Aku, Mertuaku, Iparku

Aku Mertuaku Iparku (2)

pic taken from: www.pexels.com

“mbak, aku mau pindah aja.. mau cari rumah kost. Mertuaku biar tinggal sama iparku aja. “

Malam itu tiba-tiba notifikasi di w.a saya berbunyi. Seorang teman curhat tentang mertua dan iparnya. Ini bukan pertama kali saya menerima curhatan serupa.  Gara-gara tulisan saya tentang mertua, terkadang w.a saya mendadak jadi ajang curhat para menantu-menantu cantik.

Jadi ceritanya si menantu cantik sedang kesal karena dia merasa mertuanya jauh lebih perhatian ke iparnya. Setiap mertua pergi ke luar kota, yang dibawakan oleh-oleh saudara iparnya, mentang-mentang si ipar sering kirim uang ke mertuanya. Setiap kali iparnya main ke rumah, mertuanya heboh masak enak dan pulangnya selalu dibawakan bekal. Setiap kali ngobrol dengan tetangga, selalu yang dibanggakan si ipar yang cekatan dan luwes. Kalau si ipar sakit, bisa sehari 3 kali telepon hanya untuk menanyakan sudah makan belum, sudah minum obat atau belum dan bla..bla… curhatan yang lainnya.

Ada yang pernah merasakan hal serupa? Atau mirip-mirip?

Hhhmmm… berhubung saya bukan psikolog, bukan terapis, bukan pula ahli agama yang hafal ratusan dalil, tapi saya punya telinga dan jari, jadi yang bisa saya lakukan saat itu ya hanya mendengarkan dan ikut berbagi cerita.

Saya seorang menantu yang tinggal sama mertua. Saya juga punya orang tua yang tinggal bersama saudara ipar saya. Saya juga punya saudara ipar dari suami saya yang tinggal di tempat yang berbeda. Jadi posisi saya sebagai menantu yang kadang kedatangan saudara ipar, dan juga jadi saudara ipar yang kadang pulang ke rumah orang tuanya. Saya pernah berada di 2 sepatu yang berbeda sekaligus. Lantas bagaimana cerita saya dengan para saudara ipar tersebut?

Di rumah, setiap akhir pekan saudara ipar saya datang. Tentu saja mertua saya juga kadang masak heboh dan pulang pun membawakan bekal untuk ipar saya. Apakah saya cemburu? Tidak. Malah kadang saya ikut membantu masak. Toh kalau masakannya jadi saya pun juga ikut makan. Sudah gak ikut keluar uang, bisa makan enak, apa susahnya tho? Hal yang sama juga berlaku ketika saya mudik. Setiap mudik, ipar saya di kampung halaman juga selalu heboh masak ini itu sesuai keinginan ibu saya. Beruntungnya ipar saya yang ini pandai memasak. Semua hasil olahannya sukses membuat saya dan Kira Kara selalu kangen kampung halaman. Alih-alih membantunya memasak, saya lebih memilih membantunya momong para bocah. Ia paham sekali kalau kakak iparnya yang ini musuhan sama panci dan wajan. Toh saya ikut momong anaknya yang super lincah pun ia sudah ikut merasa terbantu, bisa masak sesuai keinginannya tanpa direcokin bocah yang rewel atau merengek. Apakah ipar saya iri setiap ibu saya minta dimasakkan ini itu buat saya? Insyaallah tidak. Hubungan kami mesra seperti kakak adik. Setiap malam curhat dan bergosip segala macam setiap kali kami bertemu. Padahal saya sangat diistimewakan setiap kali pulang ke rumah.

Sekarang mari kita mencoba membayangkan. Seandainya anak yang ada dipangkuan kita saat ini  tumbuh besar, dewasa, sudah bekerja dan tinggal di tempat yang berbeda, apa rasanya? Kangen kan yaa.. Hanya bisa bertemu seminggu sekali, sebulan sekali atau bahkan kadang belum tentu setahun sekali. Lantas, bagaimana perasaanmu ketika sang anak tiba-tiba pulang dan menengokmu? Seneng, antusias, pengen menghidangkan apa saja yang dulu menjadi favoritenya masa kecil. bahkan kalau mungkin kamu pasti ingin menggendongnya seperti dulu lagi. Berhubung sudah gak mungkin di gendong lagi, maka kamu elu-elukan cucu yang wajahnya, tingkahnya, dan celotehnya mirip anakmu dimasa kecil. Wajar kan ya?!

Kita yang tinggal setiap hari bersama mertua, sudah tidak lagi menyadari keistimewaan itu karena setiap hari kita menerimanya. Karena mungkin setiap hari kita mencicipi masakan yang sama yang dibuat mertua. Karena mungkin hampir setiap hari anak-anak kita dibawakan jajan setiap kali mertua pulang arisan. Karena mungkin hampir setiap hari kita bisa makan bakso bersama mertua. Jadi semua yang kita anggap istimewa itu sudah tak lagi istimewa karena setiap hari kita merasakannya. Lantas, masih layakkah kita cemburu dengan ipar?

Tuhan akan memberi sesuai prasangka mu. Karena itu selalu berikan prasangka baik untuk orang-orang di sekitarmu. Jika kau temui mertua yang senang mencacimu dengan bahasa yang kasar, berprasangka baiklah, mungkin beliau sedang lelah dan butuh istirahat. Hiburlah dan berikan keceriaan semampumu. Jika masih kau temui ia mencaci juga, berprasangka baiklah pada Tuhanmu. Karena sebaik-baik pengharapan adalah kepada Tuhan yang Maha Membolak-balik isi hati. Kalau kata pak suami saya, sesungguhnya berbuat baik itu tidak pernah ada ruginya. Karena Tuhan selalu memperhitungkan semuanya walau hanya sebesar biji Zahra. Ayuuukk selalu jadi menantu yang cantik dan baik. *kibas jilbab, pasang konde*



Related Posts :

18 Comments :

  1. Budeeeeee! Tulisan ini bener banget dan menyejukkan sekali! 😍😍😍


  2. Alhamdulillah hubunganku dengan mertua dan menantu baik baik aja mba
    Sika tulisannyaaa

    1. Semoga terus baik dan saling support ya mbak. Biar damai lahir batin 🙂


  3. Alhamdulillah, hubunganku dgn mertua baik2 saja. Bahkan saya sering diajak curhat juga.

    1. Naah.. TOP banget mbak Tatit. Kalau sudah dipercaya buat teman curhat, insyaallah selalu akur yaaa..


  4. KEREENNNN mbaa!
    Two THUMBS UP!

    btw, congrats yak, udah dot com uhuuui!

    1. uhhhuuuiii,… hahaha… thanks supportnya ya mbak Nurul. Terima kasih juga sudah sering ngurek-ngurek kupingku. hahaha.. Kangen dirimu.


  5. Hahaha jadi sudah ada spesialisasinya, yang satu momong yang satu masak 😀

    1. Begitulah. Bisa bagi-bagi tugas kan enak.. heuheu.


  6. Kalau kata pak MT.

    Teruslah berbuat baik dan perhatikan apa yang terjadi 🙂

    1. Betuuull… Semesta selalu bersama mereka yang tak lelah berbuat baik dan menebar kebaikan.


  7. Jadi kangen almarhumah ibu mertua. Beliau berusaha banget untuk adil. Kalau beli apa2 selalu sejumlah menantu perempuannya. Kalau menantu laki-laki sih beliau lebih santai. Beliau mengerti benar kalau perempuan itu mudah iri. :))

    1. What a bless dapat mertua seperti itu, teh… Al-Fatihah untuk ibu mertua teh Lusi..


  8. Wah, ngerasain banget yg kayak gini Mbak. Yg deket nggak dianggap, yg jauh is number one hehehe. Tapi aku yakin kok mereka sama2 sayang banget baik kita, mantu, ipar dll dll 🙂

    Salam kenal ya Mbak 🙂

    1. Pasti sempat sedih ya mbak… Setuju, tetap berpikir positif akan membuat lebih semangat untuk selalu berbuat baik. Salam kenal juga mbak.


  9. Ya … saya rasa ini sering dihadapi oleh para menantu
    Dan saya setuju, bagaimanapun si menantu harus sadar bahwa sampai kapanpun anak tetap anak.
    Ipar kita wajar mendapat perlakuan demikian dari mertua kita. Lha wong itu anaknya sendiri kan? jadi tidak perlu merasa tersaingi
    Bahkan kalau perlu kita bantu Mertua kita untuk menyenangkan anaknya (Ipar kita). Adik atau Kakak suami/istri kita juga kan?
    Saya rasa mertua yang baik akan tambah sayang sama menantu yang demikian

    Salam saya

    1. Amiiinn… Makin disayang mertua deh. heuheu…


Leave a Reply :

* Your email address will not be published.

ABOUT ME
black-and-white-1278713_960_720
Hi I’am Wiwid Wadmira

I am a mom of twin who love reading, writing and de cluttering. I blog about my parenting style, financial things & reviews. You may contact me at mykirakara@gmail.com

------------------
My Instagram
  • Kalau janji ketemuan di sini, itu berarti bakalan nyangkut lama. Hampir 13 tahun berjibaku di gedung ini, dari mulai masih culun, jomblo, lalu punya pacar, sampe menikah dan punya anak.
.
Dari mulai jaman dulu cuma ada 1 gedung aja, hingga sekarang berkembang kemana-mana. Dari mulai resto yang nyempil dan mungil, sampe sekarang kece dan instagramable. Ngobrol di sini bikin kerasan dan betah.
.
Hal yang paling diingat dari resto ini, Koloke nya juwaraakk! Dulu, kalau kita habis selesaikan satu project, sekantor makan-makan di resto ini. Jaman dulu, bisa makan koloke di sini mewah bangeeet!! Minumnya es leci, berasa jadi nonik sehari. Maklum biasanya makan siang di pujasera atau kantinnya Ubhara.
.
Hari ini ketika mampir di sini, dan menerima list menunya, terjangkau ciiiin... Pas banget nih buat kumpul-kumpul cantik ibu-ibu 😍😄. Yang paling disesalkan adalah, kenapa baru bisa mampir sini pas perut sudah kenyang.
.
Terima kasih ya mbak @desi.suryani77 hari ini ditemenin ngobrol seharian di Pena Resto sambil kita bernostalgia, ketawa ngakak sampai ngobrolin project segala macam.
.
Maaf ya mbak @wiwikaminashar aku lupa mengajak dirimu. Sekarang gantian cekikikannya pindah di sini 😂. Aku menunggu project-project selanjutnya dari kalian. Tapi please, jangan minta aku ngantor di sana lagi yaaa... Sungguh, bisa cekakan tiap hari sama kalian itu godaan amat berat, tapi aku sudah terlanjur menikmati masa "pensiun"... 😂 Doakan saja kita bisa plesiran ke yurop sama-sama yaaa.. 😄😄
.
Happiness is sharing good food with good friends.
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi #penaresto #grahapena #grahapenasurabaya
  • Beberapa hari ini saya dibuat kelimpungan oleh mereka. Sebagai anak SD yang tak lagi (mau dianggap) kecil, mereka memasuki fase baru.
.
Fase sosialisasi yang lebih menantang. Luapan kemarahan yang meledak. Ungkapan tidak setuju yang lebih frontal dan terbuka. Masa dini para pemberontak cilik menciptakan riak-riak kecil.
.
Saya shock. Fase ini benar-benar menguras emosi. Saya "dipaksa" belajar bagaimana melakukan negosiasi yang alot tanpa keluar jalur. Saya "dipaksa" belajar menghadapi serangan-serangan terbuka yang sering membuat saya tercengang. (Ya ampuuunn nak, ikut lomba debat aja ya nanti kalau SMA 😥).
.
Fase ini belum usai saya lewati. Tahapan ini belum tuntas terselesaikan. Saya masih harus berenang dan belajar menyatu dengan aliran.
.
Tulisan ini hanya pengingat, apapun yang kita perdebatkan, apapun yang membuat kita berselisih, namamu akan selalu melekat erat di urat nadi.
.
Doakan bunda cengeng ini sukses melewati riak dan berenang bersama menghantar kupu-kupu terbang tinggi yaa... 🦋🦋
.
.
.
.
.
#TheSetyadi #kisahkepompong #twinsisters #MomofTwins #ParentingBlogger
  • You are a better version of me
.
Nduk, dulu bunda juga pernah duduk di kelas sendirian, tidak ada yang menemani ngobrol. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah sendirian mengerjakan hasil prakraya dibantu akung, karena tidak ada yang mau menerima bunda jadi anggota kelompoknya. Sama sepertimu.
.
Dulu bunda juga pernah diolok-olok hampir setiap hari, sama sepertimu. Dulu bunda juga pernah di dorong, dipukul memakai penggaris atau dilempar penghapus papan tulis. Sama sepertimu.
.
Tapi kamu lebih percaya diri, mau menyapa teman-temanmu lebih dulu.
.
Tapi kamu berani bertanya lebih dulu "apakah kamu mau jadi pasangan olah ragaku?".
.
Tapi kamu berani menolak dan berteriak ketika disakiti.
.
Nduk, kamu tak perlu menjadi seperti bunda.
.
Kamu akan tumbuh menjadi lebih tangguh setiap hari. Kamu akan memiliki lebih banyak teman. Kamu akan menolong lebih banyak orang. Kamu akan bersinar jauh lebih terang.
.
Karena bunda tahu kamu jauh lebih HEBAT dari bunda.
.
Jangan pernah menyerah. Di namamu terselip doa kami 🦋
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi
  • Rejeki bunda cantik. Sore-sore, mendung manja, datang mbak Tata dari @soulkitchen_id nganter Bitterballen. Tadinya mau dibawa buat meet up para blogger, ternyata salah lihat kalender. Jadiii.... maafkan kalau para mbok dhewor cukup tak ceritain rasanya saja.
.
Bitterballen ini di luar rasanya renyah dan krispi. Pas digigit, isi dagingnya penuh. Gurih! Pas banget dicocol dengan saos sambal.  Apalagi dimakan sore hari sambil ngobrol sama mertua yang lagi melukis. Mana lagi hujan deras begini. Surgaaa... Nikmat mana lagi yang mau didustakan?
.
Mbak Tata membuka PO untuk bitterballen frozen maupun yang siap makan. Ada yang beef dan ada yang cheese. Pertama nyicipin ini pas acara #ngobrolparentingditaman lalu ketagihan.
.
Terima kasih mbak Tata sudah menyempatkan mampir ke rumah hanya demi memenuhi hasrat perut yang kangen bitterballen 🙏 Sukses dengan @soulkitchen_id nya ya!
.
.
.
.
.
#kisahkepompong #TheSetyadi  #indonesianculinary #indonesianfood #surabayaculinary #kulinersurabaya #cemilansehat #cemilansurabaya
  • - Nama di Pensil -
.
Nama di pensil ini sempat menjadi polemik buat bunda galau. Jadi ceritanya akhir-akhir ini saya memberi label nama di pensil yang dibawa duo bocah kunyil.
.
Tujuan awalnya sebenarnya menghindari debat kusir antara Kira dan Kara. Setiap belajar bersama pensil-pensilnya sering tertukar, lalu berdebat pensil panjang punya siapa, dan yang pendek punya siapa.
.
Ya maklum yaaa... Semua pensilnya sama karena biar dapat harga murah langsung beli di toko grosir. Jadi sekali beli langsung beberapa kotak.
.
Kalau ada yang beranggapan emak pelit karena kasih nama di pensil ya hempas manja aja lah kak... Karena setelah melalui pengamatan dan observasi kenapa setiap satu bulan selalu habis pensil selusin, ternyata karena sering jatuh di kelas lalu susah ambil, dan setelah pelajaran selesai, lupa. Pensil pun dadabubye.
.
Ada juga yang karena ribut sama temannya lalu pensilnya di rebut atau dilempar sama temannya, dan hilang entah kemana 😥. Duh naaak....
.
Dari kejadian-kejadian itu, lalu diberilah nama di tiap pensil. Harapannya kalau ada temannya yang menemukan dan bantu ambilkan, bisa dikasihkan lagi. Kalaupun ada mama-mama yang kebetulan lihat ada pensil yang bukan pensil anaknya di kotak pensil, at least bisa bantu mengingatkan untuk dikembalikan.
.
Ya maap yaaa kalau dianggap pelit nya keterlaluan. Biar sama-sama jauh dari prasangka buruk, anggap saja saya menyediakan ladang untuk anak-anaknya belajar jujur, dengan mengembalikan barang yang bukan miliknya. Dengan begitu bisa mempermudah juga kan harus dikembalikan ke siapa karena ada namanya 😜.
.
Atau kalaupun memang tidak dikembalikan juga gak masalah. Insyaallah ikhlas... Semoga coretan pensil-pensil itu menjadi ilmu yang barakah dan bermanfaat, jadi kami bisa ketularan amalnya walau secuil saja... 😜🦋
.
.
.
.
.
#TheSetyadi 
#kisahkepompong 
#pencildrawing #pencil
  • Keseruan acara #bikinbikinditamanXBalbalanFutsal hari ini di Sidoarjo.

Terima kasih banyak ya buibu untuk semangatnya pagi ini. Terima kasih banyak untuk aura positifnya hari ini.
Mohon maaf untuk keterbatasan waktunya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya 🙏.
.
Semoga semua yang di dapat hari ini menjadi manfaat untuk semua.
Semoga tak pernah lelah untuk terus belajar.
Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, Insyaallah. 🦋
.
.
.
.
.
#bikinbikinditaman 
#kisahkepompong 
#TheSetyadi 
#kidsactivities