Suroboyo Bus: Naik Bis Zaman Dulu dan Sekarang

SUROBOYO BUS: NAIK BIS ZAMAN DULU DAN SEKARANG


Dulu, saya mendapat julukan sebagai ratu angkot, karena hafal semua rute angkutan umum. Ke manapun dan jam berapapun, saya memilih naik angkutan umum. Pergi Surabaya – Gresik jam 9 malam dengan naik angkot pun saya tidak merasa khawatir. Pernah habis mudik, sampai di terminal Purabaya jam 12 malam, saya tetap nekat naik bis kota ke kost. Meski terselip sedikit rasa was-was, namun saya tidak pernah kapok untuk mengulanginya lagi.

Bagi saya, naik angkutan umum itu ada serunya. Di angkutan umum, saya bisa bertemu dengan banyak orang dengan beragam tipe yang saling berinteraksi satu sama lain. Dulu, setiap jam berangkat atau pulang kantor, angkutan umum selalu penuh sesak. Saat itulah waktu paling seru untuk memperhatikan interaksi orang dan membuat analisa abal-abal tentang sifat atau keseharian mereka. Saya amati gerak tubuh, reaksi ketika bertemu orang lain, atau melalui obrolan-obrolan mereka.

Di angkutan umum, saya menemui banyak pelajaran dalam setiap berinteraksi dengan orang yang berbeda setiap harinya. Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang tangguh luar biasa dengan menggendong anak-anaknya yang cacat dan berkisah tentang kehidupannya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang perempuan berkebutuhan khusus yang bepergian kemana saja sendirian, meski gerak dan interaksinya sangat terbatas. Bagaimana ia berusaha menggunakan lengannya yang tak sempurna untuk memencet bel, terseok-seok turun dari angkutan umum dan berusaha meraih uang di sakunya untuk ongkos bemo.

Pengalaman-pengalaman itu tak selalu menyenangkan, banyak juga yang membuat hati miris dan geram. Saya pernah bertemu segerombolan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar dengan tingkah dan obrolan yang membuat telinga risih. Mulai dari umpatan hingga jalimat-kalimat yang tak sesuai usia, keluar dari mulut mereka yang sebenarnya masih terbilang mungil. Semua pengalaman yang saya temui, membuat saya semakin waspada, melatih empati dan kepekaan sosial.

Bagaimana dengan anak-anak generasi sekarang?

Kenyataan yang berbeda saya temui di generasi anak saya. Keponakan saya yang berusia di atas 10 tahun, belum pernah sama sekali merasakan naik angkutan umum. Anak teman saya yang sudah masuk usai sekolah menengah pun banyak yang belum pernah merasakan bepergian dengan bis kota. Banyak faktor yang membuat mereka tak perlu berpeluh dan berdesakan naik angkutan umum. Selain itu bisa juga karena makin mudahnya akses transportasi online yang bisa di pesan kapan saja dan dari mana saja, sehingga memudahkan kita bepergian tanpa perlu berdesak-desakan.

Sebenarnya ada rasa lega dan bahagia juga ketika mendapati enaknya hidup di zaman sekarang dengan makin banyaknya kemudahan dalam akses transportasi. Namun di sisi lain terselip rasa sedih dan miris juga, karena bagi saya mengajak anak naik angkutan umum itu penting untuk melatih kemandirian dan mengajarkan kepekaan sosial. Jika naik transportasi online, anak-anak hanya akan duduk sendiri bersama sopir saja, tanpa perlu ribet berbagi tempat duduk dengan orang lain. Mereka juga tidak akan menemui bermacam-macam tipe orang dengan aneka permasalahannya yang jarang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda ketika mereka harus berbagi tempat duduk dan tempat berdiri dengan orang lain. Mereka akan bisa melihat banyak tipe manusia dengan aneka macam pola interaksi. Di sinilah kepekaan sosial dan empati mereka akan terasah.

