sunpride pasti gak pakai ragu sama kualitasnya kan. Selain kualitas rasa terjamin, kualitas keamanan dan kesehatan produknya juga terjamin. Kenapa bisa gitu?

Tiga produk utama SUNPRIDE adalah satu-satunya di Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi keamanan pangan berstandar Internasional – Global Good Agricultural Practices (G.A.P.). Tiga produk utama tersebut antara lain, Pisang Cavendish, Nanas Honi dan Guava Crystal. Tiga macam produk inilah yang ditanam di perkebunan dengan tingkat keamanan dan pengelolaan yang terkontrol ketat.

Dalam sertifikasi G.A.P ada empat poin utama yang diawasi secara ketat, yaitu:

  • Food safety
  • Eco friendly
  • Workers Safety & Welfare
  • Traceability

Keempat poin tersebut mendapat pengakuan internasional sehingga produknya banyak diekspor ke luar negeri, seperti ke Jepang. Eh masih ada yang mengira kalau SUNPRIDE adalah produk import gak sih? Jangan salah ya, guys perkebunan SUNPRIDE ada di Indonesia kok. Seperti yang dituturkan Pak Cindyanto Kristian, Sunpride bahkan menjalin kemitraan dengan petani lokal dan menjamin keamanan pangan buah yang dihasilkan.

Tidak heran Sunpride menjadi #PilihanTepercaya bagi kaum ibu muda seperti Citra Kirana yang juga hadir di Media Gathering. Menurutnya anaknya hanya mau makan pisang kalau itu Pisang Cavendish saja.

Menurut Pak Cindyanto Kristian, ini karena Sunpride sangat berhati-hati dalam mengelola produk buah-buhannya, mulai dari pemilihan benih, proses penanaman, pemanenan, pencucian buah-buahan, dan bagaimana buah-buahan tersebut sampai ke konsumen.

Nah, dalam Media Gathering tersebut, Sunpride luncurkan kampanye #PilihanTepercaya. Dalam kampanye ini, Sunpride telah mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, salah satunya pada Hari Anak, Sunpride dan Great Giant Food (GGF) luncurkan kampanye “Great Children for Great Future” di mana setiap pembelian Mini Guava dan Mini Banana maka konsumen ikut memberikan tambahan nutrisi kepada anak-anak yang mengalami stunting (kekurangan gizi) di Lampung.

Jadi buibu, dengan membeli Mini Guava dan Mini Banana kita bisa ikut berdonasi juga lho. Sudahlah keluarga sehat, anak-anak sehat, menambah amal dengan donasi, Insyaallah pandemi bisa kita lewati dengan aman sentosa lah yaaa….

Ammmiiin… Sehat selalu #Fruitaholic dan keluarga Indonesia!

Ada Apa Dengan Tulangku?

Ada Apa Dengan Tulangku?

Dua bulan lalu, tepat sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku, aku bersama anak-anak camping di salah satu hutan di Mojokerto. Yang namanya camping tentu bawaan kami segambreng. Tas carrier kembali dikeluarkan, dicuci dan dipakai lagi. Akhirnya setelah sekian lama, bisa gendong carrier lagi, hiking lagi, lihat hutan lagi.

Dari sekian banyak keseruan yang kami rasakan, ada satu hal mengganjal yang aku rasakan. Ternyata tubuhku tidak sama seperti dulu. Gendong ransel tidak lagi senyaman dulu. Jalan kaki sudah tak seringan dulu.

Yang namanya hutan di kaki gunung sudah pasti jalannya berkelok-kelok, naik turun. Ternyata setiap kali digunakan untuk bertumpu, lututku sakit sekali. Kami harus beberapa kali berhenti karena lututku terasa nyeri. Ditambah lagi beban di punggung yang membuat nafasku terengah-engah dan dadaku panas.

Anak-anak sudah jauh meninggalkan aku di belakang. Mereka terlalu bersemangat hingga tak sabar untuk lekas sampai di lokasi kemah. Yang namanya bocah, pasti seneng banget ketika memilih lokasi. Maka dipilihlah lokasi paling atas, yang paling keren untuk bisa melihat matahari terbit atau tenggelam.

