happyOne.id, Asuransi Yang Bisa Digenggam Semua Kalangan

 

“Don’t just tell your children about the world. Show them!”

Itulah salah satu alasan kami selalu menyisihkan uang agar kami dapat pergi berpetualang, setidaknya setahun sekali. Sejak masih hamil duo kunyil, saya dan suami sudah berencana untuk selalu mengajak mereka jalan-jalan dan berpetualang ke tempat-tempat baru. Tempatnya tidak harus terkenal atau di luar negeri. Tempatnya bisa di mana saja yang menurut kami menyenangkan untuk bepergian dan bertualang bersama keluarga.

Tahun ini kami jalan-jalan ke Semarang. Perjalanan kami lakukan lewat darat, mulai dari Solo, Klaten hingga ke Semarang. Perjalanan yang ditempuh selama 3 hari 2 malam tersebut tentu saja memiliki tantangan yang berbeda-beda. Mulai dari kamar hotel yang sudah direservasi ternyata sudah penuh, kendaraan yang tiba-tiba mogok hingga macet panjang. Namun layaknya setiap perjalanan tentu juga membawa cerita dan pelajaran yang berbeda.

Berkaca dari tantangan perjalanan tahun ini, maka rencana liburan tahun depan kami ingin melakukan perjalanan yang berbeda lagi. Kebetulan Kira dan Kara belum pernah merasakan naik pesawat. Karena itu kami merencanakan berlibur ke tempat yang bisa dijangkau dengan pesawat yang tiketnya sedang promo. Tetap dong ya, namanya buibu itu wajib cari harga promo. Kalau ada harga yang promo kenapa ambil yang mahal. Kecuali kalau memang mendesak dan darurat, yes?

Tapi karena melihat tragedi pesawat yang baru saja terjadi, kami jadi mendapat wejangan segabruk dari uti dan akungnya. Wajarlah ya, namanya was-was dan khawatir itu normal kok. Maka bisa ditebak, ketika kami mewacanakan untuk bepergian menggunakan pesawat, syarat dan ketentuan yang berlaku dari uti dan akungnya panjangnya seperti rel kereta. Gak boleh cari maskapai yang asal murah, harus beli asuransi tambahan, jangan pergi ke tempat yang jalur penerbangannya rawan, dan entah apa lagi.

Hhhmmm… kita kan mau jalan-jalannya masih di dalam negeri saja. Mana ada asuransi tambahan untuk perjalanan dalam negeri? Biasanya beli asuransi tambahan travelling itu kalau mau perjalanan ke luar negeri kan ya? Bener gak sih?

Eh tapi ternyata beneran ada lhooo… Saya pun baru tahu beberapa hari yang lalu setelah baca testimoni seorang teman yang habis beli produk asuransi perjalanan. Cara belinya pun mudah dan ternyata preminya juga murah. Terjangkau lah untuk dompet emak yang selalu irit.

Peluncuran happyOne.id

happyOne.id Solusi Asuransi Paket Lengkap

Mau asuransi murah? happyOne.id punya produk yang preminya mulai dari sepuluh ribu.

Mau asuransi yang lengkap? happyOne.id punya produk mulai dari asuransi kecelakan, asuransi rumah dari kebakaran, asuransi pendidikan sampai asuransi perjalanan yang bisa dibeli semuanya hanya dengan harga satu paket.

Mau asuransi yang belinya mudah, gak pakai ribet? Di happyOne.id bisa beli hanya dengan klik tombol beli, lalu bayar maka polis sudah di tangan.

Jadi, happyOne.id itu sebenarnya apa sih?

happyOne.id adalah situs penjualan berbagai jenis asuransi dari asuransi astra. Produk yang bisa dibeli di happyOne.id antara lain, happyMe, happyHome, happyEdu, dan happyTrip. Produk-produk tersebut bisa dibeli satuan per produk maupun dibeli semua dengan harga satu paket. Premi yang disediakan pun cukup terjangkau, mulai dari sepuluh ribu untuk produk happyMe micro. Enteng yes? Jadi masyarakat menengah pun bisa memiliki produk proteksi diri.

happyMe adalah produk asuransi kecelakaan diri yang santunan utamanya akan diberikan jika pemegang polis meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan. happyHome adalah produk asuransi kebakaran untuk perlindungan rumah dari kebakaran. happyEdu adalah jaminan asuransi terhadap pendidikan anak-anak apabila tertanggung meninggal dunia karena kecelakan. Sedangkan happyTrip adalah asuransi perjalanan baik untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Nah ini nih yang dicari.

Membeli asuransi-asuransi tersebut ternyata cukup mudah. Hanya dengan 4 langkah saja, maka e-polis sudah ada di tangan.

  1. Pilih produk asuransi yang diinginkan dan nilai premi atau nilai pertanggungan yang dikehendaki
  2. Daftarkan OneID dan lengkapi data diri pada formulir yang telah disediakan.
  3. Lakukan pembayaran sesuai dengan metode yang dikehendaki, bisa melalui transfer atau melalui kartu kredit.
  4. Terima e-polis yang bisa diunduh melalui email yang sudah didaftarkan maupun melalui menu Pesanan di situs happyOne.id

OneID, Satu Akun Semua Solusi

Nah jika kamu mau beli asuransi di happyOne.id kamu harus punya OneID. OneID merupakan akun yang dapat digunakan untuk membeli segala macam produk asuransi yang ada di happyOne.id. Segala macam produk cukup dengan satu akun OneID saja.

Cukup dengen mendaftarkan satu email aktif, kita akan mendapatkan konfirmasi berupa nomor yang harus diisikan ke situs happyOne.id. Selesai deh. Setelah punya OneID kita bisa membeli produk asuransi dan cek riwayat polis milik kita. Keren dan gampil tho?

Karena ingin berlibur, maka yang kami butuhkan adalah asuransi happyTrip. happyTrip ini asuransi yang dapat digunakan sebagai asuransi perjalanan yang melindungi dari pembatalan perjalanan, perlindungan terhadap bagasi dan barang pribadi, kecelakaan, maupun perlindungan terhadap keterlambatan penerbangan. Lengkap bukan?

happyTrip bukan hanya mencakup perjalanan luar negeri saja, tetapi juga untuk perjalanan dalam negeri. Cocok nih!

Dengan satu akun OneID saja saya bisa mendaftarkan seluruh anggota keluarga dan mendapat harga yang lumayan terjangkau untuk 6 hari perjalanan. Asuransi berlaku selama masa pertanggungan yaitu sesuai jadwal dan lamanya perjalanan yang kami pilih. Untuk perjalanan 6 hari dari Surabaya ke Lombok untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, kami cukup membayar Rp 130.000 saja. Maka semua perjalanan kami termasuk bagasi dan tiket terlindungi. Harga preminya ramah untuk kantong dan liburan jadi lebih tenang.

Anti ribet pula. Jadi, insyaallah tahun depan kami bisa jalan-jalan dengan hati ayem dong ya? Setidaknya gak lagi was-was diomelin akung dan uti karena belum beli asuransi perjalanan. Setelah memegang e-polis nya happyTrip, setidaknya kami sudah dapat izin untuk berpetualang lebih jauh lagi tahun depan. Hore!

Agar tidak ketinggalan informasi yang keren tentang proteksi, perlindungan diri dan tips-tips yang membahagiakan, mulai follow sosial media happyOne.ID di Instagram @happyone.id . Ada banyak tips-tips yang bikin bahagia. Siapa tahu bisa jadi motivasi atau mood booster kalau lagi galau. Let’s #BeTheHappyOne!

Serunya Menghabiskan Akhir Pekan Di Funtopia Balloon Park


Setelah 12.345 kali pertanyaan tentang “Kapan aku bisa main ke Funtopia?” akhirnya hari sabtu kemarin tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kami terbebas dari serbuan pertanyaan tentang Funtopia tetapi harus dibayar dengan badan yang remuk redam karena lelah dan hati yang bahagia.

Bermain di Funtopia adalah momen yang sangat dinanti oleh Kira dan Kara. Bagaimana tidak. Tiba-tiba Kira dan Kara tanpa sengaja melihat saya sedang mengintip instagram Funtopia Balloon Park dan bertanya, apa itu, di mana, di Surabaya ada gak, dan segala macam kalimat yang penuh rasa ingin tahu.

Maka tak heran ketika Sabtu kemarin kami akhirnya datang ke Funtopia Balloon Park ternyata anak-anak melesat tak terkendali penuh dengan rasa bahagia.Bermain dan berlompatan dari satu wahana ke wahana yang lain. Seolah tak pernah kehabisan baterai, mereka lupa makan, lupa jajan, bahkan lupa gadget.

Padahal biasanya hari sabtu dan minggu adalah hari screen-time Kira dan Kara. Duo kunyil itu hanya diperbolehkan bermain gawainya hanya pada akhir pekan. Anehnya ketika sibuk bermain di Funtopia mereka sama sekali tidak menagih bermain gawai. Bahkan ketika kami sampai di rumah pun, mereka mendadak menjadi anak yang super sweet, yang langsung cuci kaki dan tangan, gosok gigi, ganti baju lalu beranjak tidur tanpa harus duel mulut dengan bundanya.

Ada keajaiban apa di Funtopia hingga duo kunyil begitu manis dan menyenangkan?

Funtopia Balloon Park adalah wahana bermain balon-balon raksasa dengan aneka macam bentuk dan tema. Funtopia Balloon Park sebelumnya sudah ada di Jakarta dan Bandung. Sekarang saatnya nih Surabaya beruntung bisa ikut menikmati wahana-wahana balon raksasanya. Berkat TRAVELOKA dan Beyond Screen Production lah hingga Funtopia Balloon Park bisa hadir di Surabaya.

