Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini, Demi Gengsi atau Kebutuhan?

BELAJAR BAHASA INGGRIS SEJAK DINI, DEMI GENGSI ATAU KEBUTUHAN?

Siapa yang sekarang masih menganggap anak kecil ngomong pakai Bahasa Inggris itu hanya sebagai gaya-gayaan saja? Siapa yang masih berpikir bahwa bisa cas cis cus Bahasa Inggris itu cuma untuk pamer gengsi strata sosial saja?

Aduuuhh.. lebih baik hapus deh stereotype seperti itu. Itu sudah gak jaman lagi. Sekarang jaman sudah makin maju. Globalisasi berkembang di segala bidang. Era pasar bebas sudah di mulai. Jangankan generasi muda, pedagang kain di pasar pun sekarang musti bisa berbahasa Inggris. Untuk apa? Ya untuk bersaing dengan pasar dari luar negeri dooong. Sekarang jual mie ayam saja bisa online hingga ke Negara tetangga. Masa sih masih mau mager begitu-begitu aja? Ayo sekarang saatnya mengembangkan sayap lebih lebar.

Naah… karena kebutuhan bahasa yang semakin meningkat inilah, sekarang anak kecil sudah wajib belajar Bahasa Inggris. Anak TK saja sekarang sudah diajari cas cis cus berbahasa Inggris. Bukan hanya di sekolah elit lhoo.. bahkan sekolah TK di pelosok desa sekalipun pengenalan bahasa Inggris ini sudah ada. Jangankan di sekolah, games anak-anak di gadget pun sekarang menggunakan bahasa Inggris semua kan? Pernah merasa heran gak sih kenapa anak bisa mengikuti instruksinya? Ternyata cara kerja otak anak itu amazing luar biasa lhooo…

Roslina Verauli, S.Psi, M.Psi, Psikolog yang menjadi narasumber dalam EF Talkshow, menuturkan bahwa kemampuan otak anak dalam belajar bahasa itu memiliki masa golden moment, yaitu antara usia 0 hingga 6 tahun, dan mengalami puncak tertinggi ketika anak berusia 1 tahun. Terjawab kan kenapa anak rajin bergumam ketika usia 1 tahun’an. Itu karena otaknya bekerja menirukan bunyi-bunyian yang di dengarnya dan menangkap maknanya. Jadi kalau kamu mendengar ada yang bilang anak yang belajar lebih dari 1 bahasa itu bisa bikin terlambat bicara, ternyata itu sebatas mitos belaka. Karena terlambat bicara atau speech delay itu dipengaruhi banyak faktor.

Memangnya anak usia 0 tahun sudah bisa menangkap apa yang kita bicarakan? Jangankan yang sudah lahir, anak yang masih dalam kandungan dan sudah memiliki indera lengkap saja, sudah bisa menerima stimulasi. Ketika di dalam rahim, janin menggunakan indera pendengerannya untuk menerima rangsangan dari luar. Ketika anak sering diperdengarkan murotal bacaan Al-Quran sejak dalam rahim, maka otak anak menyimpan memori tentang bunyi bahasa yang pernah ia dengar sejak di dalam kandungan. Demikian juga dalam berbahasa Inggris. Meskipun baru lahir tetapi diberi stimulasi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris, maka otaknya terbiasa mendengar bunyi bahasa tersebut.

Mau anak pinter bahasa Inggris itu sebenarnya gak ribet kok. Kuncinya hanya STIMULASI. Stimulasi seperti apa sih yang bisa kita berikan?

  1. Merespon bunyi-bunyi dari bayi dengan kata. Ketika bayi memegang boneka pisang, misalnya, maka kita bisa meresponnya dengan mengatakan “Banana”. Si bayi akan merekam dalam otaknya bahwa benda kuning berbentuk panjang itu “Banana”. Gampang tho?
  2. Memberi perhatian dan komentar pada apa yang anak lihat. Ketika anak sudah mulai menirukan dengan menyebut kata “Banana”, kita bisa memberikan komentar lanjutan, seperti “Do you want some banana?” atau bisa juga dengan menanyakan “are you hungry? Do you want some banana?”. Ini membantu anak untuk mengeksplorasi kata lewat apa yang ia rasakan.
  3. Bermain social games. Stimulasi bahasa bisa juga dilakukan dengan mengajak anak bermain social games. Karena pada dasarnya anak-anak itu dunianya bermain, maka permainan menjadi stimulasi yang pas. Peraturan dan tata tertib permainan bisa dijelaskan dengan menggunakan bahasa Inggris. Sehingga anak terbiasa mendengar dan berbicara dengan bahasa Inggris dalam suasana yang menyenangkan
  4. Melibatkan anak dalam bermain pura-pura. Siapa sih yang gak senang bermain dengan imajinasi? Anak-anak pasti senang berpura-pura menjadi tokoh favorite super heronya. Bermain pura-pura juga bisa menjadi ajang stimulasi berbahasa yang seru lhoo..
  5. Melibatkan anak dalam percakapan sehari-hari. Nah, stimulasi yang intens dan berkelanjutan inilah yang paling bagus dan cepat dalam perkembangan bahasa anak. Dengan menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, maka penyerapan bahasa semakin mudah. Tentu saja anak juga jadi tidak merasa terpaksa belajar.

Naah… semua stimulasi di atas bisa dilakukan selama orang tua juga menguasai bahasa itu sendiri. Jika orang tua tidak menguasai bahasanya, tentu saja pemberian stimulasi jadi tidak maksimal. Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan kondisi dan keterbatasan orang tua? Seperti kita tahu, sebagai orang tua keterbatasan kadang bukan hanya pada kemampuan, tetapi juga soal waktu. Dengan segala keterbatasan kita sebagai orang tua, bisakah kita memberikan stimulasi bahasa yang maksimal? Bisa sangat bisa.

                    Baca Juga: Menyiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak

Jika orang tua sibuk, atau memiliki keterbatasan dalam memberikan stimulasi berbahasa, anak masih bisa mendapatkan stimulasi yang maksimal dengan memanfaatkan peran lingkungan sekitar dan support sistem yang mumpuni. Jika tinggal dengan saudara ipar yang segambreng dan berjiwa muda, bisa banget dimanfaatkan untuk membantu anak-anak mendapatkan stimulasi bahasa yang maksimal. Kali aja tinggal bareng 3 saudara ipar yang memiliki kemampuan berbahasa asing berbeda-beda, wuaah kece banget deh pastinya. Lalu bagaimana jika lingkungan tempat tinggal pun juga tidak mendukung?

Ya udah masukkan saja ke EF English First!

Kata Darius Sinathrya dan Donna Agnesia, itulah yang mereka lakukan ke anak-anak mereka sejak kecil. Padahal mereka belum sekolah, kenapa kok dimasukkan untuk ikut les Bahasa Inggris? Karena sebenarnya les itu bukan untuk memperbaiki nilai yang jelek. Les itu untuk menunjang kesukaan dan kebutuhan anak. Les itu harus menyenangkan. Les itu harus seru. Dan anak seharusnya menikmati waktu lesnya.

Darius dan Donna memutuskan untuk memasukkan anak-anak mereka ke EF English First bukan untuk Gengsi. Catat ya! Bukan untuk Gengsi, anak artis harus bisa cas cis cus Bahasa Inggris. Bukan! Darius dan Donna memasukkan anak-anak mereka ke EF karena kebutuhan berbahasa Inggris yang makin tinggi. Di EF anak-anak bisa mendapat stimulasi dengan benar dan maksimal, tetapi anak-anak bisa tetap senang melakukannya. Terbukti anak-anak Darius dan Donna hafal sekali kapan waktunya ke EF. Dan ketika mereka harus belajar di EF, mereka tidak mau diajak menghadiri acara yang lain, karena datang ke EF lebih menyenangkan. Naah… Kalau stimulasinya seperti itu, pasti anak-anak senang. Hasilnya pun juga bisa maksimal.

Sebagai penyedia jasa kursus bahasa Inggris, EF English First bisa menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin mendidik anak menjadi generasi yang multilingual. Kita tahu dengan segala kesibukan dan keterbatasan kita, tidak bisa menutup kemungkinan kita pun kadang membutuhkan support sistem dalam membantu mendidik anak-anak. Dengan memiliki kemampuan lebih dalam berbahasa, tentu akan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

Berdasarkan penelitian, anak yang memiliki keterampilan multilingual memiliki IQ lebih tinggi. Sehingga anak juga memiliki kecerdasan sosiokultural yang lebih dibandingkan teman seusianya. Karena anak multilingual akan memiliki kemampuan memetakan penalaran dan flesibilitas dalam berpikir, maka biasanya anak tersebut bisa tumbuh menjadi pribadi yang mampu bersaing dengan sesamanya. Ternyata mendidik anak multilingual itu punya banyak manfaat yaa… Bukan sekedar demi gengsi.

Fitur-Fitur Perbankan Yang Jarang Orang Tahu

FITUR-FITUR PERBANKAN YANG JARANG ORANG TAHU – Jaman semakin maju. Banyak fasilitas yang dapat kita nikmati yang dapat mempermudah kehidupan kita. Termasuk dalam dunia perbankan. Jika dulu bank hanya sebagai tempat untuk simpan-pinjam uang, maka saat ini manfaat yang bisa kita ambil bisa lebih banyak. Uang yang ditabung di bank, selain hanya sekedar disimpan, bisa kita manfaatkan dengan cara yang aman, seperti untuk berbelanja,mem bayar cicilan, tagihan listrik, telepon dan sejenisnya. Apakah hanya berhenti sampai disitu? Ternyata tidak. Berikut beberapa fitur-fitur perbankan yang jarang diketahui dan bisa kita manfaatkan.

