Cara Praktis Memilih Asuransi

Suatu hari saya di telepon seorang teman yang istrinya mendadak pingsan di rumah. Karena dia sedang ada di luar kota dan hanya ada ART di rumahnya, maka ia meminta saya untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit dan mengurus segala macam administrasinya. Ia memberitahukan dengan detail letak surat-surat, dokumen rekam medis, hingga ATM lengkap dengan pin yang harus saya bawa ke rumah sakit.

Si istri memang memiliki riwayat sakit yang setiap saat bisa kambuh dan mendadak pingsan. Karena itu ia sudah menyiapkan tumpukan dokumen untuk dibawa ke rumah sakit ke dalam satu tas. Jika ada keadaan darurat, maka tas tersebut tinggal dibawa. Bahkan lembar fotokopi dari dokumen-dokumen tersebut pun sudah ia siapkan di dalam tas.

Lembar-lembar fotokopi tersebut dibutuhkan untuk kebutuhan klaim premi asuransi kesehatan. Teman saya memiliki beberapa jenis asuransi. Bukan hanya asuransi kesehatan, tetapi juga asuransi jiwa bahkan asuransi untuk rumah yang ditempati dan mobil yang ia gunakan setiap hari. Bahkan khusus asuransi kesehatan pun, ia memiliki lebih dari satu macam.

Menurutnya fitur-fitur yang dimiliki dari masing-masing perusahaan asuransi itu tidak sama. Karena itu ia memiliki beberapa asuransi kesehatan dari perusahaan yang berbeda. Saking banyaknya kartu asuransi yang ia miliki, saya sampai menjulukinya kolektor asuransi. Ditambah lagi riwayat sakit yang dimiliki istrinya, maka lengkap sudah alasan baginya dalam hal pemenuhan kebutuhan asuransi tersebut.

Sebenarnya wajar kalau setiap asuransi kesehatan memiliki fitur keunggulan yang berbeda. Sama seperti mencari pacar, selera setiap orang tidak sama. Kalau ada kelebihan ya pasti ada kekurangannya. Tinggal mempertimbangkan hati saja, mau fokus mencari yang seperti apa, sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Kalau mau cari pacar yang cantik, ya harus siap kalau dandannya lama. Kalau mau cari pacar yang cerdas, ya harus siap kalau akan lebih sering beradu argumen.

Demikian juga dengan asuransi kesehatan, mau yang dana talangannya besar atau mau yang paket all risk, tinggal siapkan saja biaya premi yang harus dibayarkan setiap bulan. Yang penting sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Kamu mau yang mana? Sudah punya asuransi?

Asuransi sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama sebuah keluarga. Sama seperti menyiapkan payung atau jas hujan ketika musim hujan tiba. Kira-kira siapa yang masih belum punya payung atau jas hujan di rumahnya? Rasanya setiap rumah pasti punya kan? Asuransi sebagai alat perlindungan ketika terjadi keadaan darurat yang tidak bisa diduga, menjadi penyelamat agar tidak basah kuyup. Atau adakah jaminan yang keluarganya tidak akan mungkin terjadi hal-hal darurat? Untuk meminimalkan resiko dari keadaan darurat yang setiap saat bisa terjadi inilah dibutuhkan adanya asuransi.

Lantas mau pilih asuransi apa? Sekarang setiap provider menawarkan asuransi yang bahasanya kadang bikin puyeng. Iya gak sih? Setiap provider asuransi mengatakan produknya yang paling bagus. Iyalah, pastinya tidak ada kecap yang nomor dua. Semuanya tidak akan mengatakan kekurangan masing-masing produknya. Tergantung kita saja jeli membandingkan antara satu produk dengan produk yang lainnya.

Ribet gak sih? Mengumpulkan informasi lengkap tentang satu produk asuransi itu butuh usaha dan waktu ya? Belum lagi mendengarkan agen asuransi yang kadang ngomongnya berbelit-belit. Bukannya memberi pencerahan tetapi malah makin bikin bingung. Ada yang mengalami hal serupa?

Nah untuk mengurangi tingkat pusing yang berlebihan karena membandingkan satu produk asuransi dengan produk asuransi yang lain, mungkin kamu bisa mulai dengan pergi ke supermarket. Biasanya kalau di supermarket kan selalu ada banyak merk dari satu macam produk kan? Tinggal dicermati dan dicek dari beberapa merk tersebut untuk dibandingkan. Demikian juga dengan produk asuransi. Kalau mau membandingkan produk asuransi, ya pergi saja ke supermarket asuransi.

Memang ada ya? Ada dong!

Supermarket khusus asuransi itu namanya FUTUREADY. Futuready adalah supermarket khusus asuransi yang sudah berlisensi OJK, di mana kita bisa membandingkan dan membeli asuransi tanpa ribet. Di sini bukan hanya ada asuransi kesehatan, namun juga ada asuransi jiwa, asuransi perjalanan hingga asuransi mobil. Provider asuransi yang tersedia di Futuready ada banyak, mulai dari AXA, ACA, Simas, Adira, MNC dan masih banyak lagi.

Jadi Futuready ini tidak membuat produk asuransi sendiri. Futuready murni hanya sebagai supermarket yang membantu dan memudahkan dalam membeli, bahkan hingga mengurus klaim asuransi. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat jika membeli asuransi melalui Futuready:

  1. Mudah. Karena ada banyak provider asuransi, maka kita mudah membandingkan antara satu asuransi dengan asuransi yang lain. Kita tidak perlu mengumpulkan brosur asuransi bertumpuk-tumpuk atau mendengarkan penjelasan panjang lebar yang kadang kita gak paham apa intinya.
  2. Praktis. Selain bisa membandingkan banyak produk asuransi, kita juga bisa sekalian membelinya di sini. Bahkan jika membutuhkan klaim pun, semuanya bisa kita kendalikan dari satu tangan kita.
  3. Sesuai. Kita bisa memilih asuransi sesuai dengan kebutuhan. Karena banyaknya provider dan macam asuransi yang tersedia, memungkinkan kita memilih dan membandingkan tanpa perlu diburu-buru untuk membeli.
  4. Aman. Tentu saja karena Futuready sudah memiliki lisensi dari OJK sebagai supermarket asuransi yang resmi terdaftar di Indonesia.

Jangan khawatir ribet, di Futuready kita bisa membeli asuransi secara langsung dengan sistem online, tanpa di survey sehingga polis otomatis disetujui. Gak ribet kan? Padahal biasanya kalau kita mau mengajukan polis kesehatan akan melewati serangkaian tes kesehatan segala macam. Kalau di Futuready, polis-nya juga langsung aktif, jadi bisa langsung digunakan. Proses klaimnya juga mudah, bisa dilakukan secara online. Jadi gak perlu khawatir membawa fotokopi dokumen segambreng. Pembayaran preminya pun juga mudah, bisa melalui kartu kredit, ATM atau minimarket terdekat.

Itulah kenapa kita pantas bersyukur bisa merasakan segala kemudahan teknologi masa kini. Kalau dulu harus punya dokumen segambreng dan siap wara-wiri mengurus ini itu hanya demi klaim asuransi, sekarang tidak lagi. Semua paperless, online, dan bisa dilakukan dari rumah dengan memakai baju daster kesayangan. Piye? Enak jaman kita kan? Dengan Futuready, semoga gak lagi galau ya!

Mengenal Fintech, Peer to Peer Lending dan Tips Pinjam Uang Online

 

MENGENAL FINTECH, PEER TO PEER LENDING DAN TIPS PINJAM UANG ONLINE

Apakah ada yang yang pernah mendengar tentang fintech? Atau ada yang pernah membaca isu terkait pinjam uang online? Kemarin bersama teman-teman blogger saya ikut ngobrol bareng tempo tentang fintech dan peer to peer lending. Obrolan yang berlangsung selama 3 jam tersebut menghadirkan 3 narasumber yang berkecimpung di dunia financial technology. Digawangi moderator mas Ali Nuryasin, redaktur ekonomi Tempo obrolan mengalir ringan membahas tentang peer to peer lending bersama Pak Semuel A. Pangerapan dari Dirjen Aplikasi dan Informatika, Kementerian Informasi dan Teknologi, Pak Agus dari Ammana Fintech dan mas Andri Madian dari Akseleran.

MENGENAL FINTECH DAN PEER TO PEER LENDING

Fintech kependekan dari financial technology, yaitu inovasi dalam bidang jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi internet. Beberapa bisnis yang tergabung dalam bidang fintech diantaranya transaksi keuangan, transfer, perbankan online, jual beli saham, termasuk di dalamnya peminjaman uang atau peer to peer lending.

Fintech menjadikan terobosan yang menyenangkan dalam gaya hidup masyarakat masa kini. Karena adanya kemudahan dalam layanan keuangan yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Masyarakat dapat menyelesaikan banyak hal terkait urusan keuangan tanpa perlu beranjak keluar rumah.

Salah satu inovasi dalam dunia fintech adalah Peer to peer lending. Kalau masih asing mendengar istilahnya, mungkin kita lebih mengenalnya dengan nama pinjam uang online. Peer to peer lending memudahkan peminjam bertemu dengan si pemilik uang langsung. Biasanya tidak dibutuhkan syarat yang ribet dan berbelit-belit ketika harus meminjam uang secara online. Berbeda dengan pinjam uang di bank, pinjam uang online biasanya tidak memerlukan agunan berupa fix assets.

Skema peer to peer lending ini memudahkan para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dalam kaitan dengan modal usaha. Mereka dapat meminjam uang tanpa perlu memberikan agunan yang rumit, namun bisa mendapatkan modal usaha dengan cepat. Seperti kita tahu, masalah modal usaha adalah hal yang krusial bagi sebuah UKM yang mau mengembangkan usahanya.

APAKAH PEER TO PEER LENDING AMAN?

Skema peer to peer lending yang dimiliki setiap perusahaan fintech berbeda-beda. Syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peminjam maupun bagi investor juga tidak sama. Untuk itu sangat penting mempelajari skema, mekanisme dan platform yang berlaku pada suatu perusahaan fintech sebelum memutuskan meminjam uang ataupun bergabung menjadi investor.

