Aku dan Romansa Tentang Mie Mapan

Aku dan Romansa Tentang Mie Mapan

Mie Mapan adalah kedai mie legendaris bagi warga Rungkut dan sekitarnya. Cita rasa olahan mienya yang gurih dan sedap memiliki ruang tersendiri bagi warga sekitar perumahan Rungkut Mapan Tengah. Kedai mie yang didirikan oleh Jang Hwa Hang dan istrinya, Tieng Yek Sin pada tahun 1992 ini untuk para pelajar yang kost di sekitar perumahan maupun keluarga-keluarga penghuni perumahan tersebut.

Bagiku Mie Mapan menyimpan cerita tersendiri. Dari sejak aku belajar mandiri di Surabaya dan mendarat di Rungkut pertama kali, hingga kemudian kuliah, kerja, punya pacar, menikah dan punya anak yang sekarang sudah masuk usia abege, selalu ada cerita di kedai mie ini.

Continue reading Aku dan Romansa Tentang Mie Mapan

Memperingati Hari Kusta Sedunia bersama NLR dan Kementerian Kesehatan Indonesia

Memperingati Hari Kusta Sedunia bersama NLR dan Kementerian Kesehatan Indonesia

Tanggal 28 Januari kemarin diperingati sebagai Hari Kusta Sedunia atau World Leprosy Day. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kusta terbesar ke-3 sedunia setelah India dan Brazil, rasanya memang harus terus bergerak untuk mengurangi angka penularan dan stigma di masyarakat. Dalam rangka World Leprosy Day tersebut, Ruang Publik KBR tanggal 30 Januari 2024 kemarin menghadirkan Ibu Hana Krismawati, M. Sc seorang pegiat Kusta dan analis kebijakan dari Pusat Sistem dan strategi kesehatan Kementerian Indonesia dan Agus Wijayanto, MMID, Direktur eksekutif NLR Indonesia.

Continue reading Memperingati Hari Kusta Sedunia bersama NLR dan Kementerian Kesehatan Indonesia

Melewati Masa Duka – Part 1

Kehilangan satu orang tersayang saja sudah menyisakan duka yang panjang. Bagaimana jika dua atau tiga orang sekaligus? Sampai hari ini aku masih belum mampu memahami banyak hal dibaliknya.

Setelah kehilangan tiga orang tersayang dalam waktu kurang dari dua bulan, bisa kah kalian membayangkan rasanya? Percayalah, banyak yang menanyakan hal yang sama kepadaku. Gimana rasanya kehilangan banyak orang dalam waktu yang berdekatan?

Continue reading Melewati Masa Duka – Part 1

Pemilu Inklusif 2024 Untuk Penyandang Disabilitas

Pemilu Inklusif 2024 Untuk Penyandang Disabilitas

Menemani penyandang disabilitas dalam pesta rakyat pemilihan umum bukan hal baru dan langka bagi saya. Selain papa mertua yang terkena stroke dan harus belasan tahun duduk di kursi roda, dulu saya punya kawan low vision yang penglihatannya terbatas. Saat itu sama-sama pertama kalinya bagi kami merasakan pemilihan umum, sehingga kami janjian pergi bersama-sama. Ketika itu saya tidak tahu kalau ada kertas suara yang ada brailenya. Saya ingat betul kawan saya dituntun memasuki bilik suara oleh kedua orang tuanya dan dipandu dalam memilih.

Continue reading Pemilu Inklusif 2024 Untuk Penyandang Disabilitas

Wisata Bukit Mas Jadi Rekomendasi Perumahan Terbaik di surabaya

Wisata bukit mas surabaya

Wisata Bukit Mas Jadi Rekomendasi Perumahan Terbaik di surabaya

Suatu hari sepulang sekolah, Kunyil mendekati saya dan tiba-tiba bertanya, “Bund, punya rekomendasi perumahan terbaik di Surabaya gak?” Sontak saya kaget mendengar pertanyaannya. Ada apa ini, tumben-tumbennya bocah SMP sudah nanyain kayak besok mau beli rumah aja. Spontan saya menjawab “Wisata Bukit Mas Surabaya, kenapa Kak?”