1. Informasi transaksi melalui SMS atau email.

Jika biasanya untuk mengetahui detail transaksi perbankan, kita harus mencetak atau print buku tabungan ke bank, maka sekarang hal tersebut bisa jadi lebih mudah. Karena beberapa bank mempermudah nasabahnya dengan memberikan informasi transaksi melalui SMS atau email. Hal ini juga dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan. Apabila terdapat transaksi yang tidak wajar atau mencurigakan, nasabah dapat mengetahuinya lebih awal.

2. Autodebet

Fasilitas autodebet adalah fasilitas yang disediakan beberapa bank untuk para nasabahnya, yang memungkinkan bank mendebet secara langsung rekening nasabah secara otomatis setiap bulan sesuai persetujuan. Ini mempermudah nasabah dalam membayar tagihan atau iuran setiap bulan tanpa harus mendebet terlebih dahulu.

3. Auto Fund Transfer

Fitur Auto Fund Transfer atau AFT adalah fitur yang memungkinkan nasabah membayar cicilan ke rekening perusahaan atau instansi tertentu secara rutin dan otomatis. Jika nasabah memiliki cicilan mobil, rumah, atau motor ke perusahaan leasing atau KPR, maka bisa memanfaatkan fitur AFT tersebut untuk menghidari lupa atau terlambat bayar tagihan cicilan. Seperti kita tahu lupa atau terlambat bayar tagihan biasanya kita terkena denda. Sedih pasti kalau denda bertumpuk hanya karena kesibukan dan lupa.

4. Auto Transfer System

Auto Transfer System atau ATS adalah fitur yang dapat digunakan untuk mengirim uang ke rekening lain secara rutin setiap bulan dan otomatis. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk membayar gaji bagi nasabah yang memiliki karyawan, atau mengirimkan uang ke saudara secara rutin. Dengan AFT maka meminimalisir tingkat lupa karena kesibukan dan mempermudah proses.

5. Desain Kartu ATM Sendiri

Beberapa jenis tabungan memberikan fasilitas desain kartu ATM sesuai keinginan nasabah. Personalisasi kartu ATM tersebut menarik bagi nasabah karena kartu ATMnya tidak akan memiliki resiko tertukar dengan milik orang lain. Selain itu desain kartu ATM sendiri bisa juga diisi dengan foto yang memiliki kenangan bagi nasabah sekaligus dapat mengabadikan momen-momen berharga. Menarik sekali ya?

6. Tabungan sekaligus Asuransi

Beberapa jenis tabungan juga dilengkapi dengan asuransi kesehatan dan asuransi kematian. Seperti tabungan anak-anak yang kami miliki dilengkapi dengan asuransi untuk anak. Meski nilai asuransinya tidak terlalu besar, namun lumayan untuk dimanfaatkan jika dibutuhkan. Dan fitur ini penting untuk diketahui, karena jika dibutuhkan bisa diambil atau diklaim ke bank yang bersangkutan. Karena itu ketahui fitur lengkap tabunganmu dengan menanyakan sedetail mungkin ke customer service bank bersangkutan.

Tidak semua jenis tabungan memiliki fitur diatas sekaligus. Beberapa bank menggunakan istilah berbeda untuk jenis manfaat yang sama. Untuk tahu lebih detail jenis manfaat yang bisa kamu dapatkan dari tabunganmu, tanyakan sejelas mungkin ke petugas bank yang bersangkutan. Namun musti diingat juga, jika jenis tabungan semakin banyak memiliki jenis manfaat, maka semakin tinggi pula biaya administrasi yang akan dikenakan. Namun jika fitur tersebut dapat memudahkan pekerjaan dan aktivitasmu, maka kamu bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan biaya administrasi yang terjangkau. Apabila tidak banyak manfaat yang kamu butuhkan, maka kamu bisa mengambil jenis tabungan konvensional dengan biaya administrasi yang cukup rendah dan tidak terlalu membebani.

Apakah jenis tabungan tersebut aman?

Semua jenis tabungan di bank di lindungi oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan selama suku bunga yang ditawarkan tidak melebihi ketentuan LPS dan OJK. Jika ada jenis simpanan yang memiliki fitur lengkap dan dilindungi keamanannya, apa kamu masih ragu juga? Meskipun ada isu rush money yang bisa membuat bank ditutup oleh OJK, tabunganmu tetap aman dan akan diganti penuh oleh LPS tanpa berkurang sepeser pun, kecuali kamu memiliki kewajiban yang harus diselesaikan dengan bank bersangkutan. Jika terjadi tindak kejahatan, seperti pencurian atau perampokan terhadap bank tempat kamu menyimpan uang, apakah uangmu juga ikut lenyap? Tentu tidak! Kan ada LPS yang akan menjamin simpananmu hingga sen terkecil.

Ayo ketahui manfaat yang bisa kamu ambil dari tabunganmu dan gunakan semaksimal mungkin!

Ketika Si Kembar Belajar Puasa

KETIKA SI KEMBAR BELAJAR PUASA – Satu Ramadhan kembali berlalu. Setiap orang, setiap keluarga tentu menyimpan kenangan tentang Ramadhannya masing-masing. Termasuk keluarga kami. Tahun ini adalah tahun kedua bocah kembar kami belajar puasa. Mungkin buat sebagian orang kisah kami biasa-biasa saja. Banyak yang menjalani hal serupa, bahkan jauh lebih baik. Namun cerita ini bukan tentang siapa yang lebih hebat. Ini hanya cerita orang tua tentang perjalanan anak-anaknya.

Kami tidak pernah memaksakan atau memiliki target bocah kami harus sudah puasa penuh umur sekian. Kami menjalani dan mengajarinya dengan penuh suka cita, tidak ada paksaan, atau iming-iming segala macam. Kami percaya bahwa ibadah adalah tentang perjalanan spiritual masing-masing individu. Tidak bisa dipaksakan apalagi dicampuri.

Kira dan Kara mengenal puasa jauh sebelum mereka benar-benar ikut berpuasa. Sejak umur 2-3 tahun’an, mereka sering terbangun ketika kami sedang bersantap sahur bersama. Karena tinggal dengan mertua, maka hampir setiap santap sahur rumah kami riuh rendah dan meriah oleh celoteh anggota keluarga. Maklum serumah isinya orang banyak yang senang ngobrol dan diskusi bahkan bergosip. Karena itu suasana sahur di rumah kami selalu meriah. Ditambah lagi suara TV yang selalu menyala setiap kali papa bangun tidur, menambah kemeriahan suasana sahur di rumah kami.

Rupanya kemeriahan itulah yang sering mengundang Kira dan Kara untuk ikut bangun dan “makan” sahur. Dulu ketika terbangun mereka akan ikut makan apa saja yang buat mereka menyenangkan. Mulai dari susu, kue, roti atau apa saja yang tersaji di meja kecil di depan TV. Dan semua itu mereka lakukan karena rasa penasaran, dengan sukarela, tanpa dipaksa. Mungkin mereka menganggap makan bareng di pagi buta bersama-sama itu sama menyenangkannya, hingga rasa kantuk pun terkalahkan oleh rasa penasaran. Selesai santap sahur dan sholat shubuh mereka pun kembali terlelap.

Dalam perjalanannya mereka lalu bertanya, kenapa ayah, bunda, uti, akung, dan om selalu makan ketika masih gelap? Saat itulah kami mengenalkan tentang makan sahur dan apa itu puasa. Maka sejak itu mereka penasaran seperti apa rasanya puasa, dan beberapa kali minta untuk ikut puasa. Saya menjanjikan tahun depan, ketika usianya sudah lebih dari 5 tahun mereka boleh ikut berpuasa. Bukan karena apa, tapi karena berat badan mereka yang selalu bikin dag dig dug. Mungkin berat badan Kira tak terlalu mengkhawatirkan, namun berat badan Kara selalu mengundang rasa tak tega jika mengijinkannya untuk berpuasa. Bisa bayangkan, disaat sekarang umurnya genap 7 tahun, berat badannya tak lebih dari 14 kg. Bukan, bukan karena ia kurang gizi, tapi karena dia termasuk tipe slow growth. Seluruh tumbuh kembangnya normal, hanya berat badannya saja susah naiknya. Tak usah tanya kenapa, cukup tengok saja siapa ibunya.

