Cerita Tentang Emak Blogger

Warna-warni menjadi seorang emak atau ibu tentu semua orang tahu. Seperti apa keseharian seorang emak di rumah, sudah menjadi rahasia umum. Bangun paling pagi, tidur paling malam, dan beres-beres rumah yang sayangnya tak pernah dianggap beres, itu sudah hal biasa bagi seorang emak. Lantas seperti apa rasanya ketika seorang emak memilih kegiatan sampingan untuk menulis blog, alias menjadi blogger.

Tulisan ini didedikasikan untuk memperingati hari blogger yang jatuh pada tanggal 27 Oktober kemarin. Sambil ikut berpartisipasi dalam keriuhan ngeblog bareng para emak blogger Surabaya, meski sudah larut, dibelain nulis. Sudah rejekinya nulis pas tanggalnya krusial banget. Tapi tak mengapa, nanti kalau sudah agak longgar hutang tidur bisa dibayar sekaligus. Meski perut rasanya mules, tapi bukankah jadi emak itu sudah biasaaa mengerjakan banyak hal ketika sedang tidak enak badan. *pukpuk para emak*

Kali ini, saya mau bercerita tentang kisah belakang layar, atau belakang laptop seorang blogger yang merangkap sebagai emak. Ketika sebuah tulisan sudah tayang dan dibaca di blog, semua menjadi milik pembaca. Mau dinilai sebagai artikel lebay, atau artikel baper, atau artikel sampah, atau bahkan artikel yang sangat membantu, itu bergantung pada sudut mana pembaca menilainya. Tulisan yang dianggap bermanfaat buat seseorang, bisa jadi hanya sebatas tulisan sampah untuk orang lain. Namun sebenarnya seperti apa sih belakang laptop sebelum proses tulisan itu naik tayang.

Suatu hari seorang saudara datang berkunjung ke rumah. Melihat badan saya yang mungkin mulai melebar, beliau berceletuk “wah, mbak Wiwid sekarang badannya mulai kelihatan berisi ya? Sejak resign dari kantor sekarang enak di rumah terus gak ada kegiatan…” Mendengar itu saya dan mertua hanya tersenyum dan saling berpandangan. Mertua saya tahu kegiatan menantunya yang selalu (sok )sibuk di depan laptop, bahkan hingga malam. Meski mungkin beliau tidak tahu persis apa yang saya lakukan, namun beliau tahu kalau saya menulis.

Itu cerita seorang blogger di mata generasi angkatan orang tua kita. Bagi mereka bekerja di rumah belum menjadi hal yang lumrah. Karena masih terpengaruh dengan pola pikir lama yang namanya kerja itu ya di kantor atau di tempat kerja. Seorang istri, di rumah, kalau gak punya toko, itu ya pasti kerjaannya cuma ngurus anak. (Please jangan baper ya kalau ngurus anak itu dibilang “cuma”. Kuatkan hatimu maak… kuatkan hatimu…). Bersyukurnya mertua saya sudah paham dengan kebiasaan menulis menantunya. Atau kalau tiba-tiba menantunya dipanggil gak dengar, beliau tidak lagi marah. Setidaknya menantunya beberapa kali setor voucher belanja, atau pulang acara bawa oleh-oleh roti kesukaan.

Lain cerita ketika saya bertegur sapa dengan sahabat lama di whatsapp. Membaca status saya yang lebih banyak tentang blog, ia sempat japri dan bertanya “Jadi sekarang kamu di rumah sambil nulis blog ya, wid? Enak ya… Hanya tinggal nulis aja sudah dapat duit.” Lagi-lagi saya hanya tersenyum kecut. Mungkin saat itu saya sendang sensi menjelang PMS. (Menyalahkan hormon memang paling gampang yaa…). Kata “hanya tinggal nulis” itu buat seorang emak yang sedang jungkir balik menulis rasanya bikin perih, kawan. Bagi kami menulis itu bukan hanya sekedar mengetik huruf. Perjalanan huruf-huruf hingga terangkai menjadi satu artikel itu kadang tidak mudah. Tahukah kalian, menulis sponsored post itu jauh lebih sulit ketimbang nulis curhatan di sosmed? (ini kata emak baper yang lagi PMS. abaikan!). Intinya kalau kamu mau menulis yang bisa menghasilkan duit atau voucher belanja, tolong tinggalkan kata “hanya tinggal menulis”. Pahamilah, untuk membuat kata-kata bijak yang dapat like banyak itu kamu butuh usaha buat cari contekan. Apalagi untuk menulis yang kalau kamu nyontek bakal dicaci seluruh mahluk di jagat nusantara.

