Berpetualang Ke Trans Studio Bandung dan Kejutan Menyenangkan #BloggerDay2019

BERPETUALANG KE TRANS STUDIO BANDUNG DAN KEJUTAN MENYENANGKAN #BLOGGERDAY2019

pic by Wulan Kenanga

Sabtu dan Minggu 2-3 Maret 2019 menjadi hari tak terlupakan bagi saya. Hari yang sangat dinanti untuk bisa bertemu dan berkumpul bersama 100 blogger dari berbagai daerah. Hari itu saya berkesempatan untuk mengikuti rangkaian acara #Bloggerday2019 di Bandung, dalam rangka ulang tahun Bloggercrony Community (BCC).

Bersama 5 teman blogger dari Surabaya, saya harus menempuh 11 jam perjalanan naik kereta api. Tepat pukul 04.15 wib kereta yang kami tumpangi memasuki Stasiun Bandung. Meski mata masih lengket tapi tak ada satupun diantara kami yang mengeluh. Karena terbayang petualangan tanpa digelayuti para bocah sudah menanti di depan mata.

Sesampai di stasiun, kami berhenti sejenak di mushola untuk menunaikan sholat shubuh dan cuci muka. Sambil melepas lelah dan menunggu teman yang menjalankan sholat atau bergantian cuci muka, kami saling berbagi bekal roti untuk mengganjal perut. Sambil sarapan bekal ala kadarnya kami berdiskusi tujuan selanjutnya untuk menunggu matahari terbit.

Selesai sholat Shubuh kami memutuskan menghabiskan waktu di masjid raya Bandung sambil menikmati sarapan pagi yang lebih layak dan bersantai di rumput hijau alun-alun Bandung. Namun ternyata kami harus menelan rasa kecewa, karena malam sebelumnya Bandung diguyur hujan, jadi karpet rumput tidak bisa dipakai untuk gegoleran. Karpet hijau masih basah dan tergenang air. Jadilah kami sarapan di sebuah kedai menikmati Mie Kocok.

Usai sarapan, kami memutuskan menyusuri kota Bandung dengan naik BANDROS, salah satu bus yang tren dan terkenal milik kota Bandung. Ditemani seorang guide yang menjelaskan nama-nama setiap jalan yang kami lewati, si Bapak juga menunjukkan Gedung-gedung bersejarah yang ada. Turun dari Bandros, kami berjalan menyusuri jalan Asia Afrika dan jalan Braga untuk berswa foto demi menambah stok konten sosial media. Maklumi saja,namanya pekerja konten, di manapun dan dalam kondisi apapun, yang dipikirkan ya konten. Tak peduli beban tas menggelayut manja di pundak, demi konten, berjalan kaki pun kami lewati.

Nah, menjelang pukul 11 siang, kami memutuskan untuk menyusul kak Anesa ke hotel tempat kami menginap untuk menitipkan tas beban hidup yang sudah menggelayut mengikuti kami sejak kemarin. Agar nanti ketika berpetualang di Trans Studio Bandung bisa lebih puas dan ringan. Lega! Akhirnya, lepas juga dari beban hidup yang berat.

Berpetualang Ke Trans Studio Bandung

Nah inilah momen yang ditunggu-tunggu, bertemu dengan 100 blogger dari berbagai daerah. Jika biasanya kami hanya bisa ngobrol melalui sosial media, inilah saat yang dinanti, kami bisa bertemu bertatap muka langsung, saling memeluk dan berbagi tawa. Untuk momen ini, ucapan terima kasih tak terhingga kepada Trans Studio Bandung dan tim BCC yang telah memberikan kesempatan dan tempat kami bisa bertemu dan berkumpul.

So, let the real adventure begin!

Memasuki Trans Studio Bandung, suasana heboh sudah terasa. Tepat di depan gate masuk, ada meja registrasi tempat kami mendaftar dan mengambil tiket. Tempat ini menjadi tempat yang paling heboh yang pertama kali terlihat. Banyak blogger saling berpelukan, tertawa dan antusias bercerita. Kalau bukan karena kegigihan panitia menertibkan, tentu kami lupa waktu.