Semua kegiatan usaha yang dilakukan dalam peer to peer lending bukan hanya diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, namun juga diawasi oleh Kementerian teknologi dan informatika. Hal tersebut berkaitan erat dengan sarana usaha yang dilakukan melalui teknologi internet, karena itu KOMINFO berkewajiban mengawasi keamaan aplikasi dan data masyarakat.

Perusahaan fintech yang akan beroperasi di Indonesia harus melalui banyak langkah sebelum diizinkan secara resmi melakukan transaksi atau pengumpulan dana terkait usahanya. Selain harus resmi terdaftar di OJK, perusahaan fintech juga harus terdaftar di KOMINFO, terkait penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan aplikasi dan data di dalamnya. Bahkan akan lebih bagus dan kredibel jika perusahaan fintech tersebut memiliki lisensi ISO27001.

Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan apabila ingin pinjam uang online melalui mekanisme peer to peer lending ini:

Terdaftar OJK
Carilah perusahaan fintech yang resmi dan sudah diakui oleh pemerintah, yaitu perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan yang terdaftar di OJK akan diawasi oleh OJK terkait dengan mekanisme yang dijalankan oleh perusahaan.

Pinjam sesuai kebutuhan, yaitu maksimal 30% dari jumlah total penghasilan per bulan. Menghitung jumlah cicilan setiap bulan yang harus dijalankan sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis kita. Apabila ingin meminjam uang secara online, sebaiknya jumlah cicilan tiap bulannya tidak lebih dari 30% penghasilan atau laba usaha.

Lunasi cicilan tepat waktu
Segera lunasi pinjaman dan cicilan sesuai jangka waktu yang telah disepakati, agar tidak menambah beban keuangan bisnis. Apabila ada keterlambatan, perhitungkan denda yang harus ditanggung dan dibayarkan, agar tidak terjadi kekacauan keuangan yang lebih parah.

Jangan gali lubang tutup lubang
Usaha atau bisnis yang menggunakan sistem gali lubang tutup lubang untuk modal usaha adalah jenis usaha atau bisnis yang tidak sehat. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan pakar perencana keuangan atau perencana bisnis untuk menjaga kesinambungan usaha kita.

Pelajari bunga, denda, mekanisme dan platform perusahaan sebelum meminjam uang.
Mempelajari semua mekanisme, platform hingga perhitungan bunga dan denda jika terjadi keterlambatan bayar penting untuk mengetahui kesiapan kita menerima segala resiko dalam meminjam uang online. Salah perhitungan bisa mengakibatkan gagal bayar. Tidak mau hal tersebut terjadi bukan? Meskipun tidak menanggung resiko sita aset, tetapi pinjaman dan hutang adalah satu hal yang harus dipertanggung jawabkan.

Jangan meminjam untuk keperluan konsumtif.
Manfaatkanlah kemudahan dalam meminjam uang tersebut untuk keperluan produktif, sehingga apabila ada bunga yang harus ditanggung, tentu tidak akan merugikan. Apabila pinjaman digunakan untuk keperluan produktif, tentu usaha akan dapat berkembang dengan adanya kemudahan dalam mencari modal.

Menemui Masalah Selama Meminjam Uang Online?

Jika dulu orang harus memilik aset tetap untuk memulai usaha, namun sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku. Aset yang wajib dimiliki apabila ingin membuat suatu usaha adalah orisinalitas ide dan kemauan untuk mengembangkan usaha. Apabila mengalami kendala dalam mencari modal, bisa memanfaatkan pinjaman online dengan memperhatikan segala mekanisme yang harus dipatuhi. Setiap perusahaan fintech memiliki mekanisme yang tidak sama, karena itu cari tahu hingga detail.

Seperti Ammana dan Akseleran yang sama-sama bergerak dibidang peer to peer landing, namun memiliki mekanisme dan target pasar yang berbeda. Ammana adalah perusahaan peer to peer lending yang memanfaatkan crowd funding untuk menggalang modal usaha yang bisa dipinjam oleh nasabahnya. Hanya dengan modal mulai lima puluh ribu rupiah kita bisa menjadi salah satu bagian dari investor di ammana, yang merupakan perusahaan peer to peer landing berbasis syariah pertama di Indonesia.

Berbeda dengan Ammana, Akseleran merupakan perusahaan peer to peer lending yang memiliki target market menengah. Hingga saat ini sudah ratusan juta yang disalurkan per tahun untuk membantu modal usaha para UKM yang membutuhkan dana cepat dalam mengembangkan bisnisnya. Meskipun menangani nasabah dengan pinjaman yang besar, meminjam uang di Akseleran tidak membutuhkan aset tetap sebagai agunan.

Akseleran akan melihat jumlah keluar masuknya PO, atau SPK maupun cashflow yang berjalan di dalam perusahaan calon nasabah. Akseleran juga bekerjasama dengan perusahaan fintech lain untuk melihat kredit behavior calon nasabahnya. Dengan demikian Akseleran akan tahu profil dan kredibiltas calon nasabah. Untuk itulah hingga saat ini Akseleran belum bisa menerima calon pelanggan yang belum pernah memiliki profil bisnis sebelumnya.

Nah, bagaimana sekarang? Sudah mendapat sedikit pencerahan tentang fintech dan pinjam uang online? Bagaimana jika mendapat masalah ketika kita meminjam uang online? Memang masalah bukan hal yang kita kehendaki ya kan. Tapi biasanya datang tanpa kita minta. Nah untuk menyiapkan diri menghadapi hal terburuk tersebut berikut yang bisa kita lakukan:

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama melakukan pinjam uang online, kamu bisa menghubungi OJK dan KOMINFO untuk minta bantuan mediasi dan membantu dalam menghadapi investor atau perusahaan fintech yang “nakal”. Kamu juga bisa melakukan aduan melalui sosial media twitter @aduankonten agar mendapat perhatian dari pemerintah. Untuk meminimalisir terjadinya masalah, ada baiknya cek dulu SOP penanganan masalah suatu perusahaan fintech sebelum melakukan transaksi pinjam uang. SOP adalah persyaratan wajib yang harus dimiliki perusahaan fintech ketika mengajukan izin daftar perusahaan ke OJK. Di dalam SOP tersebut terdapat langkah-langkah yang akan dilakukan perusahaan bila menemui kendala dalam menjalankan usahanya.

Sepertinya mata mulai meredup tinggal 5 watt dan tangan mulai gemetar akibat terlalu bersemangat namun tidak mampu menolak lelah. Silahkan drop komen saja ya jika kamu punya hal yang ingin dibagi terkait pengetahuan tentang fintech maupun peer to peer lending ini. Selamat berkarya!

happyOne.id, Asuransi Yang Bisa Digenggam Semua Kalangan

 

“Don’t just tell your children about the world. Show them!”

Itulah salah satu alasan kami selalu menyisihkan uang agar kami dapat pergi berpetualang, setidaknya setahun sekali. Sejak masih hamil duo kunyil, saya dan suami sudah berencana untuk selalu mengajak mereka jalan-jalan dan berpetualang ke tempat-tempat baru. Tempatnya tidak harus terkenal atau di luar negeri. Tempatnya bisa di mana saja yang menurut kami menyenangkan untuk bepergian dan bertualang bersama keluarga.

Tahun ini kami jalan-jalan ke Semarang. Perjalanan kami lakukan lewat darat, mulai dari Solo, Klaten hingga ke Semarang. Perjalanan yang ditempuh selama 3 hari 2 malam tersebut tentu saja memiliki tantangan yang berbeda-beda. Mulai dari kamar hotel yang sudah direservasi ternyata sudah penuh, kendaraan yang tiba-tiba mogok hingga macet panjang. Namun layaknya setiap perjalanan tentu juga membawa cerita dan pelajaran yang berbeda.

Berkaca dari tantangan perjalanan tahun ini, maka rencana liburan tahun depan kami ingin melakukan perjalanan yang berbeda lagi. Kebetulan Kira dan Kara belum pernah merasakan naik pesawat. Karena itu kami merencanakan berlibur ke tempat yang bisa dijangkau dengan pesawat yang tiketnya sedang promo. Tetap dong ya, namanya buibu itu wajib cari harga promo. Kalau ada harga yang promo kenapa ambil yang mahal. Kecuali kalau memang mendesak dan darurat, yes?

Tapi karena melihat tragedi pesawat yang baru saja terjadi, kami jadi mendapat wejangan segabruk dari uti dan akungnya. Wajarlah ya, namanya was-was dan khawatir itu normal kok. Maka bisa ditebak, ketika kami mewacanakan untuk bepergian menggunakan pesawat, syarat dan ketentuan yang berlaku dari uti dan akungnya panjangnya seperti rel kereta. Gak boleh cari maskapai yang asal murah, harus beli asuransi tambahan, jangan pergi ke tempat yang jalur penerbangannya rawan, dan entah apa lagi.

Hhhmmm… kita kan mau jalan-jalannya masih di dalam negeri saja. Mana ada asuransi tambahan untuk perjalanan dalam negeri? Biasanya beli asuransi tambahan travelling itu kalau mau perjalanan ke luar negeri kan ya? Bener gak sih?

Eh tapi ternyata beneran ada lhooo… Saya pun baru tahu beberapa hari yang lalu setelah baca testimoni seorang teman yang habis beli produk asuransi perjalanan. Cara belinya pun mudah dan ternyata preminya juga murah. Terjangkau lah untuk dompet emak yang selalu irit.

Peluncuran happyOne.id

happyOne.id Solusi Asuransi Paket Lengkap

Mau asuransi murah? happyOne.id punya produk yang preminya mulai dari sepuluh ribu.

Mau asuransi yang lengkap? happyOne.id punya produk mulai dari asuransi kecelakan, asuransi rumah dari kebakaran, asuransi pendidikan sampai asuransi perjalanan yang bisa dibeli semuanya hanya dengan harga satu paket.

Mau asuransi yang belinya mudah, gak pakai ribet? Di happyOne.id bisa beli hanya dengan klik tombol beli, lalu bayar maka polis sudah di tangan.

