Berinvestasi Reksa Dana, Apa Tujuanmu?

BERINVESTASI REKSA DANA, APA TUJUANMU?

Siapa yang ketika masih kecil suka ditanya cita-citanya apa? Bagaimana sekarang, sudah tercapaikah cita-citanya? Ketika kecil dulu cita-cita saya cukup konsisten. Saya ingin jadi guru. Saya membayangkan jadi guru itu minim sekali resikonya. Paling mentok dimarahin wali murid yang tidak puas karena nilai anaknya jeblok. Heuheu… Pernah terbersit keinginan untuk jadi pilot perempuan. Tapi kata ibu, pilot perempuan kalau anak pertama dan perempuan satu-satunya di keluarga gak dibolehin daftar. Karena resikonya tinggi, nanti kalau sakit pas latihan, kasihan bapak-ibunya. Buhahaha… Dengan polosnya saya percaya begitu saja apa kata ibu. Sekarang baru tahu kalau itu ekspresi seorang ibu yang khawatir ketika anak perempuannya yang mungil, pendiam dan satu-satunya yang jarang keluar rumah, tiba-tiba punya hobi berpetualang dan berkeinginan untuk jadi petualang.

Cita-cita atau khayalan?

Btw, apa salah satu bentuk usaha kalian untuk mewujudkan cita-cita atau impian tersebut? Kalau saya, karena konsisten ingin menjadi guru, maka kuliah pun saya mengambil jurusan sastra. Biar kalau lulus bisa jadi guru bahasa. Setelah lulus, saya pun sempat melamar ke beberapa sekolah asing, namun ternyata keberuntungan belum berpihak. Jalan hidup membawa saya ke jalur yang berbeda. Kepiawaian saya dalam berhitung, yang menjadikan saya langganan menjadi bendahara sejak SD ternyata membuat saya memiliki ketrampilan yang berbeda. Saya yang seorang sarjana sastra tapi bergelut di pekerjaan yang berkaitan dengan akuntansi dan perpajakan. Tapi setidaknya saya telah berusaha. Karena sebuah mimpi tanpa usaha itu namanya KHAYALAN, hanya sekedar angan-angan.

Demikian juga dalam hal mengelola keuangan. Setiap keluarga pasti memiliki cita-cita dan mimpi. Ada yang ingin mengumpulkan uang sebagai persiapan untuk dana pensiun. Ada yang ingin menabung untuk dana sekolah anak. Ada pula yang ingin melaksanakan ibadah umroh, haji atau berkunjung ke Yerusalem. Cita-cita dan mimpi setiap keluarga pasti berbeda. Kenapa membicarakan mimpi jadi penting?

Dengan tahu mimpi apa yang ingin diraih, kita jadi memiliki tujuan dalam menentukan langkah berikutnya. Kita jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Tanpa tahu tujuannya untuk apa, maka mimpi hanya akan sekedar menjadi mimpi. Kalau tidak ada usaha untuk mewujudkannya, itu namanya khayalan belaka. Tanpa tahu tujuannya apa, bukan tidak mungkin kita bisa tersesat bukan? Tersesat dalam mengelola ekonomi itu ngeri kawan…

Dana Darurat, Pentingkah?

Ada seorang teman yang saya kenal, dia senang sekali membeli barang-barang elektronik. Perangkat elektronik yang mereka miliki selalu lengkap dan seri terbaru. Di rumahnya berjajar rapi layar televisi datar keluaran terbaru lengkap dengan home theater yang suaranya bikin dada berdegup. Ponsel di kantongnya adalah ponsel tercanggih masa kini. Jangan ditanya laptop dan perangkat komputer yang mereka miliki. Namun mirisnya, setiap kali anaknya ada yang sakit, mereka sibuk berhutang kanan kiri. Ngobrol tentang perangkat elektronik seri terbaru mereka sangat piawai. Tetapi membicarakan masalah keuangan keluarga dan hutang yang sudah menumpuk, mereka tiba-tiba terdiam. Sedih ya? Gali lubang tutup lubang setiap bulan karena salah mengelola uang.

Nah, itulah salah satu kejadian yang membuat mata saya terbuka tentang pentingnya dana darurat. Dana darurat penting sebagai ikhtiar dalam mengelola keuangan. Sudah pada punya apa belum? Kalau kata para pakar perencana keuangan sebaiknya kita memiliki dana darurat minimal 6 x pendapatan per bulan. Gunanya, ketika kita mengalami hal-hal darurat dan membutuhkan dana segera, kita bisa memanfaatkan dana darurat tersebut. Berhubung inflasi tidak bisa dilawan, dan pasti selalu ada, Pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia menuturkan kalau investasi reksa dana menjadi sarana yang menarik dalam menyimpan dana darurat. Agar terjaga kestabilannya, dana darurat dapat diinvetasikan ke dalam reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang memiliki instrument yang lebih stabil dan cenderung meningkat. Sehingga dana yang kita investasikan aman dalam mengikuti laju inflasi dan paling aman dari resiko naik turunnya nilai dalam berinvestasi.