Mengijinkan Kira dan Kara berpuasa dan mengajarkan mereka untuk menahan rasa lapar dan haus sebenarnya bukan hal yang susah bagi kami. Kenapa? Karena memang sangat jarang mereka mengeluh lapar di kesehariannya. Bahkan lebih banyak diingatkan ketika waktunya makan tiba, dibandingkan mereka mengeluh lapar terlebih dahulu. Malah terkadang saya sengaja tidak masak apapun sampai mereka sendiri minta makan. Tega? Ya antara tega dan gak tega. Cuma penasaran saja, sebenarnya mereka ini punya rasa lapar atau tidak..  ^_^

Sesuai janji saya tahun sebelumnya, ketika usianya sudah lebih dari 5 tahun, saya ijinkan mereka untuk ikut berpuasa. Karena masih belajar, seperti kebanyakan anak-anak yang lain mereka masih berpuasa setengah hari. Itu berarti sehari mereka masih makan 3 kali. Bedanya hanya mengatur jam makannya dan jam cemilannya. Tengah hari ketika adzan Dhuhur mereka boleh makan berat dan cemilan sekaligus. Setelah itu kembali berpuasa hingga waktu adzan Maghrib tiba. Tak dinyana ternyata mereka sangat konsisten menjalankan puasa pertamanya. Kami hampir tak mengalami kendala berarti mengajarkan mereka berpuasa. Mulai dari bangun sahur, mengajarkan kapan boleh makan dan kapan harus berhenti, semua dijalani dengan keikhlasan dan kesadaran. Bahkan bisa dibilang mereka jauh lebih konsisten dari saya sendiri. Padahal ketika tahun pertama belajar puasa, kita sedang mudik di rumah ibu di Ngawi. Ketika menempuh perjalanan pulang dari Ngawi ke Surabaya saya sudah berpikiran jika mereka haus di jalan, saya akan mengijinkan mereka untuk membatalkan puasanya. Ternyataa mereka konsisten dan menunggu saat benar-benar waktu berbuka tiba. Jadi tahun pertama puasa dijalankan dengan sukses oleh mereka. Alhamdulillah.

Menginjak tahun kedua, kami masih belum memaksa atau meminta untuk puasa satu hari penuh. Lagi-lagi selain karena pertimbangan berat badan, kami ingin mereka menjalani ibadah karena keinginan sendiri. Menjalankan puasa penuh dengan keinginan sendiri tentu akan lebih mengurangi rewel dan bosan menunggu waktu berbuka tiba. Jadi kami bebaskan mereka untuk puasa sesuai kemampuan mereka. Namanya belajar tentu ditakar sesuai kemampuan sendiri. Bukankah mampu bukan hanya bisa menahan rasa lapar dan haus, tapi juga mampu mengatasi emosi dan mengontrol nafsu diri sendiri. Namun di tahun ini Kira dan Kara sudah tahu kapan waktu berbuka yang sesungguhnya. Sehingga mereka tahu dan punya motivasi untuk bisa terus belajar puasa satu hari penuh.

Seperti harapan kami, pelan-pelan mereka meminta untuk belajar mengupgrade kemampuan sendiri. Di hari kesekian puasa, tiba-tiba Kira minta untuk berbuka ketika adzan Ashar. Dia tidak keberatan meski Kara tetap berbuka ketika adzan Dhuhur. Bukankah kemampuan tiap orang berbeda-beda? Kami ijinkan mereka berbuka diwaktu yang berbeda. Tanpa rewel, tanpa paksaan dan tanpa iming-iming apapun. Kira yang awalnya adzan Ashar makan penuh, lalu minta berbuka Ashar hanya minum dan makan 1 cemilan saja. Lalu dilanjut keesokan harinya minta mencoba puasa satu hari penuh. Alhamdulillah, Kira sukses menjalaninya.

Melihat Kira bisa puasa satu hari penuh, bisa diduga Kara pun penasaran. Diikutilah jejak saudara kembarnya untuk mencoba puasa sampai adzan Ashar, dilanjut keesokan harinya puasa penuh. Alhamdulillah sukses. Tapi karena dasarnya rasa penasaran dan tak ingin kalah, maka untuk Kara masih diselingi pertanyaan sehari 1000x apa adzan Maghrib masih lama. Ternyata belajar pun banyak caranya dan berbeda-beda. Ayo nduk, kita belajar tentang kesadaran diri sendiri dan mengekang keinginan sendiri. Seperti kereta kuda, dibutuhkan tali kekang untuk mengendalikannya agar sampai di tujuan dengan aman dan selamat.

Jadi tahun ini mereka menjalankan puasa on-off antara setengah hari, ¾ hari, hingga puasa satu hari penuh. Insyaallah belajarnya meningkat ya nduk..

Sekali lagi ini bukan tentang siapa yang lebih hebat. Tapi ini tentang catatan sebuah perjalanan.  Selama masih mau untuk terus belajar, maka kalian semua hebaaat!

Bijak Mengelola THR

BIJAK MENGELOLA THR – Lebaran sudah di depan mata. Hanya tinggal menghitung hari. Itu berarti sebentar lagi tunjangan yang dinanti banyak umat di Indonesia akan segera turun. Apalagi kalau bukan Tunjangan Hari Raya atau THR. Dana THR ini menjadi dana segar penyelamat banyak kebutuhan. Namun musti diingat, mengelola uang THR dibutuhkan kebijaksanaan dan kecerdasan agar dana tidak kebobolan disana-sini.

Jangan mentang-mentang gaji yang diterima bulan ini jadi 2 kali lipat lebih banyak, lantas bisa bebas membeli apa saja yang diinginkan. Begitu terima amplop lebih tebal, langsung dibawa masuk mall yang memasang banyak diskon dan sale, pulang bawa tentengan segambreng. Sampai rumah baru ingat belum bayar ini itu, tapi nasib amplop sudah tipis. Jangan sampai tekor yaaa..

Biar gak tekor, ayo kita kelola uang THR dengan bijak. Bagaimana caranya?

Buat Prioritas!

Sebelum dana THR turun, buat dulu prioritas anggaran. Tentukan mana yang harus dibayar terlebih dahulu, dan coret yang tidak terlalu penting. Tanpa skala prioritas, tentu saja bisa jadi kebobolan di sana-sini. Bayar terlebih dahulu semua yang menjadi kewajiban dan tidak boleh ditunda. Bayar segera setelah uang diterima atau amplop ada di tangan. Kalau ditunda, bisa jadi lupa atau malah uang keburu habis. Karena itu selalu biasakan untuk membuat prioritas anggaran.

Tunaikan Kewajiban!

Bayarkan segera yang menjadi kewajiban, seperti hutang, gaji dan THR untuk asisten rumah tangga, atau yang lainnya. Mumpung penghasilan sedang berlebih, jangan lupa untuk membayar hutang yang memang harus dibayar. Menunda membayarkan kewajiban bisa berbahaya dan mengancam anggaran belanja yang lainnya. Karena itu segera bayarkan kewajiban setelah uang diterima. Apabila kewajiban sudah lunas, tentu lebih lega untuk menyusun rencana anggaran yang lainnya.

Bayarkan Zakat!

Sebagai muslim, setiap bulan Ramadhan kita punya kewajiban untuk membayar Zakat Fitrah. Karena itu sisihkan sebagian dana THR untuk membayar zakat. Zakat bisa dibayar di lembaga-lembaga amil yang ada di kota masing-masing, atau ke panitia penerimaan zakat yang biasanya ada di tempat ibadah terdekat. Selain Zakat Fitrah, hitung juga zakat maal yang harus dikeluarkan apabila jumlah harta yang kita miliki sudah mencapai nisab. Jika tidak tahu cara menghitungnya, bisa dikonsultasikan dengan lembaga atau badan amil di kota masing-masing. Dengan menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk berzakat, Insyaallah menambah berkah rejeki kita.

Sisihkan untuk Tabungan!

Menerima tunjangan bukan berarti bisa dihabiskan semua. Alangkah bijaknya jika bisa disisihkan sebagian untuk ditabung. Sebagian uang THR bisa dimasukkan untuk pos dana darurat atau dana pendidikan anak-anak. Bahkan biasanya saya sisihkan juga untuk dana liburan. Bagaimanapun juga kami butuh piknik. Tidak perlu jauh. Asalkan bisa keluar sejenak dari rutinitas, yang penting punya waktu berkualitas bersama keluarga. Bahkan kadang kami hanya pergi camping ke pinggir waduk di dekat rumah ibu di kampung.  Hanya dengan sewa tenda dan perlengkapan camping, kami sekeluarga bisa pulang membawa cerita berbeda.

Pos-pos dana tabungan tersebut kami simpan ke dalam beberapa rekening di bank. Pernah mendengar ujaran “Jangan menyimpan beras dalam satu lumbung. Agar tidak semua terserang hama”? Konon katanya, ketika selesai musim panen, para petani menyimpan hasil panennya dan membaginya ke beberapa tempat yang berbeda. Hal ini dilakukan agar ketika satu lumbung terkena hama seperti tikus atau semacamnya, petani masih memiliki simpanan hasil panen di tempat yang lain. Sehingga tidak habis semua.

Hal yang sama berlaku juga pada tabungan. Saya juga membagi tabungan ke dalam beberapa rekening berbeda. Dana darurat saya simpan di rekening berbeda dengan dana pendidikan anak-anak. Hal ini memudahkan saya untuk memantau masing-masing kebutuhan, tanpa menganggu kebutuhan yang lainnya. Seperti sekarang ini saya harus membayar biaya pendaftaran masuk SD anak-anak tanpa mengganggu pos dana tabungan saya yang lain.

Menyimpan tabungan di beberapa bank yang berbeda juga tidak membuat saya khawatir. Karena semua bank yang beroperasi di Indonesia sekarang dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Itu artinya semua tabungan kita yang tersimpan di bank dilindungi oleh LPS, bahkan hingga 2 Milyar. Jadi apabila terjadi bencana, bank dilikuidasi, atau terjadi tindak kejahatan, dana nasabah akan tetap aman dan utuh, karena LPS akan mengganti semua dana yang hilang. Dengan demikian kita tidak akan kehilangan sepeserpun uang kita di bank meskipun OJK menutup bank tersebut. Itu sebabnya saya tidak merasa risau, karena uang saya, termasuk tabungan THR aman dijamin oleh LPS.