Jadi, happyOne.id itu sebenarnya apa sih?

happyOne.id adalah situs penjualan berbagai jenis asuransi dari asuransi astra. Produk yang bisa dibeli di happyOne.id antara lain, happyMe, happyHome, happyEdu, dan happyTrip. Produk-produk tersebut bisa dibeli satuan per produk maupun dibeli semua dengan harga satu paket. Premi yang disediakan pun cukup terjangkau, mulai dari sepuluh ribu untuk produk happyMe micro. Enteng yes? Jadi masyarakat menengah pun bisa memiliki produk proteksi diri.

happyMe adalah produk asuransi kecelakaan diri yang santunan utamanya akan diberikan jika pemegang polis meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan. happyHome adalah produk asuransi kebakaran untuk perlindungan rumah dari kebakaran. happyEdu adalah jaminan asuransi terhadap pendidikan anak-anak apabila tertanggung meninggal dunia karena kecelakan. Sedangkan happyTrip adalah asuransi perjalanan baik untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Nah ini nih yang dicari.

Membeli asuransi-asuransi tersebut ternyata cukup mudah. Hanya dengan 4 langkah saja, maka e-polis sudah ada di tangan.

  1. Pilih produk asuransi yang diinginkan dan nilai premi atau nilai pertanggungan yang dikehendaki
  2. Daftarkan OneID dan lengkapi data diri pada formulir yang telah disediakan.
  3. Lakukan pembayaran sesuai dengan metode yang dikehendaki, bisa melalui transfer atau melalui kartu kredit.
  4. Terima e-polis yang bisa diunduh melalui email yang sudah didaftarkan maupun melalui menu Pesanan di situs happyOne.id

OneID, Satu Akun Semua Solusi

Nah jika kamu mau beli asuransi di happyOne.id kamu harus punya OneID. OneID merupakan akun yang dapat digunakan untuk membeli segala macam produk asuransi yang ada di happyOne.id. Segala macam produk cukup dengan satu akun OneID saja.

Cukup dengen mendaftarkan satu email aktif, kita akan mendapatkan konfirmasi berupa nomor yang harus diisikan ke situs happyOne.id. Selesai deh. Setelah punya OneID kita bisa membeli produk asuransi dan cek riwayat polis milik kita. Keren dan gampil tho?

Karena ingin berlibur, maka yang kami butuhkan adalah asuransi happyTrip. happyTrip ini asuransi yang dapat digunakan sebagai asuransi perjalanan yang melindungi dari pembatalan perjalanan, perlindungan terhadap bagasi dan barang pribadi, kecelakaan, maupun perlindungan terhadap keterlambatan penerbangan. Lengkap bukan?

happyTrip bukan hanya mencakup perjalanan luar negeri saja, tetapi juga untuk perjalanan dalam negeri. Cocok nih!

Dengan satu akun OneID saja saya bisa mendaftarkan seluruh anggota keluarga dan mendapat harga yang lumayan terjangkau untuk 6 hari perjalanan. Asuransi berlaku selama masa pertanggungan yaitu sesuai jadwal dan lamanya perjalanan yang kami pilih. Untuk perjalanan 6 hari dari Surabaya ke Lombok untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, kami cukup membayar Rp 130.000 saja. Maka semua perjalanan kami termasuk bagasi dan tiket terlindungi. Harga preminya ramah untuk kantong dan liburan jadi lebih tenang.

Anti ribet pula. Jadi, insyaallah tahun depan kami bisa jalan-jalan dengan hati ayem dong ya? Setidaknya gak lagi was-was diomelin akung dan uti karena belum beli asuransi perjalanan. Setelah memegang e-polis nya happyTrip, setidaknya kami sudah dapat izin untuk berpetualang lebih jauh lagi tahun depan. Hore!

Agar tidak ketinggalan informasi yang keren tentang proteksi, perlindungan diri dan tips-tips yang membahagiakan, mulai follow sosial media happyOne.ID di Instagram @happyone.id . Ada banyak tips-tips yang bikin bahagia. Siapa tahu bisa jadi motivasi atau mood booster kalau lagi galau. Let’s #BeTheHappyOne!

Kira dan Mobil Hotwheels : Tentang Pelajaran Pantang Menyerah

 

Sudah lama Kira menginginkan mobil Hotwheels. Mobil-mobilan yang bagi kami terbilang mahal untuk ukuran mainan. Mengingat kualitas mainannya memang bagus, maka layak juga harganya sedikit mahal. Iyalah, untuk saya yang terbiasa membeli mainan 5000an, kalau harus membelikan mainan 30.000 ya lumayan juga. Apalagi kalau si bocah maunya koleksi. Bisa bikin mules kantong bundanya.

Nah, untuk mengakomodir keinginan tersebut, saya meminta Kira mengumpulkan uang sakunya. Setiap hari senin dan selasa, Kira mendapat jatah uang saku 2000. Jatah uang sakunya memang hanya seminggu dua kali, sesuai tingkat sekolahnya. Nanti naik ke kelas tiga, berhak menerima uang saku seminggu 3 kali, dan seterusnya.

Untuk mengumpulkan uang 30.000 itu berarti harus sabar menanti hingga 7 minggu, atau sekitar 2 bulan. Itupun jika dia tidak tergoda membeli jajanan di sekolahnya. You  may call me, emak kejam. Tapi begitulah buat saya proses yang harus dilewati.

Pada perjalanan waktu, ternyata ada kejadian yang membuat saya takjub. Ketika uangnya sudah terkumpul 12.000 ia melihat akung mau ke rumah sakit tanpa memakai sandal di kursi rodanya. Ketika Kira bertanya, Saat itu akung menjawab kalau sandalnya rusak. Tanpa diduga, Kira dan Kara memberikan semua hasil mengumpulkan uang sakunya untuk membeli sandalnya akung. Kata mereka, kasihan akung kan sudah tidak bekerja, tidak punya uang saku, jadi tidak punya uang.

Mendengar itu, ayahnya yang sudah lama gatel membelikan hotwheels dan barbie, pulang kantor langsung bawa hotwheels. Runtuh juga pertahanannya mendengar cerita anak-anaknya. Apa yang kami lakukan bukan sekedar tentang seberapa mahal harga mainan, tetapi tentang melatih bocah dalam meraih apa yang mereka inginkan.

Kira dan Kara tumbuh di lingkungan yang bagi kami sangat kondusif. Jika meminta sesuatu, dan mereka tahu ayah atau bundanya tak mampu, maka ada uti, akung atau om/tantenya yang siap membantu. Untuk itulah, terkadang fight spirit yang mereka miliki kurang terasah. Maka dari itu tega tak tega, suka tak suka, kami memanfaatkan momen hotwheels tersebut untuk merangsang fight spirit mereka.

Ternyata dari perjalanan mengumpulkan uang tersebut, kami belajar banyak hal. Bahwa menahan diri itu bukan hanya hal yang harus dipelajari anak-anak, tetapi juga orang tua. Di saat kami ada rezeki yang dapat kami belikan mainan apapun untuk Kira dan Kara, rasanya saat itu juga ingin melompat ke mall untuk membawa pulang bingkisan. Namun kini kami belajar untuk menahan diri. Bukan karena kami tidak sayang, tapi kami ingin membuat tantangan-tantangan yang dapat di lalui duo kunyil demi melatih kemampuannya berjuang mendapatkan sesuatu.

Seperti kita tahu terkadang kondisi di dunia bisa saja tidak seideal yang kita inginkan. Tentu kita tidak ingin bocah tiba-tiba menghadapi masalah lantas menyerah. No. Jangan sampai!

I won’t give up, no I won’t give in
Til I reach the end and then I’ll start again
No I won’t leave, I wanna try everything
I wanna try even though I could fail

Seperti lagu soundtrack Zootopia yang sering kami nyanyikan sama-sama, kami ingin Kira dan Kara pun tidak lelah untuk selalu berdiri lagi ketika jatuh.

Buibu pasti ngeri kan kalau dengar anak-anak masih usia belasan tahun sudah bunuh diri. Dengan tipikal bocah yang kadang penuh drama, maka mumpung masih ada di tangan kami, maka kami ciptakanlah tantangan-tantangan yang ketika melihat mereka jatuh kami masih mampu untuk memberikan semangat dan dorongan untuk berdiri lagi. Harapannya tentu suatu saat ketika kami sudah tak lagi mampu mendampingi, mereka telah memiliki bekal untuk tak pernah menyerah.

Nah, berikut hasil rangkuman perjalanan hati bersama Kira, Kara dan tantangan HOTWHEELS beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa hal yang kami lakukan untuk membentuk anak memiliki semangat pantang menyerah:

  • Memberikan tantangan-tantangan kecil sesuai usia dan kemampuannya. Tantangan ini akan meningkat seiring usianya bertambah. Tantangan yang diciptakan orang tua tentu akan berada dalam ambang batas pengawasan orang tua yang risikonya dapat ditoleransi. Sehingga ketika mereka jatuh orang tua dapat memberikan semangat dan motifasi untuk mereka berdiri lagi.

 

  • Mengupas setiap masalah yang mereka temui dan mereka alami bersama orang-orang sekitarnya di luar lingkungan keluarga. Terkadang mereka bermasalah dengan teman, guru, atau orang lain yang mereka temui yang bukan dari keluarganya. Saatnya orang tua menahan diri untuk ikut campur, dan memberikan kesempatan untuk mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika ingin memberikan bantuan, berikan masukan atau saran yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun tetap biarkan anak-anak menghadapinya dengan kemampuannya. Terkadang mereka memiliki daya improvisasi yang tidak kita duga dalam menyelesaikan masalahnya.

 

  • Ketika anak-anak pulang menangis, mengeluh, jangan lantas memarahi atau memberikan stempel “penakut, cemen, lemah” atau semacamnya. Ketika mengalami saat jatuh, wajar kok dilampiaskan dengan rasa sedih, marah, menangis atau teriak. Bagi kami yang penting setelah itu anak-anak dapat kembali tegak berdiri dan siap menghadapi masalahnya lagi. Memang dibutuhkan kekuatan hati seluas samudra. Tapi bukankah di saat seperti ini lah kita pun juga tengah belajar meluaskan hati. Biarkan mereka menumpahkan isi hatinya, setelah itu beri motivasi untuk berdiri lagi.

 

  • Beri mereka pengertian bahwa kadang apa yang kita inginkan tidak bisa semua kita dapatkan. Bahkan ada beberapa keinginan yang harus didapatkan dengan bekerja keras dan perjuangan. Beri contoh perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan orang tua atau nenek/kakeknya dalam mendapatkan sesuatu. Bisa jadi cerita dan kisah nyata menjadi motivasi yang akan selalu mereka ingat.