Continue reading Wisata Bukit Mas Jadi Rekomendasi Perumahan Terbaik di surabaya

Rekomendasi Menu Buka Puasa Dan Sahur Di Hokben

rekomendasi menu buka puasa dan sahur dari Hokben

Rekomendasi Menu Buka Puasa Dan Sahur Di Hokben

Anakku suka sekali Jejepangan. Bukan cuma film-film animenya, tapi juga gaya berpakaiannya, budayanya hingga menu makanannya. Untuk bocahku yang biasanya pemilih sekali soal menu makanan, ternyata cukup mengejutkan ketika dia penasaran dengan menu-menu masakan Jepang seperti yang dilihat di film-film. Ternyata untuk yang anaknya picky eater, menu-menu masakan Jepang seperti Teriyaki beef, Teriyaki Chicken, sangat ramah di lidahnya. Makanya tak heran kalau salah satu restoran favoritnya adalah Hokben.

Continue reading Rekomendasi Menu Buka Puasa Dan Sahur Di Hokben

Sepenggal Kisah Menjelang Perjalanan Tidur Panjangnya

Hari itu tanggal 7 Februari sekitar jam 8 malam aku memberinya kabar,
“Mas, kayaknya aku gak bisa pulang besok. Ibuk lambungnya pendarahan lagi.”
Ketika melontarkan kalimat itu, aku bersiap untuk diomeli. Hal yang biasa Ia lakukan, bahwa aku melupakan ngopeni diriku sendiri, lupa ngopeni anak-anak, dan lain-lain.

Tak disangka ia hanya menjawab singkat “iya, gpp”.

Continue reading Sepenggal Kisah Menjelang Perjalanan Tidur Panjangnya

Day 3, Membuat Momen Instagramable di Santerra De Laponte dan Museum Angkut

Review Santerra De Laponte

Day 3, Membuat Momen Instagramable di Santerra De Laponte dan Museum Angkut

Setiap keluarga memiliki preferensi liburan yang berbeda-beda. Ada yang menyukai liburan dengan konsep edukatif, ke museum atau tempat-tempat yang memungkinkan anak-anaknya bisa belajar tentang banyak hal. Ada juga keluarga yang menyukai petualangan di alam bebas. Namun ada juga keluarga yang menyukai liburan yang selow-selow saja, pergi ke tempat-tempat viral, bisa bikin foto-foto cantik untuk dipasang di sosial media dan menikmati kuliner yang kekinian.

Continue reading Day 3, Membuat Momen Instagramable di Santerra De Laponte dan Museum Angkut

Family Trip Day 2, Menikmati Eksotisnya Tumpak Sewu

Family Trip Day 2, Menikmati Eksotisnya Tumpak Sewu

Apalah arti liburan tanpa menjelajah alam. Kami sudah berjanji sama anak-anak kalau liburan, di setiap itinerarynya kami akan selalu menyisipkan jelajah alam. Kalau biasanya kami ajak mereka camping, kali ini kami aja mereka bobok di tempat yang lebih nyaman, tapi tetap ada trekking. Semua kami booking lewat Agoda, platform travel one-stop-shop terpercaya.

Lokasi trekking kami pilih yang sedikit fenomenal, standard trekking kelas dunia, videonya sering muncul di televisi dan menjadi andalan masyarakat jawa timur. Tetap tempatnya gak jauh juga dari kota Malang. Air terjun Tumpak Sewu sudah menjadi satu dari wishlist panjang kami. Sebenarnya kami mengincar lokasi ini nanti untuk bocah-bocah ketika sudah memasuki usia remaja 16 tahun ke atas. Tapi setelah dipertimbangkan kembali, ketika usia itu, sepertinya tubuh kami pun sudah akan mulai jompo.

Maka dengan tekad kuat dan mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan inilah saatnya kami membawa mereka menjelajah alam yang lebih menantang. Untuk keluarga yang mencari petualangan dalam daftar liburannya, Jawa Timur memiliki banyak sekali pilihan, mulai dari wisata Bromo, trekking ke kawah Ijen, maupun trekking ke Tumpak Sewu.