Buat Anggaran Belanja Kebutuhan Hari Raya

Yang namanya THR tidak bisa dihindari pasti digunakan untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap hari Lebaran pasti dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga, mudik, atau berbagai bersama orang-orang tersayang. Namun seperti kita tahu, setiap lebaran pasti juga dibarengi dengan melonjaknya berbagai harga kebutuhan. Dengan naiknya harga barang, jangan dijadikan alasan untuk menghabiskan uang Tunjangan Hari Raya. Itu sebabnya dibutuhkan rencana sebelum pergi berbelanja.

Biasakan untuk membuat daftar belanja kebutuhan sebelum berangkat ke supermarket atau mall. Prioritaskan untuk membeli barang-barang yang memang sangat dibutuhkan. Pertimbangkan juga kenaikan harga masing-masing barang. Agar lebih akurat gunakan media online untuk mengecek harga-harga barang yang dibutuhkan. Apabila ingin membeli melalui toko online pertimbangkan juga ongkos kirim dan lamanya pengiriman barang. Karena menjelang hari lebaran lonjakan lalu lintas pengiriman barang biasanya jauh lebih padat, sehingga pengiriman bisa molor dibandingkan hari biasa.

Nah, ternyata tidak susah kan mengelola dana THR. Dengan terbiasa disiplin dalam membuat rencana anggaran, maka kita akan terlatih mengutamakan kepentingan dan kewajiban yang harus ditunaikan. Mengelola keuangan dengan bijak juga bisa membawa ketenangan. Kita tidak akan terbebani dengan banyak kewajiban dan hutang yang harus ditunaikan, sementara uang sudah habis untuk berbelanja banyak hal. Dengan merencanakan keuangan, kita juga jadi tahu seberapa besar kemampuan kita dalam berbelanja dan berbagi, tanpa harus terbebani gengsi.

Selamat menyambut THR!

Gara-Gara Rambut

GARA – GARA RAMBUT

Siapa mengira hanya gara-gara rambut aku mengalami banyak kisah, mulai dari dinyinyirin teman, didiamkan Bapak, hingga bertemu jodoh.

Aku dan Rambutku

Gara-gara rambut, aku pernah berselisih dengan teman. Dulu rambutku pernah panjang sepinggang. Meski berhijab, rambutku selalu tercepol rapi di balik kerudung. Namun gara-gara rambut, teman kamar kost pernah menegurku, karena bekas sisiran rambutku berceceran di lantai. Ia geli melihat helai rambut yang jatuh di lantai. Akibatnya setiap selesai sisiran aku ditegur dan disewotin. Padahal menurutku ya cuma rambut yang bisa dibersihkan dan dibuang. Siapa sih yang rambutnya gak pernah rontok sama sekali? Wajar kan ya.. Tapi yang namanya geli itu gak bisa dihindari juga, akhirnya aku memilih mengalah. Daripada puyeng selalu berhadapan dengan teman yang sewot, akhirnya aku memutuskan memotong pendek rambutku. Harapannya sih rontok bisa berkurang.

Setelah rambutku pendek, masalah berganti. Dari yang semula hanya rontok, sekarang bertambah dengan ketombe. Entah dari mana datangnya mahluk berwarna putih itu, tiba-tiba memenuhi  kulit kepala. Banyak shampoo anti ketombe aku coba, bukannya hilang, setiap selesai keramas ketombe selalu kembali muncul. Gara-gara rambut berketombe aku sempat dikira jorok dan jarang keramas. Beberapa teman meledek meski dengan bahasa bercanda. Sebel yaa.. Bukan hanya itu saja. Gara-gara rambut aku potong pendek, Bapak sedih berat. Tiga hari aku tak disapa Bapak ketika aku pulang kampung. Duh! Bapak memang mengagumi perempuan berambut panjang. Karena itu ketika rambutku pendek, Bapak sedih sekali.

Pernah karena putus asa aku datang ke Dokter spesialis kulit. Diagnosanya mengatakan pertumbuhan atau regenarasi sel kulitku terlalu cepat. Sehingga terjadi penumpukan sel kulit mati di  kepala. Itulah biang si ketombe rajin nongol di sana. Dokter lain mengatakan aku alergi deterjen. Padahal kebanyakan shampoo pasti menggunakan deterjen sebagai salah satu bahannya. Namun dari semua resep dokter yang harus aku tebus tersebut, cukup membuat dompetku meringis. Rasanya gaji sebagian besar habis hanya untuk beli shampoo khusus dari dokter. Aku sedih.

Pernah juga aku membuat ramuan herbal sendiri dari resep-resep yang aku temui di internet. Mulai dari air jeruk nipis, madu, minyak zaitun hingga air sisa cuci beras semua pernah aku coba. Beberapa memang memberikan hasil yang memuaskan, namun banyak juga yang berakhir menyedihkan. Masalahnya adalah waktuku tersita untuk kerja di pagi hari dan kuliah di malam hari. Akhir pekan banyak aku habiskan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Setelah menikah pun waktuku tersita untuk merawat dua bocah kembarku. Rasanya terlalu ribet jika aku harus membuat ramuan-ramuan itu setiap kali keramas.

Hingga pada akhirnya aku pasrah. Mau orang berkata apa tentang rambutku, aku pasrah. Banyak usaha sudah aku lakukan demi mendapatkan rambut sehat. Padahal rambutku cukup tebal, hitam dan berombak. Yang bisa kulakukan hanya lebih rajin membersihkan rambut. Jika memang hasilnya masih selalu ada ketombe nongol, aku cuek. Anggap saja ketombe dan rambut rontok sudah menjadi bagian dari kulit kepalaku. Toh suamiku tak banyak protes. Mungkin ia sudah cukup lelah mendengar curhatku tentang rambut.

 

Aku Dan Jodohku

Pernah dengar gak kalau katanya jodoh atau rejeki itu datang di saat kita pasrah total. Ketika kita benar-bener berserah diri, di saat itulah pertolongan Tuhan datang. Dan pertolongan Tuhan untuk rambutku datang lewat sebuah acara dating bersama teman-teman sesama hijabers. Tanggal 21 Mei kemarin beberapa perempuan berhijab yang memiliki masalah rambut serupa, berkumpul dalam acara Azalea Hijab Dating. Di acara tersebut kita berkenalan dengan beberapa permasalahan rambut yang umum dihadapi oleh perempuan-perempuan yang mengenakan hijab. Aaah.. ada rasa lega. Ternyata aku tak sendiri.

Rata-rata perempuan-perempuan tersebut memiliki masalah rambut yang hampir sama. Mulai dari rambut rontok, berketombe, mudah patah, lepek dan kusut. Permasalahan-permasalahan tersebut sangat umum dan wajar dihadapi oleh perempuan yang mengenakan hijab. Hal itu dikarenakan rambut yang tertutup hijab susah untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Akibatnya rambut akan lebih mudah lembab. Jika rambut dan kulit kepala lembab, bisa dipastikan ketombe lebih mudah tumbuh. Kelanjutannya bisa ditebak, kalau rambut berketombe tentu saja akan mudah rontok dan mudah patah. Say Goodbye deh pada rambut cantik melambai.

Nah katanya rangkaian perawatan rambut dari AZALEA ini diklaim bisa membuat rambut segar dan bebas lepek.  Jadi si AZALEA ini dibuat oleh PT. Gondangwangi terinspirasi oleh NATUR. Sudah kenal NATUR kan? Perawatan rambut yang berbahan dasar herbal dan bebas deterjen.  Rangkaian perawatan rambut dari AZALEA terdiri dari 2 macam produk, yaitu Shampoo dan Hairmist.

Shampo seperti biasa digunakan untuk membersihkan rambut. Seperti NATUR, Shampoo dari AZALEA juga bebas deterjen. Jadi aman buat kamu yang memiliki alergi terhadap deterjen. Shampoo AZALEA terbuat dari Minyak Zaitun, Ekstrak Ginseng dan Menthol. Minyak Zaitun membantu rambut terjaga kelembabannya. Ekstrak ginseng bemanfaat untuk membantu mencegah timbulnya ketombe. Sedangkan Menthol membantu rambut terasa segar sepanjang hari.

AZALEA Hairmist mengandung Minyak Zaitun, Aloe Vera dan juga Menthol. Aloe Vera membantu perawatan rambut agar tetap terjaga kesehatannya. Dan semua proses ekstraksi dari bahan-bahan tersebut, baik yang digunakan untuk shampoo maupun hairmist dilakukan sendiri oleh PT. Gondangwangi sehingga terjamin kualitasnya.

Tapi apa iya seperti itu? Atau hanya sekedar iklan pemanis produk agar laku? Aku ragu. Jangan-jangan hasil akhirnya kurang lebih sama dengan shampoo anti ketombe yang lain yang pernah aku pakai.