 

  • Tak lupa landasi anak-anak dengan iman yang kuat. Ajarkan tentang doa dan kisah agama yang bisa menjaga kekuatan hati anak-anak. Bagaimanapun juga Tuhan lah tempat berlindung dan meminta yang paling bisa diandalkan di saat terjatuh. Bukankah Tuhan yang Maha Kuat?

Bagaimana dengan buibu? Adakah pengalaman memberikan tantangan pada anak-anak dan mendapat suatu pelajaran bersama mereka? Kalau ada yang punya tips dan ilmu serupa, dengan senang hati bisa dibagi di kolom komentar. Siapa tahu ilmunya bisa menjadi bekal jariyah yang bisa terus dibaca bahkan di saat kita sudah tiada. Selamat berbagi!

Berinvestasi Reksa Dana, Apa Tujuanmu?

BERINVESTASI REKSA DANA, APA TUJUANMU?

Siapa yang ketika masih kecil suka ditanya cita-citanya apa? Bagaimana sekarang, sudah tercapaikah cita-citanya? Ketika kecil dulu cita-cita saya cukup konsisten. Saya ingin jadi guru. Saya membayangkan jadi guru itu minim sekali resikonya. Paling mentok dimarahin wali murid yang tidak puas karena nilai anaknya jeblok. Heuheu… Pernah terbersit keinginan untuk jadi pilot perempuan. Tapi kata ibu, pilot perempuan kalau anak pertama dan perempuan satu-satunya di keluarga gak dibolehin daftar. Karena resikonya tinggi, nanti kalau sakit pas latihan, kasihan bapak-ibunya. Buhahaha… Dengan polosnya saya percaya begitu saja apa kata ibu. Sekarang baru tahu kalau itu ekspresi seorang ibu yang khawatir ketika anak perempuannya yang mungil, pendiam dan satu-satunya yang jarang keluar rumah, tiba-tiba punya hobi berpetualang dan berkeinginan untuk jadi petualang.

Cita-cita atau khayalan?

Btw, apa salah satu bentuk usaha kalian untuk mewujudkan cita-cita atau impian tersebut? Kalau saya, karena konsisten ingin menjadi guru, maka kuliah pun saya mengambil jurusan sastra. Biar kalau lulus bisa jadi guru bahasa. Setelah lulus, saya pun sempat melamar ke beberapa sekolah asing, namun ternyata keberuntungan belum berpihak. Jalan hidup membawa saya ke jalur yang berbeda. Kepiawaian saya dalam berhitung, yang menjadikan saya langganan menjadi bendahara sejak SD ternyata membuat saya memiliki ketrampilan yang berbeda. Saya yang seorang sarjana sastra tapi bergelut di pekerjaan yang berkaitan dengan akuntansi dan perpajakan. Tapi setidaknya saya telah berusaha. Karena sebuah mimpi tanpa usaha itu namanya KHAYALAN, hanya sekedar angan-angan.

Demikian juga dalam hal mengelola keuangan. Setiap keluarga pasti memiliki cita-cita dan mimpi. Ada yang ingin mengumpulkan uang sebagai persiapan untuk dana pensiun. Ada yang ingin menabung untuk dana sekolah anak. Ada pula yang ingin melaksanakan ibadah umroh, haji atau berkunjung ke Yerusalem. Cita-cita dan mimpi setiap keluarga pasti berbeda. Kenapa membicarakan mimpi jadi penting?

Dengan tahu mimpi apa yang ingin diraih, kita jadi memiliki tujuan dalam menentukan langkah berikutnya. Kita jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Tanpa tahu tujuannya untuk apa, maka mimpi hanya akan sekedar menjadi mimpi. Kalau tidak ada usaha untuk mewujudkannya, itu namanya khayalan belaka. Tanpa tahu tujuannya apa, bukan tidak mungkin kita bisa tersesat bukan? Tersesat dalam mengelola ekonomi itu ngeri kawan…

Dana Darurat, Pentingkah?

Ada seorang teman yang saya kenal, dia senang sekali membeli barang-barang elektronik. Perangkat elektronik yang mereka miliki selalu lengkap dan seri terbaru. Di rumahnya berjajar rapi layar televisi datar keluaran terbaru lengkap dengan home theater yang suaranya bikin dada berdegup. Ponsel di kantongnya adalah ponsel tercanggih masa kini. Jangan ditanya laptop dan perangkat komputer yang mereka miliki. Namun mirisnya, setiap kali anaknya ada yang sakit, mereka sibuk berhutang kanan kiri. Ngobrol tentang perangkat elektronik seri terbaru mereka sangat piawai. Tetapi membicarakan masalah keuangan keluarga dan hutang yang sudah menumpuk, mereka tiba-tiba terdiam. Sedih ya? Gali lubang tutup lubang setiap bulan karena salah mengelola uang.

Nah, itulah salah satu kejadian yang membuat mata saya terbuka tentang pentingnya dana darurat. Dana darurat penting sebagai ikhtiar dalam mengelola keuangan. Sudah pada punya apa belum? Kalau kata para pakar perencana keuangan sebaiknya kita memiliki dana darurat minimal 6 x pendapatan per bulan. Gunanya, ketika kita mengalami hal-hal darurat dan membutuhkan dana segera, kita bisa memanfaatkan dana darurat tersebut. Berhubung inflasi tidak bisa dilawan, dan pasti selalu ada, Pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia menuturkan kalau investasi reksa dana menjadi sarana yang menarik dalam menyimpan dana darurat. Agar terjaga kestabilannya, dana darurat dapat diinvetasikan ke dalam reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang memiliki instrument yang lebih stabil dan cenderung meningkat. Sehingga dana yang kita investasikan aman dalam mengikuti laju inflasi dan paling aman dari resiko naik turunnya nilai dalam berinvestasi.

Hitung Rencanamu

Agar makin jelas, berikut saya pun membuat rencana keuangan dalam 5 tahun ke depan. Ada beberapa hal yang ingin saya capai dalam 5 tahun ke depan. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut yang penting untuk kita ketahui adalah APA, BERAPA dan KAPAN. Maksudnya adalah APA, apa tujuan yang ingin kamu pakai. BERAPA, berapa dana yang kamu butuhkan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. KAPAN, kapan dana tersebut akan kamu gunakan. Sedangkan rencana yang sudah tersusun rapi yang sudah saya buat diantaranya mengembalikan dana darurat yang telah terpakai selama masa krisis keuangan dalam keluarga kami kemarin, mempersiapkan dana untuk duo kunyil masuk SMP serta persiapan dana untuk memperbaiki rumah yang sudah tua.

Ada beberapa instrument yang ingin saya gunakan. Misalkan untuk mengembalikan sejumlah dana darurat yang telah terpakai, saya menggunakan investasi pasar uang. Karena reksa dana pasar uang cenderung lebih stabil dan cocok digunakan untuk rencana keuangan jangka pendek, maksimal 2 tahun. Saya juga sedang mempersiapkan dana untuk persiapan duo kunyil masuk SMP. Karena tujuannya SMP negeri, maka dana yang kami butuhkan hanya untuk membeli perlengkapan sekolah dan seragam baru. SMP Negeri di Surabaya masih ditanggung oleh pemerintah, sehingga untuk dua anak masih tolerable buat kami. Hal yang mendesak lain yang kami butuhkan adalah dana perbaikan rumah. Rumah yang kami tinggali adalah rumah mertua yang sudah mulai reyot atapnya, sehingga membutuhkan perbaikan. Untuk dana yang kami butuhkan antara 4 hingga 5 tahun ke depan, kami inginnya menggunakan reksa dana pendapatan tetap.

Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap cenderung menghasilkan return yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang, namun masih lebih rendah dibandingkan reksa dana campuran. Karena returnnya lebih tinggi, maka resikonya pun juga lebih tinggi. Jika reksa dana pasar uang lebih stabil tanpa grafik naik turun, reksa dana pendapatan tetap memiliki fluktuasi yang juga naik turun mengikuti pasar modal. Reksa dana pendapatan tetap ini cocok untuk rencana keuangan jangka menengah, antara 2 sampai 5 tahun.

Bagaimana jika mendekati dicairkan tiba-tiba nilainya anjlok? Sebenarnya untuk reksa dana pendapatan tetap naik turunnya tidak setajam reksa dana saham. Namun untuk mengamankan dana, H-1 tahun bisa dialihkan ke reksa dana pasar uang. Jangan khawatir, berinvestasi di www.klikmami.com bisa dengan leluasa memindahkan dana dari jenis reksa dana satu ke reksadana yang lain. Mudah juga dijual untuk dicairkan dananya. Uang akan langsung masuk ke rekening pemilik reksa dana yang terdaftar di website. Jadi tidak takut untuk susah pencairannya.

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, idealnya kita bisa berinvestasi diambil dari 10% hingga 20% dari pendapatan setiap bulan. Jadi, setelah uang pendapatan kita terima, selayaknya kita sisihkan sekitar 10-20% untuk diinvestasikan guna berbagai tujuan. Enaknya nih, kalau kita sempat berinvestasi, ketika masa-masa sempit atau pensiun nanti, kita memiliki dana cadangan yang bisa kita cairkan setiap saat. Bagaimana, sudah siap mewujudkan mimpi?

Dana Darurat, Ikhtiar Penting Dalam Perencanaan Keuangan

DANA DARURAT, IKHTIAR PENTING DALAM PERENCANAAN KEUANGAN

Semalam timeline group w.a saya ramai tentang bahasan dana darurat. Semua berawal dari hasil sinau bersama teman-teman investarian. Di dalam kopdar investarian tersebut kami diperkenalkan tentang istilah pentingnya mempersiapkan dana darurat. Yang cukup membuat mata terbelalak adalah, ternyata besarannya lumayan bikin dada mendadak sesak nafas. Ditambah lagi disebutkan bahwa dana tersebut sebaiknya dimiliki secepatnya. Itu berarti kita harus mencicilnya setiap bulan, sesegera mungkin dan diendapkan tidak untuk diutak-atik. Besaran cicilan tiap bulannya pun membuat dompet mendadak kurus kering. Benarkah dana darurat itu harus ada?

