Kekuatan Mimpi Seorang Ibu

shine fikri (judul)

Bagaimana rasanya ketika seorang aktivis kampus mendadak menjadi seorang ibu yang harus berdiam diri di rumah? Jika biasanya bekerja, berorganisasi, dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, tiba-tiba harus berkutat dengan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh bayi. Dari seorang yang biasanya produktif menghasilkan banyak tulisan, tiba-tiba harus berpacu dengan waktu membereskan pekerjaan rumah tangga.

Eits… Jangan anggap enteng pekerjaan ibu rumah tangga. Pekerjaan yang kelihatannya hanya mencuci, memasak, setrika, beres-beres rumah, mengasuh anak, itu benar-benar bukan pekerjaan yang enteng. Pekerjaan yang tidak selesai dalam waktu 24 jam. Itu pula yang dirasakan seorang Shine Fikri.

Shine Fikri dulu seorang aktivis kampus yang menghasilkan banyak tulisan, bahkan sudah menelurkan 10 buku-buku antalogi. Perempuan jebolan FLP (Forum Lingkar Pena) ini dulu memiliki prestasi gemilang dibidang karya tulis semenjak SMA. Hingga ketika ia melepas masa lajang, lepas pula kesibukannya di Forum yang membesarkan namanya dibidang karya sastra tersebut. Masuklah ia ke dunia baru yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Dunia seorang ibu rumah tangga.

Menikah, Memiliki anak tentu menjadi dambaan semua perempuan. Ditambah lagi didampingi seorang suami yang perhatian dan bertanggung jawab, dan anak yang sehat, lucu dan menggemaskan tentu lengkaplah hidup seorang ibu. Lantas apakah masalah selesai? Ternyata tidak, kawan… Fase baru, tentu membawa tantangan baru. Dan tantangan tentu harus ditaklukkan. Bagaimana menaklukkannya?

Bermimpi. Berpikir Positif. Menjadi produktif.

Itulah yang dilakukan oleh shine Fikri. Bermimpi adalah langkah awal ia kembali memulihkan diri dari cengkeraman baby blues. Dengan memiliki mimpi, ia memiliki tujuan untuk diraih. Ia bukan satu-satunya ibu rumah tangga dengan segudang kesibukan di rumah. Toh masih banyak ibu rumah tangga serupa yang tetap bisa produktif dari rumah sambil mengasuh anak dan tidak meninggalkan kesibukan domestik rumah tangganya.

Langkah selanjutnya adalah berpikir positif. Merawat anak dengan bejibun tugas rumah tangga tanpa pembantu tentu tidak mudah. Bayi aktif masih terus menuntut perhatian penuh. Sementara cucian baju, piring kotor, tumpahan makanan menunggu manis untuk segera dikerjakan. Kemampuan membagi waktu bukan satu-satunya jalan keluar. Dibutuhkan pikiran untuk tetap positif ditengah hectic nya hari. Menjadi “waras” ditengah banyak kekacauan itu tantangan tersendiri. Tetaplah berpikir positif bahwa kesibukan akan mengasah kemampuan yang lain. Anak tak selamanya kecil. Ketika mereka besar, kesibukan ini tentu sesuatu yang akan sangat dirindukan. Mainan yang berantakan adalah tanda anak-anak sehat, aktif dan berkembang sempurnya. Itulah contoh kekuatan positif pikiran untuk terus menjadi waras ditengah hecticnya menjadi seorang ibu rumah tangga.

Baca juga: Semua Dalam Jangkauan

Jika pikiran tetap positif, maka mimpi menjadi lebih mudah untuk diwujudkan menjadi nyata. Dan itu berarti menjadi ibu rumah tangga yang produktif bukan lagi hal yang mustahil. Berkenalan dengan blog adalah langkah awal ia kembali menulis dan menjadi produktif. Dunia blog mengantarkannya berkenalan dengan banyak hal baru dan banyak teman baru. Masih banyak mimpi dan prestasi yang ingin ia raih. Namun kini ia tak lagi galau. Berkat kekuatan mimpi dan pikiran positif, shine fikri tahu kalau ia telah kembali bersinar.

Bayangkan jika ia tidak memiliki mimpi, dan terus berkutat dengan pikiran bahwa ia seorang ibu yang tidak berguna?! Akan menjadi apa rumah tangganya? Mampukah ia mendidik anak-anaknya ditengah sempitnya pikiran?