 

Aku dan Pembuktianku

Pulang dari acara #AzaleaHijabDating aku membawa produk rangkaian perawatan rambut dari AZALEA untuk aku coba. Produk yang diklaim sebagai  #HijabHairCare tersebut harus benar-benar dibuktikan sebelum aku menulis reviewnya. Bahkan demi mendapatkan hasil yang benar-benar akurat, aku rela menulis di detik-detik terakhir batas penulisan. Karena aku tak ingin sekedar menulis pepesan kosong yang tulisan tak sesuai dengan kenyataan. Aku harus membuktikannya sendiri. Bukan hanya sekali atau dua kali mencoba. Aku harus mencobanya berkali-kali agar aku yakin dengan hasil yang di dapat.

Daaaan berikut yang aku rasakan…

Setelah membersihkan rambut menggunakan AZALEA Shampoo rambut terasa segar lebih lama. Setelah dua minggu pemakaian, kotembe sangat jauh berkurang. Dan ajaibnya mahluk putih itu gak nongol lagi. Rambut rontok berkurang hingga 80%.  Dan yang paling menyenangkan dari shampoo Azalea ini adalah wanginya segar banget. Berbeda dengan wangi shampoo yang sering aku temui, wangi AZALEA ini khas sekali. Meski terbuat dari bahan dasar herbal dan alami, tetapi tidak ada aroma jamu yang menyengat. Amazing bukan.

Bagaimana dengan pemakaian Hairmist? Hairmist biasanya aku pakai setelah selesai keramas dan disaat rambut terasa gerah karena cuaca panas. Bisa ditebak kan cuaca Surabaya akhir-akhir ini seperti apa. Rasanya ceplok telur diatas ubun-ubun pun bisa matang saking panasnya. Nah si hairmist ini ternyata efektif banget membuat rambut terasa segar di cuaca yang panasnya naudzubillah ini. Wangi hairmist membuat rambut tak lagi bau apek dan lepek. Wanginya segar seperti habis keramas setiap hari. Serunya lagi, hairmist ini tidak meninggalkan bekas atau noda apapun baik di kulit kepala maupun di kain. Jadi jangan takut ketombe muncul setelah memakai hairmist. Kamu juga tidak akan menemui noda belang kuning pada baju dan kerudung akibat pemakaian hairmist. Insyaallah aman… Sekarang aku berani bilang kalau AZALEA #TheRealHijabCare. Benar-benar rangkaian perawatan rambut untuk perempuan berhijab yang sesuai dengan iklim dan cuaca tropis. Berasa ketemu jodoh deh!

Sayangnya AZALEA belum banyak beredar luas di supermarket-supermarket. Rangkaian perawatan produk ini hanya bisa ditemui di beberapa toko offline tertentu. Jika di Surabaya, AZALEA dijual di swalayan Bilka, Sakinah dan Palapa. Sebagian besar arek Suroboyo pasti mengenal swalayan-swalayan tersebut. Pilih saja yang terdekat dengan tempat tinggalmu. Untuk kota yang belum tersedia, bisa juga order online di Tokopedia dan MuslimMarket. Kisaran harganya pun terjangkau, antara 16.000 – 20.000an. Tidak mahal bukan? Masih bisa nabung untuk bekal biaya menikah atau anak sekolah dong…

Nah, dari pengalaman bersama AZALEA tersebut, maka saya berani mengatakan dan mendeklarasikan SAYA PUAS MEMAKAI SEMUA PRODUK AZALEA. Benar-benar AZALEA #TheRealHijabCare dan saya konsumen yang insyaallah akan melakukan repeat order!

PRUsyariah: Asuransi Syariah Yang Universal

PRUsyariah: Asuransi Syariah yang Universal – Menandai 10 tahun berkiprah di bidang industri asuransi jiwa syariah di Indonesia, pada tanggal 16 Mei 2017 PRUDENTIAL meluncurkan PRUprime Healthcare Syariah. Acara berlangsung di Pakuwon Center Surabaya dengan mengusung tema “10 Tahun PRUsyariah Untuk Semua” #PRUsyariahUntukSemua dan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya:

  • Rinaldi Mudahar, Country CEO PRUDENTIAL Indonesia
  • Ahmad Nuryadi, Sharia Supervisor Broad PRUDENTIAL Indonesia
  • Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications and Sharia Director PRUDENTIAL Indonesia
  • Paradikma Subawa, Product Planning & Development PRUDENTIAL Indonesia

Diantara kita pasti sebagian besar sudah tahu, atau paling tidak sering mendengar keluhan tentang melambungnya biaya kesehatan di Indonesia. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Namun yang jelas, lonjakan biaya tersebut tidak bisa kita bendung. Mau tidak mau, suka tidak suka, kenyataan ada di depan mata.

Pengalaman bengong dan tercengang di meja kasir menatap nota tagihan biaya Rumah Sakit sudah beberapa kali saya alami. Karena tak ingin seperti keledai yang masuk lubang yang sama, saya bergerilya mencari informasi tentang produk perlindungan jiwa. Lahir, jodoh, rejeki, sakit, mati memang mutlak keputusan Tuhan. Namun manusia diwajibkan untuk berikhtiar atau berusaha. Jika hujan itu menjadi urusan Tuhan, maka mencari payung adalah bentuk ikhtiar menghadapinya.

Nah, penasaran apa itu asuransi syariah dan bagaimana cara kerjanya? Duduk manis, ambil keripik, baca baik-baik!

Apa itu Asuransi Syariah?

Asuransi syariah adalah produk perlindungan jiwa yang memegang prinsip-prinsip syariah. Berbeda dengan asuransi konvensional, asuransi syariah dikelola dengan berpegang erat pada aturan-aturan atau kaidah syariah dan diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah. Dana polis yang terkumpul juga dimanfaatkan dan diinvestasikan ke dalam produk-produk industri yang sesuai dengan norma syariah. Sehingga para pemegang polis dapat bernafas dengan lega mengingat uang yang mereka kumpulkan tidak menyalahi aturan prinsip syariah.

Bagaimana cara kerja asuransi syariah?

Asuransi Syariah memegang 3 prinsip Syariah, yaitu: Tabarru, Akad dan Surplus Sharing.

Tabarru adalah dana yang dikumpulkan oleh para pemegang polis yang digunakan untuk membayar santunan kepada peserta pemegang polis yang membutuhkan. Dana inilah yang dikelola dan dimanfaatkan untuk saling membantu para peserta pemegang polis, sehingga berfungsi sebagai payung perlindungan jiwa ketika dibutuhkan. Dana tabarru inilah yang memegang prinsip tolong menolong dalam konsep syariah.

Akad dalam asuransi syariah ada 2, yaitu akad Hibah dan akad Tijarah Akad Hibah adalah perjanjian kesediaan dalam membayar biaya santunan dalam bentuk premi dan dikumpulkan bersama sebagai dana Tabbaru. Sedangkan Akad Tijarah adalah perjanjian atara pemegang polis dengan pihak yang akan mengelola dana tabbaru dengan imbalan berupa sejumlah fee.

Surplus Sharing adalah dana yang akan dibagikan pada seluruh pemegang polis jika ada kelebihan pada rekening dana Tabbaru.

Prinsip dan cara kerja diatas lah yang digunakan oleh PRUDENTIAL dalam membangun produk syariahnya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, PRUsyariah dapat menjadi produk yang mampu menjawab keinginan dan kebutuhan pasar, bukan hanya masyarakat muslim, namun masyarakat umum yang membutuhkan produk perlindungan jiwa  dengan cakupan global.

PRUprimeHealthCare atau PRUsyariah

Berikut beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh PRUprimehealthcare atau PRUsyariah:

  • PRUsyariah merupakan produk asuransi jiwa syariah yang akan membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan yang ada. Sehingga pasien pemegang polis dapat berkonsentrasi penuh dalam proses penyembuhan dan pemulihannya tanpa repot mengeluarkan uang dalam bentuk cash.
  • PRUsyariah memiliki kontribusi bruto dana tabarru sebesar Rp 2,2 triliun per akhir tahun 2016. Hal ini menempatkan PRUDENTIAL Indonesia sebagai pemimpin pasar asuransi syariah. Prudential Indonesia juga mencatat lebih dari 510.000 polis syariah yang aktif dengan asset sebesar Rp. 3,4 triliun. Kalau perusahaan asuransi yang sudah berpengalaman seperti ini, tentu makin tenang kan.
  • PRUsyariah juga akan memberikan NO CLAIM BONUS, yaitu tambahan manfaat yang akan diperoleh peserta pemegang polis apabila tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan. Penambahan tersebut bisa diberikan hingga mencapai maksimal 50% dari batas manfaat awal, sehingga perlindungan dapat terus terjaga. Fitur ini merupakan yang pertama di industry asuransi jiwa syariah.
  • PRUsyariah juga menawarkan PRUprime Limit Booster yaitu sejumlah dana yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai. Dana yang dapat dimanfaatkan dalam fitur ini mencapai Rp 35 miliar dan merupakan nilai perlindungan rawat inap tertinggi di Indonesia.
  • PRUsyariah juga menawarkan GLOBAL COVERAGE atau perlindungan global. Dengan global coverage tersebut, pemegang polis dapat melakukan rawat ianp dalam kondisi darurat di beberapa tempat di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. Dalam produk ini pemegang polis dapat melakukan perawatan kesehatan secara cashless, hanya dengan menunjukkan kartu PRUprime healthcare syariah.
  • PRUsyariah juga memiliki santunan dana Marhamah. Dana santunan kasih sayang tersebut akan diberikan kepada keluarga peserta pemegang polis yang meninggal dunia.