Bermain di Funtopia menyenangkan karena anak-anak bebas bermain, melompat, memanjat, dan berseluncur tanpa rasa was-was. Permainan ini juga bikin anak-anak lupa waktu, lupa makan bahkan lupa gawainya. Karena ada 8 balon raksasa yang akan menemani anak-anak bermain.

  • Mistery Maze

  • Traveloka Track
  • Old Octopus

  • Crown Castle
  • Candy Cane

  • Bunny Boo
  • Catterpilar Cave

  • Mighty Mushroom

 

Nah, ada yang anaknya susah pisah dengan gawainya kah? Coba diajakin main ke Funtopia deh. Tapi jangan dibiarkan main sendiri, sementara orang tuanya sibuk selfie. Orang tuanya juga ikutan lompat-lompatan dan menyusuri labirin balon raksasa bersama anak-anak. Jadi anak merasa ada teman bermain yang seru juga. Iya dong, kalau mau anaknya pisah sama gawainya, orang tuanya juga musti siap pisah sama gawainya juga.

Balon raksasa ini bukan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Jangan takut, karena wahana ini sudah dirancang sedemikan rupa dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kekuatan sehingga aman juga untuk orang dewasa.

Kira dan Kara bermain di Funtopia mulai dari pukul 3 sore dan baru beranjak pulang jam 8 malam. Ternyata tak terasa 5 jam mereka asik bermain melompat, berlari, memanjat dan menyusuri terowongan maupun labirin berkali-kali, berulang-ulang. Kalau lelah bisa juga istirahat di semacam gazebo yang sudah ada penjual makanan dan minuman yang siap menghilangkan dahaga dan lapar. Mulai dari nasi goreng, mie pangsit, hingga waffle aneka rasa tersedia. Minuman mulai dari es teh sampai jus juga lengkap. Tak perlu takut kelaparan.

Berhubung wahana bermain Funtopia merupakan balon raksasa yang berisi udara, maka anak-anak seperti berada di atas trampoline raksasa dengan aneka bentuk dan permainan di dalamnya. Anak-anak bisa bermain perosotan, mandi balok yang terbuat dari gabus, atau meniti labirin, menyusuri terowongan maupun memanjat jamur raksasa. Permainan ini akan mengasah motorik kasar anak.

 

Anak yang motorik kasarnya terstimulasi dengan baik akan membawa banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat menstimulasi motorik kasar anak:

  • Anak dapat melatih pernafasan dan menjaga kesehatan jantung. Seperti layaknya berolahraga, anak-anak yang berlari, melompat di atas balon raksasa ini akan dapat melatih kesehatan jantung dan pernafasan.
  • Melancarkan sirkulasi darah. Anak yang aktif bergerak akan jarang mengeluh badannya lelah. Biasanya mereka akan jauh lebih lincah dan seolah punya cadangan energi yang tak ada habisnya. Hal tersebut dikarenakan aliran sirkulasi darah yang lancar, sehingga tubuh pun tidak mudah sakit.
  • Membentuk postur tubuh yang lebih baik. Anak yang rajin olah raga dan aktif bergerak akan memiliki postur tubuh yang lebih tegap dan lebih baik. Tulang-tulangnya lebih banyak terlatih sehingga kesehatan tulang lebih terjaga. Pertumbuhannya pun jadi lebih maksimal.
  • Anak yang terstimulasi motorik kasarnya dengan baik akan memiliki kemampuan koordinasi tubuh yang lebih baik juga. Jika koordinasi tubuhnya baik, maka keseimbangan dan refleksnya pun juga lebih baik. Karena itu penting mengajak anak aktif bergerak.
  • Anak-anak yang memiliki koordinasi tubuh yang baik dan memiliki kemampuan motorik kasar yang lebih baik, akan membuat mereka jauh lebih percaya diri. Tentu saja menjadi bagus untuk membangun kecerdasan sosial anak.

Setelah tahu manfaat bermain dan aktif bergerak itu banyak sekali, tak perlu takut dong ya kalau anak-anak banyak berkeringat di luar. Karena itu yuk, mumpung masih ada sarana bergerak aktif yang menyenangkan bagi anak dan orang tua, saatnya mampir ke Funtopia Balloon Park.

Kalau mau lebih murah, tiket masuk bisa dibeli di www.traveloka.com. Kalau gak keburu bisa juga beli di tempat acara, tapi gak ada harga diskon. Yang perlu dipersiapkan untuk mengajak anak bermain di Funtopia Balloon Park diantaranya:

  • Kaos kaki (wajib ya, buibu…)
  • Pakai baju yang nyaman, mudah menyerap keringat dan memudahkan anak bergerak bebas.
  • Baju ganti. Surabaya panas dan mudah sekali berkeringat, jadi siapkan baju ganti untuk anak-anak.
  • Payung/topi. Again, Surabaya lagi super panas. Kalau main sore atau pagi, ada baiknya siapin payung/topi untuk menemani anak-anak bermain.
  • Sunblock. kalau main di pagi atau sore hari, wajib ya… maklum Surabaya mataharinya ada 5.

Biar makin yakin, boleh lho simak keseruan Kira dan Kara bermain di Funtopia di video youtube di bawah. Lalu kisah petualangan kami hari itu berakhir dengan dua anak yang gak mau pulang. Sementara kami tarik nafas dulu, silahkan lho kalau mau langsung pesen tiketnya. Enjoy your time!

 

Kira dan Mobil Hotwheels : Tentang Pelajaran Pantang Menyerah

 

Sudah lama Kira menginginkan mobil Hotwheels. Mobil-mobilan yang bagi kami terbilang mahal untuk ukuran mainan. Mengingat kualitas mainannya memang bagus, maka layak juga harganya sedikit mahal. Iyalah, untuk saya yang terbiasa membeli mainan 5000an, kalau harus membelikan mainan 30.000 ya lumayan juga. Apalagi kalau si bocah maunya koleksi. Bisa bikin mules kantong bundanya.

Nah, untuk mengakomodir keinginan tersebut, saya meminta Kira mengumpulkan uang sakunya. Setiap hari senin dan selasa, Kira mendapat jatah uang saku 2000. Jatah uang sakunya memang hanya seminggu dua kali, sesuai tingkat sekolahnya. Nanti naik ke kelas tiga, berhak menerima uang saku seminggu 3 kali, dan seterusnya.

Untuk mengumpulkan uang 30.000 itu berarti harus sabar menanti hingga 7 minggu, atau sekitar 2 bulan. Itupun jika dia tidak tergoda membeli jajanan di sekolahnya. You  may call me, emak kejam. Tapi begitulah buat saya proses yang harus dilewati.

Pada perjalanan waktu, ternyata ada kejadian yang membuat saya takjub. Ketika uangnya sudah terkumpul 12.000 ia melihat akung mau ke rumah sakit tanpa memakai sandal di kursi rodanya. Ketika Kira bertanya, Saat itu akung menjawab kalau sandalnya rusak. Tanpa diduga, Kira dan Kara memberikan semua hasil mengumpulkan uang sakunya untuk membeli sandalnya akung. Kata mereka, kasihan akung kan sudah tidak bekerja, tidak punya uang saku, jadi tidak punya uang.

Mendengar itu, ayahnya yang sudah lama gatel membelikan hotwheels dan barbie, pulang kantor langsung bawa hotwheels. Runtuh juga pertahanannya mendengar cerita anak-anaknya. Apa yang kami lakukan bukan sekedar tentang seberapa mahal harga mainan, tetapi tentang melatih bocah dalam meraih apa yang mereka inginkan.

Kira dan Kara tumbuh di lingkungan yang bagi kami sangat kondusif. Jika meminta sesuatu, dan mereka tahu ayah atau bundanya tak mampu, maka ada uti, akung atau om/tantenya yang siap membantu. Untuk itulah, terkadang fight spirit yang mereka miliki kurang terasah. Maka dari itu tega tak tega, suka tak suka, kami memanfaatkan momen hotwheels tersebut untuk merangsang fight spirit mereka.

Ternyata dari perjalanan mengumpulkan uang tersebut, kami belajar banyak hal. Bahwa menahan diri itu bukan hanya hal yang harus dipelajari anak-anak, tetapi juga orang tua. Di saat kami ada rezeki yang dapat kami belikan mainan apapun untuk Kira dan Kara, rasanya saat itu juga ingin melompat ke mall untuk membawa pulang bingkisan. Namun kini kami belajar untuk menahan diri. Bukan karena kami tidak sayang, tapi kami ingin membuat tantangan-tantangan yang dapat di lalui duo kunyil demi melatih kemampuannya berjuang mendapatkan sesuatu.

Seperti kita tahu terkadang kondisi di dunia bisa saja tidak seideal yang kita inginkan. Tentu kita tidak ingin bocah tiba-tiba menghadapi masalah lantas menyerah. No. Jangan sampai!

I won’t give up, no I won’t give in
Til I reach the end and then I’ll start again
No I won’t leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail

Seperti lagu soundtrack Zootopia yang sering kami nyanyikan sama-sama, kami ingin Kira dan Kara pun tidak lelah untuk selalu berdiri lagi ketika jatuh.

Buibu pasti ngeri kan kalau dengar anak-anak masih usia belasan tahun sudah bunuh diri. Dengan tipikal bocah yang kadang penuh drama, maka mumpung masih ada di tangan kami, maka kami ciptakanlah tantangan-tantangan yang ketika melihat mereka jatuh kami masih mampu untuk memberikan semangat dan dorongan untuk berdiri lagi. Harapannya tentu suatu saat ketika kami sudah tak lagi mampu mendampingi, mereka telah memiliki bekal untuk tak pernah menyerah.