Jadi, mau booking tiket, rencana perjalanan atau tempat hiburan via online making gampang lewat platform perjalanan Agoda. Mereka selalu ada yang bisa ditemukan untuk semua orang dengan berbagai macam pilihan dan usia. Juga ada fitur shopping cart yang memudahkan pemesanan karena kalian bisa meletakkan delapan akomodasi atau aktivitas sekaligus, membandingkan fasilitas, lalu checkout untuk mendapatkan rate bundle yang menarik.

Lihat yuk aktivitas apa saja yang sudah kami rencanakan.

Mengenal Tumpak Sewu

Sekarang kalian tahu ya, jadi Agoda bukan hanya untuk memesan akomodasi dan penerbangan, tapi juga untuk booking aktivitas, atau sekadar pakai map untuk melihat tempat-tempat menarik dekat penginapan kalian. Di hari kedua ini, kami memilih Tumpak Sewu. Terletak di Kabupaten Lumajang, air terjun ini memiliki hulu di kaki gunung Semeru. Bentuk air terjunnya berupa tirai dengan ketinggian lebih dari 120 meter. Melihat air terjun ini dari atas saat siang hari, kita bisa melihat pelangi di tengahnya. Pelangi ini terbentuk dari butiran air terjun yang membias terkena sinar matahari.

Melihat air terjun ini dari atas rasanya akan sangat berbeda dengan melihatnya langsung dari bawah. Namun turun ke bawah akan menjadi cerita yang berbeda. Jalur yang harus ditempuh bukan jenis jalur untuk jalan-jalan cantik. Jalur yang harus ditempuh masih memiliki perpaduan antara jembatan kayu, tangga besi, tangga batu dan tanah padat hutan yang mengelilingi.

Track yang harus ditempuh pun bukan jenis track yang landai, bahkan ada track dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Untuk itu jika kalian belum pernah menyisiri Tumpak Sewu, kami sangat menyarankan gunakan pemandu lokal, para ranger yang selalu siap membantu anda menyusuri kawasan hutan dan tebing. Tarif pemandu lokal pun tidak mahal, berkisar antara 100 ribu hingga 300 ribu, bergantung jalur yang ingin kalian tempuh.

peta tumpak sewu

Tiket masuk untuk kawasan wisata Tumpak sewu ada tiga loket, masing-masing dengan harga 10 ribu untuk wisatawan lokal dan 20 ribu untuk wisatawan asing. Loket ada terdapat di pintu masuk utama, pos air terjun Tumpak Sewu dan pos ke Goa Tetes. Tiket yang dikenakan buat kami terbilang murah. Tiket ini digunakan untuk pemeliharaan fasilitas yang ada di lokasi.

Tips aman trekking Di Tumpak Sewu

Untuk melakukan trekking di jalur ekstrim seperti Tumpak Sewu ini, banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari kekuatan fisik hingga keselamatan pribadi. Namun jika kalian ingin mencobanya, berikut tips-tips aman untuk trekking ke Tumpak Sewu bersama keluarga:

jalur di tumpak sewu

1. Gunakan jasa guide atau pemandu untuk memandu trekking melewati alam liar dan jalur yang sulit. Pemandu lokal ini juga akan membantu kita ketika menemui kesulitan. Selain itu pemandu lokal juga memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam dan cuaca. Mengingat ini alamnya berupa lembah maka untuk kita yang pendatang akan kesulitan membaca tanda-tanda alam, apakah akan ada banjir, apakah akan segera turun hujan, kapan harus bergegas naik, atau sampai kapan kita bisa menikmati keindahan air terjunnya.

2. Kenakan alas sandal atau sepatu yang memiliki sol keras. Karena jalur yang licin dan curam, saya tidak menyarankan mengenakan sepatu jalan-jalan yang empuk karena akan kesulitan menuruni jalur air terjun. Sandal khusus trekking biasanya sudah sangat mumpuni untuk melewati jalan yang licin.