Dengan cakupan yang global dan keuntungan yang terus berkembang tersebut, memnjadikan PRUsyariah sebagai produk asuransi yang dapat dimiliki oleh semua masyarakat, baik dari kalangan penduduk muslim maupun non muslim. Dengan 10 tahun pengalamannya dibidang industri syariah, PRUDENTIAL memiliki lebih dari 98.000 tenaga pemasar berlisensi syariah yang tesebar di seluruh Indonesia. Dengan tenaga pemasaran yang begitu besar tentu mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan melayani kebutuhan dalam bidang perawatan kesehatan. Dalam PRUDENTIAL 10th anniversary, Prudential Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya perlindungan jiwa dan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian syariah.

 

SLIM&FIT: Diet Sehat, Praktis & Menyenangkan

DIET SEHAT, PRAKTIS DAN MENYENANGKAN – “Badanmu awet langsing sekali, wit…” itu kalimat yang sering saya dengar setiap ketemu teman lama atau saudara jauh. Sepertinya memiliki porsi tubuh ideal memang impian kebanyakan perempuan ya. Tapi seperti jamaknya problem emak-emak adalah, susah hilangnya lemak-lemak membandel setelah melahirkan si bocah. Seandainya bisa digosok pakai sabun cuci piring, tentu kita semua akan berakhir bahagia.

Sebenarnya, saya pun masih memiliki sisa lemak membandel di perut. Namun lebih sering tertutupi oleh baju yang bertumpuk.  Dan tentu saja, menjadi langsing yang saya inginkan bukan hanya sekedar memiliki tubuh dengan berat badan ideal, tetapi juga harus fit. Buat apa tubuh slim tapi sakit-sakit’an? Seperti body mobil Mercy tapi mesin sering mogok. Gak asik kan?

Nah, 7 Mei 2017 kemarin, bertempat di JATIM EXPO Surabaya, saya berkesempatan mengikuti acara “FIT DANCE 2017 ; Easy and Fun ways to be SLIM & FIT”. Acara yang digagas oleh susu SLIM & FIT ini menghadirkan ahli nutrisi, dr. Novi, lalu ada ZIN Nadia Putriani, seorang Zumba instructor dan Lydia T. Wibowo selaku branch manager SLIM&FIT. Talkshow tersebut mengupas tentang cara menyenangkan untuk menjalankan program diet tanpa gagal, tanpa mengabaikan faktor kesehatan.

Sekarang, siapa yang merasa sudah diet susah payah, angka timbangan hanya bergeser 0,5kg saja? Syukur syukur berubah, lebih sering gak bergerak sama sekali. Nah, kalau sudah begitu lantas apa yang salah? Menurut dr. Novi, pola diet yang dilakukan banyak orang, sering sekali salah. Kunci diet sejatinya adalah disiplin dalam mengatur pola makan. Ingat ya DISIPLIN. Bukan angot-angotan yang pagi diet, siang balas dendam. Kalau mau diet yang sehat, selain mengatur pola makan, juga dibarengi dengan olah raga. Boleh olah raga apa saja sesuai favorite masing-masing.

Agar diet kamu tidak gagal ditengah jalan, sebaiknya kurangi cemilan. Apalagi cemilan yang mengandung kalori tinggi. Sadar gak sih kalau gorengan yang dimakan itu mengandung kalori tinggi. Ternyata 1 biji pisang goreng kalorinya setara dengan 1 piring nasi. Nah lhoo… pagi tadi habis berapa biji, bu? Kalau memang gak tahan buat nyemil, sebaiknya sediakan cemilan sehat seperti buah, atau snack yang rendah kalori. Karena sesungguhnya cemilan inilah yang sering memiliki andil besar dalam menggagalkan program diet kita.

Untuk menemani kalian yang ingin diet sehat, SLIM&FIT memberikan solusi diet yang lengkap. Dengan konsumsi susu SLIM&FIT yang mengandung Isomaltulosa, tinggi protein, tinggi serat akan membuat kalian merasa kenyang lebih lama, badan lebih fit dan tentu saja praktis. Dengan mengkonsumsi SLIM&FIT 2 kali sehari, maka bisa membantu mengurangi 500 kkal per hari. Kalau DISIPLIN maka dalam sebulan tidak mustahil bisa mengurangi 4-6 kg berat tubuh. Lumayan banget thooo..

Gambar diambil dari laman resmi SLIM&FIT

Saran dari dr. Novi sih menjalani diet harus dengan fun. Kalau ada perasaan tersiksa selama menjalani proses, maka akan berujung pada kegagalan. Karena itu lakukan diet dengan cerdas. Nah cerdasnya lagi SLIM&FIT ini susunya manis meskipun rendah gula. Dan menurut mbak Lidya, branch manager SLIM&FIT rasa manisnya aman lho untuk dikonsumsi selama diet. Jadi gak tersiksa kan mengkonsumsinya, karena rasanya mirip es cream, ada rasa vanilla dan juga rasa coklat.  Mbak Lidya juga menuturkan kalau kandungan lemak dan gula yang ada pada susu SLIM&FIT 50% lebih rendah dari susu sejenis lainnya.

Selain talkshow yang berlangsung seru, peserta acara juga dapat melakukan pengecekan komposisi tubuh dan lemak untuk menentukan program diet yang bisa dijalani. Ada booth khusus yang disediakan, lengkap dengan para pakar yang siap membantu untuk konsultasi diet yang tepat. Dengan diet yang tepat harapannya makin besar suksesnya.

Cek lemak sudah, talkshow interactive sudah, lalu dilanjutkan dengan sesi paling seru, yaitu Zumba! Peserta bersemangat merontokkan lemak diiring musik yang asik untuk dipakai goyang. Surabaya memang super power. Selesai Zumba 1 jam bareng ZIN Nadia, masih lanjut lagi asik bergoyang menari shake dance dengan ZIN JUN KO, pelopor Zumba di Indonesia. Itupun pulang masih membawa hadiah yang bertebaran.

Kamu juga ingin diet yang anti gagal? Coba kunjungi sosial media SLIM&FIT atau website www.slimandfit.co.id untuk menemukan banyak tips diet biar diet kamu lebih semangat dan menyenangkan.

Gaji Naik, Tapi Selalu Habis?

Gaji Naik Tapi Selalu Habis? – Eh, dengar-dengar Gaji PNS mau naik ya? Semoga UMR juga naik lagi yaa.. aaamiiin… Bulan depan juga akan terima THR kan ya? Aseeekkk…

Ada yang pernah merasakan gaji naik terus tapi kok uang selalu habis ya? Sepertinya itu sudah menjadi pertanyaan banyak orang . Yang jadi istri merasa kok kayaknya gaji naik terus, tapi tiap akhir bulan sisa uang selalu mepeeeet sekali. Yang suami mengeluh, gaji naik terus kok sering dapat komplain uang selalu habis sebelum tanggal gajian ya.. ihiikkss… Yang punya keluhan serupa siapa? Mari sini merapat. Kita toss rame-rame #eh

Duluuu, saya pernah merasakan hal yang sama. Duluuu.. jaman saya belum insaf. Jaman masih muda hura-hura sana sini. Gaji naik terus, masih lajang, tapi kok tiap akhir bulan selalu masaknya mie instant mulu. Ternyata saya salah strategi mengatur keuangan.

Keuangan juga perlu diatur lhoo.. Tanpa kecerdasan dan kebijakan dalam mengatur keuangan, ya amburadul dan morat-marit. Masih untung kalau gak sampai hutang, kalau kebobolan disana-sini kan bisa kacau. Ada lhoo.. banyaakk.. Hutang kartu kredit sudah mencekik leher. Tiap minggu selalu ditelepon petugas Kartu Kredit. Syeediiih yaa…

Lantas bagaimana agar gaji naik, tapi uang tak ikut habis?

Jaga standard hidup. Ini yang sering bikin khilaf banyak orang. Ketika gaji naik, maka naik pula standard hidup. Dulu hanya sebulan sekali makan di resto atau nongkrong di kafe. Setelah gaji naik bisa tiap minggu nongkrong di kafe. Sekali nongkrong di kafe gak cukup uang seratus ribu. Dulu nonton bioskop hanya kalau ada film-film bagus. Setelah gaji naik, hampir tiap minggu nonton bareng teman-teman, biar tetep gaul. Dulu hanya beli tas dan sepatu kalau sudah benar-benar rusak. Setelah gaji naik, tiap ada model baru selalu bawa pulang tentengan di tangan. Kalau sudah begitu, gimana mau ada uang sisa meski gaji naik? Jadi menjaga standard hidup itu penting, kawan! Meski gaji naik, standard hidup gak harus ikut naik kok.. apalagi untuk hal-hal yang tak banyak manfaatnya.

Daripada menaikkan standard hidup, mending menaikkan amal ibadah saja. Perbanyak berbagi dan beramal bisa membantu menjaga rejeki tetap lancar jaya lho.. Berbagi bukan hanya dengan orang yang tidak mampu, tetapi juga harus dengan ortu. Membuat senang orang tua itu berkahnya luar biasa. Serius! Restu mereka bisa membuat langkah kita ringan dan rejeki makin mengalir. Karena restu orang tua, restu Tuhan juga. Jangan lupa sisihkan juga sekian persen untuk orang-orang yang memang membutuhkan yaa.. Jangan takut uang habis, Insyaallah Tuhan yang ganti. Karena dari setiap gaji kita, terselip hak mereka.