Nah, berikut hasil rangkuman perjalanan hati bersama Kira, Kara dan tantangan HOTWHEELS beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa hal yang kami lakukan untuk membentuk anak memiliki semangat pantang menyerah:

  • Memberikan tantangan-tantangan kecil sesuai usia dan kemampuannya. Tantangan ini akan meningkat seiring usianya bertambah. Tantangan yang diciptakan orang tua tentu akan berada dalam ambang batas pengawasan orang tua yang risikonya dapat ditoleransi. Sehingga ketika mereka jatuh orang tua dapat memberikan semangat dan motifasi untuk mereka berdiri lagi.

 

  • Mengupas setiap masalah yang mereka temui dan mereka alami bersama orang-orang sekitarnya di luar lingkungan keluarga. Terkadang mereka bermasalah dengan teman, guru, atau orang lain yang mereka temui yang bukan dari keluarganya. Saatnya orang tua menahan diri untuk ikut campur, dan memberikan kesempatan untuk mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika ingin memberikan bantuan, berikan masukan atau saran yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun tetap biarkan anak-anak menghadapinya dengan kemampuannya. Terkadang mereka memiliki daya improvisasi yang tidak kita duga dalam menyelesaikan masalahnya.

 

  • Ketika anak-anak pulang menangis, mengeluh, jangan lantas memarahi atau memberikan stempel “penakut, cemen, lemah” atau semacamnya. Ketika mengalami saat jatuh, wajar kok dilampiaskan dengan rasa sedih, marah, menangis atau teriak. Bagi kami yang penting setelah itu anak-anak dapat kembali tegak berdiri dan siap menghadapi masalahnya lagi. Memang dibutuhkan kekuatan hati seluas samudra. Tapi bukankah di saat seperti ini lah kita pun juga tengah belajar meluaskan hati. Biarkan mereka menumpahkan isi hatinya, setelah itu beri motivasi untuk berdiri lagi.

 

  • Beri mereka pengertian bahwa kadang apa yang kita inginkan tidak bisa semua kita dapatkan. Bahkan ada beberapa keinginan yang harus didapatkan dengan bekerja keras dan perjuangan. Beri contoh perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan orang tua atau nenek/kakeknya dalam mendapatkan sesuatu. Bisa jadi cerita dan kisah nyata menjadi motivasi yang akan selalu mereka ingat.

 

  • Tak lupa landasi anak-anak dengan iman yang kuat. Ajarkan tentang doa dan kisah agama yang bisa menjaga kekuatan hati anak-anak. Bagaimanapun juga Tuhan lah tempat berlindung dan meminta yang paling bisa diandalkan di saat terjatuh. Bukankah Tuhan yang Maha Kuat?

Bagaimana dengan buibu? Adakah pengalaman memberikan tantangan pada anak-anak dan mendapat suatu pelajaran bersama mereka? Kalau ada yang punya tips dan ilmu serupa, dengan senang hati bisa dibagi di kolom komentar. Siapa tahu ilmunya bisa menjadi bekal jariyah yang bisa terus dibaca bahkan di saat kita sudah tiada. Selamat berbagi!

Ajak Anak Bermain di Wahana Balon Raksasa Ala Funtopia

AJAK ANAK BERMAIN DI WAHANA BALON RAKSASA ALA FUNTOPIA – Beberapa waktu lalu, Kira dan Kara mengeluh jenuh. Segala macam buku dibongkar dan dibolak-balik. Seperti layaknya anak yang sedang bosan, mereka hanya melihat sekilas buku-buku yang berserakan, tanpa dibaca. Melihat gelagat yang tidak sehat, saya pun meminta ayahnya untuk mengajak mereka bermain di luar rumah.

Biasanya kita selalu menyempatkan untuk bermain di taman atau area outdoor hanya untuk menyalurkan energi para bocah yang kadang berlebih. Berhubung beberapa minggu ini kita sedang sama-sama ribet dengan project kerjaan, akibatnya anak-anak lebih banyak hanya berdiam diri di dalam rumah dan menghabiskan waktu bersama mainannya.

Setelah sejenak mereka diajak berkeliling naik sepeda, moodnya kembali membaik. Sebenarnya intinya para bocah itu terkadang hanya butuh menghabiskan energinya. Masalahnya kadang orang tua kurang perhatian dan terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Lego, buku, puzzle, dan permainan lain memang bagus untuk anak-anak. Namun tidak bisa dipungkiri juga kalau ada kalanya para bocah butuh lompat-lompat, panjat-panjat atau bebas berlarian.
Anak-anak yang tidak leluasa menggunakan energinya untuk kegiatan yang aktif dan positif, akan mudah lesu dan merasa bosan. Ujung-ujungnya main gadget lagi-gadget lagi. Seperti kata penjelasan Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production, ”Saat ini, tren penggunaan gadget sudah tidak memandang usia dan anak usia prasekolah sudah paham teknologi. Artinya, kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan, karena aktivitas fisik sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi”.

Lebih Christian Suwarna, Senior Vice President Business Development Traveloka menjelaskan,

“Arena permainan outdoor dengan ragam hiburan yang bisa dinikmati seluruh keluarga sepanjang hari merupakan sebuah konsep yang langka untuk kehidupan perkotaan saat ini.”

Bener banget yaa… gak heran kalau anak-anak jadi lebih mudah bosan kalau orang tuanya tidak ikut turun tangan untuk memberikan stimulasi dan mengarahkan energinya untuk kegiatan yang aktif dan positif.

Pada tahu gak kalau rasa bosan inilah yang biasanya memicu anak melakukan tindakan-tindakan negatif untuk mencari tantangan dan menggunakan energinya. Itu kenapa, penting buat orang tua memiliki jeda sejenak ketika anak sudah mengeluh dan nampak jenuh. Karena itu Traveloka bersama Beyond Screen Production berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Hingga dalam waktu dekat hadirlah FUNTOPIA BALLOON PARK di Surabaya. Hoorreee…

APA ITU FUNTOPIA, KAPAN DAN DIMANA? Nah kalau ada yang sedang mati ide melakukan kegiatan luar rumah, boleh dicoba nih untuk datang ke FUNTOPIA Balloon Park. Funtopia Balloon Park adalah arena bermain yang berisi wahana balon-balon raksasa yang bisa digunakan untuk bermain, melompat, memanjat, berlari dengan aman untuk anak-anak.

Pas banget kaaan… Kebetulan kami sedang sama-sama bosan naik sepeda mulu tiap sore, jadi akhir pekan nanti kita putuskan untuk bersenang-senang melepaskan adrenalin di Funtopia Balloon Park. Kalau biasanya susah sekali mengajak ayah untuk keluar rumah, kali ini kita sukses iming-iming si Bapak untuk ikut bermain di wahana balon raksasa ini.

Funtopia Balloon Park ini sudah dirancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan kekuatan dan keamanan sehingga bisa digunakan untuk bukan hanya anak-anak tetapi juga remaja dan orang dewasa. Seperti misalnya arena MISTERY MAZE adalah salah satu wahana yang paling tinggi mencapai 13 meter atau setara gedung lantai 3 yang bisa digunakan orang tua untuk menemani anak-anaknya bermain mengelilingi labirin balon raksasa tersebut. Seru kan? Seru dong pasti!

Selain Mistery Maze ada apa lagi? Banyaaak kak. Berikut beberapa diantaranya:

  • Traveloka Track, merupakan perosotan raksasa
  • Candy cane adalah balon raksasa yang menyerupai dunia permen
  • Caterpillar cave, di mana anak-anak bisa menelusuri terowongan besar yang berbentuk ulat
  • Old Octopus adalah balon raksasa yang berbentuk gurita dan tentakelnya bisa digunakan sebagai perosotan.
  • Crown Castle Yang pasti disukai para princess dan pangeran cilik. Sebuah kastil raksasa dari balon yang akan memenuhi fantasi anak-anak tentang dunia kerajaan.
  • Mighty Mushroom, jamur raksasa yang aman dipanjat oleh anak-anak.
  • Tak ketinggalan Bunny Boo si kelinci raksasa berwajah imut.

Funtopia Balloon Park akan diadakan di PENINSULA – Bukit Darmo Golf Surabaya mulai tanggal 3 November sampai 2 Desember 2018. Anak-anak bisa menikmati wahana balon raksasa tersebut setiap hari sabtu dan minggu, mulai pukul 07.00 sampai pukul 22.00. Funtopia tidak hanya menyediakan wahana bermain balon raksasa, tetapi juga food court agar pengunjung tidak kelaparan atau kehausan setelah lelah bermain. Nantinya akan ada juga berbagai kompetisi yang bisa diikuti, diantaranya jingle dance, jingle song, fun visit, fun drawing, fun story dan masih banyak lagi.


Tiket bermain Funtopia Balloon Park bisa dibeli melalui www.traveloka.com maupun datang langsung ke arena bermainnya di Bukit Darmo Golf. Kalau mau dapat harga early bird, bisa beli melalui TRAVELOKA dengan harga Rp.65.000 (enam puluh lima ribu rupiah) untuk tiket anak-anak usia 2 – 16 tahun dan Rp.40.000 (empat puluh ribu rupiah) untuk orang dewasa usia 17 tahun ke atas. Tiket pre sale atau early bird sudah bisa dibeli sejak tanggal 23 oktober hingga 2 november 2018. Masih ada waktu nih. Kemarin saya beli bahkan dapat harga promo tambahan melalui aplikasi Traveloka di smartphone. Harga yang banyak diskonnya begini emang favorite para ibu yaa…

Untuk tiket harga normal Rp 80.000 (delapan puluh ribu rupiah) untuk anak-anak usia 2-16 tahun dan Rp 40.000 (empat puluh ribu rupiah) untuk orang dewasa. Mayan banget kan diskonnya kalau bisa beli early bird. Buruan mumpung masih ada waktu. Cara belinya bisa dilihat di bawah yaa…

1.Klik aplikasi Traveloka dan pilih Traveloka Aktivitas & Rekreasi, lalu klik Funtopia Balloon Park – Surabaya

 

2. Klik jumlah tiket yang akan dibeli, nanti akan kelihatan jumlah yang harus dibayar.

 

3. Pilih tanggal kunjungan yang telah direncanakan.

 

4. Masukkan data kontak pemesan tiket sesuai isian kolom

 

5. Isi kolom data pemegang tiket sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki.

 

6. Selanjutkan akan terlihat jumlah yang harus dibayar, kemudian pilih metode pembayaran.

 

7. Setelah dilakukan pembayaran, maka kita akan menerima e-voucher yang akan digunakan sebagai tiket masuk ke wahana Funtopia Balloon Park.