3. Kenakan pakaian yang cepat kering dan tipis agar memudahkan dalam trekking. Untuk perempuan saya tidak menyarankan mengenakan rok atau celana longgar karena akan ribet ketika digunakan untuk menuruni tebing yang ada aliran airnya. Saya sendiri menyesal mengenakan celana kulot dan tidak menyangka alirannya cukup deras sehingga membuat baju kami basah kuyup.

4. Bawa baju ganti dan titipkan di warung yang dekat dengan toilet. Selesai trekking dijamin baju akan basah kuyup. Jalur yang dilewati ada yang berupa tangga dengan aliran air yang lumayan deras. Ditambah lagi ketika berada di dasar, percikan butiran dari air terjun lumayan membuat jilbab yang saya kenakan menjadi lembab. Bodohnya, saya hanya membawakan baju ganti untuk suami dan anak-anak, tapi saya sendiri lupa membawa baju ganti untuk diri sendiri.

jalan ke tumpak sewu

5. Jika dirasa ribet, tidak perlu membawa tas atau peralatan banyak ketika menuruni jalur air terjun. Jika lapar atau haus, di dasar air terjun ada warung penjual minuman dan mie instan dengan harga yang masih terjangkau dan normal untuk ukuran lokasi wisata. Segelas milo hangat yang diminum anakku kemarin hanya 5.000 saja. Lumayan untuk membuat badan hangat kembali setelah melewati jalur yang curam dan basah.

6. Pastikan keselamatan diri sendiri. Jika dirasa tidak mampu melewati jalur yang menantang, jangan malu untuk berhenti dan kembali. Tidak perlu gengsi. Bagaimanapun juga alam liar selalu menyimpan banyak misteri. Tidak semuanya harus kita ungkap. Sadari kemampuan diri sendiri dan ketahui kapan waktunya harus berhenti. Tidak ada keindahan alam yang pantas dibayar dengan nyawa.

7. Sebaiknya lakukan perjalanan di saat musim kemarau. Di musim kemarau debit air sungai lebih rendah dan tidak perlu was-was bila sewaktu-waktu turun hujan. Jalur trekking akan ditutup jika turun hujan, karena debit air bisa saja meluap tiba-tiba, jika ada banjir di hulu.

8. Untuk kalian yang belum mengenal dan buta sama sekali tentang medan Tumpak Sewu seperti kami, ada baiknya mengikuti paket tour yang sudah disediakan. Kami mendapat paket tour yang lumayan terjangkau dari Agoda. Dari paket tour ini kami sudah disediakan penjemputan dari lokasi villa yang kami sewa di Malang, dengan driver yang ramah. Kami juga mendapat pemandu ranger lokal yang sangat telaten memandu anak-anak.

air terjun tumpak sewu

Aktivitas tanpa ribet berkat Agoda

Dengan paket tour dari Agoda lengkap dengan tour guide, kami tidak perlu lagi dibuat puyeng dengan jalur yang harus kami lewati, mengingat banyak jalan yang ditutup akibat longsor dan gempa beberapa waktu lalu. Kami juga tidak perlu mumet bertanya ke penduduk sekitar untuk mencari ranger yang telaten dan berpengalaman.

Dengan shopping cart Agoda, kami bisa mendapatkan fasilitas diskon untuk paket bundle. Layaknya belanja di e-commerce, kami masukkan dulu sewa villa, paket aktivitas dan transportasi yang ingin kami pakai selama liburan. Setelah terkumpul semua, di check out lalu bayar deh.

biaya ke tumpak sewu

Untuk kalian yang ingin memasukkan wisata Tumpak sewu ke dalam keranjang masing-masing, bisa coba klik di sini ya -> Tumpak Sewu Waterfall & Goa Tetes Trekking

Setelah melewati jalur yang ekstrim dan menantang, kami menyempatkan diri untuk melepas lelah sambil ngobrol dan bercengkrama dengan para wisatawan asing yang kebetulan bersisipan dengan kami. Dalam waktu yang hampir bersamaan kami berangkat dengan wisatawan dari Singapura dan California. Kami bertemu di warung di dekat pos panorama. Kami bercanda dan ngobrol tentang jalur yang telah kami lewati sambil merasakan perasaan lega bercampur haru berhasil melewati jalur yang ekstrim.