Lokasinya memang menakjubkan. Tempatnya luar biasa. Tapi itu berarti aku harus hiking lebih jauh, mendaki lebih tinggi. Padahal rasa sakit di lututku juga tak bisa diabaikan begitu saja. Maka akhirnya aku harus menyerah dan meemberikan jatah carrier yang aku bawa ke suami. Ketika anak-anak bisa bergerak lincah dan suami masih kuat menggendong dua tas carrier, aku mendadak merasa renta.

Duh, ada apa dengan tulangku ya?

Pucuk dicinta ulam tiba. Hari minggu, 1 Agustus 2021 kemarin aku berkesempatan mengikuti zoom peluncuran produk inovasi dari Anlene, berupa ANLENE ACTIFIT 3X dan ANLENE GOLD 5X. Acara yang mendatangkan atlet kebanggaan Indonesia, Liliyana Natsir atau lebih dikenal dengan Ci Butet ini menjawab beberapa pertanyaanku. Berikut beberapa narasumber yang hadir dalam acara tersebut:

1. Rhesya Agustine – Marketing Manager Anlene, PT Fonterra Brands Indonesia
2. Haryadi Raharjo – Scientific and Nutrition Manager, PT Fonterra Brands Indonesia
3. Liliyana Natsir – Peraih Medali Emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Dipandu oleh MC kondang Tommy Prabowo, acara berlangsung seru dan meriah meski hanya dilakukan virtual saja.

Diawali dengan yoga pagi bersama Amanda Tasning, aku kembali menarik dan meregangkan otot-otot yang kaku. Sudah saatnya kembali aktif bergerak setelah lama mager di rumah aja. Namun begitu kembali aku harus menyerah di tengah jalan untuk melanjutkan yoga. Tapi aku tetap semangat mengikuti sesi ini hingga akhir. Sebagai orang yang selalu aktif belanja susu setiap bulan, aku ingin tahu juga apa bedanya produk Anlene yang baru ini dengan yang lama?

Yang mau tahu, simak hasil rangkuman singkat yang aku dapat dari acara kemarin ya!

ANLENE ACTIFIT 3X

Kalau menurut Liliyana Natsir, yang namanya investasi itu tidak hanya urusan uang dan biaya hidup, tapi juga kesehatan. Mumpung masing muda, masih kuat, wajib investasi kesehatan. Caranya gimana? Makan makanan bergizi, olahraga dan minum susu juga. Susu itu bukan cuma buat anak-anak dan lansia, tapi juga buat orang dewasa.

Senada dengan Liliyana Natsir, ibu Rhesya mengatakan banyak dari masyarakat kita yang masih memiliki kebiasaan malas gerak yang menyebabkan banyak masalah pada kesehatan tulang dan sendi saat usia senja. Masalah ini juga disebabkan dari rendahnya konsumsi susu pada orang dewasa di Indonesia.

Karena itu Anlene mengeluarkan inovasi baru dengan produk Anlene Actifit nya. Anlene Actifit 3X ini mengandung lebih rendah lemak dan tentu saja rasanya lebih enak dibandingkan dengan formula sebelumnya. Berikut beberapa kelebihan lain dari susu Anlene Actifit 3X:

  • Mengandung kalsium tinggi untuk membantu membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.
  • Mengandung protein dan vitamin B6 yang bermanfaat untuk kekuatan otot serta membangun dan memperbaiki jaringan tubuh dan metabolisme energi.
  • Mengandung 100 mg/saji kolagen dan vitamin C yang membantu dalam membentuk dan memelihara jaringan kolagen dan sendi.

Anlene memang #LebihDariSusu, kandungan MOVEMAX dengan nutrisi lengkap membantu orang dewasa seperti aku dalam menjaga kesehatan tulang, kelenturan sendi dan kekuatan otot agar bisa tetap aktif setiap hari dan berenergi sepanjang hari.

ANLENE GOLD 5X

Sudah selayaknya kemampuan untuk terus aktif bergerak bukan sekedar dominasi kaum muda dewasa. Bagi yang usia lanjut dan membutuhkan nutrisi khusus juga berhak merasakan nikmatnya memiliki tubuh sehat dan bisa aktif bergerak tanpa gangguan kesehatan tulang dan sendi. Setuju?