 

Jadi siapa yang akan ikut seru-seruan di Funtopia bulan depan? Jangan sampai kelewatan yaaa… Btw, jangan lupa kasih ucapan terima kasih juga buat Beyond Screen Production yang sudah bersusah payah bersama timnya dan Traveloka mewujudkan mimpi para bocah bermain di Funtopia Balloon Park seperti kota-kota lain.

    

Hijup dan Resik-V Berbagi Kunci Keluarga Harmonis

HIJUP Dan Resik-V Manjakani Berbagi Kunci Keluarga Harmonis

Arisan Resik dan Hijup Bloggers Meet Up di Surabaya memang sudah berlalu. Tetapi wejangan-wejangan yang disampaikan masih terus terngiang di telinga. Siapa sih yang gak pengen keluarganya bisa terus harmonis hingga 25 tahun dan seterusnya. Di acara Arisan Resik bersama Resik-V Manjakani dan Hijup kemarin, ternyata banyak peserta yang sudah berumah tangga lebih dari 15 tahun. Mupeng berat ya…

Acara yang berlangsung sejak siang hari ini menghadirkan banyak narasumber, diantaranya Sarah Sofyan (pemilik Rumah Ayu dan Khazanah Kreatif), dr. Muhammad Ilham Aldika Sp.OG, Ibu Yuna Eka Cristina (Brand Representatif dari Resik-V), dan Ibu Mieta dari Mieta Heartwork. Arisan yang dihadiri 25 perempuan berbagai usia ini bukan hanya berbagi ilmu tetapi juga berbagi ketrampilan. Bahasan kesehatan kewanitaan yang cukup bergizi menjadi pelengkap acara. Berikut beberapa bahasan yang berhasil dirangkum.

Sarah Sofyan seorang public figure yang memiliki segudang aktifitas harus tetap mejalankan tugasnya sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu dengan seimbang. Menjaga kesibukan di luar rumah tetap bisa berjalan beriringan dengan segala tetek bengek tugas domestik tentu membutuhkan ketrampilan dan cara khusus. Siapa yang gak pengen menjaga keluarga tetap harmonis tapi otak perempuan juga tetep waras.

Mungkin ada beberapa perempuan yang tahan untuk terus menerus ada di dalam rumah, tetapi ada juga perempuan-perempuan yang butuh keluar rumah, menghirup udara agar batin tenang. Bukan karena di rumah tidak bahagia, tapi bagi beberapa wanita menghirup udara di luar rumah itu menjadi penyeimbang hidup. Berkutat di dalam rumah, bermain bersama anak dan ngobrol menghabiskan teh bersama suami itu memang menyenangkan dan menenangkan. Namun sesekali bertemu teman-teman dan melihat dunia luar, dapat memperluas pikiran dan menyeimbangkan logika.

Begitupun Sarah Sofyan. Untuk itulah dibutuhkan kunci agar keluarga tetap harmonis di tengah kesibukan wara-wiri dengan segala macam kegiatan. Berikut kunci yang dibagikan Sarah kepada para peserta arisan resik:

Komunikasi

Berkomunikasi menjadi kunci pertama agar keinginan suami dan istri tetap nyambung. Tak pelak karena kemudi rumah tangga bergantung pada tangan keduanya. Jika komunikasi antara suami dan istri tak berjalan baik, maka jangan harap keluarga bisa terus harmonis.

Untuk menjaga komunikasi tetap baik dibutuhkan sikap saling menghargai antar pasangan. Maklumi kalau istri nyerocos curhat hal-hal yang kadang suami tidak paham ujung pangkalnya. Wanita butuh mengeluarkan 20.000 kata dalam sehari. Pun demikian dengan istri, kalau ngomong sama suami itu harus gamblang, to the point dan tak perlu bertele-tele. Karena kemampuan otak lelaki dalam mengolah kata, berbeda dengan perempuan. Tidak usah pakai kode-kode yang gak dimengerti suami. Daripada baper gak jelas, mending obrolkan sambil minum teh dan nyemil pisang goreng.

Jaga Penampilan

Menjaga penampilan bukan berarti dari atas ke bawah harus serba kinclong setiap hari. Saking takutnya kinclongnya luntur lantas tak mau pegang apapun, masak gak mau, bebersih pun enggan, hanya karena takut kuku patah. Big No ya, buibu.

Menjaga penampilan ini maksudnya menjaga badan tetap bersih, gak melulu bau asem dan berdaster kumal. Usahakan untuk tidak kumal berlama-lama. Selesai masak, ada baiknya ganti baju yang tidak berkeringat basah. Kelar pegang sapu-pel dan segala macam alat bebersih, boleh lah giliran yang punya badan juga dibersihkan. Paling tidak bau keringatnya biar luntur dikit. Meski gak pakai parfum harga jutaan, paling enggak kulitnya diolesin pelembab dikit. Biarpun gak tiap menit oles lipstick, paling tidak jaga biar wajah tetap bersih.

Dalam berpakaian pun begitu. Tidak harus melulu pakai daster kumal yang entah sudah berlubang di mana saja. Kalaupun mau pakai daster, tetep dong daster yang bersih dan masih layak pakai. Sesekali berpenampilan sporty di rumah juga sah kok. Kalau galau karena segala-segala mahal, nih saya bagi voucher diskon belanja HIJUP. Tapi diem-diem ya… Cuma buat kalian. Jangan bilang-bilang. Karena dengan voucher ini kalian bisa dapat potongan 50.000 setiap berbelanja 250.000 di HIJUP. Masukin aja kode: HIJUPRVMSSURABAYA dan hanya berlaku hingga 30 November 2018. Jadi gunakan baik-baik yaa…

Luangkan Waktu Bersama

Kadang kalau sudah punya anak itu kita jadi rempong dengan segala macam kebutuhan para kunyil. Ayo ngaku, siapa yang setelah menjadi ibu, 90% waktunya habis untuk ngurusin para bocah di rumah? Coba angkat tangan tidak usah malu, ayo ngaku. Saya pun begitu kok. Meski kadarnya tidak 90% tapi memang sebagian besar waktu saya juga untuk dua bocah kembar yang ceriwis.

Ternyata, setelah punya anak, kita masih boleh lho meluangkan waktu berdua bersama suami. Mulai dari sekedar pillow talk, obrolan di atas tempat tidur sebelum tidur, di saat bocah-bocah sudah lelap, hingga meluangkan waktu untuk menginap berdua saja bisa menjadi cara ampuh menjaga keluarga tetap harmonis. Kalau staycation dirasa masih terlalu berat untuk meninggalkan bocah yang pelukable, suami-istri bisa meluangkan waktu untuk nonton film berdua saja seperti waktu pacaran dulu. Atau sekedar keluar berdua cari makan dan keliling naik motor menjadi waktu pemanis diantara padatnya hari.

Tidak perlu merasa bersalah, karena anak-anak bisa dipercayakan ke orang-orang terdekat. Sesekali duo bocah saya juga menginap di rumah om dan tantenya, menghabiskan waktu bersama sepupunya. Di rumah, saya pun bebas ngobrol, nonton film sepuasnya dan berdua saja bersama suami. Tak jarang uti dan akungnya kangen untuk mengajak jalan-jalan bersama cucunya, kasih deehh… Lumayan kan rumah jadi sepi sejenak dari celoteh para bocah. Nikmati waktu mencecap aroma teh atau kopi tanpa ada tangan mungil yang menggelayut manja di baju.

Penuhi Kebutuhan Biologis

Last but not least, kebutuhan biologis itu hal yang tak kalah krusialnya dalam menjaga keluarga tetap harmonis. Jangan disepelekan dan menganggap remeh, karena kadang itu bisa menjadi peluang para pelakor mengintai dan mencuri kebahagian rumah tangga. Gak mau kaaan? Karena itu, penting untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan biologis pasangan. Jangan ogah-ogahan. Do it like a pro, sist!

Gak perlu operasi plastik yang habis puluhan juta atau perawatan yang super ribet. Yang paling penting pelajari seputar menjaga kesehatan area kewanitaan. Menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan bisa menjadi salah satu pengikat suami betah di rumah. Gak perlu jauh-jauh, nenek moyang kita sudah pernah berbagi resepnya. Biar makin pede urusan begituan, kita para kaum hawa juga butuh resep nenek moyang yang sudah turun temurun kan. Katanya sih biar rumah tangga awet rapet. Kalau rapet, suami juga gak bakal mencari yang lain. Katanya embah-embah jaman dulu sih begituuu… Kalau mau rapet, sekarang ada yang praktis. Yuk dimulai dari tips menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan yaa…

Menjaga kebersihan organ intim berbeda dengan menjaga kebersihan bagian tubuh lain. Hal ini disebabkan PH si nona V yang itu berbeda. PH si nona lebih asam. Menjaga PH nya tetap seimbang berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi. Sudah pada tahu kan kalau pembunuh wanita paling banyak itu disebabkan masalah pada organ reproduksinya, mulai dari kanker hingga masalah kesehatan lainnya. Karena itu wajib berhati-hati menjaga kesehatan dan kebersihan si nona.