Saya mengenal dana darurat jauh sebelum mengenal istilah-istilah keuangan. Ibu saya mengajarkan sejak kecil tentang pentingnya memiliki dana yang tidak untuk diutak-atik, agar ketika keadaan genting dana tersebut bisa menjadi penyelamat. Karena ibu hanyalah orang desa yang tak lulus SD dan hanya mengenal istilah celengan, maka uang tersebut ya dicelengi dan tidak akan diambil kalau keadaan tidak benar-benar mendesak. Dulu saya sampai beranggapan, kalau seorang ibu bilang sedang tidak punya uang, itu bukan berarti ibu benar-benar tidak punya uang sama sekali. Ibu masih memiliki uang, namun uang itu hanya akan dikeluarkan dalam keadaan genting.

Istilah “dana darurat” baru saya tahu setelah saya masuk dunia kerja dan senang membaca twit para financial planner. Kultwit Ligwina Hananto atau artikel Safir Senduk menjadi bahan bacaan yang menyenangkan bagi saya. Maka, setelah menikah, saya dan suami sama-sama bersepakat untuk menyisihkan uang gaji dan menyimpannya sebagai dana darurat.

Ada yang familiar dengan potongan lagu milik RAIHAN yang berjudul Demi Masa?

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Kalau tidak salah itu merupakan potongan Hadist Nabi. Tolong dikoreksi ya kalau salah. Dari linik ini, bahkan Nabi saja mengajak kita untuk membuat rencana kehidupan dan belajar mempersiapkan sebelum datang hal buruk. Mempersiapkan segala sesuatunya selama masih sehat, masih muda, masih lapang dan masih hidup. Agar nanti ketika datang masa sakit, sudah tua apalagi meninggal kita sudah punya bekal.

Pun demikian dengan konsep dana darurat yang saya pahami. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat merupakan bagian dari ikhtiar merencanakan keuangan sebelum datang masa-masa sempit dalam kehidupan. Beberapa kali tahapan kehidupan mengajarkan saya ketika mengalami naik turun dalam ekonomi.

Masa kecil saya pernah merasakan hidup hanya bisa makan ayam setahun sekali. Masa itu di mana saya bahagia luar biasa setiap lebaran tiba karena itu berarti ibu akan membeli opor ayam untuk kami santap. Saya pun pernah merasakan hidup serba ada, keluarga kami punya tanah di mana-mana, mobil berjajar, hingga kemudian Allah mengambil kembali semuanya. Rumah habis, mobil habis, dan makan pun harus berhemat-hemat karena Bapak sebagai pencari nafkah meninggal. Kalau sudah begini, menurut ngana, penting gak punya dana darurat itu? Simpulkan sendiri-sendiri saja yaaa…

Lantas bagaimana jika kondisi ekonomi pas-pasan? Jangankan untuk disimpan sebagai persiapan dana darurat, untuk belanja minggu depan saja masih harus memeras keringat. Jangankan untuk ditabung atau diinvestasikan, untuk bayar sekolah anak saja masih harus ngutang kanan-kiri.

Sebenarnya dalam melihat dunia keuangan, saya memegang prinsip dan janji Allah, bahwa Allah itu mencukupkan. Pun demikian dengan jatah rejeki kita. Allah mencukupkan segala kebutuhan kita dengan memberikan rejeki yang bisa berasal dari mana saja. Memang benar rejeki setiap orang itu tidak sama. Sama halnya dengan kebutuhan tiap orang pun juga berbeda-beda. Mungkin gaji 1,5 juta bagi orang lain itu pendapatan yang sangat kecil, tidak cukup untuk kebutuhan bulanannya. Namun bisa jadi bagi orang lain, gaji 1,5 juta itu sumber penghasilan berharga. Memang tidak bisa dibandingkan.

Apabila keuangan kita berada dalam keadaan yang segalanya maha mefet, atau pas-pasan, maka kita diajarkan untuk membuat skala prioritas. Dalam agamapun juga mengenal skala prioritas. Antara hutang, zakat dan menabung atau berinvestasi itu tentu prioritasnya berbeda-beda. Kita diharuskan untuk mendahulukan yang wajib sebelum yang hak bukan? Nah diantara tiga perkara, yaitu hutang, zakat dan menabung atau investasi, manakah yang harus menempati urutan pertama?

Saya tidak akan mengatakan ini mutlak kebenarannya, tapi ini beginilah pendapat saya. Bagi saya, membayar hutang menempati urutan utama yang harus segera diselesaikan. Kenapa? Ancaman Allah ngeri, sist! Kita belum bisa masuk surga sebelum melunasi hutang-hutang kita. Bahkan bagi yang mati syahid, yang sudah mendapat tiket utama dan diberi jalan pintas menuju surga, namun harus berhenti di depan pintu surga kalau ternyata masih ada hutang yang belum lunas. Syerem gak sih?

Kalau hutang sudah lunas, sekarang masuk ke hal yang wajib berikutnya dooong… Yaitu zakat. Segera sisihkan 2,5% agar rejeki makin barakah yaa… Baru deh kita sisihkan untuk menabung atau investasi, termasuk mempersiapkan dana darurat. Untuk nominal dana darurat yang disiapkan oleh setiap keluarga pasti akan berbeda-beda. Semua bergantung dari seberapa penting dan mendesak dana tersebut dibutuhkan bagi masing-masing keluarga.

Lantas apakah ini menjadikan menabung, investasi atau mempersiapkan dana darurat itu wajib? Toh selama ini hidup sudah sampai 45 tahun tidak ada masalah meski tidak punya dana darurat. Kalau butuh sesuatu pasti selalu saja ada rejeki. Nah, ini kembali lagi ke lirik lagu Demi Masa tadi yaa… Apakah kita mau mempersiapkan segala sesuatu mumpung masih lapang, atau kita harus berpanik-panik ketika sempit itu tiba? Apakah kita mau berusaha selagi masih sehat atau harus berlari ngos-ngosan ketika tiba-tiba sakit? Silahkan direnungkan kembali.

Mbak, setiap habis terima gaji, aku selalu menyisihkan untuk menabung. Tapi setiap kali tabungan itu mulai beranjak lumayan banyak, selalu ada saja kejadian yang membuat tabungan itu harus dikuras. Entah karena suami yang tiba-tiba masuk rumah sakit, atap rumah ambrol, atau mendadak ibu butuh uang. Kalau sudah begini gimana dong?

Ya gak masalah kan? Bukankah tujuan kita menyisihkan uang itu memang untuk keadaan darurat? Kalau memang dirasa itu merupakan keadaan mendesak dan harus menguras tabungan ya lakukan. Justru harusnya kita bersyukur diberi kesempatan untuk mengumpulkan uang dan menggunakannya di saat yang tepat dan benar-benar membawa manfaat. Insyaallah nanti Gusti Allah akan memberikan kesempatan berikutnya untuk mengumpulkan uang lagi. Yang jelas jangan jadi kapok hanya karena tabungan selalu habis.

Lantas keadaan seperti apa sih yang bisa dikategorikan merupakan keadaan darurat? Dari hal yang pernah saya baca, lupa entah di mana, ada 3 kategori di mana kita bisa menggunakan dan menguras dana darurat. Pertama, kita bisa memakai dana darurat jika hal tersebut menyangkut nyawa seseorang, misalkan suami sakit, orang tua sakit, atau ada kerabat yang benar-benar membutuhkan pertolongan berkaitan dengan nyawa.

Kedua, kita bisa mengambil post dana darurat, jika berkaitan dengan keberlangsungan hidup, misalkan terjadi rumah kebakaran, banjir atau mendadak atap ambrol. Seperti beberapa waktu yang lalu di mana rumah yang kami tempati atapnya bocor parah. Bukan lagi menetes tapi sudah seperti air terjun yang jatuh tepat di atas tempat tidur anak-anak dan tempat tidur saya. Maka saat itulah dana darurat kami kuras untuk mengganti kayu atap yang sudah mulai lapuk.

Ketiga, dana darurat bisa digunakan jika tidak ada lagi uang masuk untuk kebutuhan bulanan, seperti suami kena PHK atau keadaan ketika si pencari nafkah tidak lagi mampu melakukan tugasnya, bisa karena meninggal, kecelakaan, dan lain sebagainya. 2 kali kami mengalami ketika suami kontrak kerjanya tidak diperpanjang. Saat itulah, lagi-lagi kami menguras dana darurat, sambil terus berikhtiar mendapatkan sumber penghasilan yang berikutnya.

Nah, sekian dulu ya curhatnya. Insyaallah ini bukan bentuk penghakiman, hanya berbagi pengalaman sambil numpang curhat. Maklum naluri emak. Diskusi tentang dimana sebaiknya menyimpan dana darurat atau berapa besaran dana darurat kita bahas di artikel berbeda saja yaa… Untuk sementara ini kita sama-sama merenung dulu saja deh, seberapa pentingnya memiliki dana darurat menurut kalian. Kalau mau ikut numpang curhat juga boleh. Cusss tulis di kolom komentar. I’d be happy to read. Selamat berkarya!

Ada Generasi Baru Yang #PastiDikasihLebih Dari PRUlink

ADA GENERASI BARU YANG #PASTIDIKASIHLEBIH DARI PRUDENTIAL

Pada tanggal 21 september 2018 kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri launching asuransi generasi baru dari PRUDENTIAL Indonesia. Asuransi generasi baru yang mengusung hastag “Pasti Dikasih Lebih” ini menawarkan banyak keunggulan yang didapat oleh nasabah, bukan hanya nasabah umum, namun juga nasabah asuransi Syariah. PRUlink Generasi Baru maupun PRUlink Syariah Generasi Baru merupakan produk asuransi jiwa yang memiliki fitur investasi dalam unit link dan memberikan banyak kelebihan sebagai bentuk kepedulian Prudential dalam mendengarkan berbagai kebutuhan nasabahnya.

Prudential yang termasuk merajai pasar asuransi optimis bahwa peluncuran produk baru tersebut dapat menjadi jawaban bagi berbagai kebutuhan asuransi. Meskipun kondisi ekonomi Indonesia tengah mengalami penurunan nilai tukar rupiah, Prudential yakin hal tersebut tidak akan terlalu banyak berpengaruh. Selama masih ada pertumbuhan jumlah penduduk di muka bumi, maka seiring dengan itu kebutuhan manusia akan asuransi dan investasi masih terus menjanjikan.

