Cerita Tentang si Emak Riweuh

Pernah membayangkan harus ikut suami pindah rumahΒ 10 kali dalam 11 tahun? Ditambah lagi ngopeni 3 anak lelaki, tanpa ART dan harus kejar bocah kesana kemari. Belum lagi beban psikologis dalam beradaptasi dengan lingkungan. Terbayang seperti apa suasananya? Ribet, riweh, riuh rendah penuh teriakan dan tawa di rumah pastinya yaa..

Inna Riana (Judul)

Saya punya teman, mbak Inna Riana namanya. Perempuan ini masih bisa memiliki segudang aktivitas meskipun menghadapi segala keriwehan diatas. Mbak Inna jago masak, pintar crafting, dan senang belajar banyak hal. Dengan segala keriwehan plus aktivitasnya, mbak Inna masih sanggup menulis di 4 blog berbeda. Belum termasuk di kompasiana dan detik juga. OhEmJi.. Saya pelihara 2 blog aja serasa sesak nafas. No wonder ya dia dijuluki Si Emak Riweuh.

Dunia blog bukan hal baru bagi mbak Inna. Sejak mengenal blog, bergabung dengan beberapa komunitas blogger, mbak Inna seperti menemukan dunia baru. Bertemu dengan banyak teman baru yang memiliki kesamaan passion adalah rejeki yang tak terkira. Ditambah lagi bisa mendapat banyak ilmu dari pelatihan, seminar, workshop hingga blog walking menjadi bekal mbak Inna untuk tetap konsisten merawat semua blog-blognya.

Blog yang ditulis mbak Inna pun disesuaikan dengan bidang dan hobi yang ditekuninya. Mulai blog tentang parenting, Jalan-jalan, Cerita fiksi, Crafting, Dapur dan resep masakan hingga curhat dikupas tuntas di masing-masing blog mbak Inna.

Sebagai ibu dengan 3 anak lelaki tentu ilmu parenting mbak Inna tidak main-main. Pengalamannya mengejar 3 bocah lelakinya yang aktif sangat layak untuk dibaca. Dan lagi pernah tinggal di 10 kota berbeda, tentu pengalaman jalan-jalannya juga seabrek yaa.. Destinasi wisata dan kuliner pasti banyak diperoleh mbak Inna dari masing-masing tempat. Hobi menulis cerpen dan pernah menerbitkan buku antalogi, maka tak heran jika di salah satu blog asuhannya, mbak inna pun menuliskan cerpen-cerpen hasil karyanya. Ditambah lagi hobi memasak dan crafting, juga ia dokumentasikan di masing-masing blog berbeda. Bahkan hasil craftnya menjadi bisnis yang bisa menambah uang tabungan dan beli bumbu dapur. Pastinya sebagai perempuan tak pernah sepi dari curhat ya. Daripada baper berkelanjutan lalu menjadi sampah di sosial media, lebih baik ditulis rapi di blog dan bisa menjadi bahan pelajaran buat yang baca. Blog curhat ini juga bermanfaat lho buat jadi self note untuk mengingatkan diri sendiri.

Dan dari ketekunannya menulis ini, mbak Inna banyak meraih hadiah dari berbagai macam lomba blog yang ia ikuti. Salah satunya mbak Inna masuk sebagai 50 besar SRIKANDI BLOGGER 2014. Wuaah.. kece ya! Kalau melihat kesibukan mbak inna tapi masih sempat menulis di 4 blog yang berbeda secara konsisten, rasanya saya malu. Blog Cuma 2 saja hutang tulisannya menumpuk di sana-sini. Pengen deh belajar sama mbak Inna biar bisa disiplin dan konsisten menulis. Gak nolak juga kalau diajarin tips-tipsnya biar bisa menang lomba blog. Ini HP yang disini sudah sowak. Sudah waktunya minta ganti yang baru. Pasti akan lebih terasa nendang dan bangga kalau bisa dapat dari hadiah lomba seperti mbak Inna yaa.. #CurcolDetected.

Kamu pengen juga ikut belajar bareng mbak Inna. Kontak langsung ke yang bersangkutan yaa.. Disini kamu bisa bertemu dan berkenalan dengan mbak Inna Riana:

Blog: www.emakriweuh.com

Facebook: Inna Riana
Twitter: @EmakRiweuh
Instagram: @innariana
Email: helloinnariana@gmail.com



Related Posts :

4 Comments :

  1. Halo mba Wiwid. Senang ya punya kenalan teman blogger yang tetap aktif menulis walau bagitu kegiatannya bikin riuweh. Hihiii

    1. iya mbak Lid. Bikin ngiri pengen ikut belajar disiplin atur waktu. Malu euy, hutang tulisan dimana-mana.