Berikut beberapa hal yang dibagi oleh dr. Ilham pada saat #arisanresik kemarin.

Konsumsi makanan sehat untuk memperbanyak bakteri baik. Kita membutuhkan banyak bakteri baik untuk menjaga kekebalan tubuh. Demikian juga dengan area nona V. Bakteri baik akan menjaga PH si nona tetap aman.

Jaga area kewanitaan agar tidak lembab. Hindari menggunakan pakaian dalam terlalu ketat. Pakaian dalam yang terlalu ketat membuat si nona mudah lembab. Pilih bahan pakaian dalam yang mudah menyerap keringat, agar si nona tidak gampang gerah.

Apabila terjadi keputihan, amati dan perhatikan. Bila jumlahnya antara 1 hingga 3 sendok, itu masih tergolong normal. Keputihan yang berbau tak sedap dan berwarna coklat atau hijau, bisa menjadi alarm tanda bahaya. Segera konsultasikan ke dokter.

Mencukur bulu di sekitar si nona bisa menjadi cara lebih mudah menjaga kebersihannya. Kalau area kewanitaan bersih, maka kesehatannya pun terjaga. Jangan khawatir apabila area sekitar si nona berwarna hitam bisa jadi itu karena faktor hormonal. Kalau kamu gak pede bisa dibantu dengan menggunakan sabun kewanitaan yang mengandung pemutih alami seperti Resik-V Manjakani Whitening.

Kenapa Resik-V Manjakani Whitening?

Karena Resik-V Manjakani Whitening mengandung bahan-bahan alam yang diolah dan diformulasikan khusus dari resep nenek moyang. Selain telah teruji secara klinis, Resik V Manjakani Whitening juga telah memiliki sertifikat hallal dari MUI. Insyaallah aman digunakan oleh semua perempuan, baik yang sedang hamil atau tidak.

Menggunakan Resik V Manjakani Whitening 2 kali sehari setiap sehabis mandi membantu para kaum hawa menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Bahan-bahan alaminya membantu mengurangi bakteri jahat tanpa menghilangkan bakteri baik yang terdapat pada tubuh.

Bahan-bahan yang terdapat pada Resik V Manjakani Whitening antara lain:

  • Tanin berfungsi mencegah bau tak sedap dan membersihkan organ kewanitaan dengan menjaga PH tetap seimbang
  • Ekstrak bengkoang membantu mencerahkan area kewanitaan dan daerah pangkal paha.
  • Ekstrak manjakani merawat elastisitas organ kewanitaan dan menjaganya agar tetap kencang
  • Astringent membantu menghilangkan bakteri penyebab keputihan.

Ternyata tidak harus dengan biaya yang mahal dan perawatan berbelit-belit ya untuk menghalau godaan pelakor. Asalkan tahu kuncinya, pegang deh jangan sampai lepas. Bermanfaat banget kan kongkow cantik di acara #ArisanResik. Apalagi pulang bisa bawa oleh-oleh #ResikVManjakaniWhitening. Beneran bikin kita jadi #IstriResik. Selanjutnya, siapa yang mau ikut #HijupBloggersMeetUp lagi?

 

Ceritaku Tentang Insiden Merah Putih

Meski sudah bukan bulan agustus lagi, tapi boleh ya curcol cerita dulu. Momen 17 Agustus biasanya selalu semarak dengan cerita-cerita tentang para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Mereka yang terpilih untuk menjadi anggota PASKIBRAKA sudah bisa dipastikan adalah anak-anak yang memiliki ketangguhan luar biasa. Seleksi yang diadakan bukan hanya seleksi fisik, namun juga prestasi akademik dan kemampuan non akademik. Setelah lolos seleksi fisik, memiliki tinggi badan yang telah ditentukan, para peserta seleksi akan dipilih lagi berdasarkan prestasi yang dimiliki. Ditambah lagi tempaan-tempaan yang harus diterima selama masa karantina pimilihan di tiap-tiap daerah. Menurut kakak kelas SMA yang dulu pernah ikut seleksi, prosesnya memang luar biasa berat. Tak heran, para alumni PASKRIBAKA akan memiliki banyak keistimewaan setelah selesai menjalankan tugasnya.

Nah, membayangkan ikut proses seleksinya saja aku tidak berani. Dengan badan yang petite, aku cukup sadar diri kalau seleksi tahap awal saja tak mungkin diterima. Jangankan seleksi tingkat nasional, tingkat sekolah saja aku tak pernah dilirik. Iyalah, badan mungil begitu. Jadilah aku tak pernah punya pengalaman sama sekali, SAMA SEKALI tentang menjadi anggota pengibar bendera pusaka.

Hingga suatu saat ada momen yang sangat ajaib tiba…

Sebenarnya ingatan tentang kisah ini bermula ketika Kara sedikit kecewa setelah tahu yang terpilih menjadi anggota PASKIBRAKA adalah mereka yang memiliki tinggi badan tertentu. Postur Kara sekarang mewarisi postur tubuhku yang mungil. Meski sudah berusaha kujelaskan kalau ia masih dalam tahap pertumbuhan dan masih sangat mungkin tumbuh lebih tinggi daripada bundanya, namun ternyata itu tak cukup mengobati rasa kecewanya. Maka ketika sekedar nasihat tak mempan lagi, mau tak mau harus disisipi cerita. Kebetulan aku punya kisah ajaib tentang menjadi anggota PASKIBRAKA tersebut.

Ketika kelas 2 SMU aku pernah terpilih untuk mengikuti kegiatan RAIMUNA DAERAH di kota Pasuruan. Raimuna Daerah adalah sejenis perkemahan pramuka tingkat daerah untuk siswa-siswa SMU atau Penegak. Para anggota PRAMUKA terpilih dari seluruh daerah Jawa Timur akan berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan. Mulai dari ketrampilan, survival, SAR, dan masih banyak lagi.

Nah, di kegiatan perkemahan semacam ini, setiap hari akan ada apel pagi dan apel sore. Setiap apel pagi, seluruh peserta akan dikumpulkan di lapangan dan mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih. Sedangkan apel sore untuk upacara penurunan bendera. Begitu terus setiap hari hingga acara selesai. Entah rezeki nomplok atau kesambet apa, tiba-tiba aku ditunjuk untuk menjadi petugas pengibar bendera di salah satu apel pagi.

Coba bayangkan, diantara ratusan anggota pramuka yang berkumpul dari seluruh Jawa Timur, kok ya bisa ada anggota yang berbadan kurus dan mungil bisa terpilih menjadi petugas pengibar bendera. Padahal masih banyak anggota lain yang jauh lebih mumpuni, jauh lebih tinggi, jauh lebih atletis, jauh lebih berpengalaman dan jauh lebih segalanya yang bisa menjadi wakil untuk petugas pengibar. Kenapa aku? Begitulah yang namanya jalan rezeki dari yang Maha Kuasa itu tidak butuh alasan apapun. Kalau sudah nasibnya dapat, ya dapat aja gitu. Gak dibutuhkan logika.

Dengan bercucuran keringat dingin maka aku berjalan ke tengah lapangan, mengikuti gladi resik seperti menemui penjagal. Jangan ditanya usahaku. Aku sudah berusaha menolak. Aku sudah berusaha memohon. Aku pun sudah berusaha mengikuti gladi resik dengan tertib. Ndilalah kersane Allah, kok ya gladi resik itu hanya sebatas baris berbaris untuk mengatur kekompakan barisan saja. Kalau baris-berbaris, aku boleh sombonglah, aku bisa. Aku cukup tertib. Yang aku gak pernah tahu itu gimana cara membentangkan bendera. Sepele, dudut atau gimana, entahlah. Yang jelas saat itu aku gak tahu cara membentangkan bendera. Dah terima aja. Duh Gusti, kok ya pas itu gak kepikiran sama sekali untuk tanya. Sependek pengetahuanku saat itu membentangkan bendera itu ya asal bentang gitu aja. Ambil ujung bendera merah dan bendera putih lalu dibentangkan seperti membentangkan jemuran gitu aja.

you know what, guys?

Rangkaian kegiatan apel pagi berjalan seperti biasa, hingga tiba saat pengibaran bendera merah putih. Pas aba-aba hormat kepada sang saka sudah diteriakkan, maka kubentangkanlah bendera itu. Ternyata, bendera di tanganku TERBALIK. Tangan kananku memegang warna putih, dan tangan kiriku memegang warna merah. Jadilah bendera itu mbulet gak karuan. Sontak bukan hanya keringat dingin yang keluar, tapi juga dada deg-deg’an bercampur rasa panik karena tahu pasti akan ada hukuman setelah ini.

Komandan upacara langsung memberikan aba-aba balik kanan, agar seluruh peserta upacara tidak melihat ketika aku memperbaiki kesalahan dengan membentangkan bendera ke posisi yang benar. Salah satu pembina lari mendekatiku sambil membantu dan mengajariku. Tak lupa si kakak pembina menyuruhku menghadap ke tenda panitia setelah upacara selesai.

Jegeeerrr… ini dia. Hukuman apa yan kira-kira akan aku dapatkan?

Dengan lunglai kami bertiga berjalan menuju tenda panitia. Aku pasrah berjalan bersama teman-temanku, yang entah aku lupa dari wakil daerah mana saja saat itu. Aku gak sempat berkenalan dan gak kepikiran untuk kenalan dengan dua lelaki teman sesama pengibar bendera tersebut. Mungkin mereka pun sudah ilfil sama aku. Aku siap menerima hukuman apapun. Aku sudah mempersiapkan diri untuk menerima segala bentuk hukuman. Bagaimanapun juga itu memang salahku.

