
Para Potterhead tentu tidak asing dengan istilah “veritaserum“. Mungkin kata ini diadaptasi JK Rowling dari kata veracious, sebuah kata dari bahasa latin yang berarti kebenaran. Setelah mendapat tantangan menulis hari ini tentang veracious: selalu berkata jujur, otomatis anganku melompat ke veritserum, ramuan kejujuran dalam serial Harry Potter.
Kemudian aku bertanya dalam hati, adakah veritaserum untuk aku bisa jujur pada diriku sendiri? Ramuan yang bisa aku minum untuk aku bisa jujur pada diri sendiri tanpa harus orang lain bertanya. Karena terkadang jujur pada diri sendiri itu jauh lebih susah. Bukan sekedar mengakui kekurangan dan kelebihan, tetapi juga mau mengakui kesalahan, kelemahan, menerima kondisi terburuk diri sendiri apa adanya.
Seorang teman pernah berkata, menjadi manusia sok kuat adalah manusia yang tidak pernah jujur pada dirinya sendiri. Terlalu arogan untuk mau meminta tolong dan mengakui kelemahan. Bahkan bisa jadi ia menyamakan dirinya dengan Tuhan yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Sungguh tamparan telak buatku.
Meskipun sisi otakku yang lain berkata, aku menulis dan tulisan buatku adalah caraku berpikir, mengurai isi hati, lengkap dengan proses menemukan kejujuran dalam diriku. Namun setiap kali aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, saat itulah aku seperti berada di depan cermin 1000. Pernahkah kamu berdiri di depan banyak cermin yang berjajar? di mana kamu melihat bayanganmu saling memantul hingga membuat mata sakit dan makin lama makin tampak kabur.
Seperti itulah yang aku rasakan. Hingga aku susah membedakan apakah ini kejujuran atau bagian dari imajinasi yang ingin aku wujudkan dalam diriku? Entahlah. Sepertinya otakku terlalu kerdil untuk mengurai hal yang terlalu rumit. Pantas saja aku tak piawai bermain catur atau permainan strategi lainnya. Sekedar mengurai kejujuran pada diri sendiri saja aku kesulitan.
Mungkin memang Tuhan memberikan setting otak dan tubuhku hanya mampu bergerak 1-2 langkah ke depan. Aku terlalu lelah untuk memikirkan atau melakukan hal yang rumit. Berjalan saja. Melangkah saja. Kejujuran tak perlu dipikirkan. Rasakan saja dan resapi satu per satu. Maka ketulusan akan muncul di tengah-tengahnya. Apakah benar seperti itu? Entahlah!
So, how do you define honesty?
One thought on “Veracious”