Berkunjung Ke Candi Ratu Boko Bersama Anak-Anak

 

BERKUNJUNG KE CANDI RATU BOKO BERSAMA ANAK-ANAK

Duo kunyil saya senang sekali ketika musim libur sekolah telah tiba. Berbagai rencana petualangan yang sudah mereka susun jauh hari sebelumnya, saatnya untuk diwujudkan. Kami sudah berjanji bahwa setiap mereka libur sekolah, maka kami akan mengajak mereka berpetualang ke tempat-tempat yang akan memperkaya pengetahuan.

Petualangan kami biasanya beragam, seperti bermain di sawah, waduk, berpetualang menyusuri sungai, menjelajah hutan, pantai atau bahkan berwisata sejarah. Beberapa wisata sejarah yang pernah kami kunjungi diantaranya benteng Van de bosch, beberapa museum dan candi.

Wisata Sejarah Bagi Anak

Jangan salah, wisata sejarah tak melulu membosankan. Anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya sangat suka wisata sejarah. Reaksi yang mereka perlihatkan biasanya rasa takjub bercampur heran dengan keadaan atau kejadian di masa lampau. Begitupun dengan duo kunyil saya.

Kalau sudah tahu mereka akan diajak berkunjung ke museum atau situs sejarah, rasa antusias ditunjukkan dengan bertanya macam-macam tentang tempat yang akan kami kunjungi. Mereka akan takjub ketika diceritakan bagaimana orang jaman dulu membangun sebuah candi hanya dengan menyusun balok-balok batu menggunakan peralatan sederhana. Mereka juga terkejut mendengar cerita bagaimana anak-anak dulu bermain ketika zaman penjajahan dan baju hanya punya satu.

Begitulah fitrah anak-anak. Ketika rasa ingin tahu itu terus kita pelihara, maka jiwa murni yang selalu haus akan ilmu itu akan terus tumbuh. Bagi kami, ketika merencanakan berkunjung ke situs sejarah itu berarti kami harus belajar terlebih dahulu tentang seluk beluk tempat yang akan kami kunjungi. Demi menghemat tenaga dan pita suara, maka kami biasanya menyewa tour guide untuk menjadi “juru dongeng” bagi duo kunyil. Jika tidak, itu berarti kami harus menyediakan berbotol-botol air minum dan permen pelega tenggorokan agar suara kami awet sampai kembali pulang.

Yogyakarta, Pusat Wisata Sejarah dan Budaya

Jogja memiliki banyak sekali lokasi tujuan wisata sejarah dan budaya. Ini bukan hal yang mengherankan karena Jogja pernah menjadi ibu kota Indonesia dan pusat peradaban pada zaman kerajaan. Bukti peninggalan sejarah tersebut tersebar di beberapa tempat, seperti candi Prambanan, Candi Plaosan, Candi Kalasan, Istana Ratu Boko, Candi Sewu, Candi Sambisari, dan masih banyak lagi.  Candi-candi tersebut bukan hanya candi-candi bercorak Hindu, tetapi ada juga beberapa candi yang bercorak Budha.

Mengapa Jogja kaya akan situs-situs peninggalan berupa candi? Konon Jogja merupakan pusat pemerintahan kerajaan Mataram Hindu. Pada jaman dulu candi merupakan tempat yang digunakan sebagai peribadatan masyarakat yang sebagian besar memeluk agama Hindu. Candi-candi tersebut dibangun antara tahun 838 – 851 sebelum Masehi pada zaman Wangsa Sanjaya.

Ibarat kata, Jogja merupakan tempat berpetualang yang lengkap. Mengenal budaya Jawa, mempelajari sejarah masa lampau, hingga menikmati kekayaan kulinernya. Jogja menyimpan eksotisme budaya tersendiri. Pemandangan alamnya di bawah naungan Merapi menyimpan keistimewaan yang berbeda.

Nah, jika ingin puas menikmati pesona kejayaan masa lampau bersama anak-anak, bisa kunjungi Jogja dan berpetualang dari satu Candi ke Candi yang lain. Nikmati kekayaan alam dan kulinernya yang akan membuat anak-anak gagal move on.

Tentang Candi Ratu Boko

Salah satu candi yang sedang tren di Jogja adalah Candi Ratu Boko. Candi ini menjadi lokasi pengambilan gambar di salah satu adegan film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta 2). Sebelumnya tak banyak orang mengenal candi tersebut. Candi Ratu Boko masih kalah populer dengan Candi Prambanan yang tak jauh dari situ.