Usai mendaftar dan mendapat tiket, kami memasuki gate dan antusias memotret, mencoba banyak wahana di dalamnya. Ditambah lagi bertemu banyak teman dari dunia maya, menjadikan petualangan mencoba setiap wahana menjadi momen yang kocak, jayus dan penuh tawa.

Tak mengherankan kalau Trans Studio Bandung mendapat anugerah “Destinasi Wisata Terbaik Kota Bandung 2018”, karena wahananya yang seru dan lumayan membuat adrenalin kami terkuras habis. Salah satu indoor theme park terbesar di dunia ini memiliki banyak wahana dan terbagi ke dalam 3 zona.

Ada Zona Studio Central yang di dalamnya berisi wahana yang menguras adrenalin dan menguji nyali kami. Mulai dari Racing coaster, pemburu badai, vertigo dan Giant Swing. Dari zona ini juga akhirnya terungkap siapa saja yang kelihatannya macho dan Tangguh, setelah masuk zona ini jadi seperti anak-anak yang sembunyi di balik punggung mama. Memasuki wahana Giant swing, kami saling berebut. Bukan berebut masuk duluan, tapi berebut antrian paling belakang, saling dorong agar temannya mau masuk duluan.

Selain itu ada zona Lost city yang di dalamnya bertema petualangan pedalaman hutan Amazon. Di zona ini ada wahana Pirate ship berupa kapal yang menyerupai balon terbang yang bisa dinaiki mengelilingi area Trans Studio dari ketinggian. Wahana ini aman untuk anak-anak sekalipun. Anak-anak akan merasakan sensasi petualangan berbeda dengan berimajinasi menjadi tokoh Sinbad atau bajak laut kesukaannya.

Memasuki Zona ketiga,yaitu zona Magic Corner, di mana di dalamnya terdapat wahana yang bernuansa magis. Salah satu wahana yang mengesankan bagi kami yaitu wahana Dunia lain. Wahana ini berisi semacam rumah hantu dengan tokoh-tokoh hantu yang sering ada di film, seperti suster ngesot, pocong, tokoh Ibu dalam film Pengabdi setan, ambulan rusak yang ada patung mayat dan sejenisnya.

Di dalamnya semua benda-benda tersebut bergerak sendiri dan terus mengeluarkan bunyi berisik yang tak berhenti. Foto-foto dalam bingkai yang matanya berkedip atau senyum yang tiba-tiba menyeringai menjadi pemandangan umum di setiap jalan yang kami lewati. Aroma wangi kemenyan dan bunga melati menyeruak di setiap ruangan yang kami lalui. Tentu saja suasana gelap dan remang-remang dari setiap sudut menjadi pemandangan jamak yang terlihat.

Kami cukup lega keluar wahana.Di wahana ini pengunjung juga berkesempatan berfoto bersama tokoh-tokoh hantu dan bisa mencetak atau mengunduh filenya dengan membayar sekitar 120ribu’an. Jadi siapkan uangmu untuk mendapat kenang-kenangan foto yang keren.

Selain zona-zona yang membuat jantung berdegup kencang tersebut, banyak wahana yang cocok untuk anak-anak, yang berisi ilmu pengetahuan, film super hero, dan animasi-animasi yang mendidik dan mewujudkan imajinasi anak-anak kita. Bahkan ketika memasuki wahana tersebut, saya sempat meneteskan air mata karena teringat anak-anak di rumah. Yang tadinya saya bisa tertawa pecicilan dengan lepas dan bebas, tiba-tiba menangis ketika memasuki wahana untuk anak-anak tersebut.

Saya teringat wahana-wahana ini pasti menjadi favorit bagi duo kunyil saya di rumah. Ada wahana film superhero 4D yang membuat badan kami digoyang-goyang mengikuti gerak film superhero yang menegangkan. Ada juga wahana science di mana anak-anak diajak belajar tentang alam dan laut. Ada juga wahana yang berisi aneka efek dalam film action.