Langkah yang tak kalah penting yang selalu saya lakukan adalah, menyisihkan uang untuk menabung tepat setelah gaji diterima. Kalau gajiannya tanggal 25, yang tanggal 25 itu juga saya menabung. Kalau gajian tanggal 1 ya tanggal 1 itu juga uang saya sisihkan untuk menabung. Gak pakai lama, tanpa ditunda. Apalagi sistem perbankan sekarang kan canggih ya? Bisa pakai mobile banking, bisa pakai internet banking, tinggal duduk manis, kita bisa mengatur keuangan, bayar tagihan tanpa repot  antri dan keluar berpanas-panasan.

Untuk mengamankan gaji di tabungan ini, saya memiliki beberapa akun rekening. Satu akun rekening untuk lalu lintas keuangan, seperti tempat menerima gaji, tempat membayar tagihan, tempat membayar cicilan, dan lain sebagainya. Akun rekening yang ini saya lengkapi dengan internet banking untuk memudahkan semua transaksi. Satu akun lagi untuk menyimpan tabungan. Untuk rekening ini saya memilih yang sangat minim fasilitas, biaya administrasi ringan dan memiliki keuntungan sampingan seperti dilengkapi dengan asuransi, atau semacamnya. Tujuannya agar saya tidak mudah tergoda untuk menarik tunai uang tabungan. Meski sangat minim fasilitas dengan banyak keuntungan, rekening yang ada di bank kecil ini tetap aman karena dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan.

LPS dibentuk oleh pemerintah untuk membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan untuk menjaga kestabilan ekonomi. Kita pernah merasakan kekacauan yang terjadi akibat adanya krisis moneter tahun 1998 yang berujung pada ditutupnya banyak bank dan hilangnya trilyunan uang nasabah. Untuk menghindari hal serupa terjadi lagi, maka pemerintah membentuk LPS yang berfungsi menjaga stabilitas perbankan di Indonesia.

Pendek kata, LPS akan menjamin simpananmu hingga 2 Milyar. Apabila bank ditutup dengan berbagai alasan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) maka LPS akan membayarkan simpananmu, lengkap tanpa berkurang sepeserpun. Jadi uangmu gak akan hilang. Dan kalau ada isu rush money, jangan mudah terprovokasi lagi yaa.. Karena uangmu tidak akan hilang selama kamu simpan di bank yang ada stiker LPS di dalamnya. Uangmu aman. Insyaallah.

Jadi, sudah siap menyongsong kenaikan gaji dan menerima THR? Semoga rejekinya makin berlimpah dan makin membawa berkah ya!

 

Memanfaatkan Kardus Bekas

MEMANFAATKAN KARDUS BEKAS – Tumpukan Kardus bekas di depan kamar kerja saya sudah lama diincar bapak rombeng yang sering lewat depan rumah. “bu, kardusnya gak dijual?”  Buat saya kardus kadang lebih berharga dari uang beberapa rupiah. Bibi yang biasa membantu saya, suka geleng-geleng kepala ketika saya minta untuk tidak membuang kardus bekas susu anak-anak.

Bisa digunakan untuk apa saja sih?! Banyaaakk… Kalau saya lagi kurang kerjaan, maka berikut wujud kardus di tangan saya yang tak cukup terampil dengan hasil ala kadarnya.

Kotak Multifungsi

Ini terbuat dari kardus susu UHT bekal sekolah anak-anak. Saya gunakan untuk menyimpan alat jahit dan kertas Origami. Kebetulan dua bocah saya gemar sekali gunting-gunting kertas origami. Entah sudah berapa saja kertas origami yang masih mulus itu menjadi berkeping-keping di tangan duo Kira & Kara. Karena merasa sayang untuk dibuang begitu saja, suka saya kumpulkan. Lain waktu kertas-kertas tersebut bisa kita tempel-tempel menjadi bentuk apa saja dengan teknik kolase. Begitulah emak pelit macam saya memanfaatkan apa saja yang tersisa.

Rak Buku atau Rak Mainan

Rak tempat buku Kira dan Kara sudah tak lagi mampu menampung hasil lapar mata saya. Buku anak-anak bertumpuk di rumah kami. Hampir semuanya bukan buku mahal. Buku tersebut hasil hunting saya di rak-rak obral buku.  Isinya gak kalah kece kok. Jadilah saya harus memutar otak untuk membuat tempat-tempat baru untuk buku-buku tersebut. Membeli rak buku baru, duitnya kalah melulu sama genteng bocor di rumah. Haha… Jadilah ngalah dulu ya. Akhirnya Kardus Aqua, disulap menjadi rak buku ala-ala bunda Kira & Kara. Seperti inilah hasilnya. Bukan yang istimewa, namun Alhamdulillah, kini buku-buku tersebut tak lagi berantakan. Meski sudah mulai reyot karena dibikin sekitar 2 tahun yang lalu, namun masih bisa menampung buku-buku agar tidak berantakan.

Tempat Kertas

Selain bermain dengan kertas origami, Kira dan Kara juga gemar menggambar di kertas bekas yang baliknya masih kosong. Kertas bekas dari tempat saya kerja, sering saya bawa pulang. Kalau sudah mendapatkan itu, Mereka seperti ketemu harta karun. Bisa menghabiskan setumpuk dalam sekali waktu. Menggambar apa saja mengikuti imajinasinya. Karena itu, biar rapi saya bikin semacam tempat file untuk taruh kertas-kertas Kira dan Kara. Lumayanlah, mengurangi post dana belanja barang perintilan.

Tempat Mainan

Tempat mainan ini saya bikin dari kardus bekas susu atau bekas sereal. Kalau mau lebih kuat bisa juga bikin dari kardus bekas susu UHT. Untuk memudahkan Kira dan Kara mengambil mainannya, biasanya saya klasifikasikan berdasar jenis-jenis mainan. Balok dengan balok, barbie dengan barbie, ada masak-masakan, ada hewan-hewan, mobil-mobilan, dan segala macam. Kalau melihat di pinterest, klasifikasi mainan di tempatkan di kotak plastik bening. Berhubung budget saya mepet, tapi keinginan saya gak mau kepepet, jadilah bikin beginian. Meskipun tak jarang pada akhirnya mereka campur aduk juga. Tapi seru, bisa mengajarkan anak-anak untuk mengelompokkan mainannya sesuai kriteria.

Tempat Alat Tulis

Kebetulan di rumah selalu ada alat mewarnai dan alat tulis untuk Kira dan Kara. Spidol, pensil warna, Bolpoin itu sering sekali berantakan. 1 wadah pensil yang pernah saya beli di toko alat tulis tak lagi bisa menampung peralatan menggambar mereka. Mau beli lagi kok ya sayang uangnya. Akhirnya memanfaatkan tumpukan kardus bekas di rumah, saya bikin satu kotak khusus tempat alat-alat tulis. Alhamdulillah, sekarang jauh lebih tertata. Meskipun selalu ada saja yang tercecer, tapi tetap jauh lebih gampang mencari dan menempatkannya kembali jika ada tempat khusus tersebut.

Wadah Make Up

Mirip dengan wadah pensil, tempat make up ini juga dibuat untuk meminimalisir berantakannya kotak make up saya ditangan para bocah cilik tersebut. Maklum, mereka suka sok mau tahu dan ingin ikut-ikutan jika melihat saya sibuk di depan kaca. Sementara wadah make up lama saya sudah mulai rusak, akhirnya bikin lagi dari kardus yang menumpuk cantik di depan rumah. Dan beginilah hasilnya.

Semua wadah diatas bikinnya tidak pakai rumit. Hanya digunting sesuai besaran kotak yang diinginkan, dilem dan dilapisi kertas kado bekas, jadilah kotak-kotak yang lebih bermanfaat. Masih banyak lagi yang pernah saya buat dari kardus tapi tidak sempat diphoto. Rumah barbie, Mulut ikan untuk tempat lempar bola, Mobil-mobilan, aquarium, diorama, city view dan masih banyak lagi.

Nasib mainan-mainan tersebut kebanyakan sudah lapuk dan berakhir di bak sampah. Tapi membuatnya selalu terasa seru buat anak-anak, dan sekaligus untuk uji kesabaran buat saya. Maklum saya tipe yang kurang sabar dan gak telaten mengerjakan hal yang terlalu detail seperti crafting semacam ini. Entah sudah berapa kali saya membuat rumah Barbie, semuanya sudah rusak sebelum sempat di cat. Tanpa cat saja dua bocah sudah heboh bermainnya. Jadi sudahlah, lupakan urusan cat… Rumah barbie yang terakhir kami buat masih bertahan, awet, kadang masih suka dimainkan. Itupun juga masih belum di cat hingga kini. Padahal entah sudah berapa bulan sejak dibikin. Begitulah Emak macam saya yang mencoba untuk berkarya dan menjadi sok kreatif.

Dari mana saya mendapatkan ide memanfaatkan kardus bekas? Kebanyakan dari pinterest. Beberapa saya dapat dari instagram teman-teman yang memang asli dari sononya kreatif. Bukan sok kreatif macam saya. #TutupMukaMalu. Motivasi saya hanya untuk mencari kegiatan seru bareng para bocah. Saya ingin menunjukkan bahwa barang yang dianggap sampah sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Untuk pekerjaan yang susah seperti membuat pola, memotong kardus yang biasanya agak keras terkadang saya sendiri yang mengerjakan. Ketika tiba giliran menempel, mengoleskan lem, memilih kertas kado yang akan ditempel, mereka antusias bukan main.