Sesampainya di tenda panitia aku disambut hangat dan disapa dengan ramah oleh salah satu kakak pembina yang mengenakan seragam Angkatan Udara. Aku kaget. Ternyata ketua penanggung jawab acara perkemahan tingkat daerah tersebut cukup aku kenal. Beliau salah satu mentor di kegiatan Saka Dirgantara yang aku ikuti di Lanud Iswahyudi Madiun. Ada rasa lega sekaligus malu. Lega karena bakal tahu hukuman yang kuterima tidak akan seberat dugaanku dan malu karena ketahuan bikin salah. heuheuheu. Benar saja setelah diberi wejangan panjang lebar dan basa-basi ala kadarnya, kami hanya disuruh scotch jump dan diizinkan kembali ke tempat.

Fiuuuuh legaaa…

Berinvestasi Reksa Dana, Apa Tujuanmu?

BERINVESTASI REKSA DANA, APA TUJUANMU?

Siapa yang ketika masih kecil suka ditanya cita-citanya apa? Bagaimana sekarang, sudah tercapaikah cita-citanya? Ketika kecil dulu cita-cita saya cukup konsisten. Saya ingin jadi guru. Saya membayangkan jadi guru itu minim sekali resikonya. Paling mentok dimarahin wali murid yang tidak puas karena nilai anaknya jeblok. Heuheu… Pernah terbersit keinginan untuk jadi pilot perempuan. Tapi kata ibu, pilot perempuan kalau anak pertama dan perempuan satu-satunya di keluarga gak dibolehin daftar. Karena resikonya tinggi, nanti kalau sakit pas latihan, kasihan bapak-ibunya. Buhahaha… Dengan polosnya saya percaya begitu saja apa kata ibu. Sekarang baru tahu kalau itu ekspresi seorang ibu yang khawatir ketika anak perempuannya yang mungil, pendiam dan satu-satunya yang jarang keluar rumah, tiba-tiba punya hobi berpetualang dan berkeinginan untuk jadi petualang.

Cita-cita atau khayalan?

Btw, apa salah satu bentuk usaha kalian untuk mewujudkan cita-cita atau impian tersebut? Kalau saya, karena konsisten ingin menjadi guru, maka kuliah pun saya mengambil jurusan sastra. Biar kalau lulus bisa jadi guru bahasa. Setelah lulus, saya pun sempat melamar ke beberapa sekolah asing, namun ternyata keberuntungan belum berpihak. Jalan hidup membawa saya ke jalur yang berbeda. Kepiawaian saya dalam berhitung, yang menjadikan saya langganan menjadi bendahara sejak SD ternyata membuat saya memiliki ketrampilan yang berbeda. Saya yang seorang sarjana sastra tapi bergelut di pekerjaan yang berkaitan dengan akuntansi dan perpajakan. Tapi setidaknya saya telah berusaha. Karena sebuah mimpi tanpa usaha itu namanya KHAYALAN, hanya sekedar angan-angan.

Demikian juga dalam hal mengelola keuangan. Setiap keluarga pasti memiliki cita-cita dan mimpi. Ada yang ingin mengumpulkan uang sebagai persiapan untuk dana pensiun. Ada yang ingin menabung untuk dana sekolah anak. Ada pula yang ingin melaksanakan ibadah umroh, haji atau berkunjung ke Yerusalem. Cita-cita dan mimpi setiap keluarga pasti berbeda. Kenapa membicarakan mimpi jadi penting?

Dengan tahu mimpi apa yang ingin diraih, kita jadi memiliki tujuan dalam menentukan langkah berikutnya. Kita jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Tanpa tahu tujuannya untuk apa, maka mimpi hanya akan sekedar menjadi mimpi. Kalau tidak ada usaha untuk mewujudkannya, itu namanya khayalan belaka. Tanpa tahu tujuannya apa, bukan tidak mungkin kita bisa tersesat bukan? Tersesat dalam mengelola ekonomi itu ngeri kawan…

Dana Darurat, Pentingkah?

Ada seorang teman yang saya kenal, dia senang sekali membeli barang-barang elektronik. Perangkat elektronik yang mereka miliki selalu lengkap dan seri terbaru. Di rumahnya berjajar rapi layar televisi datar keluaran terbaru lengkap dengan home theater yang suaranya bikin dada berdegup. Ponsel di kantongnya adalah ponsel tercanggih masa kini. Jangan ditanya laptop dan perangkat komputer yang mereka miliki. Namun mirisnya, setiap kali anaknya ada yang sakit, mereka sibuk berhutang kanan kiri. Ngobrol tentang perangkat elektronik seri terbaru mereka sangat piawai. Tetapi membicarakan masalah keuangan keluarga dan hutang yang sudah menumpuk, mereka tiba-tiba terdiam. Sedih ya? Gali lubang tutup lubang setiap bulan karena salah mengelola uang.

Nah, itulah salah satu kejadian yang membuat mata saya terbuka tentang pentingnya dana darurat. Dana darurat penting sebagai ikhtiar dalam mengelola keuangan. Sudah pada punya apa belum? Kalau kata para pakar perencana keuangan sebaiknya kita memiliki dana darurat minimal 6 x pendapatan per bulan. Gunanya, ketika kita mengalami hal-hal darurat dan membutuhkan dana segera, kita bisa memanfaatkan dana darurat tersebut. Berhubung inflasi tidak bisa dilawan, dan pasti selalu ada, Pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia menuturkan kalau investasi reksa dana menjadi sarana yang menarik dalam menyimpan dana darurat. Agar terjaga kestabilannya, dana darurat dapat diinvetasikan ke dalam reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang memiliki instrument yang lebih stabil dan cenderung meningkat. Sehingga dana yang kita investasikan aman dalam mengikuti laju inflasi dan paling aman dari resiko naik turunnya nilai dalam berinvestasi.

Hitung Rencanamu

Agar makin jelas, berikut saya pun membuat rencana keuangan dalam 5 tahun ke depan. Ada beberapa hal yang ingin saya capai dalam 5 tahun ke depan. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut yang penting untuk kita ketahui adalah APA, BERAPA dan KAPAN. Maksudnya adalah APA, apa tujuan yang ingin kamu pakai. BERAPA, berapa dana yang kamu butuhkan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. KAPAN, kapan dana tersebut akan kamu gunakan. Sedangkan rencana yang sudah tersusun rapi yang sudah saya buat diantaranya mengembalikan dana darurat yang telah terpakai selama masa krisis keuangan dalam keluarga kami kemarin, mempersiapkan dana untuk duo kunyil masuk SMP serta persiapan dana untuk memperbaiki rumah yang sudah tua.

Ada beberapa instrument yang ingin saya gunakan. Misalkan untuk mengembalikan sejumlah dana darurat yang telah terpakai, saya menggunakan investasi pasar uang. Karena reksa dana pasar uang cenderung lebih stabil dan cocok digunakan untuk rencana keuangan jangka pendek, maksimal 2 tahun. Saya juga sedang mempersiapkan dana untuk persiapan duo kunyil masuk SMP. Karena tujuannya SMP negeri, maka dana yang kami butuhkan hanya untuk membeli perlengkapan sekolah dan seragam baru. SMP Negeri di Surabaya masih ditanggung oleh pemerintah, sehingga untuk dua anak masih tolerable buat kami. Hal yang mendesak lain yang kami butuhkan adalah dana perbaikan rumah. Rumah yang kami tinggali adalah rumah mertua yang sudah mulai reyot atapnya, sehingga membutuhkan perbaikan. Untuk dana yang kami butuhkan antara 4 hingga 5 tahun ke depan, kami inginnya menggunakan reksa dana pendapatan tetap.

Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap cenderung menghasilkan return yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang, namun masih lebih rendah dibandingkan reksa dana campuran. Karena returnnya lebih tinggi, maka resikonya pun juga lebih tinggi. Jika reksa dana pasar uang lebih stabil tanpa grafik naik turun, reksa dana pendapatan tetap memiliki fluktuasi yang juga naik turun mengikuti pasar modal. Reksa dana pendapatan tetap ini cocok untuk rencana keuangan jangka menengah, antara 2 sampai 5 tahun.

Bagaimana jika mendekati dicairkan tiba-tiba nilainya anjlok? Sebenarnya untuk reksa dana pendapatan tetap naik turunnya tidak setajam reksa dana saham. Namun untuk mengamankan dana, H-1 tahun bisa dialihkan ke reksa dana pasar uang. Jangan khawatir, berinvestasi di www.klikmami.com bisa dengan leluasa memindahkan dana dari jenis reksa dana satu ke reksadana yang lain. Mudah juga dijual untuk dicairkan dananya. Uang akan langsung masuk ke rekening pemilik reksa dana yang terdaftar di website. Jadi tidak takut untuk susah pencairannya.

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, idealnya kita bisa berinvestasi diambil dari 10% hingga 20% dari pendapatan setiap bulan. Jadi, setelah uang pendapatan kita terima, selayaknya kita sisihkan sekitar 10-20% untuk diinvestasikan guna berbagai tujuan. Enaknya nih, kalau kita sempat berinvestasi, ketika masa-masa sempit atau pensiun nanti, kita memiliki dana cadangan yang bisa kita cairkan setiap saat. Bagaimana, sudah siap mewujudkan mimpi?

Kucing Milik Luki

Suatu pagi yang sangat cerah, Kara sedang berjalan menuju rumah Kira. Ingin tahu kenapa Kara menuju rumah Kira, simak cerita ini ya…

“Hai Kira! Tumben bangun pagi…” Ujar Kara sambil tersenyum.

“Iya dong. Dari shubuh tadi kucing-kucing ku lapar minta makan.” Jawab Kira.