Yang tak kala seru adalah Parade yang bisa dinikmati semua pengunjung Trans Studio Bandung yang bisa disaksikan di jam-jam tertentu. Kebetulan parade yang kami tonton tepat pukul 4 tersebut bertema Magical Parede of Zoo Crew. Para tokoh hewan, baik hewan darat maupun laut berparade dan berliuk-liuk di depan kami. Para tokoh putri duyung tampak anggun dan cantik dalam balutan baju yang berkilau dan lincah dengan sepatu rodanya. Parade penuh cahaya tersebut sukses membuat air mata saya kembali berlinang teringat duo kunyil saya di rumah.

Suatu hari, Insyaallah kita bisa kembali lagi ke sini ya, Nduk! Menyaksikan dan menikmati apa yang bunda lihat hari itu bersama-sama. Untuk teman-teman yang penasaran, Trans Studio Bandung buka dari 10.00 – 18.00 (Senin-Jumat) dan 10.00 – 19.00 (hari Sabtu, Minggu dan Libur nasional). Tiketnya bisa diperoleh dengan harga Rp 180.000 (senin-kamis), Rp 200.000 (jumat) dan 280.000 (Sabtu, Minggu dan hari libur nasional). Tiket berlaku terusan, jadi kamu bebas bermain apa saja dan mencoba wahana apa saja, dari mulai buka sampai tutup. Seru kan?

Biar lebih afdol coba cek promo Trans Studio Bandung. Apalah arti ibu-ibu tanpa berburu paket promo. Ya kan, sis?

Kejutan Menyenangkan Di Hari Kedua #BloggerDay2019

Hari kedua #Bloggerday2019 kami habiskan di Crowne Plaza Bandung. Hotel bintang lima ini menjadi tempat yang nyaman bagi 100 blogger berbagi ilmu, temu kangen, dan berbagi cerita. Ditemani para narasumber yang kompeten, hari itu kebahagian kami lengkap dengan adanya banyak kejutan.

Memasuki area lobby yang elegan dan bersih, kami disambut beberapa staf hotel dan diantarkan menuju lift. Lobby yang luas tampak semakin megah dengan buket-buket bunga besar disertai lukisan timbul icon-icon kota bandung di dinding belakang meja resepsionis. Warna emas lukisan menjadi kode berat untuk kami melanjutkan petualangan ke kota Bandung.

Memasuki area Braga Ballroom kami disambut para tim panitia BCN. Ruangan tempat meeting yang luas tersebut dilengkapi dengan fasilitas layaknya meeting room, seperti pengeras suara, layar projector dan meja kursi yang berjajar rapi menyambut para peserta.

Hal yang mengesankan berikutnya kami terima ketika jeda istirahat dan makan siang. Sajian menu yang menggoda selera khas kota Bandung ditata apik di meja Panjang. Mosaic All Day Dining yang terletak di lantai dasar, sukses membuat seluruh peserta enggan beranjak dari kursi makan.

Menu yang ditata ala bancakan tersebut menggungah selera dengan nasi uduk yang gurih dan lauk yang lengkap. Crowne Plaza Bandung berhasil menyajikan masakan Sunda dengan cita rasa hotel bintang lima tanpa meninggalkan ciri khas budayanya. Mulai dari karedok, empal, hingga cumi, bisa kami nikmati dengan beralas daun pisang, makan menggunakan tangan, benar-benar ala bancakan tanpa piring dan sendok.

Kejutan berikutnya tak kalah menakjubkan. Kami diajak untuk melihat life cooking membuat Pizza rendang ala chef hotel bintang lima. Bukan hanya menyaksikan life cooking, chef juga berbagi resep, tips dan trik memasak pizza di rumah. Setelah matang, kami bebas mencicipi pizza yang tersaji hangat di depan mata. Tak menunggu lama, begitu pizza matang, sudah langsung ludes diserbu jajaran blogger yang mengantre cantik di depan meja.

Crowne Plaza Bandung memang layak menyandang gelar hotel bintang lima di Bandung. Hotel yang dilengkapi fasilitas kolam renang, gymnastic dan spa tersebut benar-benar memanjakan kami dengan berbagai layanan yang ramah dan memuaskan. Suasana mushola yang bersih dan rapi juga menjadi kesan tersendiri bagi blogger muslim yang ingin beribadah di sela-sela berkegiatan.