Apakah hanya itu? Tentu tidak. Tak lengkap rasanya tanpa menceritakan “gangguan kecil” yang dipersembahkan oleh dua kunyil cantik-cantik di rumah. Sudah ada ide buat nulis, mood sedang oke, nyalain laptop, baru nulis judul, mendadak ada dua bocah yang nangis barengan sambil teriak-teriak. Rupanya si bocah habis bermain rumah semut, dan kakinya bentol-bentol digigit semut merah. Pernah? Pernaaahh… Itu baru satu contoh kejadian. Setiap artikel saya, 99% mengandung muatan cerita seperti itu. Entah si bocah digigit semut merah, entah si bocah bertengkar karena rebutan mainan, entah si bocah terpeleset lantai licin atau sedang ribut karena lapar dan bundanya malah asik di depan laptop.

Itu adalah hal paling sering dan paling lumrah yang dihadapi oleh emak blogger yang beranak pinak. Mahluk-mahluk mungil pengganggu itu, adalah sumber inspirasi nomor satu hingga tulisan emak-emak menghasilkan penghargaan dan hadiah segambreng. Percayalah, untuk mencapai ke sana, tantangannya warbiyasah! Dibutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental untuk melek larut malam demi menyelesaikan tulisan yang kadang gak selesai-selesai. Jadi tolong jangan salahkan para emak kalau badan makin beleber, karena untuk menjaga agar mata tetep melek dan otak tetep jalan itu butuh cemilan tengah malam. Iya apa iya?

Bagaimana dengan kaum suami? Tak perlu lah ya diceritakan. Mereka adalah bemper utama kita ketika sedang rem sedang blong. Mahluk-mahluk ksatria itu sering suka cita menyediakan bahunya ketika para istri mulai baper. Daripada terkapar di bahu jalan, mending ditopang di bahu yang sudah lelah nyetir motor seharian melewati kemacetan pulang pergi ke kantor. (sweet gak siiih… uhuk!). Merekalah yang suka cita menjaga para bocah ketika para istrinya sibuk lompat dari satu acara ke acara yang lain. Bukan demi mendapat tambahan uang belanja, tapi demi menghindari istrinya ngomel-ngomel di rumah. Maka ia bebaskan istrinya untuk menjadi dirinya sendiri agar tetap waras. Jadi nanti para istri bisa mengasuh anak-anaknya dengan hati bahagia. Fair enough, isn’t it?

Rasanya tak akan habis menceritakan di balik layar seorang emak blogger. Kami menyimpan ribuan kisah tak terungkap yang kalau dipublikasikan bisa menjadi kisah berseri yang episodenya mengalahkan sinetron Tersanjung. Bisa juga kalau dipublikasikan bisa mendadak terkenal. Namun sayang, saya lagi males terkenal. Hidup itu lebih damai dengan menjadi manusia belakang layar dan jauh dari sorotan banyak orang. Karena menjadi bermanfaat itu tidak harus selalu beroleh pujian atau tepuk tangan.

Sekian curhat malam ini. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan jika kalian ingin jadi blogger, atau ingin ngobrol dan basa-basi dengan seorang blogger. Karena dengan blogger, setiap kata itu bermakna. (ciiyeee….)



Related Posts :

8 Comments :

  1. Beuh, bicara di balik layar banyak cerita yang bisa jadi post. Masalahnya adalah M, Malas 🤣🤣🤣


  2. Senasib mbak, bahkan ada yg bilang kok ming ngluyur ae, anak e gak dirumah. Haiii halooo, kita sebelum duduk manis di depan laptop padahal urusan tetek bengek rumah tangga wis kelar. Dan bangun sebelum Subuh buat mempersiapkannya.. Biar masih bisa ngojek dan lain sebagainya.