Hitung Rencanamu

Agar makin jelas, berikut saya pun membuat rencana keuangan dalam 5 tahun ke depan. Ada beberapa hal yang ingin saya capai dalam 5 tahun ke depan. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut yang penting untuk kita ketahui adalah APA, BERAPA dan KAPAN. Maksudnya adalah APA, apa tujuan yang ingin kamu pakai. BERAPA, berapa dana yang kamu butuhkan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. KAPAN, kapan dana tersebut akan kamu gunakan. Sedangkan rencana yang sudah tersusun rapi yang sudah saya buat diantaranya mengembalikan dana darurat yang telah terpakai selama masa krisis keuangan dalam keluarga kami kemarin, mempersiapkan dana untuk duo kunyil masuk SMP serta persiapan dana untuk memperbaiki rumah yang sudah tua.

Ada beberapa instrument yang ingin saya gunakan. Misalkan untuk mengembalikan sejumlah dana darurat yang telah terpakai, saya menggunakan investasi pasar uang. Karena reksa dana pasar uang cenderung lebih stabil dan cocok digunakan untuk rencana keuangan jangka pendek, maksimal 2 tahun. Saya juga sedang mempersiapkan dana untuk persiapan duo kunyil masuk SMP. Karena tujuannya SMP negeri, maka dana yang kami butuhkan hanya untuk membeli perlengkapan sekolah dan seragam baru. SMP Negeri di Surabaya masih ditanggung oleh pemerintah, sehingga untuk dua anak masih tolerable buat kami. Hal yang mendesak lain yang kami butuhkan adalah dana perbaikan rumah. Rumah yang kami tinggali adalah rumah mertua yang sudah mulai reyot atapnya, sehingga membutuhkan perbaikan. Untuk dana yang kami butuhkan antara 4 hingga 5 tahun ke depan, kami inginnya menggunakan reksa dana pendapatan tetap.

Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap cenderung menghasilkan return yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang, namun masih lebih rendah dibandingkan reksa dana campuran. Karena returnnya lebih tinggi, maka resikonya pun juga lebih tinggi. Jika reksa dana pasar uang lebih stabil tanpa grafik naik turun, reksa dana pendapatan tetap memiliki fluktuasi yang juga naik turun mengikuti pasar modal. Reksa dana pendapatan tetap ini cocok untuk rencana keuangan jangka menengah, antara 2 sampai 5 tahun.

Bagaimana jika mendekati dicairkan tiba-tiba nilainya anjlok? Sebenarnya untuk reksa dana pendapatan tetap naik turunnya tidak setajam reksa dana saham. Namun untuk mengamankan dana, H-1 tahun bisa dialihkan ke reksa dana pasar uang. Jangan khawatir, berinvestasi di www.klikmami.com bisa dengan leluasa memindahkan dana dari jenis reksa dana satu ke reksadana yang lain. Mudah juga dijual untuk dicairkan dananya. Uang akan langsung masuk ke rekening pemilik reksa dana yang terdaftar di website. Jadi tidak takut untuk susah pencairannya.

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, idealnya kita bisa berinvestasi diambil dari 10% hingga 20% dari pendapatan setiap bulan. Jadi, setelah uang pendapatan kita terima, selayaknya kita sisihkan sekitar 10-20% untuk diinvestasikan guna berbagai tujuan. Enaknya nih, kalau kita sempat berinvestasi, ketika masa-masa sempit atau pensiun nanti, kita memiliki dana cadangan yang bisa kita cairkan setiap saat. Bagaimana, sudah siap mewujudkan mimpi?

Menabung atau Investasi Reksadana

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengenal reksadana. Meskipun hanya mengenal kulitnya, terus terang investasi reksadana itu cukup menarik. Bukan karena return atau keuntungan yang akan di dapat, tetapi karena laju pertumbuhannya bisa mengimbangi laju inflasi. Masih pusing? Mari kita kupas satu persatu.