  2. Aih Mbak Wid… makasih banyak buat tulisannya.
    Jadi malu. Soalnya sekarang aku males ikutan lomba karena lagi hobi mager πŸ˜€
    Moga Mbak Wiwid dapat banyak rejeki dari lomba blog, ya… aamiin. Aku siap jadi cheerleadernya πŸ™‚

    1. Amiiinnn… penasaran sekali pengen ikutan lomba. tapi entah kenapa kok ya maju mundur mulu. heuheu.


Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
  • Kalau janji ketemuan di sini, itu berarti bakalan nyangkut lama. Hampir 13 tahun berjibaku di gedung ini, dari mulai masih culun, jomblo, lalu punya pacar, sampe menikah dan punya anak.
.
Dari mulai jaman dulu cuma ada 1 gedung aja, hingga sekarang berkembang kemana-mana. Dari mulai resto yang nyempil dan mungil, sampe sekarang kece dan instagramable. Ngobrol di sini bikin kerasan dan betah.
.
Hal yang paling diingat dari resto ini, Koloke nya juwaraakk! Dulu, kalau kita habis selesaikan satu project, sekantor makan-makan di resto ini. Jaman dulu, bisa makan koloke di sini mewah bangeeet!! Minumnya es leci, berasa jadi nonik sehari. Maklum biasanya makan siang di pujasera atau kantinnya Ubhara.
.
Hari ini ketika mampir di sini, dan menerima list menunya, terjangkau ciiiin... Pas banget nih buat kumpul-kumpul cantik ibu-ibu πŸ˜πŸ˜„. Yang paling disesalkan adalah, kenapa baru bisa mampir sini pas perut sudah kenyang.
.
Terima kasih ya mbak @desi.suryani77 hari ini ditemenin ngobrol seharian di Pena Resto sambil kita bernostalgia, ketawa ngakak sampai ngobrolin project segala macam.
.
Maaf ya mbak @wiwikaminashar aku lupa mengajak dirimu. Sekarang gantian cekikikannya pindah di sini πŸ˜‚. Aku menunggu project-project selanjutnya dari kalian. Tapi please, jangan minta aku ngantor di sana lagi yaaa... Sungguh, bisa cekakan tiap hari sama kalian itu godaan amat berat, tapi aku sudah terlanjur menikmati masa "pensiun"... πŸ˜‚ Doakan saja kita bisa plesiran ke yurop sama-sama yaaa.. πŸ˜„πŸ˜„
.
Happiness is sharing good food with good friends.
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi #penaresto #grahapena #grahapenasurabaya
  • Beberapa hari ini saya dibuat kelimpungan oleh mereka. Sebagai anak SD yang tak lagi (mau dianggap) kecil, mereka memasuki fase baru.
.
Fase sosialisasi yang lebih menantang. Luapan kemarahan yang meledak. Ungkapan tidak setuju yang lebih frontal dan terbuka. Masa dini para pemberontak cilik menciptakan riak-riak kecil.
.
Saya shock. Fase ini benar-benar menguras emosi. Saya "dipaksa" belajar bagaimana melakukan negosiasi yang alot tanpa keluar jalur. Saya "dipaksa" belajar menghadapi serangan-serangan terbuka yang sering membuat saya tercengang. (Ya ampuuunn nak, ikut lomba debat aja ya nanti kalau SMA πŸ˜₯).
.
Fase ini belum usai saya lewati. Tahapan ini belum tuntas terselesaikan. Saya masih harus berenang dan belajar menyatu dengan aliran.
.
Tulisan ini hanya pengingat, apapun yang kita perdebatkan, apapun yang membuat kita berselisih, namamu akan selalu melekat erat di urat nadi.
.
Doakan bunda cengeng ini sukses melewati riak dan berenang bersama menghantar kupu-kupu terbang tinggi yaa... πŸ¦‹πŸ¦‹
.
.
.
.
.
#TheSetyadi #kisahkepompong #twinsisters #MomofTwins #ParentingBlogger
  • You are a better version of me
.
Nduk, dulu bunda juga pernah duduk di kelas sendirian, tidak ada yang menemani ngobrol. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah sendirian mengerjakan hasil prakraya dibantu akung, karena tidak ada yang mau menerima bunda jadi anggota kelompoknya. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah diolok-olok hampir setiap hari, sama sepertimu. Dulu bunda juga pernah di dorong, dipukul memakai penggaris atau dilempar penghapus papan tulis. Sama sepertimu.
.
Tapi kamu lebih percaya diri, mau menyapa teman-temanmu lebih dulu.
.
Tapi kamu berani bertanya lebih dulu "apakah kamu mau jadi pasangan olah ragaku?".
.
Tapi kamu berani menolak dan berteriak ketika disakiti.