Demikianlah kegiatan ibu yang sok kreatif dan kurang kerjaan. Kalau ada yang gak rapi, mohon dimaklumi yaa.. Tutup mata aja. Anggap saja ini prestasi luar biasa dari emak berdaster macam saya..

Selamat berkarya!

Mencari Pesona Tersembunyi

MENCARI PESONA TERSEMBUNYI – Siang itu seperti biasa aku kayuh sepedaku menjemput dua bocah kembarku pulang dari sekolah. Namun ketika sampai di depan pintu gerbang, Kara, salah satu bocah kembarku menanti dengan wajah masam. Sepertinya ia sedang kesal. Begitu melihatku turun dari sepeda, segera ia berlari dan memelukku sambil menumpahkan kekesalannya. Sejenak kupeluk dan kuredakan tangisnya, lalu aku minta ia segera naik ke sepeda. Sepanjang jalan Kara tersedu-sedu diatas boncengan.  Meski Kira berusaha menghibur, namun isaknya tak reda juga.

Sesampai di rumah, aku tanya dengan lebih detail apa yang dialaminya di sekolah. Rupanya ia habis diejek temannya. Punya badan lebih mungil dari yang lainnya, dan bertipe introvert, tak mudah bagi Kara berteman dengan semua anak. Ia akan memilih teman yang bisa membuatnya nyaman dan merasa diterima. Karena itu di tahun pertamanya sekolah, di saat belum banyak teman ia kenal, ia merasa sendiri dan mudah sekali tersinggung.

Apa yang dialami Kara hari itu, membawa ingatanku kembali ketika aku masih seusianya. Hal yang sama juga sering  aku alami. Punya badan paling kecil, berkulit dekil, rambut panjang berombak, membuatku terlihat seperti bocah cupu. Ditambah lagi baju yang jarang terseterika rapi, makin membuat penampilanku seperti anak yang tak terurus. Aku minder dan sering menjadi sasaran ejekan teman-teman yang lain. Namun aku tidak seperti Kara yang bisa dengan mudah mengadu dan menangis. Perjuangan ibuku saat itu jauh lebih berat sehingga tanpa sadar mendidikku untuk menyelesaikan masalahku sendiri.

If life gives you Strawberry, make it Strawberry Ice Cream

Masuk sekolah dasar beberapa kali aku mengalami hal serupa. Aku tak ingin terus menjadi bocah cupu. Aku ingin menjadi sesuatu. Diantara teman-temanku, boleh dibilang otakku lumayan encer. Ketika anak lain belum lancar membaca, Bapak sudah menjejaliku dengan Koran bungkus nasi untuk latihan membaca. Ketika teman-temanku masih sibuk mengeja “ini budi”, aku sudah lancar membaca cerpen di majalah anak-anak. Maka tak heran, selanjutnya nilai-nilai di raporku pun melesat meninggalkan teman-temanku. Aku mulai punya banyak teman. Aku lebih percaya diri. Meski masih selalu ada teman yang menggangguku, namun kini aku punya orang yang bisa membantuku.

Melihat ibuku yang tak pernah berhenti mengerjakan pekerjaan rumah, aku mulai belajar membantu. Sejak SD aku sudah membantu mencuci dan menyetrika baju ketiga adikku. Kami bukan dari keluarga berada. Uang sakuku selalu hanya cukup untuk membeli sarapan pagi. Namun karena keenceran otakku, aku langganan menerima beasiswa. Tak pupus orangtuaku membanggakan prestasiku. Sejak itu mereka bisa bekerja dengan lebih bersemangat.

Aku ceritakan pada Kara dan Kira apa yang aku alami di masa kecilku. Perjuanganku ketika itu jauh lebih berat.  Aku harus membantu ketiga adikku yang salah satunya berkebutuhan khusus dan belum bisa berjalan. Tapi aku tak menyerah pada mereka yang mencibirku. Aku mencari pesona yang terkubur dalam diriku. Dan aku mampu melesat menjadi cahaya bagi orang disekitarku. Aku punya sesuatu yang tak dimiliki teman-temanku. Karena aku ingat ketika itu guruku pernah berkata “Semua manusia tak ada yang sama”.

#MemesonaItu

Berapa banyak diantara kita yang masih bisa bersyukur di tengah banyak himpitan kesulitan? Selesai terima gaji mudah bagi banyak orang berucap Hamdalah atau Puji Tuhan. Tapi apakah masih bisa berucap kata yang sama ketika tiba-tiba amplop gaji raib dalam perjalanan pulang kantor? Bersyukur untuk semua rejeki yang kita dapat itu mudah. Namun bersyukur di antara banyak kesulitan yang kita temui itu tak semua orang bisa melakukannya.  Memesona itu ketika kita tetap dapat menari di bawah hujan atau di tengah terik matahari. Memesona itu ketika kita tetap dapat bersyukur dengan semua yang ada di depan mata.

Ibuku pernah berkata, menjadi pintar itu mudah. Namun menjadi orang yang mau mengerti itu tak semua bisa melakukannya. Mengerti bukan hanya sekedar paham tentang situasi. Namun mengerti juga tentang rasa syukur yang seharusnya terus bisa terucap dalam situasi apapun, karena kita mengerti bahwa Tuhan punya segala rencana di balik setiap kejadian. Dari sosok perempuan desa yang tak lulus sekolah dasar inilah aku belajar tentang menjadi sosok yang memesona. Sosok yang bisa tetap bersyukur dan bahagia di tengah himpitan keras hidupnya.

“Life is all about dancing in the rain”

Bukankah semua orang pasti mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya? Tuhan memberikan  rintangan dan ujian untuk kita lewati, semata untuk menempa diri kita menjadi sosok yang lebih baik, lebih kuat dan lebih tangguh. Semua mahluk hidup pasti memiliki kesulitan yang berbeda-beda. Bahkan seekor Rusa belajar untuk terus waspada agar tak menjadi mangsa empuk Singa. Seekor Kelinci dianugerahi kegesitan untuk ia dapat lolos dari ancaman predator. Demikian juga manusia. Tuhan menganugerahkan kita banyak hal untuk melewati kesulitan dan menjadi yang terbaik dari diri kita.

Namun, banyak diantara kita yang masih belum menyadari bahwa semua mahluk hidup dianugerahi kelebihannya masing-masing. Banyak orang lebih fokus pada penyesalan atas kemalangan yang menimpa dirinya, dibandingkan mencoba berpikir tentang hikmah dibaliknya. Hidup bukan hanya tentang keberhasilan melewati satu kemalangan atau kesulitan, tapi bagaimana kita bisa menikmati kesulitan-kesulitan tersebut sebagai sebuah proses untuk menempa diri. Kesulitan-kesulitan itulah yang membuat kita belajar mencari pesona yang tersembunyi. Bukankah sudah selayaknya kita bersyukur untuk hal itu?

Seperti diriku, Kira dan Kara pun berproses ditengah kesulitan yang mereka hadapi. Mereka mencari apa yang dimilikinya, dan apa yang menjadi potensi dalam dirinya. Hingga suatu hari aku mendapati senyumnya terkembang dan berucap kalau ia kini berteman dengan anak yang kemarin mengejeknya. Bagaimana bisa? Jadi suatu hari ia meminta membawa jatah kue untuk bekal sekolah lebih banyak dari biasanya. Ternyata kue-kue itu dibagikan ke beberapa temannya, termasuk teman yang mengejeknya. Ia belajar untuk tidak membeda-bedakan dan mengasihi semua. Dan dari sepotong kue itu, anak yang semula mengejeknya menjadi punya topik untuk dibicarakan bersama Kara. Dari obrolan itulah akhirnya mereka bisa berteman. Cerdas bukan?

#MemesonaItu

Itulah yang dimaksud dengan “menari dibawah hujan”. Menikmati setiap rintangan sebagai sebuah proses untuk menempa diri.. Mencari potensi apa yang ada di dalam diri kita untuk bisa terus melesat maju. Lalu bersyukur di tengah kesulitan dan belajar mencari hikmah dibaliknya. Maka ketika proses terlewati dengan sempurna, disanalah akan didapati sosok memesona. Sosok yang tetap bersinar dan menari di tengah hujan. Ia yang bersinar akan menjadi inspirasi bagi yang lain. Karenanya menjadi memesona itu seperti menjadi cahaya diantara jalan yang gelap.

Dari pelajaran hidup aku belajar, tampil memesona itu bukan dengan mengenakan pakaian berharga jutaan rupiah, atau memakai dandanan tebal. Tampil memesona itu dengan bersyukur dan menjadi cahaya bagi yang lain. Bentuk syukur atas pakaian yang kita miliki adalah dengan merawat dan memeliharanya. Bentuk syukur atas tubuh adalah dengan menjaga kesehatannya. Mau punya kulit hitam, coklat, putih, gelap atau terang kalau kusut dan dekil tentu tidak akan memesona. Karena itu rawatlah apapun yang kamu sebagai bentuk rasa syukurmu pada Tuhan Sang Maha Pencipta. Lalu jadilah cahaya dan bermanfaat bagi yang lain. Dengan semua itu, kamu dapat tampil memesona!

Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam lomba #MemesonaItu