Dulu, jaman rikiplik ketika kita masih memakai seragam merah putih, kurang lebih 25 tahun yang lalu, berapa harga semangkok bakso? Di tempat saya harga semangkok bakso pada jaman itu Rp 1.000 – 1.500. Kalau beli semangkok harga Rp 2.000 itu sudah sangat istimewa. Sekarang, harga semangkok bakso bisa mencapai 10.000 – 15.000 per porsi. Itu artinya ada kenaikan harga dan penurunan daya beli. Itulah yang dinamakan dengan inflasi. Rata-rata pertumbuhan inflasi tiap tahun sebesar 5%. Kalau jaman dulu punya uang saku Rp 10.000 itu sudah sangat banyak sekali, kalau sekarang nilai uang segitu hanya setara semangkok bakso di abang penjual penggiran. Artinya nilai uang yang kita miliki setiap tahunnya akan terus menurun. Ibarat kata kalau kita punya tabungan 1 juta jaman dulu sudah banyak sekali, maka nilai uang itu di jaman sekarang tidak cukup untuk beli makan sebulan.

Nah, apa yang terjadi jika kita berusaha menabung, menyisihkan uang setiap bulan, tapi ternyata nilai uang yang kita tabung akan tergerus setiap tahunnya? Sedih gak? Harapannya ketika tua kita bisa punya uang saku untuk anak kuliah, eh lha ternyata uang saku itu tak berharga pas ketika mereka kuliah nanti. Artinya kita butuh tambahan uang lagi. Lantas kita harus bagaimana?

INVESTASI DONG!

Di acara investarian kemarin, pola pikir kita dibuka untuk mau belajar tentang investasi. Kenapa tidak menabung secara konvensional di bank seperti biasa? Sudah pernah melihat rincian isi buku tabungan? Berapa bunga yang di dapat setiap bulannya dan berapa biaya administrasinya? Yes, bunga yang di dapat setiap bulannya tidak sepadan dengan biaya administrasi yang dikeluarkan. Bisa-bisa uang kita juga turut habis tergerus biaya administrasi. Belum lagi harus berkurang nilainya akibat inflasi yang tidak mungkin dibendung.

Bagaimana dengan menabung emas? Pada polanya nilai emas memang cenderung sesuai dengan laju inflasi. Harga jual dan harga beli emas setara dengan laju inflasi. Menyimpan uang dalam bentuk emas atau logam mulia sama dengan melindungi nilai uang kita setiap tahunnya. Sejuta di masa kini akan setara nilainya dengan sejuta di masa mendatang. Ibarat kata sekarang nilainya setara semangkok bakso, maka di masa mendatang juga akan sama dengan semangkok bakso. Tidak berkurang juga tidak bertambah. Ditambah lagi menyimpan emas itu resiko tinggi ya buibu? Ngeri gak sama berita-berita kriminal yang sering wara-wiri di televisi? Mau ditaruh di deposit box kok ya kena biaya administrasi lagi. Pusing pala Barbie, kakak!

Nah kalau ingin instrument keuangan yang dapat melindungi nilai mata uang sekaligus memiliki nilai tambah dan tentu saja aman, maka investasi lah jawabannya! Apalagi sekarang investasi itu bisa anti ribet, tidak perlu belajar njelimet dan sederhana seperti ketika kamu belanja online. Kok bisa? Kan sekarang ada REKSADANA yang bisa daftar, beli, diakses, dipantau dan dijual secara online. Tanpa perlu melangkahkan kaki dari rumah, hanya cukup modal jari jempol, uangmu sudah jalan-jalan berguna untuk pembangunan ekonomi dan mendapat nilai tambah. Boleh senang, jangan?

INVESTASI REKSADANA DI MANULIFE, SEMUDAH BELANJA ONLINE

Sebelum berkenalan dengan MANULIFE, mau tahu cara kerja reksadana gak? Seperti apa sih reksadana itu?
Seandainya kamu punya uang Rp 10.000 dan ingin kamu belikan buah, apa yang akan kamu lakukan? Pergi ke pasar atau swalayan, membeli buah, ditimbang lalu pulang. Buah yang kamu dapat hanya satu macam, buah Jeruk saja atau apel saja misalnya. Dengan uang sepuluh ribu tersebut, jika kamu membeli sendiri buahnya apakah kamu bisa mencicipi aneka macam buah sekaligus? Bagaimana jika ternyata buah yang kamu beli banyak yang masam atau busuk? Hilang sudah kesempatan makan buah. Iya kan?