Karena suasana hati saya sedang bagus, maka hari ini bisa sedikit berbagi tentang situs sejarah tersebut. Supaya nanti kalau ada yang mau mengajak bocah-bocahnya berkunjung ke sana, sudah tidak gagap lagi. Paling tidak, mereka gak akan tahu kalau ibunya dulu nilai sejarahnya pas-pasan. Seperti saya yang kebanyakan ngantuk di kelas pas pelajaran Sejarah.

Situs candi Ratu Boko sebenarnya bukan candi pada umumnya yang berfungsi sebagai tempat peribadatan. Situs ini sebenarnya merupakan komplek istana. Karena itu jika berkunjung ke Candi Ratu Boko, maka akan dijumpai gerbang depan yang di dalamnya ada reruntuhan bekas istana dan dinding-dindingnya.

Memasuki Istana Ratu Boko, di dalamnya terdapat gapura-gapura yang beberapa hanya tinggal reruntuhan, kaputren atau kolam pemandian, paseban atau tempat menghadap raja, pendopo, dan reruntuhan candi. Ada beberapa versi tentang sejarah Istana Ratu Boko tersebut. Ada yang berpendapat bahwa Ratu Boko adalah ibu dari Roro Jonggrang. Sudah banyak yang kenal dengan Roro Jonggrang bukan? Tak heran karena letak situs istana Ratu Boko tersebut hanya berjarak 3 km saja dari kompleks candi Prambanan.

Pendapat yang berbeda mengatakan bahwa istana tersebut milik seorang Ratu yang terusir dari istananya, karena sang ratu memiliki kebiasaan aneh, memakan daging manusia. Konon katanya sang Ratu merupakan keturunan separuh raksasa. Sang Ratu yang bernama Prabu Boko tersebut lantas menyepi dan mendirikan istananya sendiri di tempat tersebut. Tak heran karena letak situs istana tersebut ditempat dataran tinggi.

Mana yang benar? Terserah, boleh percaya yang mana saja. Namun yang jelas dari situs reruntuhan tersebut bisa menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki sejarah budaya yang kaya.

Cara Menuju Candi Istana Ratu Boko

 

Candi istana Ratu Boko terletak di Jl. Raya piyungan, Desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta. Menuju kota Yogyakarta, pengunjung dapat memilih beberapa moda transportasi, baik darat maupun udara. Jangan khawatir, bandara Adisucipto merupakan bandara internasional, jadi penerbangan menuju kota Jogja sudah banyak. Meskipun bandara ini terbilang kecil, namun  merupakan bandara yang cukup sibuk.

Pesan tiket pesawat ke Jogja sekarang juga makin mudah. Harga yang ditawarkan cukup bersaing. Salah satunya bisa menggunakan aplikasi PegiPegi, baik melalui website pegipegi.com maupun menggunakan aplikasi di ponsel pintar. Jika belum memiliki akun, bisa register dulu dengan mengisi data yang disediakan.

Kalau sudah memiliki akun, bisa langsung login dan lakukan pencarian di form pencarian tiket pesawat. Pilih kota asal dan tujuan, lalu tentukan tanggal keberangkatan dan jumlah penumpang. Kemudian klik “cari tiket”. Nah, kelihatan deh maskapai apa saja yang tersedia lengkap dengan harga dan promo yang bisa kamu manfaatkan. Mudah bukan?

Karena letaknya berdekatan dengan komplek candi Prambanan, maka situs istana Ratu Boko terbilang mudah dijangkau. Dari Bandara Adi Sucipto, pengunjung dapat naik Trans Jogja dari halte Maguwo dan turun di halte Prambanan. Dari halte Prambanan, perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek. Jaraknya kurang lebih 3 Km dari halte Prambanan.

Gampang kan? Tunggu apa lagi? Liburan sekolah akan segera tiba. Yuk segera siapkan untuk angkut koper lagi!

Pics are taken by beloved brother Ario Prabantoro.



Related Posts :

3 Comments :

  1. Anak anak kalau diajak ke tempat sini pasti senang banget. Aku malah belum pernah ke candi Boko mba dan pengen banget bisa ke sana bareng anak anak 🙂 Mau ah beli tiket menuju sana melalui Pegi Pegi


  2. aku belum pernah ke candi ratu boko dong padahal gak jauh2 amat. bagus yaa, anak2 bisa belajar mengenai sejarah di situ


  3. Dulu kayak nya pernah mau ke ratu boko, tapi lihat harga tiketnya terus pilih candi ijo 😂😂


Leave a Reply to Cindy Vania Cancel :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
Invalid Data