  3. Semangat terus. Menulis bisa melupakan sejenak kegilaan yang terjadi. Salut sama ibu-ibu yang setrong dan berprestasi


  4. Yeayyy tetep semangat blogging yak 💪💪💪


  5. “…mengerjakan banyak hal ketika sedang tidak enak badan. *pukpuk para emak*…”
    Kok samaaa seperti situasiku saat ini, badan ”nggereges.” tapi pekerjaan rumah tetap kudu jalan. Yaaa walopun dibantuin mbak sih wkwk, tapi ya tetep baby Y rewel nyariknya si ibuk :)))

    Pardon, komenku kok jd tjurhaaat hahaha. Selamat Hari Blogger mbak. Kita bersyukur sekali punya mertua yang mengerti aktivitas menantunya yang udah resign ini 😉


  6. mba,, your so stronggg… emang emak itu kudu multitalenta ya wkwkkw bisa aja mengerjakan semua hal. termasuk menahan sakit dan terus melakukan tugasnya.

    aku setuju banget kalo anak adalah inspirasi terbesar untuk menulis. la gimana ya, kadang kalo habis dapat ilmu parenting suka lupa kalo gak ditulis


  7. iya juga sih mbak, lebih banyak dinyinyirin, apalagi dikatain pengangguran. eh tapi kalau aku ngeblog atau nulis di laptop, nggak bisa tuh sambil ngemil, malah nggak konsen ngetik 😀