Nah, akan berbeda cerita jika kamu dengan uang sepuluh ribu pergi ke tukang rujak, lalu kamu bilang ingin membeli rujak buah. Apa yang kamu dapat? Buah yang pasti baik, karena dikupas dulu. Kalaupun ada yang busuk, sudah pasti akan dibuang sama ibu penjual rujaknya. Selain itu kamu bisa mencicipi aneka macam buah. Kalaupun ternyata ada yang masam, kamu masih bisa makan buah lain yang lebih manis. Sudah barang tentu ada bonus tambahan bermacam rasa dari bumbu yang kamu peroleh.

Nah seperti itulah kerja reksadana! Dengan reksadana kita bisa berinvestasi dengan nilai mulai dari sepuluh ribu rupiah untuk membeli unit yang kita inginkan. Karena reksadana dikelola oleh manajer investasi yang sudah malang melintang di dunia investasi dan saham, kita tidak perlu pusing belajar tentang pergerakan pasar modal. Kalaupun mau belajar lebih detail pun malah lebih bagus! Tapi dengan reksadana, semua jadi lebih mudah tidak harus pusing.

Manajer investasi yang bekerja pun diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Apabila manajer investasi terbukti nakal maka izinnya bisa dicabut dan masuk daftar hitam dunia. Itu kenapa manajer investasi akan bekerja dengan sungguh-sungguh mengelola dana kita. Kita pun bebas memilih unit sesuai dengan karakteristik dan tujuan yang kita inginkan.

Pada dasarnya ada 4 macam reksadana yang bisa kita pilih berdasarkan faktor resiko yang harus kita pertimbangkan, yaitu:

  • reksadana pasar uang
  • reksadana pendapatan tetap
  • reksadana campuran
  • reksadana saham

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan faktor resiko paling rendah, namun juga memiliki return paling kecil. Semakin rendah resikonya semakin kecil juga return yang akan didapat. Demikian akan berlaku sebaliknya pada reksadana saham. Kalau ada yang menawarkan faktor resiko kecil dengan return yang tinggi, maka perlu waspada. Bisa jadi investasi tersebut termasuk investasi bodong.

Agar tidak takut terkena investasi bodong, maka berinvestasi saja pada manajer investasi yang sudah berpengalaman belasan tahun seperti di MANULIFE. Manulife sudah beroperasi di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Melalui MAMI (Manulife Asset Management Indonesia), Manulife meluncurkan produk-produk investasi yang semua bisa dilakukan secara online. Melalui website www.klikmami.com kita bisa mendaftarkan diri dalam berinvestasi, bertransaksi dan memantau pergerakan unit kita. Unit yang ditawarkan pun disesuaikan dengan tujuan dan dana yang kita miliki. Investasinya pun bukan investasi yang mahal. Pembelian unit bisa dimulai dari sepuluh ribu rupiah. Murah dan terjangkau.

Prosesnya pun mudah dan gampang, dimulai dari registrasi akun. Proses registrasi sama seperti mendaftar email, hanya saja bedanya, di bagian data diri harus diisi lengkap sesuai dengan kartu identitas. Gunanya untuk mencairkan atau menjual unit  reksadana jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Reksadana ini unitnya bisa dijual kapanpun kita mau kok dan pencairan dananya pun mudah. Pembelian dan penjualannya sama seperti transfer uang antar bank. Jadi dana akan masuk langsung ke rekening masing-masing. Pergerakannya bisa dipantau melalui website www.klikmami.com. Tidak susah kan? Seperti ketika belanja online, hanya modal jempol dan koneksi internet. Bedanya kalau kamu belanja unit reksadana di MAMI uangmu akan bertambah dan berkembang, bukan makin habis, Insyaallah.

Seperti saran pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia, jika ingin belajar berinvestasi, mulailah dari resiko yang terendah. Sama seperti ketika belajar berenang, mulailah dengan berenang di kolam renang yang airnya dangkal. Akan bahaya jika langsung berenang dan menceburkan diri ke laut. Tidak siap dengan segala resikonya, shock lantas takut dan kapok untuk berinvestasi lagi. Padahal investasi bukanlah hal yang menakutkan. Selama kita tahu tujuannya dan bisa mengelola resiko, maka hasil yang didapat pun bisa optimal.

Dengan dibantu para manajer investasi di MAMI kita bisa menyisihkan sebagian uang bakso kita untuk dikelola dan bisa dijadikan sangu untuk menghabiskan masa tua. Siapa tahu uang bakso yang kita sisihkan sekarang, suatu saat bisa dipakai untuk menikmati bakso di Italia atau Perancis, menghabiskan masa tua keliling dunia dengan pasangan. Romantis ya? Sssssttt… dengar-dengar MAMI mau meluncurkan produk reksadana syariah. Tunggu ulasan berikutnya yaaa….!