.
Nduk, kamu tak perlu menjadi seperti bunda.
.
Kamu akan tumbuh menjadi lebih tangguh setiap hari. Kamu akan memiliki lebih banyak teman. Kamu akan menolong lebih banyak orang. Kamu akan bersinar jauh lebih terang.
.
Karena bunda tahu kamu jauh lebih HEBAT dari bunda.
.
Jangan pernah menyerah. Di namamu terselip doa kami πŸ¦‹
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi
  • Rejeki bunda cantik. Sore-sore, mendung manja, datang mbak Tata dari @soulkitchen_id nganter Bitterballen. Tadinya mau dibawa buat meet up para blogger, ternyata salah lihat kalender. Jadiii.... maafkan kalau para mbok dhewor cukup tak ceritain rasanya saja.
.
Bitterballen ini di luar rasanya renyah dan krispi. Pas digigit, isi dagingnya penuh. Gurih! Pas banget dicocol dengan saos sambal.  Apalagi dimakan sore hari sambil ngobrol sama mertua yang lagi melukis. Mana lagi hujan deras begini. Surgaaa... Nikmat mana lagi yang mau didustakan?
.
Mbak Tata membuka PO untuk bitterballen frozen maupun yang siap makan. Ada yang beef dan ada yang cheese. Pertama nyicipin ini pas acara #ngobrolparentingditaman lalu ketagihan.
.
Terima kasih mbak Tata sudah menyempatkan mampir ke rumah hanya demi memenuhi hasrat perut yang kangen bitterballen πŸ™ Sukses dengan @soulkitchen_id nya ya!
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi  #indonesianculinary #indonesianfood #surabayaculinary #kulinersurabaya #cemilansehat #cemilansurabaya
  • - Nama di Pensil -
.
Nama di pensil ini sempat menjadi polemik buat bunda galau. Jadi ceritanya akhir-akhir ini saya memberi label nama di pensil yang dibawa duo bocah kunyil.
.
Tujuan awalnya sebenarnya menghindari debat kusir antara Kira dan Kara. Setiap belajar bersama pensil-pensilnya sering tertukar, lalu berdebat pensil panjang punya siapa, dan yang pendek punya siapa.
.
Ya maklum yaaa... Semua pensilnya sama karena biar dapat harga murah langsung beli di toko grosir. Jadi sekali beli langsung beberapa kotak.
.
Kalau ada yang beranggapan emak pelit karena kasih nama di pensil ya hempas manja aja lah kak... Karena setelah melalui pengamatan dan observasi kenapa setiap satu bulan selalu habis pensil selusin, ternyata karena sering jatuh di kelas lalu susah ambil, dan setelah pelajaran selesai, lupa. Pensil pun dadabubye.
.
Ada juga yang karena ribut sama temannya lalu pensilnya di rebut atau dilempar sama temannya, dan hilang entah kemana πŸ˜₯. Duh naaak....
.
Dari kejadian-kejadian itu, lalu diberilah nama di tiap pensil. Harapannya kalau ada temannya yang menemukan dan bantu ambilkan, bisa dikasihkan lagi. Kalaupun ada mama-mama yang kebetulan lihat ada pensil yang bukan pensil anaknya di kotak pensil, at least bisa bantu mengingatkan untuk dikembalikan.
.
Ya maap yaaa kalau dianggap pelit nya keterlaluan. Biar sama-sama jauh dari prasangka buruk, anggap saja saya menyediakan ladang untuk anak-anaknya belajar jujur, dengan mengembalikan barang yang bukan miliknya. Dengan begitu bisa mempermudah juga kan harus dikembalikan ke siapa karena ada namanya 😜.
.
Atau kalaupun memang tidak dikembalikan juga gak masalah. Insyaallah ikhlas... Semoga coretan pensil-pensil itu menjadi ilmu yang barakah dan bermanfaat, jadi kami bisa ketularan amalnya walau secuil saja... πŸ˜œπŸ¦‹
.
.
.
.
.
#TheSetyadi 
#kisahkepompong 
#pencildrawing #pencil
  • Keseruan acara #bikinbikinditamanXBalbalanFutsal hari ini di Sidoarjo.

Terima kasih banyak ya buibu untuk semangatnya pagi ini. Terima kasih banyak untuk aura positifnya hari ini.
Mohon maaf untuk keterbatasan waktunya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya πŸ™.
.
Semoga semua yang di dapat hari ini menjadi manfaat untuk semua.
Semoga tak pernah lelah untuk terus belajar.
Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, Insyaallah. πŸ¦‹
.
.
.
.
.
#bikinbikinditaman 
#kisahkepompong 
#TheSetyadi 
#kidsactivities