Apalagi angkutan umum di Surabaya zaman sekarang sudah makin enak dan nyaman. Dinas perhubungan kota Surabaya sekarang memiliki SUROBOYO BUS, kenyamanan angkutan umum tingkat premium yang bisa dinikmati semua kalangan. Bis yang setara dengan bis bandara ini bisa dinikmati tanpa perlu mengeluarkan uang, alias gratis. Serius, GRATIS! Kita hanya perlu membayar BOTOL plastik untuk menaikinya. Bagaimana caranya dan apa saja rutenya? Duduk manis, nyemil ote-ote tapi tetep simak baik-baik ya, Rek…

CARA NAIK SUROBOYO BUS

1. Kumpulkan Botol plastik bekas dan setorkan ke tempat penukaran kartu tiket sampah

Pastikan botol dalam keadaan bersih. Bawa botol plastik untuk ditukar kartu tiket sampah Suroboyo Bus. 1 kartu tiket untuk digunakan 1 KTP. Penukaran dapat dilakukan di Terminal Purabaya atau Halte Rajawali pada jam operasional, yaitu jam 07.00 hingga 16.00 setiap hari mulai senin – minggu. Jumlah botol plastik yang dibutuhkan sebanyak:

  • 3 botol besar ATAU
  • 5 botol kecil/sedang
  • ATAU 10 buah kemasan gelas untuk ditukar dengan 1 tiket.
2. Serahkan Kartu tiket sampah kepada kondektur yang ada di dalam bis.

Nantinya kartu tiket akan dilubangi dan diberikan tiket kertas sesuai dengan jam naik dan halte tujuan. 1 tiket kertas berlaku untuk 1 tempat duduk dan dapat digunakan selama 2 jam. Artinya jika kita turun di halte tertentu dan kembali naik Suroboyo Bus masih dalam jangka waktu 2 jam dari awal naik, maka masih bisa menggunakan tiket yang sama. Jika tidak sempat menukarkan botol dengan kartu tiket sampah, kita bisa membawa sampah botol secukupnya untuk langsung ditukarkan tiket kertas di dalam Suroboyo bus.

3. Jadilah penumpang yang tertib! Naik dan Turun Suroboyo Bus hanya pada halte-halte tertentu yang telah diberi tanda.

Waktu beroperasi Suroboyo Bus adalah Hari Senin – Jumat dari mulai jam 06.00 sampai 22.00 dan Hari Minggu dari mulai jam 10.00 sampai jam 22.00. Untuk menjaga ketertiban, duduklah yang rapi sesuai tempat duduk yang telah disediakan dengan prioritas kode warna masing-masing. Jaga kebersihan Suroboyo bus dengan tidak makan atau minum di dalam angkutan.

 

FASILITAS SUROBOYO BUS

  • Jika tidak hafal halte Suroboyo bus mana saja yang paling dekat dengan posisi sekarang, kita bisa download aplikasi GOBIS Suroboyo. Selain mengetahui posisi halte terdekat, kita juga bisa melihat posisi bis-bis tersebut. Selain itu juga ada peta rute-rute angkutan umum di Surabaya. Lengkap!
  • Lantai bis yang bisa naik turun agar bisa sejajar dengan pedestrian, memudahkan pengguna kursi roda dan teman-teman berkebutuhan khusus lainnya untuk naik dan turun dari bis.
  • Kursi yang memiliki warna sesuai prioritas penggunanya. Warna pink digunakan untuk perempuan dan ibu hamil, warna merah adalah tempat duduk untuk Lansia, dan tempat duduk warna jingga adalah tempat duduk untuk umum.

  • Area interior bis lumayan luas, yang apabila bus dalam keadaan penuh, penumpang masih leluasa bergerak. Area yang luas juga memudahkan kursi roda masuk ke dalam bis.
  • Ruangan bis yang nyaman dan bersih karena dilengkapi dengan pendingin ruangan serta bebas asap rokok.
  • Tombol stop yang terletak di besi pegangan dekat pintu, lebih mudah terjangkau penumpang.
  • Apabila bis sudah mulai mendekati halte, akan ada pengumuman yang menggunakan 3 bahasa, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Suroboyo.
  • Area dalam bis juga dilengkapi dengan CCTV yang memungkinkan sopir memantau keadaan penumpang.
  • Bis juga dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan tulisan pengumuman halte berikutnya.
  • Yang terbaru Suroboyo bis meluncurkan Bus Tumpuk yang memuat penumpang lebih banyak.

Kalau transportasi umum senyaman dan semurah ini, tentu membawa anak-anak untuk jalan-jalan akan lebih menyenangkan dan menenangkan. Sesekali boleh dicoba untuk mengajak anak-anak berkeliling kota sambil belajar dan bereksplorasi mengasah ketrampilan sosial mereka. Wis talah, Rek… Dijamin nyaman! Selamat berpetualang!


No Comments :

Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
Invalid Data