Ditambah lagi masih rendahnya tingkat literasi dan kesadaran akan pentingnya proteksi dini di Indonesia. Untuk itu Prudential Indonesia terus berkomitmen melakukan edukasi tentang pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan jiwa. Pemahaman masyarakat dan edukasi tersebut akan membawa manfaat pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya perlindungan keluarga, maka apabila terjadi yang tidak terduga maka keberlangsungan ekonomi keluarga tidak akan terlalu banyak terganggu. Bersama banyak pihak, Prudential Indonesia turut membantu mendukung program pemerintah dalam bidang kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan hasil survey Prudential terhadap para nasabahnya selama ini, pada umumnya mereka menekankan kebutuhan akan dana persiapan masa pensiun, dana perlindungan saat terjadi sakit dan kematian juga dana Pendidikan anak. Untuk itulah Prudential terus berinovasi dengan mengembangkan produk barunya melalui PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru. Adapun keunggulan yang ditawarkan oleh Prudential diantaranya:

  • PRUbooster investasi, yaitu kelebihan yang ditawarkan kepada pemegang polis untuk mendapatkan alokasi investasi setiap tahunnya
  • PRUbooster proteksi, yaitu kelebihan yang ditawarkan kepada pemegang polis untuk memilih agar uang pertanggungannya meningkat setiap tahun tanpa membuat pernyataan kesehatan.
  • Alokasi investasi terbentuk sejak dibayarkannya premi pada hari pertama
  • Uang pertanggungan yang diterima 2 kali lipat apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan.
  • Tidak ada biaya administrasi apabila menggunakan transaksi elektronik dan autodebit rekening dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
  • Nasabah atau pemegang polis dapat memilih beragam manfaat tambahan, seperti PRUtotal dan permanent disablement, serta PRUcritical hospital cover yang sama-sama bisa digunakan dalam asuransi konvensional maupun Syariah dengan dana investasi sesuai risiko nasabah.

Produk asuransi PRUlink Generasi Baru maupun PRUlink Syariah Generasi Baru ini sangat cocok untuk keluarga yang memiliki kesibukan tinggi dan cenderung tidak ingin ribet. Dengan produk asuransi ini, nasabah bisa mendapatkan banyak manfaat hanya dari satu produk asuransi saja. Nasabah pun dapat memilih asuransi konvensional maupun asuransi Syariah sesuai dengan keyakinan dan kebutuhan masing-masing keluarga. Tanpa perlu ribet memikirkan banyak tagihan yang harus dibayarkan, pemegang polis dapat memiliki dana perlindungan sekaligus investasi yang menarik sebagai persiapan dana pensiun.

Bersamaan dengan ini pula, Prudential meluncurkan dua investasi baru yang dapat dipilih nasabah jika memiliki PRUlink generasi baru. Produk investasi tersebut diantaranya adalah PRUlink Rupiah Global Low Volatility Equity fund yang diharapkan dapat menjaga kestabilan dengan pemilihan saham global yang memberikan keuntungan tinggi, serta PRUlink Rupiah Global Emerging Market Equity Fund yang memungkinkan nasabah berinvestasi ke dalam perusahaan di pasar-pasar negara berkembang yang sedang bertumbuh pesat untuk investasi jangka Panjang yang lebih menjanjikan.

Karena termasuk produk baru, maka tak sedap jika tak ada promo. Bagi para calon pemegang polis yang mendaftar membeli asuransi PRUlink Generasi Baru maupun PRUlink Syariah Generasi Baru sampai dengan bulan Oktober akan mendapat cashback dua bulan premi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Ternyata bukan hanya marketplace dan online shop saja ya yang bisa memberikan cashback. Iming-iming semacam ini lah yang membuat jiwa emak-emak terpanggil nih. Terbukti sejak diluncurkan pertama kali, 2 nasabah pertama yang membeli produk asuransi tersebut adalah dua orang perempuan yang sama-sama memiliki visi dalam memberikan proteksi bagi keluarganya. Saluuuutt….

Sebagai tambahan informasi bagi penggemar produk-produk Syariah, PRUlink Syariah Generasi Baru memiliki surplus underwriting mencapai 65%. Surplus underwriting tersebut akan dikembalikan lagi kepada nasabah. Jadi selain menerima dana bagi hasil, pemegang polis juga menerima pembagian surplus underwriting tersebut. Kalau sudah mantap memilih, segera dipinang. Agar bonus-bonus tambahan yang diberikan tidak lari dan habis diambil orang.

#PRUlinkGenerasiBaru #PRUlinkSyariahGenerasiBaru #PastiDikasihLebih

Wakaf Berkala Bisa Dengan Asuransi Syariah

WAKAF BERKALA BISA MELALUI ASURANSI SYARIAH


Berbagai pertanyaan berkecamuk dan rasa penasaran tingkat dewa saya rasakan ketika mendengar bahwa “berwakaf bisa melalui asuransi syariah”. Apa maksudnya sih? Bukankah biasanya yang namanya wakaf itu kalau tidak berupa tanah ya berupa bangunan. Iya gak sih? Adakah yang mendengar hal serupa seperti saya?

Ternyata banyak juga ya yang masih berpikiran sama. Buktinya menurut data yang didapat oleh SunLife Financial, sebenarnya potensi wakaf di Indonesia ini mencapai 180 triliun, namun yang terhimpun baru sebesar 400 miliar. Untuk itulah SunLife bekerja sama dengan lembaga pengelola dana wakaf,atau sering disebut nazhir yang terdaftar di Badan wakaf Indonesia (BWI) mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mulai berwakaf, karena dengan wakaf banyak manfaat yang bisa di dapat.

APA ITU WAKAF?

Wakaf berbeda dengan sedekah. Wakaf adalah memindahkan sejumlah harta benda dan diserahkan ke badan pengelola dana wakaf yang dinamakan Nazhir, untuk dikelola dengan tujuan memberi manfaat bagi umat. Berbeda dengan sedekah, manfaat wakaf jauh lebih besar, karena bersifat kekal. Pahala wakaf akan mengalir terus selama harta atau benda yang diwakafkan tersebut menghasilkan manfaat meskipun orang tersebut telah meninggal.

Syarat wakaf selain adanya harta yang diwakafkan, juga harus ada nazhir, yaitu lembaga yang mengelola dana wakaf. Dana atau benda yang diwakafkan harus dikelola secara produktif agar dapat terus menghasilkan manfaat, sehingga pahalanya terus mengalir. Contohnya, mewakafkan uang, tanah, atau bangunan untuk dijadikan tempat ibadah, rumah sakit, atau sekolah. Selama harta atau benda tersebut digunakan sesuai kemanfaatannya maka amalannya tidak akan terputus.

Selain itu, mewakafkan harta atau benda dapat membantu menjaga kesejahteraan umat atau bangsa. Karena dengan dana atau benda yang diwakafkan, kita dapat membantu orang lain dengan harta atau benda yang produktif. Itu kenapa mewakafkan harta benda sangat disarankan dan memiliki manfaat yang sangat besar. Sampai di sini apakah sudah bisa dimengerti kenapa wakaf itu tidak harus selalu berupa tanah atau bangunan kan? Wakaf juga bisa berupa uang yang akan digunakan untuk membeli barang-barang penunjang yang produktif.

SUNLIFE FINANCIAL INDONESIA MEMFASILITASI PENYALURAN WAKAF

Menyadari akan banyaknya manfaat wakaf dan masih rendahnya edukasi tentang dana wakaf, maka SUNLIFE Indonesia bekerja sama dengan pengelola dana wakaf yang terpercaya di Indonesia membantu nasabahnya untuk menjadi fasilitator penyaluran dana wakaf. Artinya nasabah dapat menitipkan sebagian uangnya untuk diwakafkan yang dapat dibayarkan bersamaan ketika nasabah membayar premi asuransi. Nah, asuransi apa yang memiliki fitur penyaluran dana wakaf?

Namanya asuransi BRILLIANCE HASANAH MAXIMA yang merupakan asuransi jiwa syariah yang memiliki fitur manfaat fleksibel sesuai dengan kebutuhan nasabah, mulai dari asuransi jiwa, kecelakaan, hingga investasi dan bonus. Bahkan yang terbaru ini adalah fitur wakaf yang mulai dilaunching bulan Agustus. Dengan mengaktifkan fitur wakaf, nasabah Brilliance Hasanah Maxima dapat menambahkan dana wakaf yang bisa dibayarkan secara berkala setiap bulan, setiap kali nasabah membayarkan premi. Selain itu nasabah juga bisa menggunakan maksimalm30% nilai manfaat investasinya untuk disetorkan sebagai dana wakaf, atau maksimal 45% dari nilai santunan asuransinya.

Nilai maksimal tersebut diberikan sesuai dengan fatwa DSN-MUI agar manfaat asuransi dan santunan investasi tetap dapat dirasakan dan dinikmati oleh ahli waris atau pemegang polis. Sunlife Financial bekerja sama dengan Nazhir yang terpercaya dan terdaftar di Badan Wakaf Indonesia, seperti Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan masih banyak lagi yang bebas bisa dipilih oleh nasabah sendiri. Adapun kelebihan berwakaf bersama Brilliance Hasanah Maxima diantaranya:

PASTI

  • Pasti tanpa potongan
  • Pasti aman dengan tenaga pemasar tersertifikasi Waqf Advisor
  • Pasti penyaluran dan penggunaan dana wakaf

KINI

  • Menyegerakan wakaf sedini mungkin dengan dana wakaf yang LANGSUNG disalurkan sejak pembayaran kontribusi pertama, sesuai periode pembayaran yang dipilih

NANTI

  • Membantu melaksanakan wasiat berwakaf atas manfaat asuransi dan investasi ketika nasabah meninggal dunia.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda berwakaf yaa… Berwakaf pun bisa dengan mudah dan berkala. Selamat mengumpulkan bekal akhirat!

Ayo UMKM Jualan Online!

Ayo UMKM Jualan Online! Begini caranya…

Kata orang, sekarang masanya era digital. Kalau dulu punya telepon rumah sudah menjadi hal mewah, sekarang hampir setiap rumah pasti ada handphone. HP bukan lagi masuk barang yang sangat mewah. Bahkan yang memiliki telepon genggam ini bukan hanya orang tuanya, anak-anak pun punya perangkat serupa sebagai milik pribadi. Jadi pasar potensial di dunia digital itu sangat menarik.