“Wah, kamu punya kucing. Katanya kamu gak punya kucing?” Kara nampak terkejut.

“Ini kucing tetangga sebelahku, namanya Luki. Ia baru saja dikasih ibunya. Tetapi uangnya gak cukup untuk beli makanan kucing. Akhirnya kucingnya kutraktir aja. Kebetulan aku punya uang.” Sahut Kira.

“Waaaah… Namanya siapa?” Kata Kara penasaran.

“Namanya Meyo.”

“Wah, nama yang bagus. Oh iya, aku ke sini mau kasih ini buat kamu.” Ujar Kara sambil mengangsurak sesuatu.

“Tiket gratis masuk taman kucing?” Kira kelihatan senang.

“Iya, kita ke sana yuk. Aku bawa tiga. Jadi sekalian ajak Luki ke sana juga.”

“Terima kasih ya Kara!”

“Sama-sama.”

Dana Darurat, Ikhtiar Penting Dalam Perencanaan Keuangan

DANA DARURAT, IKHTIAR PENTING DALAM PERENCANAAN KEUANGAN

Semalam timeline group w.a saya ramai tentang bahasan dana darurat. Semua berawal dari hasil sinau bersama teman-teman investarian. Di dalam kopdar investarian tersebut kami diperkenalkan tentang istilah pentingnya mempersiapkan dana darurat. Yang cukup membuat mata terbelalak adalah, ternyata besarannya lumayan bikin dada mendadak sesak nafas. Ditambah lagi disebutkan bahwa dana tersebut sebaiknya dimiliki secepatnya. Itu berarti kita harus mencicilnya setiap bulan, sesegera mungkin dan diendapkan tidak untuk diutak-atik. Besaran cicilan tiap bulannya pun membuat dompet mendadak kurus kering. Benarkah dana darurat itu harus ada?

Saya mengenal dana darurat jauh sebelum mengenal istilah-istilah keuangan. Ibu saya mengajarkan sejak kecil tentang pentingnya memiliki dana yang tidak untuk diutak-atik, agar ketika keadaan genting dana tersebut bisa menjadi penyelamat. Karena ibu hanyalah orang desa yang tak lulus SD dan hanya mengenal istilah celengan, maka uang tersebut ya dicelengi dan tidak akan diambil kalau keadaan tidak benar-benar mendesak. Dulu saya sampai beranggapan, kalau seorang ibu bilang sedang tidak punya uang, itu bukan berarti ibu benar-benar tidak punya uang sama sekali. Ibu masih memiliki uang, namun uang itu hanya akan dikeluarkan dalam keadaan genting.

Istilah “dana darurat” baru saya tahu setelah saya masuk dunia kerja dan senang membaca twit para financial planner. Kultwit Ligwina Hananto atau artikel Safir Senduk menjadi bahan bacaan yang menyenangkan bagi saya. Maka, setelah menikah, saya dan suami sama-sama bersepakat untuk menyisihkan uang gaji dan menyimpannya sebagai dana darurat.

Ada yang familiar dengan potongan lagu milik RAIHAN yang berjudul Demi Masa?

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Kalau tidak salah itu merupakan potongan Hadist Nabi. Tolong dikoreksi ya kalau salah. Dari linik ini, bahkan Nabi saja mengajak kita untuk membuat rencana kehidupan dan belajar mempersiapkan sebelum datang hal buruk. Mempersiapkan segala sesuatunya selama masih sehat, masih muda, masih lapang dan masih hidup. Agar nanti ketika datang masa sakit, sudah tua apalagi meninggal kita sudah punya bekal.

Pun demikian dengan konsep dana darurat yang saya pahami. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat merupakan bagian dari ikhtiar merencanakan keuangan sebelum datang masa-masa sempit dalam kehidupan. Beberapa kali tahapan kehidupan mengajarkan saya ketika mengalami naik turun dalam ekonomi.

Masa kecil saya pernah merasakan hidup hanya bisa makan ayam setahun sekali. Masa itu di mana saya bahagia luar biasa setiap lebaran tiba karena itu berarti ibu akan membeli opor ayam untuk kami santap. Saya pun pernah merasakan hidup serba ada, keluarga kami punya tanah di mana-mana, mobil berjajar, hingga kemudian Allah mengambil kembali semuanya. Rumah habis, mobil habis, dan makan pun harus berhemat-hemat karena Bapak sebagai pencari nafkah meninggal. Kalau sudah begini, menurut ngana, penting gak punya dana darurat itu? Simpulkan sendiri-sendiri saja yaaa…

Lantas bagaimana jika kondisi ekonomi pas-pasan? Jangankan untuk disimpan sebagai persiapan dana darurat, untuk belanja minggu depan saja masih harus memeras keringat. Jangankan untuk ditabung atau diinvestasikan, untuk bayar sekolah anak saja masih harus ngutang kanan-kiri.

Sebenarnya dalam melihat dunia keuangan, saya memegang prinsip dan janji Allah, bahwa Allah itu mencukupkan. Pun demikian dengan jatah rejeki kita. Allah mencukupkan segala kebutuhan kita dengan memberikan rejeki yang bisa berasal dari mana saja. Memang benar rejeki setiap orang itu tidak sama. Sama halnya dengan kebutuhan tiap orang pun juga berbeda-beda. Mungkin gaji 1,5 juta bagi orang lain itu pendapatan yang sangat kecil, tidak cukup untuk kebutuhan bulanannya. Namun bisa jadi bagi orang lain, gaji 1,5 juta itu sumber penghasilan berharga. Memang tidak bisa dibandingkan.

Apabila keuangan kita berada dalam keadaan yang segalanya maha mefet, atau pas-pasan, maka kita diajarkan untuk membuat skala prioritas. Dalam agamapun juga mengenal skala prioritas. Antara hutang, zakat dan menabung atau berinvestasi itu tentu prioritasnya berbeda-beda. Kita diharuskan untuk mendahulukan yang wajib sebelum yang hak bukan? Nah diantara tiga perkara, yaitu hutang, zakat dan menabung atau investasi, manakah yang harus menempati urutan pertama?

Saya tidak akan mengatakan ini mutlak kebenarannya, tapi ini beginilah pendapat saya. Bagi saya, membayar hutang menempati urutan utama yang harus segera diselesaikan. Kenapa? Ancaman Allah ngeri, sist! Kita belum bisa masuk surga sebelum melunasi hutang-hutang kita. Bahkan bagi yang mati syahid, yang sudah mendapat tiket utama dan diberi jalan pintas menuju surga, namun harus berhenti di depan pintu surga kalau ternyata masih ada hutang yang belum lunas. Syerem gak sih?

Kalau hutang sudah lunas, sekarang masuk ke hal yang wajib berikutnya dooong… Yaitu zakat. Segera sisihkan 2,5% agar rejeki makin barakah yaa… Baru deh kita sisihkan untuk menabung atau investasi, termasuk mempersiapkan dana darurat. Untuk nominal dana darurat yang disiapkan oleh setiap keluarga pasti akan berbeda-beda. Semua bergantung dari seberapa penting dan mendesak dana tersebut dibutuhkan bagi masing-masing keluarga.

Lantas apakah ini menjadikan menabung, investasi atau mempersiapkan dana darurat itu wajib? Toh selama ini hidup sudah sampai 45 tahun tidak ada masalah meski tidak punya dana darurat. Kalau butuh sesuatu pasti selalu saja ada rejeki. Nah, ini kembali lagi ke lirik lagu Demi Masa tadi yaa… Apakah kita mau mempersiapkan segala sesuatu mumpung masih lapang, atau kita harus berpanik-panik ketika sempit itu tiba? Apakah kita mau berusaha selagi masih sehat atau harus berlari ngos-ngosan ketika tiba-tiba sakit? Silahkan direnungkan kembali.

Mbak, setiap habis terima gaji, aku selalu menyisihkan untuk menabung. Tapi setiap kali tabungan itu mulai beranjak lumayan banyak, selalu ada saja kejadian yang membuat tabungan itu harus dikuras. Entah karena suami yang tiba-tiba masuk rumah sakit, atap rumah ambrol, atau mendadak ibu butuh uang. Kalau sudah begini gimana dong?

Ya gak masalah kan? Bukankah tujuan kita menyisihkan uang itu memang untuk keadaan darurat? Kalau memang dirasa itu merupakan keadaan mendesak dan harus menguras tabungan ya lakukan. Justru harusnya kita bersyukur diberi kesempatan untuk mengumpulkan uang dan menggunakannya di saat yang tepat dan benar-benar membawa manfaat. Insyaallah nanti Gusti Allah akan memberikan kesempatan berikutnya untuk mengumpulkan uang lagi. Yang jelas jangan jadi kapok hanya karena tabungan selalu habis.

Lantas keadaan seperti apa sih yang bisa dikategorikan merupakan keadaan darurat? Dari hal yang pernah saya baca, lupa entah di mana, ada 3 kategori di mana kita bisa menggunakan dan menguras dana darurat. Pertama, kita bisa memakai dana darurat jika hal tersebut menyangkut nyawa seseorang, misalkan suami sakit, orang tua sakit, atau ada kerabat yang benar-benar membutuhkan pertolongan berkaitan dengan nyawa.

Kedua, kita bisa mengambil post dana darurat, jika berkaitan dengan keberlangsungan hidup, misalkan terjadi rumah kebakaran, banjir atau mendadak atap ambrol. Seperti beberapa waktu yang lalu di mana rumah yang kami tempati atapnya bocor parah. Bukan lagi menetes tapi sudah seperti air terjun yang jatuh tepat di atas tempat tidur anak-anak dan tempat tidur saya. Maka saat itulah dana darurat kami kuras untuk mengganti kayu atap yang sudah mulai lapuk.