Untuk keluarga yang memang belum terbiasa dengan trekking sama sekali, saya tidak menyarankan kalian mengikuti jalur trekking Tumpak Sewu. Jika ingin menyaksikan keindahan Tumpak Sewu, cukup sampai di pos panorama saja. Jalur yang harus ditempuh hingga pos Panorama masih lumayan aman dan cocok untuk berbagai usia.

air terjun tumpak sewu

Namun jika ingin mencoba trekking dengan tingkat kesulitan menengah bisa dimulai dengan trekking di Gunung Bromo. Tenang saja, Agoda juga menyediakan Bromo Sunrise Tour. Karena jika lelah atau kaki mendadak kram, di Bromo masih ada pilihan untuk naik kuda.

Berbeda cerita jika anak-anak kalian sudah berusia di atas 15 atau 16 tahun ke atas dan membutuhkan jalur trekking yang menantang, boleh dicoba untuk melakukan perjalanan ke Tumpak Sewu. Tetap jangan lupa untuk menggunakan local ranger untuk memandu dan demi keselamatan keluarga kalian. Untuk rekomendasi penginapan yang unik, kalian bisa baca di artikelku sebelumnya : Menginap di The Onsen Resort Batu, Malang. Selamat merencanakan liburan!

Mengupas Pentingnya Chilling dan Healing Bagi OYPMK dan Penyandang Disabilitas

Chiling dan Healing Bagi OYPMK dan Penyandang Disabilitas, Perlukah?

Saat ini, kata healing sering digaungkan dalam media sosial (medsos) atau bahkan kita mendengarkan dari orang terdekat. Pergi ke mall, olahraga atau kemanapun tempatnya akan dikatakan sebagai healing. Healing sendiri dalam kamus Bahasa Inggris diartikan sebagai penyembuhan. Sedangkan chilling dari chill, mengandung makna santai. Kata ini juga sering digunakan untuk menggambarkan istilah “menenangkan diri”.

Chilling dan healing sangat dibutuhkan bagi setiap individu yang hidup. Mengapa? Karena kedua kegiatan tersebut mempunyai dampak besar bagi manusia. Secara umum, salah satunya adalah untuk menyegarkan kembali jiwa raga setelah mengalami kepenatan kegiatan. Sedangkan secara khusus, tergantung peristiwa yang dialami. Akan tetapi, bagaimana dengan chilling dan healing bagi OYPMK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) dan penyandang disabilitas?

Dalam talkshow Ruang Publik KBR yang bekerja sama NLR kali ini mengusung tema tentang ‘Chilling dan Healing bagi OYPMK dan penyandang disabilitas, Perlukah?’ Acara yang dibawakan dengan menyenangkan oleh host KBR, Rizal Wijaya. Turut mengundang Donna Swita selaku Executive Director Institute of Woman Empowerment (IWE) dan Ardiansyah (OYPMK) yang menjabat sebagai Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia.

Menurut Donna Swita, definisi healing adalah penyembuhan pada sesuatu yang berdampak pada psikis dan emosi seseorang. Healing tidak hanya dibutuhkan oleh OYPMK, tetapi semua orang membutuhkan.
Mengenai healing atau pemulihan diri atau perawatan, ada 5 dimensi penting, diantaranya adalah:

  • Dimensi fisik, dalam dimensi ini berbicara tentang kesehatan fisik. Misalnya saja, karena kurang istirahat akhirnya berdampak dengan fisik.
  • Dimensi psikis, stress karena banyak stigma yang harus dibenahi.
  • Mental
  • Relasi, berhubungan dengan orang tua dan orang lingkungan sekitar.
  • Spiritual

Dari kelima dimensi tersebut bisa dilihat, dimensi mana yang paling dibutuhkan oleh OYPMK dan penyandang disabilitas. Karena setiap orang memiliki proses pemulihan yang berbeda. Tergantung dimensi permasalahan yang dihadapi. Namun, dari semuanya, yang terpenting adalah informasi atau pengetahuan. Pemanfaatan kecanggihan teknologi dalam menggali ilmu pengetahuan tentang penyakit kusta seharusnya lebih mudah diperoleh dan dicari. Hanya dengan mengetik kalimat kusta atau healing misalnya, maka akan segera bermunculan informasi yang dicari.