Inilah yang menjadi alasan untuk KEMENKOMINFO menjalin kerja sama dengan marketplace mengajak para pelaku UMKM untuk GO ONLINE. Didukung oleh blibli, KEMENKOMINFO bersama IWAPI menggawangi acara FORUM SOSIALISASI Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di Graha Widya Universitas 17 Agustus 1945(UNTAG) Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 pelaku UMKM dari seluruh Jawa Timur. Acara yang diadakan dari pagi hingga sore tersebut sarat ilmu, mulai dari sosialisasi hingga pengenalan tentang cara kerja marketplace.

Prof. Dr. henri Subiakto, Staff Ahli Hukum KEMENKOMINFO

DUKUNGAN KEMENKOMINFO UNTUK UMKM INDONESIA

Salah satu hal yang patut diapresiasi dari Indonesia adalah saat ini pemerintah semakin sering mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk mengajak masyarakat melek teknologi dan mengenal dunia digital. Prof. Dr. Henry Subiakto, staff ahli hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika, menjelaskan bahwa Kemenkominfo mengajak pelaku UMKM untuk go online dengan memberikan sosialisasi, pelatihan, mengajarkan cara promosi bahkan menggandeng marketplace untuk bekerjasama.

Salah satu wujud dukungan pemerintah tersebut dengan membangun PALAPA RING yang merupakan jalan untuk menghubungkan seluruh Indonesia dengan teknologi internet. PALAPA RING merupakan jaringan serat optik yang akan menjangkau 34 provinsi di seluruh Indonesia. Rencananya proyek pembangunan bertaraf nasional tersebut akan memiliki total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. Dengan adanya PALAPA RING tersebut, diharapkan akses internet di seluruh pelosok Indonesia akan semakin cepat dan mudah.

Ibarat kalau kita mau jualan, maka pembangunan PALAPA RING ini adalah membangun jalan di depan toko kita. Kalau jalan ke toko kita lancar, maka orang akan lebih mudah dan makin banyak yang akan membeli di toko kita. Coba bayangkan kalau jalan ke toko becek, terjal dan jauh! Pembeli pun malas untuk datang. Demikian juga dukungan akses internet lancar dan stabil di seluruh Indonesia menjadi hal yang penting dalam pengembangan UMKM Go Online tersebut.

Sebagai generasi muda dan emak-emak milenial, banyak sekali kebutuhan yang bisa diselesaikan menggunakan internet. Setuju kan? Mau belanja, bayar tagihan, transfer uang, panggil tukang ojek, beli makanan, cari tukang service AC hingga cari pembantu pun sekarang bisa dilakukan melalui media online. Banyak sekali aplikasi yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan kebutuhan hidup tanpa perlu beranjak keluar rumah. Dengan bantuan teknologi akses internet, semua bisa terhubung satu sama lain. Inilah yang dinamakan Internet of Things.

Konsep inilah yang memunculkan gagasan ekonomi digital. Punggawa-punggawa yang menggawangi lahirnya ekonomi digital ini tak lain dan tak bukan adalah generasi muda. Seperti halnya lahirnya Indonesia yang digerakkan oleh para generasi muda, demikian juga dengan ekonomi digital tersebut. Dengan mengggerakkan anak-anak muda, harapannya di tahun 2018 ini dapat lahir 8 juta UMKM yang bisa Go Online. Sementara dari data KEMENKOMINFO hingga awal 2018 ini sudah tercatat 2,7 juta yang Go Online. Sekarang siapa lagi yang mau menyusul?

KENAPA GO ONLINE?

Kalau kamu masih ragu kenapa harus Go Online? Yuk kita mulai dengan mengupas bisnis offline. Biasanya apa saja yang dibutuhkan untuk mulai berjualan offline:

  • Harus punya tempat usaha berupa toko/ruko
  • Harus ada orang yang selalu menjaga toko/ruko untuk melayani pembeli
  • Harus sedia barang dalam jumlah banyak
  • Pembeli terbatas area sekitar toko berada

Nah, dengan berjualan online keterbatasan dan keribetan di atas bisa diatasi dengan gampil. Berikut beberapa alasan yang bisa meyakinkan para pelaku bisnis agar mau belajar Go Online:

  • Pasar yang dijangkau lebih luas.
    Dengan memulai pemasaran dibantu media internet, kita bisa menjangkau bukan hanya pasar seluruh Indonesia namun juga seluruh dunia. Selama piranti terhubung dengan internet, maka tidak menutup kemungkinan setiap orang akan bisa melihat barang dagangan kita. Keren bukan?
  • Hemat biaya. Untuk bisa memasarkan dagangan atau jasa secara online, tidak membutuhkan banyak biaya. Kita hanya butuh HP atau laptop yang ada kameranya dan terhubung oleh internet. Kita tidak butuh pegawai yang harus stand by 24 jam, tapi tetap bisa memasarkan barang atau jasa kita selama 24 jam. Kita bisa melakukan sendiri sambil momong anak atau masak di dapur.
  • Tidak harus ada lokasi
    Berbeda dengan jualan offline, jualan online tidak membutuhkan tempat khusus untuk memajang barang dagangan. Kita hanya butuh memotret barangnya dan mengunggahnya ke marketplace yang dikehendaki. Memotretnya pun bisa di rumah atau di mana saja dengan pencahayaan yang bagus.
  • Potensi pendapatan tidak terbatas
    Karena jangkauan internet itu bisa sampai seluruh dunia, maka potensi pembeli pun bisa datang dari belahan daerah atau bahkan negara mana saja. Itu berarti potensi pendapatan bisa meningkat berkali-kali lipat. Semakin menarik dan unik barang yang kita jual, bisa jadi semakin banyak yang membeli. Menarik tidak?

Tertarik untuk belajar lebih lanjut? Yuk mari kita lanjutkan! Lantas apa saja yang dibutuhkan agar bisnis bisa Go Online?

  • Jelas harus ada produk untuk dipasarkan
  • Punya gadget atau HP untuk alat memasarkan
  • Punya nomor rekening untuk sarana pembayaran

Gak susah kan… Kalau kata Prof. Hendri kunci untuk memulai Go Online ada 4, antara lain: niat yang kuat, semangat untuk mau terus belajar, berani memulai hal baru dan keluar dari zona nyaman, serta kreatif. Jangan kebanyakan mengeluh, karena mengeluh hanya untuk para pecundang yang keahliannya hanya nyalahin orang. Orang mengeluh karena usahanya gak maju-maju itu ibarat kata orang yang mengeluh karena baju yang dijemur kehujanan tapi tidak mau beranjak dan berlari untuk mengambil jemuran. Menurut ngana baju bisa jalan sendiri masuk rumah?

Kalau dalam menjalankan usaha atau dalam kehidupan kamu punya masalah, bagi orang yang kreatif itu berarti ada kesempatan baru. Seperti ketika kita lapar tapi malas keluar rumah, itu berarti bagi orang kreatif kesempatan untuk menjalankan usaha baru seperti Go-food. Kalau kamu merasa tidak memiliki keahlian apapun, mungkin sekarang saatnya kamu beranjak untuk belajar, berbagi dengan orang lain untuk memulai kolaborasi dan bekerja sama. Karena peluang bisa datang setiap saat, tetapi menangkapnya tidak bisa sambil duduk dan berpangku tangan. Kita harus berani berdiri dan melompat lebih tinggi.

SAATNYA BERKOLABORASI!

Dalam forum sosialisasi kemarin, KEMENKOMINFO bukan hanya menggandeng marketplace, tetapi juga berkolaborasi dengan perusahaan fintech. Apa itu fintech?

Fintech berasal dari 2 kata, yaitu “financial” dan “technology”, artinya fintech adalah inovasi di bidang jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi. Contohnya adalah jasa pinjaman online yang menjadi alternative untuk membantu usaha mikro dalam kredit modal usaha. Jadi dengan aplikasi fintech tersebut, memungkinkan si pemilik usaha bertemu dengan pemilik modal. Fintech menjadi jembatan antara pemilik modal dan pelaku bisnis. Dengan demikian si pemilik modal dapat mendayagunakan dananya dan pelaku bisnis dapat mengembangkan usahanya.

Syarat untuk mengenali pemilik modal yang kredibel adalah si pemilik modal harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini bermanfaat untuk melindungi si peminjam selaku konsumen terhadap perilaku semena-mena dari si pemilik modal, seperti menaikkan suku bunga tanpa ada aturan atau batasan. OJK menjadi pengawas dan wasit dalam transaksi pinjam-meminjam modal usaha, karena OJK mengatur tata laksana simpan-pinjam keuangan di Indonesia.

Masalah modal usaha sudah teratasi. Sekarang masalah apalagi? Belum tahu caranya gimana bisa Go Online, coba hubungi Pak Agus dari Piranhamas yang memiliki keahlian dalam internet marketing. Piranhamas membantu para pelaku bisnis yang ingin belajar cara membangun branding dan memulai pemasaran melalui internet marketing. Murid Piranhamas sudah banyak yang terbukti sukses. Dari mulai Triharyati yang sudah 12 tahun menjadi buruh pabrik, setelah belajar di Piranhamas, kini bisnisnya sudah mulai merambah pasar internasional. Bahkan dari penuturan ibu Anis yang dulunya bangkrut tanpa menyisakan uang sepeserpun, setelah belajar bersama Piranhamas, kini usaha belerang dan pengolahan limbah organiknya sudah dilirik oleh negara tetangga.

Selain belajar dengan Piranhamas, kita juga bisa belajar bersama BLIBLI.com karena Blibli memiliki fitur khusus yang memungkinkan pelaku UMKM memasarkan dagangannya dan menempati channel sendiri. Blibli sendiri adalah anak perusahaan Djarum yang bergerak dibidang marketplace yang menjadi wadah para pemilik barang dagangan untuk memasarkan produknya secara online, gratis dan aman.