Dari Shine Fikri kita belajar, dalam keadaan apapun, jangan pernah takut untuk terus bermimpi. Karena kekuatan mimpi bisa menjadi langkah awal menuju terwujudnya harapan. Bermimpilah dan terus berpikir positif. Karena menjadi produktif bukan hal yang mustahil untuk dilakukan seorang ibu rumah tangga.

Ingin berkenalan dengan Shine Fikri? Berikut biodatanya:

Blog : www.shinefikri.com
FB : Shine Fikri
Twitter : @shine_fikri
Instagram : shinefikri.fisabilillah



Related Posts :

No Comments :

Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
  • When we met, we talk about kids, we talk about projects and we talk about ourself.

Give us a huge hug and your best pray to strengthen us with our upcoming projects, because we've been through our up and down.

Hope you all have a wonderful days ahead!

#KeluargaBikinBikinDiTaman
  • By, it's 8th year wedding anniversary!
By, it has been 15 years together.
With 2 little girls and you, it has been amazing journey.
Let's row our boat further, further and further... Just never ever give up on us!

#KisahKepompong
#TheSetyadi
@vino.kirakara
  • Ingin tahu seperti apa sisi lain kehidupan remaja jaman digital?

Ingin tahu seperti apa pola pikir remaja saat ini?

Ingin tahu apa mimpi dan keinginan remaja jaman sekarang?

Mungkin film ini jawabannya. Mungkin tidak  mewakili semua remaja. Tapi setidaknya ada sisi dunia yang seperti ini.

Kita tak boleh menutup mata. Kita orang tua yang harus terus belajar mengerti dan mengikuti kehidupan jaman.

Just check this out, parents! *****
@Regranned from @mygenerationfilm -  IFI Sinema
MY GENERATION
Sutradara #Upi / @upirocks

Cerita film ini menggambarkan keadaan remaja di era saat ini lengkap dengan segala problematikanya. Jika di kebanyakan film mengangkat sisi orangtua mempertanyakan sikap/prilaku sang anak, maka di film ini justru kebalikannya, anak mempertanyakan sikap/prilaku orangtuanya.

Film My Generation,
November di Bioskop!

___
#AlexandraKosasie / @mbak.anda
/ #AryaVasco / @aryavasco
/ #BryanLangelo / @bryanlangelo
/ #Lutesha / @lutesha

#filmindonesia #filmnasional #film #indonesia - #regrann
  • I can't stop spoiling twin girls with books.

Kalau inget jaman saya kecil dulu, tiap ingin beli buku perjuangannya panjang, sekarang seperti ingin memuaskan diri beli buku apa yang saya mau.

Beruntung bapaknya gak pernah protes kalau uang belanjanya tiris untuk dipakai berburu buku di rak obral. Dia juga maklum aja ketika istrinya gondok berat dan ngomel panjang ketika tahu ada bukunya yang hilang. Bukan, bukan karena saya terlalu sayang sama buku. Tapi karena gemes, di luar sana banyak anak ingin punya buku, tapi di sini yang berlimpah buku bukannya bersyukur malah abai merawat buku. Itu tuh rasanya kayak bom siap meledak.

Jadi begitulah nduk, syukuri semua yang kamu miliki dengan merawatnya baik-baik. Siapa tahu kalau nanti teman-temanmu datang berkunjung, jangan disuguhi tablet atau ipad ya... Ajak baca buku, ajak main lego, ajak main engklek, ajak main bola, ajak main pasir. Itu jauuuh lebih membahagiakan emakmu.  Scene ini dipersembahkan oleh emak yang lagi beberes rak buku sambil curcol karena nemu banyak buku hilang dari raknya. Mau ngomel, rumah sudah sepi. Sigh! 😥

#TheSetyadi 
#KisahKepompong
  • She has wonderful eyes, hasn't she?
Can you guess who is she? 😜

#throwbackpic
#TheSetyadi 
#KisahKepompong
  • Kids hang out at hospital 😋. Kira & Kara nengok soulmate trio kwek kweknya yang lagi sakit.

Ya gitu deh ya bocah. Kalau sudah ketemu dan becanda, lupa sama sakitnya. Lupa sama jarum infusnya. Tetep aja pecicilan. Diajakin pulang manyun semua (as always). Speedy recovery ya, Affaaa... 🤗😘. @dodyabiarbaah @rizky.eriandani 
#KiraKara
#TheSetyadi 
#KisahKepompong