Ketiga, dana darurat bisa digunakan jika tidak ada lagi uang masuk untuk kebutuhan bulanan, seperti suami kena PHK atau keadaan ketika si pencari nafkah tidak lagi mampu melakukan tugasnya, bisa karena meninggal, kecelakaan, dan lain sebagainya. 2 kali kami mengalami ketika suami kontrak kerjanya tidak diperpanjang. Saat itulah, lagi-lagi kami menguras dana darurat, sambil terus berikhtiar mendapatkan sumber penghasilan yang berikutnya.

Nah, sekian dulu ya curhatnya. Insyaallah ini bukan bentuk penghakiman, hanya berbagi pengalaman sambil numpang curhat. Maklum naluri emak. Diskusi tentang dimana sebaiknya menyimpan dana darurat atau berapa besaran dana darurat kita bahas di artikel berbeda saja yaa… Untuk sementara ini kita sama-sama merenung dulu saja deh, seberapa pentingnya memiliki dana darurat menurut kalian. Kalau mau ikut numpang curhat juga boleh. Cusss tulis di kolom komentar. I’d be happy to read. Selamat berkarya!

Suroboyo Bus: Naik Bis Zaman Dulu dan Sekarang

SUROBOYO BUS: NAIK BIS ZAMAN DULU DAN SEKARANG


Dulu, saya mendapat julukan sebagai ratu angkot, karena hafal semua rute angkutan umum. Ke manapun dan jam berapapun, saya memilih naik angkutan umum. Pergi Surabaya – Gresik jam 9 malam dengan naik angkot pun saya tidak merasa khawatir. Pernah habis mudik, sampai di terminal Purabaya jam 12 malam, saya tetap nekat naik bis kota ke kost. Meski terselip sedikit rasa was-was, namun saya tidak pernah kapok untuk mengulanginya lagi.

Bagi saya, naik angkutan umum itu ada serunya. Di angkutan umum, saya bisa bertemu dengan banyak orang dengan beragam tipe yang saling berinteraksi satu sama lain. Dulu, setiap jam berangkat atau pulang kantor, angkutan umum selalu penuh sesak. Saat itulah waktu paling seru untuk memperhatikan interaksi orang dan membuat analisa abal-abal tentang sifat atau keseharian mereka. Saya amati gerak tubuh, reaksi ketika bertemu orang lain, atau melalui obrolan-obrolan mereka.

Di angkutan umum, saya menemui banyak pelajaran dalam setiap berinteraksi dengan orang yang berbeda setiap harinya. Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang tangguh luar biasa dengan menggendong anak-anaknya yang cacat dan berkisah tentang kehidupannya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang perempuan berkebutuhan khusus yang bepergian kemana saja sendirian, meski gerak dan interaksinya sangat terbatas. Bagaimana ia berusaha menggunakan lengannya yang tak sempurna untuk memencet bel, terseok-seok turun dari angkutan umum dan berusaha meraih uang di sakunya untuk ongkos bemo.

Pengalaman-pengalaman itu tak selalu menyenangkan, banyak juga yang membuat hati miris dan geram. Saya pernah bertemu segerombolan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar dengan tingkah dan obrolan yang membuat telinga risih. Mulai dari umpatan hingga jalimat-kalimat yang tak sesuai usia, keluar dari mulut mereka yang sebenarnya masih terbilang mungil. Semua pengalaman yang saya temui, membuat saya semakin waspada, melatih empati dan kepekaan sosial.

Bagaimana dengan anak-anak generasi sekarang?

Kenyataan yang berbeda saya temui di generasi anak saya. Keponakan saya yang berusia di atas 10 tahun, belum pernah sama sekali merasakan naik angkutan umum. Anak teman saya yang sudah masuk usai sekolah menengah pun banyak yang belum pernah merasakan bepergian dengan bis kota. Banyak faktor yang membuat mereka tak perlu berpeluh dan berdesakan naik angkutan umum. Selain itu bisa juga karena makin mudahnya akses transportasi online yang bisa di pesan kapan saja dan dari mana saja, sehingga memudahkan kita bepergian tanpa perlu berdesak-desakan.

Sebenarnya ada rasa lega dan bahagia juga ketika mendapati enaknya hidup di zaman sekarang dengan makin banyaknya kemudahan dalam akses transportasi. Namun di sisi lain terselip rasa sedih dan miris juga, karena bagi saya mengajak anak naik angkutan umum itu penting untuk melatih kemandirian dan mengajarkan kepekaan sosial. Jika naik transportasi online, anak-anak hanya akan duduk sendiri bersama sopir saja, tanpa perlu ribet berbagi tempat duduk dengan orang lain. Mereka juga tidak akan menemui bermacam-macam tipe orang dengan aneka permasalahannya yang jarang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda ketika mereka harus berbagi tempat duduk dan tempat berdiri dengan orang lain. Mereka akan bisa melihat banyak tipe manusia dengan aneka macam pola interaksi. Di sinilah kepekaan sosial dan empati mereka akan terasah.

Apalagi angkutan umum di Surabaya zaman sekarang sudah makin enak dan nyaman. Dinas perhubungan kota Surabaya sekarang memiliki SUROBOYO BUS, kenyamanan angkutan umum tingkat premium yang bisa dinikmati semua kalangan. Bis yang setara dengan bis bandara ini bisa dinikmati tanpa perlu mengeluarkan uang, alias gratis. Serius, GRATIS! Kita hanya perlu membayar BOTOL plastik untuk menaikinya. Bagaimana caranya dan apa saja rutenya? Duduk manis, nyemil ote-ote tapi tetep simak baik-baik ya, Rek…

CARA NAIK SUROBOYO BUS

1. Kumpulkan Botol plastik bekas dan setorkan ke tempat penukaran kartu tiket sampah

Pastikan botol dalam keadaan bersih. Bawa botol plastik untuk ditukar kartu tiket sampah Suroboyo Bus. 1 kartu tiket untuk digunakan 1 KTP. Penukaran dapat dilakukan di Terminal Purabaya atau Halte Rajawali pada jam operasional, yaitu jam 07.00 hingga 16.00 setiap hari mulai senin – minggu. Jumlah botol plastik yang dibutuhkan sebanyak:

  • 3 botol besar ATAU
  • 5 botol kecil/sedang
  • ATAU 10 buah kemasan gelas untuk ditukar dengan 1 tiket.
2. Serahkan Kartu tiket sampah kepada kondektur yang ada di dalam bis.

Nantinya kartu tiket akan dilubangi dan diberikan tiket kertas sesuai dengan jam naik dan halte tujuan. 1 tiket kertas berlaku untuk 1 tempat duduk dan dapat digunakan selama 2 jam. Artinya jika kita turun di halte tertentu dan kembali naik Suroboyo Bus masih dalam jangka waktu 2 jam dari awal naik, maka masih bisa menggunakan tiket yang sama. Jika tidak sempat menukarkan botol dengan kartu tiket sampah, kita bisa membawa sampah botol secukupnya untuk langsung ditukarkan tiket kertas di dalam Suroboyo bus.

3. Jadilah penumpang yang tertib! Naik dan Turun Suroboyo Bus hanya pada halte-halte tertentu yang telah diberi tanda.

Waktu beroperasi Suroboyo Bus adalah Hari Senin – Jumat dari mulai jam 06.00 sampai 22.00 dan Hari Minggu dari mulai jam 10.00 sampai jam 22.00. Untuk menjaga ketertiban, duduklah yang rapi sesuai tempat duduk yang telah disediakan dengan prioritas kode warna masing-masing. Jaga kebersihan Suroboyo bus dengan tidak makan atau minum di dalam angkutan.

 

FASILITAS SUROBOYO BUS

  • Jika tidak hafal halte Suroboyo bus mana saja yang paling dekat dengan posisi sekarang, kita bisa download aplikasi GOBIS Suroboyo. Selain mengetahui posisi halte terdekat, kita juga bisa melihat posisi bis-bis tersebut. Selain itu juga ada peta rute-rute angkutan umum di Surabaya. Lengkap!
  • Lantai bis yang bisa naik turun agar bisa sejajar dengan pedestrian, memudahkan pengguna kursi roda dan teman-teman berkebutuhan khusus lainnya untuk naik dan turun dari bis.
  • Kursi yang memiliki warna sesuai prioritas penggunanya. Warna pink digunakan untuk perempuan dan ibu hamil, warna merah adalah tempat duduk untuk Lansia, dan tempat duduk warna jingga adalah tempat duduk untuk umum.

  • Area interior bis lumayan luas, yang apabila bus dalam keadaan penuh, penumpang masih leluasa bergerak. Area yang luas juga memudahkan kursi roda masuk ke dalam bis.
  • Ruangan bis yang nyaman dan bersih karena dilengkapi dengan pendingin ruangan serta bebas asap rokok.
  • Tombol stop yang terletak di besi pegangan dekat pintu, lebih mudah terjangkau penumpang.
  • Apabila bis sudah mulai mendekati halte, akan ada pengumuman yang menggunakan 3 bahasa, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Suroboyo.
  • Area dalam bis juga dilengkapi dengan CCTV yang memungkinkan sopir memantau keadaan penumpang.
  • Bis juga dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan tulisan pengumuman halte berikutnya.
  • Yang terbaru Suroboyo bis meluncurkan Bus Tumpuk yang memuat penumpang lebih banyak.

Kalau transportasi umum senyaman dan semurah ini, tentu membawa anak-anak untuk jalan-jalan akan lebih menyenangkan dan menenangkan. Sesekali boleh dicoba untuk mengajak anak-anak berkeliling kota sambil belajar dan bereksplorasi mengasah ketrampilan sosial mereka. Wis talah, Rek… Dijamin nyaman! Selamat berpetualang!