Bahkan Blibli bersama KEMENKOMINFO bekerjasama memberikan pelatihan terhadap semua UMKM yang ingin memasarkan produknya melalui marketplace seperti blibli. Jangan takut atau minder, karena blibli memberikan pelatihan mulai dari dasar dan bawah sekali, bahkan mulai membuat dan mengenal e-mail. Amazing yaa… Salut untuk para pelaku bisnis yang tidak tahu sama sekali tentang teknologi internet, bahkan tidak mengenal apa itu email, mau berusaha dan belajar dari nol kemudian bisa sukses, usahanya memasuki dunia internasional hingga bisa membeli rumah berderet-deret. Apa gak mupeng?

Gak pakai lama duduk dan berkhayal, ayo gadgetnya jangan cuma dipakai foto selfie dan baca timeline tetangga saja, saatnya kamu pun bisa bergerak maju menjadi pelaku bisnis berkelas internasional!

Menabung atau Investasi Reksadana

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengenal reksadana. Meskipun hanya mengenal kulitnya, terus terang investasi reksadana itu cukup menarik. Bukan karena return atau keuntungan yang akan di dapat, tetapi karena laju pertumbuhannya bisa mengimbangi laju inflasi. Masih pusing? Mari kita kupas satu persatu.

Dulu, jaman rikiplik ketika kita masih memakai seragam merah putih, kurang lebih 25 tahun yang lalu, berapa harga semangkok bakso? Di tempat saya harga semangkok bakso pada jaman itu Rp 1.000 – 1.500. Kalau beli semangkok harga Rp 2.000 itu sudah sangat istimewa. Sekarang, harga semangkok bakso bisa mencapai 10.000 – 15.000 per porsi. Itu artinya ada kenaikan harga dan penurunan daya beli. Itulah yang dinamakan dengan inflasi. Rata-rata pertumbuhan inflasi tiap tahun sebesar 5%. Kalau jaman dulu punya uang saku Rp 10.000 itu sudah sangat banyak sekali, kalau sekarang nilai uang segitu hanya setara semangkok bakso di abang penjual penggiran. Artinya nilai uang yang kita miliki setiap tahunnya akan terus menurun. Ibarat kata kalau kita punya tabungan 1 juta jaman dulu sudah banyak sekali, maka nilai uang itu di jaman sekarang tidak cukup untuk beli makan sebulan.

Nah, apa yang terjadi jika kita berusaha menabung, menyisihkan uang setiap bulan, tapi ternyata nilai uang yang kita tabung akan tergerus setiap tahunnya? Sedih gak? Harapannya ketika tua kita bisa punya uang saku untuk anak kuliah, eh lha ternyata uang saku itu tak berharga pas ketika mereka kuliah nanti. Artinya kita butuh tambahan uang lagi. Lantas kita harus bagaimana?

INVESTASI DONG!

Di acara investarian kemarin, pola pikir kita dibuka untuk mau belajar tentang investasi. Kenapa tidak menabung secara konvensional di bank seperti biasa? Sudah pernah melihat rincian isi buku tabungan? Berapa bunga yang di dapat setiap bulannya dan berapa biaya administrasinya? Yes, bunga yang di dapat setiap bulannya tidak sepadan dengan biaya administrasi yang dikeluarkan. Bisa-bisa uang kita juga turut habis tergerus biaya administrasi. Belum lagi harus berkurang nilainya akibat inflasi yang tidak mungkin dibendung.

Bagaimana dengan menabung emas? Pada polanya nilai emas memang cenderung sesuai dengan laju inflasi. Harga jual dan harga beli emas setara dengan laju inflasi. Menyimpan uang dalam bentuk emas atau logam mulia sama dengan melindungi nilai uang kita setiap tahunnya. Sejuta di masa kini akan setara nilainya dengan sejuta di masa mendatang. Ibarat kata sekarang nilainya setara semangkok bakso, maka di masa mendatang juga akan sama dengan semangkok bakso. Tidak berkurang juga tidak bertambah. Ditambah lagi menyimpan emas itu resiko tinggi ya buibu? Ngeri gak sama berita-berita kriminal yang sering wara-wiri di televisi? Mau ditaruh di deposit box kok ya kena biaya administrasi lagi. Pusing pala Barbie, kakak!

Nah kalau ingin instrument keuangan yang dapat melindungi nilai mata uang sekaligus memiliki nilai tambah dan tentu saja aman, maka investasi lah jawabannya! Apalagi sekarang investasi itu bisa anti ribet, tidak perlu belajar njelimet dan sederhana seperti ketika kamu belanja online. Kok bisa? Kan sekarang ada REKSADANA yang bisa daftar, beli, diakses, dipantau dan dijual secara online. Tanpa perlu melangkahkan kaki dari rumah, hanya cukup modal jari jempol, uangmu sudah jalan-jalan berguna untuk pembangunan ekonomi dan mendapat nilai tambah. Boleh senang, jangan?

INVESTASI REKSADANA DI MANULIFE, SEMUDAH BELANJA ONLINE

Sebelum berkenalan dengan MANULIFE, mau tahu cara kerja reksadana gak? Seperti apa sih reksadana itu?
Seandainya kamu punya uang Rp 10.000 dan ingin kamu belikan buah, apa yang akan kamu lakukan? Pergi ke pasar atau swalayan, membeli buah, ditimbang lalu pulang. Buah yang kamu dapat hanya satu macam, buah Jeruk saja atau apel saja misalnya. Dengan uang sepuluh ribu tersebut, jika kamu membeli sendiri buahnya apakah kamu bisa mencicipi aneka macam buah sekaligus? Bagaimana jika ternyata buah yang kamu beli banyak yang masam atau busuk? Hilang sudah kesempatan makan buah. Iya kan?

Nah, akan berbeda cerita jika kamu dengan uang sepuluh ribu pergi ke tukang rujak, lalu kamu bilang ingin membeli rujak buah. Apa yang kamu dapat? Buah yang pasti baik, karena dikupas dulu. Kalaupun ada yang busuk, sudah pasti akan dibuang sama ibu penjual rujaknya. Selain itu kamu bisa mencicipi aneka macam buah. Kalaupun ternyata ada yang masam, kamu masih bisa makan buah lain yang lebih manis. Sudah barang tentu ada bonus tambahan bermacam rasa dari bumbu yang kamu peroleh.

Nah seperti itulah kerja reksadana! Dengan reksadana kita bisa berinvestasi dengan nilai mulai dari sepuluh ribu rupiah untuk membeli unit yang kita inginkan. Karena reksadana dikelola oleh manajer investasi yang sudah malang melintang di dunia investasi dan saham, kita tidak perlu pusing belajar tentang pergerakan pasar modal. Kalaupun mau belajar lebih detail pun malah lebih bagus! Tapi dengan reksadana, semua jadi lebih mudah tidak harus pusing.

Manajer investasi yang bekerja pun diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Apabila manajer investasi terbukti nakal maka izinnya bisa dicabut dan masuk daftar hitam dunia. Itu kenapa manajer investasi akan bekerja dengan sungguh-sungguh mengelola dana kita. Kita pun bebas memilih unit sesuai dengan karakteristik dan tujuan yang kita inginkan.

Pada dasarnya ada 4 macam reksadana yang bisa kita pilih berdasarkan faktor resiko yang harus kita pertimbangkan, yaitu:

  • reksadana pasar uang
  • reksadana pendapatan tetap
  • reksadana campuran
  • reksadana saham

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan faktor resiko paling rendah, namun juga memiliki return paling kecil. Semakin rendah resikonya semakin kecil juga return yang akan didapat. Demikian akan berlaku sebaliknya pada reksadana saham. Kalau ada yang menawarkan faktor resiko kecil dengan return yang tinggi, maka perlu waspada. Bisa jadi investasi tersebut termasuk investasi bodong.

Agar tidak takut terkena investasi bodong, maka berinvestasi saja pada manajer investasi yang sudah berpengalaman belasan tahun seperti di MANULIFE. Manulife sudah beroperasi di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Melalui MAMI (Manulife Asset Management Indonesia), Manulife meluncurkan produk-produk investasi yang semua bisa dilakukan secara online. Melalui website www.klikmami.com kita bisa mendaftarkan diri dalam berinvestasi, bertransaksi dan memantau pergerakan unit kita. Unit yang ditawarkan pun disesuaikan dengan tujuan dan dana yang kita miliki. Investasinya pun bukan investasi yang mahal. Pembelian unit bisa dimulai dari sepuluh ribu rupiah. Murah dan terjangkau.

Prosesnya pun mudah dan gampang, dimulai dari registrasi akun. Proses registrasi sama seperti mendaftar email, hanya saja bedanya, di bagian data diri harus diisi lengkap sesuai dengan kartu identitas. Gunanya untuk mencairkan atau menjual unit  reksadana jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Reksadana ini unitnya bisa dijual kapanpun kita mau kok dan pencairan dananya pun mudah. Pembelian dan penjualannya sama seperti transfer uang antar bank. Jadi dana akan masuk langsung ke rekening masing-masing. Pergerakannya bisa dipantau melalui website www.klikmami.com. Tidak susah kan? Seperti ketika belanja online, hanya modal jempol dan koneksi internet. Bedanya kalau kamu belanja unit reksadana di MAMI uangmu akan bertambah dan berkembang, bukan makin habis, Insyaallah.

Seperti saran pak Legowo, Presiden Direktur Manulife Asset Management Indonesia, jika ingin belajar berinvestasi, mulailah dari resiko yang terendah. Sama seperti ketika belajar berenang, mulailah dengan berenang di kolam renang yang airnya dangkal. Akan bahaya jika langsung berenang dan menceburkan diri ke laut. Tidak siap dengan segala resikonya, shock lantas takut dan kapok untuk berinvestasi lagi. Padahal investasi bukanlah hal yang menakutkan. Selama kita tahu tujuannya dan bisa mengelola resiko, maka hasil yang didapat pun bisa optimal.

Dengan dibantu para manajer investasi di MAMI kita bisa menyisihkan sebagian uang bakso kita untuk dikelola dan bisa dijadikan sangu untuk menghabiskan masa tua. Siapa tahu uang bakso yang kita sisihkan sekarang, suatu saat bisa dipakai untuk menikmati bakso di Italia atau Perancis, menghabiskan masa tua keliling dunia dengan pasangan. Romantis ya? Sssssttt… dengar-dengar MAMI mau meluncurkan produk reksadana syariah. Tunggu ulasan berikutnya yaaa….!