  8. Biarlah dikatain pengangguran yang penting dapet gaji jutaan rupiah per bulan dari ngeblog. hahaha


Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
  • Terakhir bikin crochet waktu masih SD. Dulu sempat suka bikin karet rambut buat dijual ke teman-teman sekolah.
.
Setelah lama gak pegang hakken, tiba-tiba ada ajakan belajar basic crochet. Yuuuk cusss...
.
Tutornya #Picnicraft baiik banget. Sabar banget ngajarinnya. Nungguin bikin 1 karya dari jam 10 pagi sampe jam 3 sore masih tetep ceria. Terima kasih yaa kakak-kakak...
.
Ternyata perjuangan pegang hakken sampai kapalan tak sia-sia. Meski hasilnya masih acak adut ternyata dipilih juri. Bisa pulang bawa benang. Horeeee... Bisa bikin karet rambut lagi 🎉
.
Mayan nih buat kesibukan waktu nunggu antrian di kantor pajak 😋.
.
#TheSetyadi 
#kisahkepompong
  • Kemarin seorang teman menelepon, mengabarkan tentang nasib teman kuliah kami yang sedang melewati badai cobaan. Setelah mengalami kecelakaan dan jalannya tak lagi sempurna, ia tidak bisa melanjutkan pekerjaannya yang membutuhkan mobilitas tinggi. Sementara ia seorang ayah, seorang suami, kepala keluarga.
.
Di kesempatan lain, seorang teman bercerita tentang temannya yang sedang menghadapi cobaan, suaminya terpesona wanita lain. Padahal mereka sudah menikah selama lebih dari 15 tahun dan si suami adalah seorang family Man.
.
Saya jadi teringat obrolan bersama teman-teman 2 hari yang lalu, bahwa kita diberi ujian berbeda-beda, sesuai kapasitas masing-masing. Jangan pernah menganggap remeh ujian orang lain, karena bisa jadi di lain hari giliran kita diuji. Berempatilah!
.
Namun, apapun  ujian yang kita hadapi, berusahalah! Menarilah dengan indah!
.
Life is not about waiting for the storm to pass. It's about learning to DANCE in the rain.
.
.
"Dance in the Rain" painted by Kira
.
.
.
.
.
@30haribercerita
#kisahkepompong 
#TheSetyadi 
#kidspainting #painting  #kidspaint #quotes  #quotesoftheday #kidsactivities
#30haribercerita
#30hbc1813
  • Beberapa hari yang lalu hidup mendadak rempong karena tiba-tiba kamar Kira dan Kara bocor parah.
.
Kamar yang selama ini selalu aman sentosa dan paling jauh dari kata bocor, tiba-tiba air nggrojok dari atap sampai bikin lampu di kamarnya konslet kemasukan air. Maka, pertama yang harus di selamatkan adalah BUKU!
.
Kebetulan pula, saya berhasil membajak lemari gantung di dapur mertua yang sudah lama nganggur. Setelah dibersihkan dan di cat, maka ia berhasil menggantikan tugas lemari buku yg sebelumnya terbuat dari kardus air mineral.
.
Demi kemaslahatan semua buku, maka rak buku terpaksa di pindah ke kamar kerja. Bocahnya semangat menata buku-bukunya. Tapi ayahnya mules, karena itu berarti setiap ia kerja harus sambil "momong". Kalau ia telp rekannya akan selalu ada suara celoteh bocah jadi backsoundnya.
.
Ya sudahlah yaa.. Nikmati! Nikmati! Karena 10 tahun lagi bisa jadi kita yang kelimpungan kesepian merindukan celoteh para bocah. Kalau sekarang masih uget-uget kayak ulat  ya dinikmati saja setiap momen dan fasenya. 😋
.
Semoga suatu hari kita bisa dengan rasa bangga sama-sama mengantarkan kupu-kupu terbang tinggi 🦋🦋.
.
.
.
.
.
#TheSetyadi 
#kisahkepompong 
@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc1812
  • Fruits each in its season, are the cheapest, healthiest, most elegant and wholesome dessert you can offer your family or friends, at luncheon or tea.
.
Thank you @sunprideid for always accompanying us. May succes always be with you!
.
Happy New Year 2018!
.
#BuahPastiSunpride 
#sunpride
#sunprideindonesia 
#fruitaholic 
#newyearseve 
#newyear 
#kisahkepompong 
#TheSetyadi 🦋
  • Sudah beberapa hari badan rasanya remuknya amit-amit.
Mau pijit masih sayang sama duit.
Serah deh mau dibilang emak pelit.
.
Gara-gara obsesi mau natain rak buku.
Duitnya kepake buat beli cat dan paku.
Makanya urusan badan ngalah dulu.
.
Biar tetep fit dan waras,
Sepertinya butuh vitamin yang murah tapi bisa bikin giras.
Ndilalah ketemu permen jadul yang bikin lidah panas.
.
Ini permen cukup ampuh bikin badan jadi hangat.
Mayanlah buat menghadapi cuaca Surabaya yang galau dan gak semangat.
Biar kerja juga makin giat.
.
Ada yang masih ingat sama permen Jahe legendaris?
Di tahun 90an permen ini pernah exist.
Selau nangkring di toples toko mbak Aris.
Yang masih ingat, ayo meringis! 😁.
.
.
.
.
@30haribercerita
#30hbc1808
#30haribercerita 
#TheSetyadi 
#kisahkepompong 🦋
  • "Bun, aku pengen beli Hotwheels. Aku pengen koleksi hotwheels..."
Katanya suatu hari.
.
Di foto ini adalah mainan mobil-mobilan paling bagus yang dia miliki saat itu. Mainan itu dulu milik omnya yang sudah meninggal.
.
Setelah melihat mobil-mobilan milik sepupunya, rupanya ia tertarik. Sejak masuk SD, ia mulai mendapat uang saku seminggu sekali sebesar Rp 2.000.
.
Berhubung buat kami harga Hotwheels bukan barang murah untuk ukuran mainan, maka ia harus berlatih berjuang untuk meraih mimpinya. Maka, ia pun mengumpulkan uang sakunya lembar demi lembar.
.
Dibutuhkan uang saku lebih dari 3 bulan untuk mendapatkan harga 1 buah mobil Hotwheels. Ketika berjalan dibulan ketiga, tiba-tiba ada kejadian yang membuat kami sukses meleleh.
.
Suatu hari ia melihat akung berangkat ke rumah sakit tanpa memakai sandal karena sandal yang biasa dipakai sudah rusak. Tanpa diduga ia serahkan semua uang saku yang telah dikumpulkan, diberikan ke akung untuk tambahan membeli sandal katanya.
.
Padahal setiap minggu ia selalu bertanya 1.235 kali, "uangku kurang berapa lagi, bund? Sudah cukup apa belum untuk beli Hotwheels?"
.
Merah kuning  hijaunya telinga mendengar pertanyaanmu tiap hari rasanya terbayar lunas. Nduk, semoga empati dan kelembutan hatimu terus terjaga yaaa...
.
@30haribercerita 
#30hbc1806
#30haribercerita 
#TheSetyadi
#kisahkepompong