Sekarang ini, kebanyakan orang memanfaatkan teknologi pintar dalam hal medsos, namun tidak banyak yang mampu mencari informasi dan membaca dari sumber yang valid. Akhirnya, banyak yang terperosok berita bohong, atau bahkan stigma lama yang masih dipakai. Sehingga pandangan mengenai penyakit kusta pun masih saja sama. Padahal informasi mengenai kusta ada sudah banyak digaungkan. Tidak semua orang bisa menerima OYPMK karena keterbatasan pengetahuan atau lebih percaya berita yang tidak jelas alias hoaks.

Menurut salah satu sumber yang hadir dalam Ruang Publik KBR yaitu, Ardiansyah selaku OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia. Beliau mengatakan bahwa healing sangat dibutuhkan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas. OYPMK lebih banyak menutup diri dan pada akhirnya tidak mempunyai teman untuk bercerita dan berkeluh kesah. Stigma tidak diterima masyarakat terlanjur melekat karena banyak OYPMK yang mengalami. Pada akhirnya, perasaan tertekan dan takut menceritakan penyakitnya membuat OYPMK menutup diri.

Seperti yang dialami Ardiansyah, bagaimana penolakan orang tua dan lingkungan terhadapnya. Rasa tertekan dan penolakan ini membuat Ardiansyah mencari dukungan dari luar. Beruntung sekali Ardiansyah menemukan teman-teman organisasi yang sangat mendukung. Namun tidak semua OYPMK bisa mengatasi penolakan. Ardiansyah memiliki strategi, yaitu:

  • Percaya Tuhan: harus berpikir bahwa ini adalah rencana Tuhan dan manusia tidak tahu rencana Tuhan. Sehingga harus menerima semua yang dialami.
  • Berpikir positif ke depan: ingin berubah atau tidak kembali pada diri sendiri. Yang menentukan langkah ke depan adalah diri sendiri bukan orang lain.
  • Melanjutkan hidup
  • Meng-edukasi orang-orang sekitar

Bahwa semua kembali pada diri sendiri, sehingga orang-orang di sekitar bisa menjadi
support system OYPMK dan penyandang disabilitas.

Ada salah seorang penanya yang menanyakan, mengapa proses healing tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi agar OYPMK dan penyandang disabilitas tidak ketinggalan teknologi alias melek teknologi. Menurut Ardiansyah, bisa saja memanfaatkan teknologi. Namun sayangnya, tidak semua berpendidikan tinggi. Banyak yang tinggal di daerah pelosok. Upaya penyembuhan lebih difokuskan pada mengatasi luka hati, yang membutuhkan proses lebih lama dari pada teknologi.

Ardiansyah mengatakan, salah satu cara healing yang mungkin ampuh adalah menulis. Dengan menulis tentang diri sendiri, bisa menceritakan atau menumpahkan segala apa yang dirasakan dan dipikirkan.
Ardiansyah juga membagikan kisahnya tentang langkah kongkrit yang dilakukan saat harus meyakinkan kedua orang tua (terutama ibu) dan orang terdekat. Langkah tersebut adalah:

  1. Meningkatkan kemampuan diri di berbagai bidang (apa yang disukai kembangkan).
  2. Jangan membatasi diri, perluas relasi agar menguasai teknologi dan informasi.

Menjadi OYPMK dan penyandang disabilitas jangan dijadikan alasan untuk menutup diri atau membatasi diri, tetapi buktikan bahwa dalam keterbatasan ada kesempatan yang sama. Di mata Tuhan, semua sama.