Laskar Hijau Menjaga Warisan Gunung Lemongan

Gunung Lemongan adalah gunung berapi yang terletak di antara kota Lumajang dan Probolinggo. Titik tinggi gunung berapi ini secara lokal dinamakan Gunung Tarub. Gunung ini memiliki 27 kawah yang luas namun rata yang terbentuk dari oleh letusan freatomagmatik sehingga menyerupai danau. Beberapa di antaranya adalah Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali, terletak di sisi timur dan barat.

Hutan di Gunung Lemongan sempat mengalami krisis dan rusak parah akibat dari pembalakan liar, perluasan areal pertanian, kebakaran, hingga perambahan hutan. Akibatnya bukan hanya banjir dan longsor saat musim hujan namun juga menipisnya cadangan air di area hutan Gunung lemongan. Beberapa ranu jadi kering dan yang paling membuat warga sekitar sedih adalah mengeringnya sumur-sumur warga.

A’ak Abdullah Al-Kudus pendiri Laskar Hijau

Adalah A’ak Abdullah Al-Kudus yang bersama warga sekitar mendirikan Laskar Hijau. Laskar ini bergerak bersama-sama untuk menghijaukan kembali gunung Lemongan. Abdullah Al-Kudus memberikan pengertian ke warga bahwa penebangan hutan secara membabi buta akan memberikan dampak alam yang banyak.

Mengenal Laskar Hijau dan Kegiatannya

Laskar Hijau didirikan tahun 2005 secara swadaya oleh Abdullah Al-Kudus bersama warga sekitar. Tujuan didirikannya laskar ini adalah untuk melakukan gerakan penghijauan di hutan gunung Lemongan yang gundul. Laskar hijau bergerak menghijaukan hutan dengan konsep hutan setaman, di mana kawasan hutan akan ditanami berbagai jenis tanaman dengan tanaman utama berupa buah-buahan.

Abdullah Al-Kudus sendiri adalah sosok yang tidak jauh dari kegiatan-kegiatan sosial. Sebagai pengagum Gus Dur, Abdullah Al-Kudus banyak membantu tim Gusdurian dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial terutama jika terjadi bencana. Pria kelahiran tahun 1974 ini juga merupakan kader muda NU. Masa kecilnya ia lalui dengan mondok di Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ia juga salah satu relawan yang turut membantu warga Kristen korban terorisme di Lemban Tongoa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada tahun 2020 silam.

A’ak Abdullah Al-Kudus bersama relawan Laskar Hijau melakukan penghijauan

Laskar Hijau yang dibentuknya kini sudah menghijaukan kawasan hutan gunung Lemongan seluar lebih dari 400 hektar, dengan 5 hektar di antaranya berupa tanaman bambu Petung. Dampak yang paling nyata dari gerakan penghijauan ini adalah, kini ranu Klakah tidak lagi kering. Danau ini sudah dipenuhi air. Bahkan sumur warga sekitar sudah kembali memiliki sumber air. Gerakan ini mencegah kekeringan berkepanjangan di kawasan Gunung Lemongan. Abdullah Al-Kudus bersama Laskar Hijaunya berhasil menyelamatkan warisan air di Gunung Lemongan.

Kendala Yang Dihadapi Oleh Laskar Hijau

Meskipun pembentukan Laskar Hijau ini didukung oleh warga dan kaum muda sekitar gunung Lemongan namun bukan berarti gerakan ini tanda kendala. Meskipun gerakan ini merupakan gerakan swadaya yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan, namun penggalangan dana untuk proses pembibitan hingga pengolahan lahan menjadi kendala yang pernah dihadapi. Namun begitu A’ak Abdullah Al-Kudus tak menyerah. Ia mengajak warga untuk mengolah sampah rumah tangga bersama-sama dan menggunakan sampah sebagai ganti polybag. A’ak Abdullah Al-Kudus juga mengajak relawan untuk memungut biji-bijian untuk disemai menjadi bibit.

Kendala tersebut bukan satu-satunya. Salah satu yang terberat adalah menghadapi pembalak liar. Bahkan ada seorang aktivis laskar Hijau yang sempat mengalami intimidasi. Laskar Hijau terkadang masih mendapat tantangan dari berbagai pihak yang berusaha mengganggu proses konservasi. Namun A’ak Abullah Al-Kudus bersama Laskar Hijau tak pernah berhenti memberikan edukasi kepada warga sekitar gunung Lemongan tentang pentingnya menjaga kawasan hutan tetap hijau.

Laskar Hijau melakukan pembibitan bambu Petung

Kegiatan konservasi hutan, menjaga warisan air di banyak ranu di kawasan Gunung Lemongan hingga pemberdayaan masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan merupakan hal yang patut diapresiasi. Maka tak heran jika tahun 2010 silam A’ak Abdullah Al-Kudus menjadi salah satu yang menerima penghargaan SATU Indonesia Award dari PT. Astra International Tbk dalam bidang lingkungan berupa konservasi alam. A’ak Abullah Al-Kudus bersama Laskar Hijau tak sekedar memperbaiki lingkungan di kawasan Gunung Lemongan namun juga berhasil memberikan edukasi lingkungan bagi warga di sekitar kawasan gunung Lemongan. A’ak Abullah Al-Kudus dan Laskar Hijau juga berhasil membangun masa depan yang lebih baik dengan menjaga warisan air di hutan Gunung Lemongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *