Berdamai Dengan Hati Melalui Tulisan

Dewi Ratnasari (Judul) 3

Berdamai Dengan Hati Melalui Tulisan – Apa yang harus dilakukan ketika keadaan tak sesuai yang diinginkan? Apa yang akan diperbuat jika kenyataan tak sesuai harapan? Berdamailah dengan hati, konon begitulah nasihat para sufi. Berdamai dengan hati berarti belajar menerima keadaan. Berdamai dengan hati berarti belajar menghadapi kenyataan. Semudah itukah?

Adalah seorang Dewi Ratnasari, perempuan yang memiliki karir cemerlang di dunia broadcasting. Dulu ia jurnalis di beberapa media televisi. Karirnya sebagai seorang jurnalis tak bisa dibilang remah-remah.  Pernah praktek kerja lapangan di Global TV, lalu menjadi asisten produser di program Stilleto STV (Kompas TV Bandung), dan terakhir menjadi reporter berita di TV One. Namun setelah itu ia memilih resign demi belajar berdamai dengan hati.

Setelah menikah dan mengalami dua kali keguguran, Ratna, demikian ia kerap disapa, memilih mengundurkan diri dari dunia broadcasting yang ia tekuni sejak duduk di bangku kuliah. 2 kali keguguran bukan hal yang mudah yang harus dilewati Ratna. Kehilangan buah hati yang masih di dalam kandungan menjadi titik terendah dalam hidupnya. Bukan hanya sekali ia harus melewati titik itu. Dan dibutuhkan perjuangan luar biasa untuk kembali bangkit dan berdamai dengan hati.

Beruntung suaminya, Kurniawan Aji Saputra paham betul passion seorang Ratna. Ia buatkan istrinya blog untuk menyalurkan kegundahannya dan meluapkan emosinya pasca kehilangan buah hati. Terbukti, blog yang berplatform Tumblr pun penuh dengan coretan isi hati Ratna.

Menjadi blogger bukan hal baru bagi Ratna. Dengan dasar jurnalistik yang lama ia tekuni, mudah baginya menulis di blog. Tak berhenti disitu, suaminya yang seorang programmer “merawat” sendiri blog yang rutin ditulis oleh Ratna.

Bagi Ratna blog bukan hanya menjadi ajang curhat, menyalurkan isi hati dan meluapkan kesedihan. Baginya blog tempat mengabadikan momen-momen yang sempat ia lewati bersama buah hatinya. Baginya blog adalah sarana berdamai dengan hati. Melalui tulisan lah ia mengurai perasaannya hingga mampu berdamai dengan keadaan. Melalui blog ia mampu bertahan melewati titik terendah kehidupannya.

Mungkin bagi sebagian orang menulis itu susah dan membosankan. Tapi menurut teman psikolog saya, menulis bisa menjadi terapi untuk banyak masalah psikologis kita. Termasuk melewati masa-masa sulit dalam kehidupan. Dengan menulis kita berkaca akan keadaan yang ada di depan mata. Dengan menulis kita mengurai masalah satu demi satu. Dengan menulis kita belajar untuk berpikir mencari jalan keluar. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis selain dapat menurunkan tingkat stress juga menaikkan sistem kekebalan tubuh. Ketika seseorang merasa bahagia, maka sistem kekebalan tubuh akan meningkat dengan sendirinya.

Baca juga : Kekuatan Mimpi Seorang Ibu

Saya membayangkan ketika saya menulis, lalu tulisan saya dibaca orang lain dan diberikan respon yang positif, itu membawa kebahagiaan tersendiri. Mengetahui apa yang kita tulis ternyata membawa manfaat untuk orang lain itu berkah yang berujung kebahagiaan. Pada saat menulis itulah kita bisa melepaskan hormon endorfin, hormon yang mampu meningkatkan perasaan senang.

Seperti itulah yang sepertinya terjadi pada sosok seorang Dewi Ratnasari. Melalui tulisan, ia mengurai emosinya sehingga mampu melewati masa sulit hidupnya. Melalui tulisan ia melepas banyak hormon endorfin yang membantunya bangkit dari masa sedih dalam hidupnya.

Melihat sosok seorang Dewi Ratnasari, mengajarkan kita untuk tak pernah lelah mencoba berdamai dengan hati. Belajar menulis bisa menjadi sarananya. Atau mau ikut belajar menulis bersama Dewi Ratnasari? Boleh banget… Simak biodatanya di link berikut:

Blog: www.ratnadewi.me
FB: Dewi Ratnasari
FP: ratnadewi.me
Twitter: @ratnadewime
IG: @ratnadewime
Email: mail@ratnadewi.me

Jangan lupa mari berdo’a agar Dewi Ratnasari segera diberi amanah menimang buah hati yang sholeh/sholehah. Amin.



Related Posts :

No Comments :

Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
  • Kalau janji ketemuan di sini, itu berarti bakalan nyangkut lama. Hampir 13 tahun berjibaku di gedung ini, dari mulai masih culun, jomblo, lalu punya pacar, sampe menikah dan punya anak.
.
Dari mulai jaman dulu cuma ada 1 gedung aja, hingga sekarang berkembang kemana-mana. Dari mulai resto yang nyempil dan mungil, sampe sekarang kece dan instagramable. Ngobrol di sini bikin kerasan dan betah.
.
Hal yang paling diingat dari resto ini, Koloke nya juwaraakk! Dulu, kalau kita habis selesaikan satu project, sekantor makan-makan di resto ini. Jaman dulu, bisa makan koloke di sini mewah bangeeet!! Minumnya es leci, berasa jadi nonik sehari. Maklum biasanya makan siang di pujasera atau kantinnya Ubhara.
.
Hari ini ketika mampir di sini, dan menerima list menunya, terjangkau ciiiin... Pas banget nih buat kumpul-kumpul cantik ibu-ibu 😍😄. Yang paling disesalkan adalah, kenapa baru bisa mampir sini pas perut sudah kenyang.
.
Terima kasih ya mbak @desi.suryani77 hari ini ditemenin ngobrol seharian di Pena Resto sambil kita bernostalgia, ketawa ngakak sampai ngobrolin project segala macam.
.
Maaf ya mbak @wiwikaminashar aku lupa mengajak dirimu. Sekarang gantian cekikikannya pindah di sini 😂. Aku menunggu project-project selanjutnya dari kalian. Tapi please, jangan minta aku ngantor di sana lagi yaaa... Sungguh, bisa cekakan tiap hari sama kalian itu godaan amat berat, tapi aku sudah terlanjur menikmati masa "pensiun"... 😂 Doakan saja kita bisa plesiran ke yurop sama-sama yaaa.. 😄😄
.
Happiness is sharing good food with good friends.
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi #penaresto #grahapena #grahapenasurabaya
  • Beberapa hari ini saya dibuat kelimpungan oleh mereka. Sebagai anak SD yang tak lagi (mau dianggap) kecil, mereka memasuki fase baru.
.
Fase sosialisasi yang lebih menantang. Luapan kemarahan yang meledak. Ungkapan tidak setuju yang lebih frontal dan terbuka. Masa dini para pemberontak cilik menciptakan riak-riak kecil.
.
Saya shock. Fase ini benar-benar menguras emosi. Saya "dipaksa" belajar bagaimana melakukan negosiasi yang alot tanpa keluar jalur. Saya "dipaksa" belajar menghadapi serangan-serangan terbuka yang sering membuat saya tercengang. (Ya ampuuunn nak, ikut lomba debat aja ya nanti kalau SMA 😥).
.
Fase ini belum usai saya lewati. Tahapan ini belum tuntas terselesaikan. Saya masih harus berenang dan belajar menyatu dengan aliran.
.
Tulisan ini hanya pengingat, apapun yang kita perdebatkan, apapun yang membuat kita berselisih, namamu akan selalu melekat erat di urat nadi.
.
Doakan bunda cengeng ini sukses melewati riak dan berenang bersama menghantar kupu-kupu terbang tinggi yaa... 🦋🦋
.
.
.
.
.
#TheSetyadi #kisahkepompong #twinsisters #MomofTwins #ParentingBlogger
  • You are a better version of me
.
Nduk, dulu bunda juga pernah duduk di kelas sendirian, tidak ada yang menemani ngobrol. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah sendirian mengerjakan hasil prakraya dibantu akung, karena tidak ada yang mau menerima bunda jadi anggota kelompoknya. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah diolok-olok hampir setiap hari, sama sepertimu. Dulu bunda juga pernah di dorong, dipukul memakai penggaris atau dilempar penghapus papan tulis. Sama sepertimu.
.
Tapi kamu lebih percaya diri, mau menyapa teman-temanmu lebih dulu.
.
Tapi kamu berani bertanya lebih dulu "apakah kamu mau jadi pasangan olah ragaku?".
.
Tapi kamu berani menolak dan berteriak ketika disakiti.
.
Nduk, kamu tak perlu menjadi seperti bunda.
.
Kamu akan tumbuh menjadi lebih tangguh setiap hari. Kamu akan memiliki lebih banyak teman. Kamu akan menolong lebih banyak orang. Kamu akan bersinar jauh lebih terang.
.
Karena bunda tahu kamu jauh lebih HEBAT dari bunda.
.
Jangan pernah menyerah. Di namamu terselip doa kami 🦋
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi
  • Rejeki bunda cantik. Sore-sore, mendung manja, datang mbak Tata dari @soulkitchen_id nganter Bitterballen. Tadinya mau dibawa buat meet up para blogger, ternyata salah lihat kalender. Jadiii.... maafkan kalau para mbok dhewor cukup tak ceritain rasanya saja.
.
Bitterballen ini di luar rasanya renyah dan krispi. Pas digigit, isi dagingnya penuh. Gurih! Pas banget dicocol dengan saos sambal.  Apalagi dimakan sore hari sambil ngobrol sama mertua yang lagi melukis. Mana lagi hujan deras begini. Surgaaa... Nikmat mana lagi yang mau didustakan?
.
Mbak Tata membuka PO untuk bitterballen frozen maupun yang siap makan. Ada yang beef dan ada yang cheese. Pertama nyicipin ini pas acara #ngobrolparentingditaman lalu ketagihan.
.
Terima kasih mbak Tata sudah menyempatkan mampir ke rumah hanya demi memenuhi hasrat perut yang kangen bitterballen 🙏 Sukses dengan @soulkitchen_id nya ya!
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi  #indonesianculinary #indonesianfood #surabayaculinary #kulinersurabaya #cemilansehat #cemilansurabaya
  • - Nama di Pensil -
.
Nama di pensil ini sempat menjadi polemik buat bunda galau. Jadi ceritanya akhir-akhir ini saya memberi label nama di pensil yang dibawa duo bocah kunyil.
.
Tujuan awalnya sebenarnya menghindari debat kusir antara Kira dan Kara. Setiap belajar bersama pensil-pensilnya sering tertukar, lalu berdebat pensil panjang punya siapa, dan yang pendek punya siapa.
.
Ya maklum yaaa... Semua pensilnya sama karena biar dapat harga murah langsung beli di toko grosir. Jadi sekali beli langsung beberapa kotak.
.
Kalau ada yang beranggapan emak pelit karena kasih nama di pensil ya hempas manja aja lah kak... Karena setelah melalui pengamatan dan observasi kenapa setiap satu bulan selalu habis pensil selusin, ternyata karena sering jatuh di kelas lalu susah ambil, dan setelah pelajaran selesai, lupa. Pensil pun dadabubye.
.
Ada juga yang karena ribut sama temannya lalu pensilnya di rebut atau dilempar sama temannya, dan hilang entah kemana 😥. Duh naaak....
.
Dari kejadian-kejadian itu, lalu diberilah nama di tiap pensil. Harapannya kalau ada temannya yang menemukan dan bantu ambilkan, bisa dikasihkan lagi. Kalaupun ada mama-mama yang kebetulan lihat ada pensil yang bukan pensil anaknya di kotak pensil, at least bisa bantu mengingatkan untuk dikembalikan.
.
Ya maap yaaa kalau dianggap pelit nya keterlaluan. Biar sama-sama jauh dari prasangka buruk, anggap saja saya menyediakan ladang untuk anak-anaknya belajar jujur, dengan mengembalikan barang yang bukan miliknya. Dengan begitu bisa mempermudah juga kan harus dikembalikan ke siapa karena ada namanya 😜.
.
Atau kalaupun memang tidak dikembalikan juga gak masalah. Insyaallah ikhlas... Semoga coretan pensil-pensil itu menjadi ilmu yang barakah dan bermanfaat, jadi kami bisa ketularan amalnya walau secuil saja... 😜🦋
.
.
.
.
.
#TheSetyadi 
#kisahkepompong 
#pencildrawing #pencil
  • Keseruan acara #bikinbikinditamanXBalbalanFutsal hari ini di Sidoarjo.

Terima kasih banyak ya buibu untuk semangatnya pagi ini. Terima kasih banyak untuk aura positifnya hari ini.
Mohon maaf untuk keterbatasan waktunya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya 🙏.
.
Semoga semua yang di dapat hari ini menjadi manfaat untuk semua.
Semoga tak pernah lelah untuk terus belajar.
Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, Insyaallah. 🦋
.
.
.
.
.
#bikinbikinditaman 
#kisahkepompong 
#TheSetyadi 
#kidsactivities