Anlene, sebagai ahli nutrisi tulang memberikan inovasi terbaru berupa ANLENE GOLD 5X yang memiliki lebih banyak kandungan. Selain kandungan utama seperti kalsium, kolagen, vitamin C, protein dan Vitamin B12, ANLENE GOLD 5X memiliki tambahan nutrisi seperti:

  • Asupan kalium untuk menjaga tekanan darah tetap normal
  • Asupan serat untuk menjaga kesehatan dan kadar kolesterol dalam darah
  • Asam folat dan tambahan vitamin B12 untuk menjaga kesehatan sirkulasi darah dan pembentukan sel darah merah
  • Mengandung lebih rendah kolesterol dan lemak jenuh sehingga aman dikonsumsi untuk yang memiliki risiko penyakit terkait usia.
  • Aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena tanpa tambahan gula sehingga kadar gula darah tetap terjaga.

Ternyata dibandingkan formula yang lama, Anlene Gold 5X memiliki kandungan yang jauh lebih lengkap. Kandungan NUTRISI SUPERIOR nya memberikan kekuatan, fleksibilitas, serta energi lebih sepanjang hari, tanpa khawatir akan risiko kesehatan terkait usia. Makin happy dong dapat tambahan support untuk bisa terus hidup sehat dan aktif bergerak.

#JadiAtletDirumah yuk!

Siapa bilang untuk terus aktif bergerak itu butuh lapangan yang luas atau harus bergerak yang jauh. Dengan kondisi PPKM dan pandemi yang tak kunjung usai seperti ini pun kita masih bisa terus aktif bergerak dan berolahraga di rumah. Untuk memberi semangat atlet-atlet Indonesia yang sedang berlaga di Tokyo nih, kita ajak seluruh anggota keluarga untuk menjadi atlet di rumah yuk!

Untuk mendukung gerakan hidup sehat dan aktif bergerak, Anlene mengajak kita semua #JadiAtletDirumah dengan mengadakan kompetisi. Ikut yuk, karena caranya gampang dan ada hadiahnya.

  1. Follow Instagram @anlene_indonesia
  2. Lakukan salah satu gerakan cabang olahraga seperti berlari, berjalan dan melompat di rumah
  3. Upload video gerakan tersebut dengan memperlihatkan produk Anlene
  4. Tag Instagram @Anlene_Indonesia
  5. Mention dan ajak 5 teman kalian untuk ikut kegiatan #JadiAtletDirumah
  6. Sertakan tagar #JadiAtletDirumah #PilihYangLebih dan #LebihDariSusu dalam caption.

Kompetisi tersebut diselenggarakan mulai tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021. Untuk informasi lebih lanjut tentang kompetisi ini, lihat di instagram @anlene_Indonesia ya! Ayuk kita bisa mendukung atlet terbaik bangsa yang sedang berlaga di Tokyo dengan mengikuti kompetisi #JadiAtletDirumah bersama Anlene.

Kalian penasaran gak sih sama kondisi kesehatan tulang dan sendi kayak gimana? Kalau penasaran, kita cek sama-sama yuk melalui pemeriksaan mobilitas gratis yang diberikan oleh Anlene melalui http://anlenemovecheck.com/. Ini merupakan alat sederhana yang dikembangkan khusus untuk menilai kondisi kesehatan tubuh kita dengan mengikuti kuis pemeriksaan gerakan Anlene, dengan melakukan gerakan fisik sederhana.

Akupun juga penasaran seperti apa kesehatan tulang, otot dan sendiku. Aku tak mau lagi merasakan lutut sakit saat hiking bersama anak-anak nanti. Aku juga mau bisa terus aktif bergerak hingga usia senja. Investasi kudu dimulai dari sekarang. Investasi kesehatan memang tak kalah pentingnya. Aku harus bisa mengucapkan selamat tinggal sama lutut sakit! Aku sudah #PilihYangLebih. Aku minum susu Anlene dan mulai rajin bergerak #JadiAtletdiRumah sekarang.