Dengan fasilitas dan pelayanan yang menyenangkan seperti ini, seharian menghabiskan waktu menimba ilmu menjadi tak terasa bagi peserta #Bloggerday2019. Ditambah lagi adanya wifi gratis yang bisa kami nikmati, maka para blogger fakir kuota seperti saya menjadi terselamatkan. Belajar pun jadi lancar. Kapan lagi bisa menikmati waktu terbaik belajar gratis kalau bukan di acara #Bloggerday2019 dengan fasilitas hotel bintang lima yang dipersembahkan oleh Crowne Plaza Bandung. Many thanks for the awesome and luxurious service.

Bebas Stress Berkat Lineation

Hal yang paling awet yang bisa dibawa pulang ketika #Bloggerday2019 kemarin yaitu wejangan-wejangan yang kami terima dari dr. David Budi Wartono, pemilik Lineation Aesthetic & Health Care. Lineation bukan sekedar klinik kecantikan, tetapi juga bisa untuk fisioterapi, akupunktur, hingga belajar terapi access bars.

Dr. David mengatakan bahwa stress yang menghampiri seseorang itu terjadi karena orang tersebut belum mampu menerima dirinya sendiri dan apa yang terjadi terhadap dirinya. Ketika orang tersebut mampu ikhlas, lebih nrimo dan menyayangi dirinya sendiri, tentu bisa terhindar dari rasa stress yang akut.

Apa yang orang lain lakukan terhadap diri kita, itu terkadang merupakan cerminan dari diri kita sendiri. Karena itu dr. David menyarankan untuk kami bisa menyebarkan banyak cinta untuk orang lain. Tak peduli apapun nanti tanggapan yang kami terima, sebarkan terus rasa cinta, menyayangi orang lain, tanpa mengharap apapun, tanpa meminta apapun sebagai balasannya.

Dengan hati yang lebih legowo dan ikhlas, selain bebas stress, kita juga bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Mendapat wejangan yang adem dan menikmati sentuhan pada sesi access bars yang menenangkan, rasanya segala beban terangkat. Rasa capek yang mendera selama perjalanan Surabaya – Bandung banyak berkurang. Teh Nchie yang membantu saya dalam sesi access bars benar-benar membuat saya hampir tertidur menikmati sesi yang rileks dan nyaman. Semoga Lineation segera buka cabang di Surabaya ya!

Gagal Move On dari #BloggerDay2019

Berbagai kejutan yang menyenangkan di #Bloggerday2019 membuat kami sukses gagal move on. Bahkan setelah berhari-hari berlalu, ketika bertemu untuk ngobrol via whatsapp, bahasan kami masih saja seputar bloggerday 2019 dan Bandung. Ditambah lagi oleh-oleh Bolu Susu Lembang yang menjadi kejutan penutup yang manis yang kami terima, menjadi kami benar-benar galau.

Antara mau nambah beli lagi, kuat bawanya sampai Surabaya, kurang atau tidak oleh-olehnya, dan berbagai pertimbangan yang membuat kami termangu lama di depan konter Bolu Susu Lembang. Namun kegalauan tersebut berakhir dengan tas yang beranak menambah isi dengan oleh-oleh Bolu Susu Lembang yang kami terima sebagai goodie bag dan yang kami beli untuk tambahan oleh-oleh keluarga di rumah. Iyalah, dua mana cukup untuk rakyat Surabaya yang doyan makan.

Terima kasih #Bloggerday2019, Bloggercrony Community dan seluruh tim panitia, narasumber, sponsor atas terselenggaranya acara super kece tahun ini. Terima kasih untuk semua oleh-oleh, ilmu dan keseruan yang tak akan terlupakan bagi kami. Bloggerday 2019 di Bandung 2-3 Maret 2019 didukung oleh Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM, AHRA Reflexology by Nest, Bloggerpreneur Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Bloggercrony Network (BCN) dan BCN Executive (Pengurus harian BCC).

Sampai bertemu di bloggerday selanjutnya #bloggerday2020, Insyaallah!


No Comments :

Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
Invalid Data